• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METEODOLOGI PENELITIAN

H. Pemeriksaan Keabsahan Data

4. Confirmability (Obyektivitas)

Dalam penelitian kualitatif, uji confirmability mirip dengan uji dependability sehinggadalam penelitian ini dilakukan bersama-sama Perbedaannya, pengauditan konfirmabilitas digunakan untuk menilai hasil (product) penelitian, sedangkan pengauditan dependabilitas digunakan untuk menilai proses (process) yang dilalui peneliti dilapangan.

53 A. Latar Penelitian

1. Sejarah wilayah Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan

Hal yang lazim terjadi pada pertumbuhan kota-kota di negara berkembang seperti Indonesia, ialah terciptanya pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, yang seringkali lingkungan tidak dapat mengantisipasi daya dukung kota secara layak, seringkali dalam hal penyediaan sarana dan prasarana bagi para penduduknya. Pertumbuhan penduduk perkotaan terjadi karena pertumbuhan yang bersifat alami seperti disebabkan oleh proses perpindahan penduduk dari desa ke kota yang disebut Urbanisasi.

Pesatnya laju pertumbuhan angka urbanisasi terlihat dengan banyaknya tempat-tempat strategis dalam hal perekonomian yang dibangun di daerah perkotaan. Pertumbuhan penduduk perkotaan ini senantiasa menciptakan berbagai macam permasalahan dan mampu menciptakan perubahan dari berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Jika kita membaca sejarah Ibukota Jakarta adalah kota yang banyak didatangi oleh banyak orang dengan keperluannya masing-masing baik yang hanya berdiam untuk sementara sampai yang menetap lama. Sehingga pesatnya pertumbuhan penduduk tidak dapat dihindari keberadaanya oleh wilayah-wilayah Ibukota Jakarta, termasuk juga pada Rukun Warga (RW) 02 Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan ini.

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber masyarakat di Rukun Warga (RW) 02 yang terdiri dari petinggi masyarakat seperti Ketua RW dan lain-lain. Dari hasil wawancara dari Bapak Usman, “Terus kampung

ini kan berbatasan sama depok yang Jawa Barat dan Jakarta jadi mayoritas penduduknya orang betawi. Masih banyak orang Betawinya

walaupun betawi pinggiran”.1 Kelurahan Srengseng Sawah dan sekitarnya memang masih sangat kental dengan masyarakat Betawinya. Di Kelurahan ini juga salah satu tempatnya dijadikan sebagai cagar budaya Betawi di Setu Babakan Srengseng Sawah.

Kawasan dan letak batas wilayah Srengseng Sawah saat dahulu tidak seperti sekarang, Wilayah Kampung Srengseng yang menjadi cikal bakal wilayah Kelurahan Srengseng Sawah saat ini setengahnya berada di kawasan Kelurahan Lenteng Agung. Sementara wilayah Kampung Sawah tetap seperti sekarang yang menjulang sampai kawasan Universitas Indonesia. Dahulu wilayah Srengseng Sawah merupakan gabungan dari dua nama daerah kampung yang terletak bersebelahan. Dan terbagi dari dua daerah yang bernama Kampung Srengseng dan Kampung Sawah.

Seperti yang dikatakan Bapak Cepi “Sebelum menjadi Kelurahan

Srengseng Sawah, Di sini orang nyebutnya wilayah Kampung Sawah. Khususnya RW 02, 01 dan sekitarnya”.2

Padasaat sebelum terjadinya pemekaran awalnya wilayah kampung Srengseng terletak di sebelah utara Kelurahan Srengseng Sawah yang sekarang. Saat ini kawasan tersebut telah masuk ke dalam Kelurahan Lenteng Agung yang notabennya lebih sempit. Kadang kala Masyarakat di sana yang berusia di atas 40 tahun tetap menganggap daerah asli Kampung Srengseng sebagai bagian dari Kelurahan Srengseng Sawah.

