Tabel 6. Perbandingan Ketentuan Pemasangan Simbol pada PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dengan Kep-05/Bapedal/09/1995
No. Menurut Regulasi
Realisasi Pada PT. Pertamina EP Region
Jawa Field Cepu
Kesesuaian Dengan Regulasi (sesuai/tidak
sesuai)
1. Simbol yang dipasang
pada kemasan limbah B3 harus:
(a) Jenis simbol yang dipasang harus sesuai karakteristik simbol B3
(a) Simbol yang dipasang sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang disimpan sesuai (b) Ukuran minimum yang dipasang adalah 10 cm x 10 cm atau lebih besar
(b) Ukuran simbol yang dipasang 11 cm x 11 cm
sesuai
(c) Terbuat dari bahan yang tahan terhadap goresan (bahan plastik, kertas, pelat logam)
(c) Terbuat dari kertas
sticker
sesuai
(d) Dipasang pada sisi kemasan yang tidak terhalang oleh kemasan lain
(d) Pemasangan simbol terlihat jelas
sesuai
2. Simbol yang dipasang
pada kendaraan
pengangkutan limbah B3 harus:
(a) Jenis simbol yang dipasang harus 1 macam simbol yang sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang di angkutnya (a) Kendaraan pengangkut limbah B3 diberi simbol 1 macam sesuai dengan karakteristik limbah yang diangkutnya sesuai
(b) Ukuran yang dipasang minimum 25 cm x 25 cm atau lebih besar (b) Simbol yang dipasang 30 cm x 30 cm sesuai
(c) Terbuat dari bahan yang tahan terhadap goresan (bahan plastik, kertas, pelat logam)
(c) Terbuat dari kertas
sticker yang tahan
terhadap air maupun goresan
sesuai
(d) Dipasang di setiap sisi boks pengangkut dan dibagian muka kendaraan
(d) Dipasang pada bagian belakang
Tidak sesuai
3. Simbol pada tempat
penyimpanan limbah B3 harus:
(a) Simbol dipasang pada setiap pintu tempat penyimpanan limbah B3 dan bagian luar dinding yang tidak terhalang
(a) Simbol terpasang jelas dan tidak terhalang
Sesuai
(b) Jenis simbol yang dipasang harus sesuai karakteristik limbah B3 yang disimpannya (b) Simbol yang terpasang mempunyai karakteristik beracun dan mudah terbakar sesuai dengan limbah yang dihasilkan Sesuai (c) Ukuran minimum yang diapasang 25 cm x 25 cm atau lebih besar
(c) Ukuran simbol yang dipasang
75 cm x 32 cm
Sesuai
(d) Terbuat dari bahan
yang tahan terhadap goresan (bahan plastik, kertas, plat logam)
(a) Terbuat dari plat logam
(b) Selama tempat penyimpanan masih difungsikan, simbol tidak boleh terlepas atau dilepas
(e) Simbol tetap melekat pada tempat penyimpanan
Sesuai
Sumber : Hasil analisa, 2013
Gambar 25. Simbol dan Pelabelan Limbah B3 pada Kemasan yang Mudah Terlihat dan Tidak Terhalang Kemasan Lainnya
Sumber : Hasil Pendataan pada Tanggal 27 Februari 2013
Gambar 26. Mobil Pengangkut Limbah B3 Cair Beserta Simbolnya Tampak Samping dan Belakang
Gambar 27. Truk Pengangkut Limbah B3 Tampak Samping dan Belakang Serta Simbol yang Diletakkan di Bagian Belakang Kendaraan
Sumber : Dokumentasi HSE PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu, 2011
Gambar 28. Simbol pada Tempat Penyimpanan Limbah B3 Sumber : Hasil Pendataan pada Tanggal 27 Februari 2013
2) Label
Label merupakan penandaan pelengkap yang berfungsi memberikan informasi dasar mengenai kondisi kualitatif dan kuantitatif dari suatu limbah B3 yang dikemas.
