• Tidak ada hasil yang ditemukan

telah mengandung pengendalian internal yang memadai. SOP ini dijalankan dan ditaati oleh setiap divisi dalam Perseroan.

(ii) Semua kegiatan operasional penambangan yang dilakukan Perseroan juga telah mengacu pada ketentuan dan perundangan yang berlaku.

(iii) Setiap ketentuan dan perundangan yang berlaku dalam bidang pertambangan disebarkan kepada divisi yang terkait untuk dilaksanakan dan dipatuhi. Kepatuhan atas pelaksanaan Peraturan dan Perundangan itu turut menjadi objek pemeriksaan dalam setiap pemeriksaan yang dilakukan oleh Internal Audit.

b. Dalam Bidang Keuangan

(i) Dalam bidang keuangan pengendalian internal telah dilakukan secara ketat, dimana :

- Setiap pengeluaran dan penerimaan dana hanya dilakukan oleh petugas yang berwenang, - Setiap pengeluaran dan penerimaan dana harus

mendapatkan persetujuan (ditanda-tangani) oleh pejabat yang berwenang,

- Didukung dengan dokumen pendukung yang lengkap dan telah diverifikasi dahulu kebenarannya oleh petugas yang berwenang. (ii) Sebagian besar transaksi keuangan Perseroan

dilakukan secara giral, dan secara tunai harus melalui suatu prosedur yang cukup terkontrol. (iii) Setiap Ketentuan dan Perundangan yang berlaku

(Keuangan, Akuntasi & Perpajakan) telah disebarkan kepada divisi yang terkait untuk dilaksanakan dan dipatuhi. Kepatuhan atas pelaksanaan Peraturan dan Perundangan tersebut turut menjadi objek pemeriksaan dalam setiap pemeriksaan yang dilakukan oleh Internal Audit.

Kerangka kerja manajemen Perseroan yang komprehensif merupakan bagian integral dari proses perencanaan strategis dan kegiatan usaha Perseroan. Evaluasi terhadap segala kategori risiko dilakukan dengan cermat, disertai dengan implementasi dan pemantauan langkah antisipatif atas risiko potensial yang merupakan landasan proses manajemen Perseroan yang ketat. Untuk mengurangi risiko operasional dalam mencapai tujuan usaha, Perseroan dan Anak Perusahaan Perseroan telah menerapkan Manajemen Risiko secara komprehensif dari setiap level dalam struktur organisasi Perseroan.

Kategori risiko utama yang penting bagi Perseroan adalah risiko yang berhubungan dengan produksi Perseroan, berhubungan dengan ketentuan perundang-undangan

Manajemen Risiko Perseroan

berhubungan dengan perubahan cuaca dan kondisi ekonomi. Parameter indikator risiko ditetapkan untuk semua kategori risiko yang kemudian dipantau secara sistematis di tiap tingkat manajemen. Pendekatan manajemen risiko dengan pendekatan dari bawah ke atas diharapkan mampu menjaga kelangsungan usaha Perseroan.

Berikut adalah beberapa risiko utama yang dapat mempengaruhi usaha Perseroan, yaitu:

A. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKSI PERSEROAN

1. Risiko Fluktuasi harga batubara yang signifikan

Harga batubara yang dijual oleh Anak Perusahaan Perseroan ditentukan oleh berbagai faktor di luar kendali Perseroan seperti harga batubara dunia, yang dapat berfluktuasi secara signifikan mengikuti kapasitas produksi dan pola konsumsi batubara dari industri-industri yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama. Perseroan mengkombinasikan strategi perdagangan batubara produksi sendiri dengan batubara dari pihak ketiga dengan metode penetapan harga maupun waktu penetapan yang terus disesuaikan dengan perkembangan global yang mempengaruhi pasar batubara. Pengkajian terhadap efisiensi rantai pasokan batubara juga terus dilakukan secara konsisten guna penyempurnaan efisiensi biaya operasional Perseroan yang akan mampu mengelola risiko fluktuasi harga batubara global.

2. Risiko kenaikan harga bahan bakar, bahan baku dan bahan pendukung penambangan.

Bahan bakar merupakan bagian yang signifikan dari biaya operasional Perseroan dimana fluktuasi dalam harga bahan bakar dapat mempengaruhi profitabilitas Perseroan. Kenaikan harga BBM secara tidak langsung akan memicu terjadinya kenaikan pada harga penjualan batubara yang juga akan berdampak pada volume permintaan pasokan batubara. Perseroan melakukan efisiensi biaya operasi di semua lini usaha, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dan terus melakukan pengendalian biaya dengan meningkatkan efisiensi rantai pasokan batubara.

3. Risiko ketergantungan Anak Perusahaan terhadap kontraktor pertambangan dan pengangkutan.

Kegagalan pemenuhan kewajiban sesuai dengan kontrak kerja yang ada, pembatalan atau wanprestasi terhadap kontrak kerja dapat berdampak negatif pada kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha

conditions. The parameters of risk indicators are set out for all risk categories which are then monitored systematically at each management level. Risk management approach with a bottom-up approach should be able to maintain continuity of the Company's operations.

The following are the some main risks that could affect Company's business:

A. RISKS RELATED TO COMPANY PRODUCTION

1. Risk of significant fluctuation of coal price

The price of coal sold by Company's Subsidiaries is determined by various factors beyond the Company's control such as the world coal price, which might fluctuate significantly following production capacity and the pattern of coal consumption of industries which use coal as their main fuel. The Company combines the strategy of own-produced coal trading with those produced by third parties by way of price setting as well as the time of price setting which is constantly adjusted with the global development that affect the coal market. Study on the efficiency of coal supply chain also continues to be done consistently in order to improve the efficiency of Company's operating cost which will be able to manage the risk of global coal price fluctuation.

