• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Kasus PPh Badan

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 38-47)

Berikut ini adalah contoh kasus rekonsiliasi fiskal pada contoh laporan keuangan yang diambil :

PT. INTI LOGGING dengan NPWP : 01.937.654.2.031.000, Jl. S.

Parman Kav. 26 Jakarta Barat, bergerak di bidang perkayuan. WP memiliki kerugian fiskal yang masih dapat dikompensasikan sebesar Rp 159.000.000,-. Data-data pembukuan tahun 2006 adalah sebagai berikut :

Penjualan bersih Rp 23.200.000.000,- Harga pokok penjualan Rp 17.900.000.000,- Biaya Operasional:

Gaji dan upah Rp 1.256.400.000,-

PPh 21 yang dibayarkan perusahaan Rp 56.500.000,- Biaya penyusutan Rp 1.285.000.000,- Biaya rekreasi pegawai Rp 22.600.000,-

Biaya HP Rp 24.000.000,-

Biaya Jamsostek Rp 60.600.000,-

Biaya penyisihan piutang ragu-ragu Rp 98.600.000,- Biaya perjalanan dinas Rp 301.000.000,-

Biaya bunga bank Rp 180.000.000,-

Biaya bunga leasing Rp 20.000.000,-

Biaya Royalty Rp 125.000.000,-

Biaya pemeliharaan inventaris Rp 230.400.000,-

Biaya representasi Rp 135.500.000,-

Biaya PLN Rp 9.500.000,-

Biaya makan, minum, dan seragam Rp 400.000.000,- Biaya alat tulis kantor Rp 163.800.000,- Biaya listrik, telepon dan air Rp 36.000.000,- Biaya perawatan forklift & dump truck Rp 10.000.000,-

Biaya fiskal LN Rp 21.000.000,-

Biaya profesional fee Rp 59.700.000,-

Biaya lain-lain Rp 25.800.000,-

Penghasilan/ Beban lain-lain:

Bunga deposito Rp 10.000.000,-

Laba penjualan dagang Rp 100.000.000,-

Pendapatan sewa forklift & dump truck Rp 150.000.000,-

Laba selisih kurs Rp 99.200.000,-

Rugi penjualan wisma Rp (80.000.000),-

Laba anak perusahaan Rp 200.000.000,-

Keterangan lain:

a. PT. Inti Logging memiliki kebijakan untuk menanggung PPh pasal 21 semua karyawannya berapapun jumlahnya dalam bentuk PPh 21 ditanggung perusahaan, bukan berbentuk tunjangan PPh (gross up).

b. Biaya penyusutan untuk fiskal dan komersial dihitung dengan cara yang sama oleh WP yaitu sebesar Rp 1.285.000.000,00 (metode garis lurus). Demikian juga dengan penentuan masa manfaat dan nilai sisa. Tetapi WP belum menyesuaikan perhitungan biaya penyusutan HP dinas sebesar Rp 4.000.000,- per tahun dan biaya penyusutan mobil sedan dinas sebesar Rp 50.000.000,- per tahun dengan KEP -220/PJ./2002.

c. Dalam biaya penyusutan termasuk juga biaya penyusutan atas aktiva finance lease sebesar Rp. 150.000.000,- dan biaya penyusustan wisma sampai saat wisma tersebut dijual sebesar Rp. 10.000.000,-

d. Biaya HP adalah pengeluaran untuk pembayaran pulsa HP para direksi

e. Biaya astek/ jamsostek adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pembayaran premi asuransi kecelakaan kerja karyawan.

f. Dalam perjalanan dinas, para direksi sesekali membawa keluarga mereka, ternyata setelah diperinci terdapat Rp. 55.000.000,- yang merupakan pengeluaran untuk keperluan keluarga direksi, disamping itu terdapat juga biaya pembelian tiket pesawat terbang untuk para pejabat sebesar Rp.

64.000.000,-

g. Biaya bunga bank sebesar Rp. 180.000.000,- terjadi karena hutang PT. Inti Logging kepada bank Buana Indonesia sebesar rata-rata setahun Rp.

1.000.000.000,- dengan tingkat bunga pinjaman rata-rata 18% p.a.

h. Perusahaan menyewa alat-alat berat dan United Tractor secara finace Lease dengan pembayaran SGU tiap bulan Januari dan Juli sebesar Rp. 100.000.000 dengan perincian bunga tetap Rp. 10.000.000 dan cicilan pokok leasing 2 kali yang terdiri dari pembayaran bunga Rp. 20.000.000,- dan pembayaran pokok Rp. 180.000.000,-

i. Perusahaan membayar biaya royalty teknologi pemotretan udara ke blitz Germany sebesar Rp. 125.000.000,- jumlah tersebut termasuk Rp.