Wilayah asli daerah kampung Sawah terletak sebagian besar wilayah Kelurahan Srengseng Sawah. Jika deskripsikan letak kampung Sawah adalah menjulang dari kantor Kelurahan ke sungai Ciliwung sampai kawasan Universitas Indonesia.

Selain Daerah Srengseng dan Kampung Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah saat ini juga mencakup daerah Babakan, Kalibata, serta sebagian daerah Cipedak yang mempunyai Kelurahan sendiri.

1

Usman E. 62 tahun, Buruh. Wawancara, Jl. H. Sarin rt008/02, 18 Desember 2014.

2

Cepi Haeruddin, 53 tahun, Guru/PNS. Wawancara. Jl. Gardu rt11/rw 02, 17 Desember 2014.

Konon katanya Srengseng diambil dari nama semacam pandan berdaun lebar, pinggirnya berduri-duri, (Pandanus caricosus Ramph), termasuk famili Pandaneseae. Daunnya bisa dianyam dijadikan tikar atau topi kasar (Fillt 1883, 264)”.3

Sedangkan nama Sawah diakui oleh beberapa sumber dikarenakan daerah tersebut dulunya banyak dibuka persawahan. Selain penggabungan dua nama daerah Kampung Srengseng dan Sawah, diperkirakan penggabungan nama tersebut juga sebagai pembeda dengan nama Kelurahan Srengseng di Jakarta Barat.

Seperti yang dikatakan Bapak Cepi, “Sebelumnya kan Kecamatan

Pasar Minggu kalau sekarang Kecamatan Jagakarsa. Jadi awalnya karena ada daerah Srengseng dan Kampung Sawah jadilah kelurahan ini

namnya Srengseng Sawah”.4

Kelurahan Srengseng Sawah sendiri pada tahun 1994 ke bawah merupakan wilayah dari Kecamatan Pasar Minggu. Akhirnya pada tahun 1992 Kecamatan Pasar Minggu dibagi menjadi dua yaitu Kecamatan Pasar Minggu di bagian utara dan Kecamatan Jagakarsa di bagian selatan. Kelurahan Srengseng Sawah yang berada di paling selatan akhirnya masuk menjadi bagian dari Kecamatan Jagakarsa sampai sekarang.

Rukun Warga dan Rukun Tetangga di kelurahan Srengseng Sawah masing-masing keseluruhannya berjumlah 19 Rukun Warga dan 156 Rukun Tetangga.5 Hal ini dilakukan karena jumlah penduduk semakin banyak dengan datangnya masyarakat pendatang yang sering kita sebut masyarakat urban atau urbanisasi. Secara otomatis jika jumlah penduduk bertambah baik pada tingkat kelahiran atau datangnya masyarakat urban ke wilayah tersebut maka pelayanan terhadap masyarakat pun harus bertambah.

3

Sejarah singkat Srengseng Sawah diakses pada http://boogile.blogspot.com di akses pada 10 Desember 2014.

4

Cepi Haeruddin, 53 tahun, Guru/PNS. Wawancara. Jl. Gardu rt11/rw 02, 17 Desember 2014

5

Di dalam Rukun Tetangga sendiri pun masih dibentuk kepengurusan untuk menangani pelayanan masyarakat. Setidaknya tidak hanya ketua rukun tetangga sendiri yang menangani masyarakat pendatang dan masyarakat asli setempat. Dalam masa-masa selanjutnya sampai sekarang, Rukun Tetangga 008, Rukun Warga 02,Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan terus berkembang di bawah kepemimpinan para ketua RT, RW dan Lurah yang menjabat.

Walaupun tantangan memimpin di daerah pinggiran ibukota provinsi yang menjadi tempat banyak tinggalnya masyarakat pendatang yang terus bertambah dari tahun ke tahun makin besar namun secara lapang hati mereka jalankan demi terwujudnya rasa toleransi dan kesejahteraan yang merata di setiap kalangan, masyarakat selayaknya mendapat pelayanan yang adil dalam setiap bidang baik di bidang kesjahteraan maupun di bidang lingkungan.