a) Label identitas limbah
(1) Bentuk, warna dan ukuran
Tabel 7. Perbandingan Bentuk, Warna dan Ukuran Label pada PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dengan Kep-05/Bapedal/09/1995
No. Menurut Regulasi
Realisasi Pada PT. Pertamina EP Region
Jawa Field Cepu
Kesesuaian Dengan Regulasi (sesuai/tidak
sesuai)
1 Label identitas limbah
minimum 15 cm x 20 cm atau lebih besar
Label berukuran 15 cm x 20 cm
Sesuai
2 Warna dasar kuning Warna dasar putih Tidak sesuai
3 Garis tepi berwarna
hitam
Garis tepi berwarna hitam
Sesuai 4 Tulisan
“PERINGATAN” dengan huruf yang lebih besar berwarna merah
Tulisan
“PERINGATAN” dengan huruf yang lebih besar berwarna merah
Sesuai
Sumber : Hasil analisa, 2013
(2) Pengisian label identitas limbah
Tabel 8. Perbandingan Pengisian Label Identitas Limbah pada PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dengan Kep-05/Bapedal/09/1995.
No. Menurut Regulasi
Realisasi Pada PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu Kesesuaian Dengan Regulasi (sesuai/tidak sesuai) 1. Diisi dengan huruf cetak yang
jelas, terbaca dan tidak mudah terhapus
Diisi dengan huruf cetak yang jelas, terbaca dan tidak mudah terhapus
2. Dipasang pada setiap kemasan limbah B3
Dipasang pada setiap kemasan limbah B3
Sesuai
3. Wajib mencantumkan
identitas :
Penghasil, alamat, nomer telpon, fax, nomer penghasil, tanggal pengemasan, jenis limbah, jumlah limbah, kode limbah, sifat limbah, nomer urut limbah
Hanya mencantumkan identitas :
Jenis limbah, asal limbah dan tanggal masuk limbah
Tidak sesuai
Sumber : Hasil analisa, 2013
Gambar 29. Label Menurut Regulasi Sumber : Kep-05/Bapedal/09/1995
(3) Pemasangan label identitas limbah
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan ditemukan bahwa pemasangan label identitas limbah dipasang di samping simbol. Walaupun pemasangan label sudah terlihat dengan jelas namun masih terdapat kemasan yang belum dipasang label. Hal ini tidak sesuai dengan Lampiran Keputusan Kepala Bapedal No. 5 Tahun 1995 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun nomor 3 huruf a poin (3) yang berbunyi bahwa “Label identitas limbah dipasang pada kemasan di sebelah atas simbol dan harus terlihat dengan jelas”.
Gambar 31. Pemasangan Label di PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu
b) Label untuk penandaan kemasan kosong
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan pada kemasan yang masih dalam kondisi kosong tidak diberi label bertuliskan “KOSONG” hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No. 5 Tahun 1995 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun nomor 3 huruf b poin (2) yang berbunyi bahwa “Label harus dipasang pada kemasan bekas pengemasan limbah B3 yang telah dikosongkan dan atau akan digunakan kembali untuk mengemas limbah B3”.
c) Label penunjuk tutup kemasan.
Hasil pengamatan di lapangan, pada semua kemasan tidak diberi label penunjuk tutup kemasan. Hal ini tidak sesuai dengan dengan Keputusan Kepala Bapedal No. 5 Tahun 1995 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun nomor 3 huruf a yang menyatakan bahwa kemasan yang memiliki tutup harus diberi label petunjuk tutup kemasan dengan ketentuan sebagai berikut :
(1) Bentuk, warna dan ukurannya
Label berukuran minimal 7 x 15cm2 dengan warna dasar
putih dan warna gambar hitam. Gambar terdapat dalam
frame hitam, terdiri dari 2 (dua) buah anak panah
mengarah ke atas yang berdiri sejajar di atas balok hitam. Label terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak karena
goresan atau akibat terkena limbah dan bahan kimia lainnya.
(2) Pemasangan
Label dipasang dekat tutup kemasan dengan arah panah menunjukan posisi penutup kemasan. Label harus terpasang kuat pada setiap kemasan limbah B3, baik yang telah diisi limbah B3, maupun kemasan yang akan digunakan untuk mengemas limbah B3.
