BAB 3. PENGETAHUAN BAHAN
4.14. Contoh Aplikasi Gambar Teknik
Berikut ini diberikan contoh-contoh aplikasi hasil teknik gambar bentangan untuk membuat ornament (hiasan) mesjid. Pada gambar 4.84. adalah gambar pictorialnya. Kemudian pada gambar 4.85 contoh gambar bentangan yang cukup rumit dengan menggunakan sistem proyeksi siku. Pada gambar 4.86. adalah contoh gambar bentangan ornament mesjid dengan sistem proyeksi 450 . Kedua sistem proyeksi ini dapat dipakai untuk membuat gambar bentangan. Dengan melihat contoh-contoh tersebut akan mendorong semangat dan menambah wawasan dalam menguasai teknik menggambar bentangan. Dan sesungguhnya masih banyak contoh-contoh gambar bentangan yang complicated (rumit) untuk dipelajari dan dikembangkan agar mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan desain yang diinginkan.
Gambar 4.83. Menentukan titik dimana garis menembus kerucut – hal umum.
231
233
4.15. Rangkuman
Gambar merupakan sebuah alat komunikasi untuk menyatakan maksud dan tujuan seseorang. Gambar sering juga disebut sebagai ”bahasa teknik” atau ”bahasa untuk sarjana teknik”. Keterangan dalam gambar, yang tidak dapat dinyatakan dalam bahasa verbal, harus diberikan secukupnya sebagai lambang-lambang.
Fungsi gambar adalah sebagai berikut: x Penyampaian informasi
x Tugas gambar adalah meneruskan maksud dari perancang dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, perakitan dsb. x Pengawetan, penyimpanan, dan pengunaan keterangan. x Cara-cara pemikiran dalam penyampaian informasi
Fungsi gambar sebagai sumber informasi, yang menghubungkan perancang dengan orang-orang yang mempergunakannya, harus berisi keterangan-keterangan yang cukup dan pasti dan tidak boleh menimbulkan keragu-raguan. Dalam hal kerja sama internasional, kepastian internasional diinginkan oleh gambar. Pengejaran kepastian menjadi sangat rumit. Pertama, kemajuan pesat dari gambar yang sederhana dan penyederhanaannya saling berlawanan. Kedua, suatu keinginan untuk menyajikan isinya dengan tepat, dalam mengejar kepastian mungkin adalah penyebab dari pengertian yang tidak meragukan. ISO/TC 10 (gambar teknik) telah memegang peranan aktif untuk menstandarkan gambar- gambar teknik, agar dapat memberi ciri internasional kepada gambar-gambar teknik, sebagai “bahasa teknik internsional”.
Peralatan yang dipergunakan dalam menggambar teknik adalah sebagi berikut: 11. Apan/meja gambar 12. Kertas gambar 13. Penggaris – T 14. Penggaris segitiga 90º ,60º ,30º 15. Penggaris segitiga 90º ,45º ,45º 16. Kotak jangka 17. Pensil mekanik 18. Rapido 19. Tinta isi rapido
20. Isi mata pensil mekanik
21. Penghapus tinta 22. Penghapus pensil 23. Pita perekat
24. Mal bentuk lengkung 25. Mistar skala
26. Busur derajat
27. Mal bentuk linqkaran. 28. Pelindung penghapus 29. Sablon huruf huruf 30. Mal bentuk baut atau mur
Gambar bentangan atau bukaan dimaksudkan untuk mempermudah pamotongan bahan atau mempermudah mengetahui banyaknya bahan yang diperlukan. penerapan gambar bentangan ini
235
dapat dilakukan dengan dua sistem yakni sistem langsung pada obyek yang dikerjakan dan sistem tidak langsung.
Pada saat menggambar suatu komponen mesin, juru gambar sering menggunakan konstruksi yang didasarkan atas unsur-unsur geometri. Unsur-unsur geometri yang dimaksud di sini adalah busur- busur, lingkaran, garis, atau sudut. Konstruksi geometri digunakan agar lukisan atau gambar yang dibuat memberikan bentuk yang baik. Dalam konstruksi geometri ini, ketepatan dan ketelitian sangat diperlukan sekali. Oleh karena itu, pensil yang digunakan adalah pensil H, 2H, atau 3H.