2. Letak Geografis dan Kependudukan wilayah Rukun Tetangga (008), Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Srengseng Sawah.

a. Kelurahan Srengseng Sawah

Kelurahan Srengseng Sawah merupakan salah satu dari 6 (enam) Kelurahan di wilayah Kecamatan Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan yang dibentuk bedasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1251 Tahun 1986, dengan luas wilayah 674,70 Ha yang berbatasan dengan :

1) Sebelah Utara : Kel. Lenteng Agung dan Kel. Jagakarsa 2) Sebelah Timur : Kali Ciliwung

3) Sebelah Selatan : Kota Depok

Gambar 4.1

Peta Kelurahan Srengseng Sawah

Sumber : Peta Rupa Bumi DKI Jakarta

Pola pembangunan Kelurahan Srengseng Sawah senantiasa mengacu kepada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Tahun 2005 dab Rencana Bagia Wilayah Kogta (RBWK) wilayah selatan gyang ditetapkan sebagai Daerah Resapan Air. Hal ini didukung dengan keberadaan potensi air tanah yang ada antara lain Setu Babakan, Setu Mangga Bolong, Setu Salam UI dan Setu ISTN. Disamping itu potensi Daerah Hijau yang sarat dilindungi oleh pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta berupa Hutan Kota yang berada di kawasan Walws Barat Universitas Indonesia.

Perkembangan penduduk di Kelurahan Srengseng Sawah cukup pesat. Hal ini selain suasana yang cukup menyenangkan karena kelestarian alam masih terjaga dengan baik, juga disebabkan oleh tersedianya fasilitgas sarana umum yang memadai, baik fasilitas

kesehatan, pendidikan, peribadatan dan lain-lain. pada umumnya penduduk Kelurahan Srengseng Sawah adalah masyarakat Betawi, sehingga adat istiadat yang berlaku adalah Budaya Betawi.

Mayoritas penduduk Kelurahan Srengseng Sawah adalah beragama Islam. Namun demikian kerukunan antar umat beragama sudah berjalan dengan baik sehingga kehidupan bermasyarakat antar pemeluk agama satu dengan yang lain saling menghormati. Sarana peribatan yang ada selain Masjid dan musholla, di kelurahan ini pun telah terdapat 3 buah gereja dan 1 pura. Menurut data monografi Penduduk Kelurahan Srengseng Sawah mayoritas memiliki mata pencaharian buruh dan pedagang. Sisanya petani ladang dan pensiunan.

Program yang sedang dilaksanakan dalam pengembangan pembangunan wilayah kelurahan adalahg pembangunan cagar Budaya Betawi yang disebut Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan RW. 08 Kelurahan Srengseng Sawah.

Lembaga RT dan RW sebagai organisasi Masyarakat yang diakui secara resmi dan dibina oleh Pemerintah, dibentuk bedasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 36 Tahun 2001 tentang Peraturan RT / RW di Propinsi DKI Jakarta. Adapun Jumlah RT / RW di Kelurahan Srengseng Sawah sebagai berikut :

Tabel 4.1

Jumlah RW dan RT di Kelurahan Srengseng Sawah

No. Rukun Warga (RW) Rukun Tetangga (RT) Ket

1 1 9 2 2 13 3 3 15 4 4 7 5 5 13 6 6 11 7 7 12 8 8 13 9 9 14 10 10 4

11 11 4 12 12 5 13 13 7 14 14 3 15 15 7 16 16 9 17 17 3 18 18 3 19 19 4 Jumlah 156

Sumber : Data Monografi Kelurahan Srengseng Sawah tahun 2014

Pembinaan RT / RW di Kelurahan Srengseng Sawah diarahkan pada pembinaan ketertgiban Administrasi dan memotivasi tumbuhnya pembangunan dari swadaya masyarakat. Kegiatan pembinaan RT / RW tingkat kelurahan yang dihadiri Lurah bersama para Kasie dan, Dinas terkait.