Gambar 32. Label Penandaan Posisi Tutup Kemasan Limbah B3 Sumber : Lampiran Keputusan Kepala Bapedal No. 5 tahun 1995 4. Penyimpanan
a. Penyimpanan kemasan limbah B3
Tabel 9. Perbandingan Penyimpanan Kemasan Limbah B3 pada PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dengan Kep-01/Bapedal/09/1995
No. Menurut Regulasi Realisasi Pada PT. Pertamina EP
Region Jawa Field Cepu
Kesesuaian Dengan Regulasi (sesuai/tidak sesuai) 1. Penyimpanan kemasan
harus dibuat dengan sistem blok.
Penyimpanan kemasan tidak dibuat dengan sisitim blok.
Tidak sesuai
2. Lebar gang untuk lalulintas manusia minimal 60 cm
Tidak terdapat gang untuk lalulintas manusia dan kendaraan
Tidak sesuai
3. Drum 200 liter maksimal
3 lapis dan dialasi palet untuk masing-masing blok
Penumpukan kemasan limbah B3 yang berupa drum logam (isi 200 ltr) dilapisi pallet, dimana setiap pallet mengalasi 4 drum
sesuai
4. Jarak kemasan dengan
dinding dan atap tidak boleh kurang dari 1 meter
Atap 1 meter, dinding < 1 meter Tidak sesuai
5. Kemasan yang
mempunyai karakteristik berbeda harus dipisah
Kemasan yang yang mempunyai karakteristik berbeda masih ada yang diletakkan diletakkan dalam 1 blok.
Tidak sesuai
Sumber : Hasil analisa, 2013
b. Persyaratan bangunan penyimpanan limbah B3
Tabel 10. Perbandingan Persyaratan Bangunan Penyimpanan Limbah B3 pada PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dengan Kep-01/Bapedal/09/1995
No. Menurut Regulasi
Realisasi Pada PT. Pertamina EP Region
Jawa Field Cepu
Kesesuaian Dengan Regulasi (sesuai/tidak
sesuai)
1. Bangunan tempat penyimpanan
kemasan limbah B3 harus: (a) Terlindung dari masuknya air
hujan baik secara langsung maupun tidak langung (b) Dibuat tanpa plafon dan
memiliki sistem ventilasi yang memadai serta memasang kasa atau bahan lain untuk mencegah masuknya burung atau binatang lain ke dalam ruang penyimpanan
(a) Terdapat atap yang melindungi dari air hujan
(b) Tidak ada plafon untuk atapnya, ventilasi diberi anyaman kawat untuk menghalangi burung maupun binatang lain masuk ke dalam gudang
Sesuai
Sesuai
(c) Memiliki sistem penerangan yang memadai. Jika
menggunakan lampu maka lampu harus dipasang minimal 1 meter di atas kemasan
(d) Dilengkapi sistem penangkal petir
(e) Pada bagian luar
penyimpanan diberi simbol sesuai yang berlaku
(c) Lampu dipasang 1,5 meter
(d) Tidak dilengkapi sistem penangkal petir
(e) Bagian luar penyimpanan terdapat simbol sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang disimpan Sesuai Tidak Sesuai Sesuai
2. Lantai bangunan penyimpanan
harus kedap air, tidak
bergelombang kuat, dan tidak retak
Lantai bangunan tempat penyimpanan B3 tidak bergelombang, kedap air dan tidak retak
Sesuai
3. Sarana lain yang harus tersedia:
(a) Peralatan dan sistem pemadam kebakaran (b) Pagar pengaman
(c) Fasilitas pertolongan Pertama (d) Peralatan komunikasi
(e) Alarm
(a) APAR tersedia (b) Terdapat pagar
pengaman
(c) Tersedia eye wash (d) Tidak tersedia
peralatan komunikasi
(e) Tidak tersedia alarm
Sesuai Sesuai Sesuai Tidak sesuai
Tidak sesuai Sumber : Hasil analisa, 2013
5. Pengumpulan
Pengumpul Limbah B3 PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu telah membuat catatan yang sesuai dengan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yaitu berisi :
a. jenis, karekteristik, jumlah dan waktu dihasilkannya limbah B3 b. jenis, karekteristik, jumlah dan waktu penyerahan limbah B3
c. nama pengangkut limbah B3 yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul atau pemanfaat atau pengolah atau penimbun limbah B3.