2. The risk of price increase of fuel, raw materials and mining supporting materials.

Fuel is the significant part of the Company's operating cost in which fluctuation in fuel price may impact on Company profitability. The increase of fuel price will indirectly trigger an increase in sales price of coal which will also impact on the volume of demand for coal supply. The Company performs operational cost efficiency throughout the business lines, including reduction of dependency on fuel and continues to carry out cost control by improving the efficiency of coal supply chain.

3. The risk of dependency of Subsidiary Companies on mining contractors and transportation.

Failure to meet the obligations under the existing contract of work, cancellation or default against the contract of work may have negative impacts on the financial condition, operational results and business

contractor's work internally, the Company also cooperates with a third party to carry out supervision of work for the synchronization of production targets with the Company's coal inventory.

B. RISK RELATED TO LAWS AND REGULATIONS AND INDONESIAN SOCIAL ENVIRONMENT

1. The risk of enactment of new laws and regulations either in the mining sector or other sectors which might have negative impacts on the business activities and permits owned by the Company and its Subsidiary Companies.

To run its business activities, the Company could not ensure the possible change in the laws and regulations which affect mining industry in Indonesia. Changes which will restrict mining business activities would have a negative impact on the financial condition, operational results and business prospects of the Company and its Subsidiaries. The Company always endeavors to comply with all the applicable regulations and to study every new regulation which might have negative impacts on the Company's operations. T h r o u g h L e g a l d i v i s i o n a n d C o m p l i a n c e , Licensing and Administration division, the Company makes active communication with legal consultants and relevant government agencies in taking suitable steps to ensure compliance with the laws and regulations related to the mining sector.

2. The risks related to local community in the mining areas.

Failure to settle any problem arising with the community surrounding the operational areas of Subsidiary Companies such as land clearance, land overlapping, relocation of people and occupational accidents, may affect the Company's operational activities. The Company through its Subsidiaries, maintains intensive communications with the people around the mining areas with community development programs which are also part of its Corporate Social Responsibility. This mutually beneficial condition could reduce the risk of dispute with the people around the Company's mining areas.

C. RISKS RELATED TO WEATHER AND ECONOMIC CONDITION

1. Risks of the effects of inclement weather conditions, accidents and natural disasters, all of pekerjaan kontraktor secara internal, Perseroan juga

bekerja sama dengan pihak ketiga dalam melakukan pengawasan pekerjaan demi sinkronisasi target produksi dengan persediaan batubara Perseroan.

B. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL INDONESIA

1. Risiko diberlakukannya peraturan perundang-undangan baru baik dalam bidang pertambangan dan bidang lain yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha dan perijinan yang dimiliki oleh Perseroan dan Anak Perusahaan.

Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak dapat memastikan kemungkinan perubahan peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi industri pertambangan di Indonesia. Perubahan yang bersifat membatasi kegiatan usaha penambangan akan dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseoran dan Anak Perusahaan. Perseroan selalu berupaya mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan mengkaji peraturan baru yang mungkin akan berdampak negatif terhadap operasional Perseroan. Melalui divisi hukum dan divisi Kepatuhan, Perijinan & Administrasi, Perseroan melakukan komunikasi aktif dengan konsultan hukum dan pemerintah terkait dalam menerapkan langkah-langkah yang sesuai untuk menjamin ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan bidang pertambangan.

2. Risiko yang berhubungan dengan penduduk setempat di wilayah pertambangan

Kegagalan untuk menyelesaikan permasalahan dengan penduduk di sekitar area operasional Anak Perusahaan yang timbul seperti masalah pembebasan lahan, tumpang tindih lahan, relokasi penduduk dan kecelakaan kerja, dapat mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan. Perseroan melalui Anak-anak Perusahaan, membina komunikasi yang intensif dengan masyarakat sekitar wilayah pertambangan dengan program pengembangan masyarakat yang juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Perseroan. Kondisi saling menguntungkan ini akan mengurangi risiko terjadinya perselisihan dengan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan Perseroan.

C. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN CUACA DAN KONDISI EKONOMI

1. Risiko terjadinya perubahan cuaca, kecelakaan dan bencana alam yang dapat memberikan dampak

which can exert a negative impact on the operational performance of the Company and its Subsidiary Companies.

The Company has implemented a good work safety standard in the performance of mining operational activities. However, in the performance of its activities, there is always a possibility of weather changes risk, the risk of occupational accident, and other natural disasters which can affect the Company's business activities. The Company adjusts its mining plans with the conditions on in the field. The Company continuously makes investments on the infrastructure such as drainage and road constructions which are free from weather disturbance. The Company also carries out routine supervision on work safety procedures on site so as to minimize occupational accidents due to bad weather condition.

2. The risk of change in the regional and global economic condition.

The global crisis may result in a decline of available loan funds and a decline of direct investment, failure of global financial institutions, decline in the value of global stock markets, and a decline in demand for some commodities. In this case there is no guarantee that the crisis will happen again in the future as previously occurred in Indonesia and the Asia Pacific countries. The Company carries out identification and evaluation of risks based on its main strategic goals that is an increase in coal production and focus on coal business. The Company develops a strategy for maintaining a long-term relationship and procurement of a long-long-term supply contract with customers in order to minimize the risk of economic uncertainties both regionally and globally. To mitigate this risk, the Company also focuses on developing long-term assets in order to increase Company's business capability.

Dokumen terkait