25.000.000,- yang merupakan PPh pasal 26 yang ditanggung oleh PT. Inti Logging.

j. Dalam biaya perbaikan terdapat biaya perbaikan mobil sedan perusahaan yang digunakan direktur utama semester Rp. 10.000.000,-

k. Biaya jamuan untuk relasi yang lengkap dengan daftar rincian dan bukti-buktinya hanya sejumlah Rp.101.000.000,-

l. Biaya PPN adalah PPN pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan karena faktur pajak yang diterima cacat.

m. Perusahaan menanggung makan minum dan seragam seluruh pegawainya dengan menyediakan kantin dikantor dan dilokasi HPH serta membelikan seragam. Total biaya makan dan minum Rp. 360.000.000,- sedangkan biaya seragam Rp. 40.000.000,-

n. Biaya perawatan forklift dan dump truck adalah biaya perawatan forklift dan dump truck yang disewakan.

o. Biaya fiskal luar negeri adalah pembayaran fiskal luar negeri atas nama perusahaan untuk kepergian para direktur ke Amerika dan Singapura dalam rangka dinas.

p. Biaya profesional fee adalah biaya jasa audit dan appraisal. Dari total biaya tersebut sebesar Rp. 19.700.000,- adalah biaya untuk audit anak perusahaan.

q. Perincian biaya sebagai berikut : Bantuan beasiswa dalam rangka GNOTA sebesar Rp. 12.500.000,-. Sumbangan amal Bhakti Muslim Pancasila Rp.

3.300.000,-. Iuran Keanggotaan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Rp.

10.000.000,-.

r. Penghasilan bunga deposito adalah bunga deposito Bank Mandiri sebesar Rp.

10.000.000,- dan telah dipotong pajak sebesar 20% yaitu Rp. 2000.000,-.

Rata-rata besarnya deposito PT. Inti Logging di bank tersebut selama setahun adalah Rp.100.000.000,-

s. Perusahaan menjual gudang dengan nilai sisa buku sebesar Rp. 900.000.000,- seharga Rp. 1.000.000.000,- atas penjualan gudang ini perusahaan telah membayar PPh atas pengalihan tanah sebesar 5% yaitu Rp. 50.000.000,-

t. Perusahaan juga menyewakan forklift dan dump truck nya kepada perusahaan sesama pemegang HPH yaitu PT. Hutindo di lokasi usaha. Atas jasa sewa ini perusahaan telah dipotong pajak sebesar 6% Rp. 9.000.000,-

u. Pada akhir tahun 2006 perusahaan mensual wisma perusahaan di puncak dengan harga Rp. 400.000.000,- karena kesulitan liquiditas nilai buku wisma tersebut pada saat dijual adalah Rp. 480.000.000,- perusahaan membayar PPh atas pengalihan tanah sebesar 5% yaitu Rp. 20.000.000,- sebelum dijual

wisma tersebut telah beberapa kali disewakan dengan penghasilan sewa setahun Rp. 50.000.000,- dan telah dipotong PPh oleh penyewa Rp.

5.000.000,-

v. PT. Inti Logging memiliki anak perusahaan yang bergerak dibidang kayu lapis yaitu PT. Nusantara Plywood (kepemilikan 40%). Selama tahun 2006 PT.

Nusantara mengumumkan laba setelah pajak sebesar Rp. 500.000.000,- tapi tidak membagi deviden PT. Inti Logging mengakuinya dengan mencatat kenaikan nilai investasi dan laba dari anak perusahaan sebesar Rp.

200.000.000,-

w. Perusahaan mengimpor alat-alat berat dan telah dipotong pajak PPh 22 oleh Dirjen Bea dan Cukai sebesar Rp. 46.000.000,-

x. Selama tahun 2006 perusahaan telah membayar PPh pasal 25 Rp.

209.000.000,-.

Diminta :

1. Buatlah rekonsiliasi fiskal yang diperlukan guna menghitung penghasilan kena pajak dan pajak penghasilan terutang tahun 2006!

2. Hitung angsuran PPh pasal 25 tahun 2007!

Tabel 2.1. Laporan Laba Rugi PT. Inti Logging tahun 2006

Biaya

profesional fee 59.700.000

Laba operasi 781.400.000 1.234.700.000

Penghasilan/

Penjualan Rp 23.200.000.000,- Perhitungan PPh Pasal 25 :

(-) HPP Rp 17.900.000.000,-

Laba Kotor Rp 5.300.000.000,-

(-) Biaya Operasi Rp 4.065.300.000,-

Laba Operasi Rp 1.234.700.000,-

(+) Penghasilan/Beban lain-lain Rp 349.200.000,-

Laba Bersih Rp 1.583.900.000,-

(-) Kompensasi Kerugian Rp 159.000.000,- Penghasilan Kena Pajak Rp 1.424.900.000,-

PPh terutang Rp 409.970.000,-

Kredit pajak dipotong pihak lain :

- PPh pasal 22 Rp 46.000.000,-

- PPh pasal 23 Rp 9.000.000,-

Total kredit pajak Rp 55.000.000,-

PPh yang harus dibayar sendiri Rp 300.000.000,- Angsuran per bulan (dibulatkan) Rp 29.580.800,-

Biaya Penyusutan :

Perhitungan koreksi fiskal

- Penyusutan HP Rp 2.000.000,-

- Penyusutan Sedan Rp 25.000.000,- - Penyusutan aktiva finance lease Rp 150.000.000,- - Penyusutan wisma Rp 10.000.000,-

Jumlah Rp 187.000.000,- Perhitungan bunga pinjaman (SE-46/PJ4/1995) :

Rata-rata saldo bunga pinjaman Rp 1.000.000.000,-

Tingkat bunga 18%

Biaya bunga pinjaman Rp 180.000.000,-

Rata-rata saldo deposito Rp 100.000.000,- Bunga pinjaman yang menjadi biaya Rp 162.000.000,- (Rp. 1.000.000.000 – Rp. 100.000.000) x 18%

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 38-47)

Dokumen terkait