Penyampaian catatan tersebut diatas yang telah dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blora juga telah sesuai dengan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 13 ayat 2 yang berbunyi bahwa “Pengumpul limbah B3 wajib menyampaikan catatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya sekali dalam enam bulan kepada instansi yang bertanggung jawab dengan tembusan kepada instansi yang terkait dan Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II yang bersangkutan”.
Pengumpul limbah B3 menyimpan limbah B3 yang dikumpulkan paling lama 90 (sembilan puluh) hari sebelum diserahkan kepada pengolah juga telah sesuai dengan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 14 ayat 1 yang berbunyi bahwa “Pengumpul limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dikumpulkan paling lama 90 (sembilan puluh) hari sebelum diserahkan kepada pemanfaat dan/atau pengolah dan/atau penimbun limbah B3”. 6. Pengangkutan
Pengangkut limbah B3 PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu telah melaksanakan kewajiban sebagai pengangkut limbah B3 sesuai dengan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 17 yang berbunyi bahwa “Pengangkut
limbah B3 wajib menyerahkan limbah B3 dan dokumen limbah B3 kepada pengumpul dan/atau pemanfaat dan/atau penimbun limbah B3 yang ditunjuk oleh penghasil limbah B3”.
Pengelolaan limbah B3 PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dibedakan menjadi dua macam yaitu pengelolaan didalam area produksi oleh PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dan pengelolaan diluar area produksi dengan pihak ke tiga sebagai pengelolaannya. Berdasarkan hal tersebut maka sistim pengangkutan limbah B3 yang dihasilkan oleh PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu terbagi atas 2 sistem juga, yaitu pengangkutan internal dan pengangkutan eksternal.
a. Pengangkutan internal
Pengangkutan internal limbah B3 di PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu dilakukan oleh masing-masing penghasil limbah B3 di area produksi. Hal ini telah sesuai dengan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 15 ayat 2 yang berbunyi bahwa “Pengangkutan limbah B3 dapat dilakukan oleh penghasil limbah B3 untuk limbah yang dihasilkannya sendiri”.
Pengangkutan internal ini dilakukan menggunakan beberapa fasilitas angkut yang telah dilengkapi dengan surat ijin untuk beroperasi diarea produksi yaitu : truck, vacum truck, maupun forklift. Selain itu pengendara atau awak mobil telah mempunyai surat ijin mengemudi diarea produksi. Hal ini telah sesuai dengan PP No. 18
Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 15 ayat 3 yang berbunyi bahwa “Apabila penghasil limbah B3 bertindak sebagai pengangkut limbah B3, maka wajib memenuhi ketentuan yang berlaku bagi pengangkut limbah B3”. b. Pengangkutan eksternal
Dalam melakukan pengangkuan eksternal, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Ketentuan-ketentuan tersebut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh jasa pengangkut yang telah diatur dalam peraturan mengenai pengelolaan limbah B3 yaitu PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 16 dan telah dipenuhi pada proses pengangkutan limbah B3 PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu yaitu:
1) Pengangkut wajib menyertakan dokumen limbah B3 secara lengkap.
2) Pengangkut wajib menyerahkan limbah B3 dan dokumen limbah B3 kepada pengumpul dan/atau pemanfaat dan/atau pengolah dan/atau penimbun limbah B3 yang ditunjuk oleh penghasil limbah B3.
Dalam memonitor keberadaan limbah B3 maka dibuat 7 lembar dokumen perjalanan limbah untuk setiap pihak yang melakukan pengelolaan limbah B3 PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu. Mekanisme dokumen perjalanan limbah tersebut telah sesuai dengan
Penjelasan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 16, yaitu :
1) Lembar asli (pertama) disimpan oleh pengangkut limbah B3 setelah ditandatangani oleh penghasil, pengumpul, dan pengolah limbah B3 (warna putih).