Gambar proyeksi adalah gambar dari suatu benda nyata atau khayalan, yang dilukiskan menurut garis-garis pandangan pengamat pada suatu bidang datar (bidang gambar). Cara menggambar proyeksi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu proyeksi piktorial dan ortogonal. Proyeksi piktorial (pictorial
drawing) adalah suatu cara menampilkan gambar benda yang
mendekati bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi, dengan pandengan tunggal. Dulu dikenal dengan istilah gambar
bagan atau gambar satu pandengan. Proyeksi ortogonal dibagi dua
yaitu proyeksi sistem Eropa dan proyeksi sistem Amerika. Biasanya proyeksi Eropa disebut dengan First Angle Projection, dann proyeksi sistem Amerika disebut Third Angle Projection.
Garis perpotongan dua permukaan adalah garis yang dimiliki bersama oleh kedua bidang itu. Garis perpotongan dua permukaan diketemukan dengan menentukan sejumlah titik yang dimilliki bersama oleh kedua permukaan itu melalui titik ini menarik garis atau garis-garis dalam urutan yang tepat. Garis perpotongan yang dihasilkan dapat lurus, melengkung atau lurus dan melengkung.
4.16. Soal Latihan
1. Tuliskan daftar peralatan gambar secara lengkap yang dibutuhkan untuk menggambar, kemudian jelaskan fungsi masing-masing! 2. Jelaskan penggunaan Gambar Bentangan di Industri!
3. Apa yang dimaksud dengan konstruksi geometri? 4. Lihat gambar disamping, kemudian bagilah
tiga buah sudut yang sama besar dengan menggunakan jangka.
5. Lukislah sebuah segi lima beraturan (Pentagon) dengan menggunakan dua cara/metoda, panjang sisinya 25 mm!
6. Lukislah sebuah segi enam beraturan (Hexagon) dengan menggunakan dua cara/metoda, panjang sisinya 30 mm!
7. Lukislah sebuah segi tujuh beraturan (Heptagon) dengan jari-jari lingkaran 30 mm!
8. Jelaskan pengertian proyeksi Ortogonal dan proyeksi Piktorial! 9. Apa beda antara proyeksi Aksonometri Dimetri dan Trimetri
uraikan?
10. Berikan contoh Proyeksi Amerika (Third Angle Projection) dan Proyeksi Eropa (First Angle Projection)!
11. Lukislah gambar bukaan/bentangannya gambar di bawah ini.! dengan skala 1:1.
12. Lukislah gambar bukaan/bentangannya gambar di samping ini!
237
13. Buatlah gambar bukaan/bentangannya gambar di bawah ini!
239
BAB 5
5.1. Alat Ukur
Orang-orang yang bergerak pada bidang teknik akan selalu berhubungan dengan bidang pengukuran. Dalam dunia ilmu pengetahuan teknik, ada dua sistem penggukuran yang digunakan dalam sistem pengukuran, yaitu sistem imperial dan sistem metrik. Sistem matrik atau yang lebih dikenal dengan sistem satuan internasional (SI) ini adalah sistem yang paling terkenal dan hampir 90% bangsa-bangsa di dunia menggunakan sistem ini.
Dalam sistem imperial, satuan panjang dinyatakan dengan yard, yang paling dibagi menjadi unit-unit lebih kecil, yaitu inchi (inch) dan kaki (feet) lain lagi dengan sistem metrik, mereka mendasarkan ukuran dasar untuk satuan panjang adalah meter, dengan bagian-bagian panjang yang lebih kecil diberikan milimeter (mm),seterusnya sentimeter (cm), desimeter (dm) dan meter (m). ukuran yang lebih besar dari meter adalah dekameter (dam), hektometer (hm) dan kilometer (km).
Dalam bidang keteknikan, ukuran milimeter masih terlalu kasar, maka ukuran yang lebih kecil dari milimeter masih digunakan, contohnya 0,002 mm. ukuran ini digunakan terutama untuk pengerjaan benda- benda yang presisi. Satuan berat pada sistem imperial ditetapkan dengan pound atau (lb), sedangkan pada sistem metrik satuan berat adalah kilogram (kg). Persamaan antara sistem imperial dan sistem