b. Rukun Warga (02) Kelurahan Srengseng Sawah

Wilayah RW 02 Srengseng Sawah sangat strategis terletak dekat dengan akses jalan utama Jakarta-Depok. Lokasi yang sangat strategis ini dimanfaatkan untuk pembangunan kawasan hunian penduduk asli maupun pendatang. Adapun Rukun Warga 02 Kelurahan Srengseng Sawah meliputi lokasi RT 001 sampai RT 013 dengan luas wilayah 41,53 ha. Bedasarkan fungsi dan peranan pengurus Rukun Warga dalam menunaikan bakti pembinaan lingkungan dan menjalin kerja sama dengan wilayah Rukun Wargga yang berdekatan, maka perlunya ada batas wilayah. Rukun Warga (RW) 02 Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa mempunyai batas sebagai berikut :

1) Utara : Jalan Gardu PPPGG Bahasa / Asrama Jihandak 2) Timur : Sungai Ciliwung

3) Selatan : Jalan H. Sibi, Berbatasan dengan RW 01

4) Barat : Jalan Raya Lenteng Agung Timur / Jalan Kereta Api

Gambar 4.2

Peta wilayah Rukun Warga (RW) 02 Srengseng Sawah

Berfungsinya kota Jakarta sebagai Ibukota, menarik minat penduduk daerah untuk pindah ke Jakarta. Ditambah wilayah pemukiman Jakarta banyak digunakan sarana kantor serta sarana bisnis, maka pengaruhnya dapat dirasakan oleh wilayah Jakarta Selatan. Bertambahnya penduduk di RW 02 ini bukan hanya karena kelahiran saja tapi juga akibat berpidahnya penduduk dari dalam DKI maupun pindahan dari Luar daerah.

Untuk wilayah Rukun Warga 02, bertambahnya penduduk mempunyai pengaruh bagi pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga, sehingga jumlah kepala keluarga dalam satu Rukun Tetangga sudah melebihi ketentuan BAB IV Pasal 6, peraturan perundang-undangan, tentang jumlah kepala keluarga seharusnya per RT sebanyak 30 sampai 50 kepala keluarga.

Tabel 4.2

Data Kependudukan RW 02 Kelurahan Srengseng Sawah

No. Rukun Tetangga Jumlah Kartu Keluarga (KK) Penduduk Laki-laki Penduduk Perempuan Luas Wilayah 1 RT. 001 96 191 195 29,118 m2 2 RT. 002 84 172 159 28,900 m2 3 RT. 003 95 175 153 29,178 m2 4 RT. 004 83 170 162 15,124 m2 5 RT. 005 126 240 246 65,000 m2 6 RT. 006 58 130 147 21,200 m2 7 RT. 007 96 204 187 39,000 m2 8 RT. 008 95 177 180 21,178 m2 9 RT. 009 85 170 171 40,000 m2 10 RT. 010 61 118 107 38,255 m2 11 RT. 011 112 230 220 33,860 m2 12 RT. 012 117 225 209 28,500 m2 13 RT. 013 64 169 150 25,950 m2 Jumlah 1172 2371 2286 415,263 m

Sumber : Data monografi Kelurahan Srengseng Sawah tahun 2014

c. Rukun Tetangga (RT) 008 Kelurahan Srengseng Sawah

Pada wilayah RT 008 Srengseng Sawah terletak dekat dengan akses jalan utama Jakarta-Depok. Lokasi yang sangat strategis ini dimanfaatkan untuk menjadi tempat depo sampah yang berfungsi sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kawasan RW 02. Tempat TPS tersebut terletak tepat semberang Jalan Raya Lenteng Agung samping rell kereta api. Luas wilayah Rukun Tetangga (RT) 008 memang terbilang kecil yaitu hanya sekitar 22.000 m2. Terletak di jalan Sarin memiliki tetangga RT 009 di sebelah Utara, RT 011 di sebelah timur, dan RT 007 di sebelah selatan.

3. Prestasi dan Penghargaan yang didapat Rukun Warga (RW) 02