2) Lembar kedua yang sudah ditandatangani pengangkut limbah B3, oleh penghasil limbah B3 atau pengumpul dikirim kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (warna kuning).
3) Lembar ketiga yang sudah ditandatangani oleh pengangkut limbah B3 disimpan oleh penghasil atau pengumpul limbah B3 yang menyerahkan limbah B3 untuk diangkut oleh pengangkut limbah B3 (warna hijau).
4) Lembar keempat setelah ditandatangani oleh pengumpul atau pengolah limbah B3 oleh pengangkut diserahkan kepada pengumpul limbah B3 atau pengolah limbah B3 yang menerima limbah B3 dari pengangkut limbah B3 (warna merah muda).
5) Lembar kelima dikirim kepada Badan Pngendalian Dampak Lingkungan setelah ditandatangani oleh pengumpul limbah B3 atau pengolah B3 (warna biru).
6) Lembar keenam dikirim oleh pengangkut kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I yang bersangkutan, setelah ditandatangani oleh pengumpul limbah B3 atau pengolah limbah B3 (warna cream).
7) Lembar ketujuh dikirim oleh pengangkut kepada penghasil limbah B3 oleh pengumpul limbah B3 atau pengolah limbah B3, setelah ditandatangani oleh pengumpul limbah B3 atau pengolah limbah B3 (warna ungu).
7. Pemanfaatan
PT. Pertamina EP Region jawa Field Cepu tidak melakukan pemanfaatan terhadap Limbah B3 yang dihasilkannya. Semua limbah B3 yang dihasilkan serta pemanfaatan limbah B3 diserahkan kepada pihak ke 3 yaitu PT. PPLI.
8. Pengolahan
PT. Pertamina EP Region jawa Field Cepu tidak melakukan pengolahan terhadap Limbah B3 yang dihasilkannya. Pengolahan diserahkan kepada pihak ke 3 yaitu PT. PPLI. Hal ini telah sesuai dengan PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 9 ayat 4 yang berbunyi “Pengolahan dan/atau penimbunan limbah B3 dapat dilakukan sendiri oleh penghasil limbah B3 atau penghasil limbah B3 dapat menyerahkan pengolahan dan/atau penimbunan limbah B3 yang dihasilkannya itu kepada pengolah dan/atau penimbun limbah B3”.
9. Penimbunan
PT. Pertamina EP Region jawa Field Cepu tidak melakukan kegiatan penimbunan terhadap limbah B3 yang dihasilkannya. Penimbunan diserahkan kepada pihak ke 3 yaitu PT. PPLI. Hal ini telah sesuai dengan
PP No 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 9 ayat 4 yang berbunyi “Pengolahan dan/atau penimbunan limbah B3 dapat dilakukan sendiri oleh penghasil limbah B3 atau penghasil limbah B3 dapat menyerahkan pengolahan dan/atau penimbunan limbah B3 yang dihasilkannya itu kepada pengolah dan/atau penimbun limbah B3”.
10. Tata laksana Perijinan
Pengelolaan dan penanganan limbah B3 di PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu meliputi penyimpanan sementara limbah B3 serta oil
sludge di bak penampungan sludge. penyimpanan limbah B3 harus
dilakukan jika limbah B3 belum dapat diolah dengan segera, kegiatan penyimpanan limbah B3 dimaksudkan untuk mencegah terlepasnya limbah B3 ke lingkungan sehingga potensi bahaya terhadap manusia dan lingkungan dapat dihindari.
PT. Pertamina EP Region Jawa Field Cepu memiliki wewenang untuk mengelola limbah B3 dengan melakukan kegiatan penyimpanan sementara limbah B3 di tempat penyimpanan sementara yang telah memiliki ijin dari Kementrian Lingkungan Hidup sesuai dengan Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 59 ayat (1) yang berbunyi bahwa “setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya”
Ijin penyimpanan sesuai dengan perijinan dan rekomendasi yang diberikan oleh Bupati Daerah setempat serta Kementrian Lingkungan Hidup dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu peraturan pemerintah No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 10 yaitu “Penyimpanan sementara limbah B3 kurang dari 90 hari atau maksimal penyimpanan limbah tidak melebihi dari 90 hari”.