• Tidak ada hasil yang ditemukan

Coolbox adalah sebuah alat berupa kotak penyimpanan yang memiliki

kemampuan mempertahankan temperatur rendah atau melindungi dari panas agar tidak masuk menggunakan material insulasi. Umumnya digunakan untuk penyimpanan bahan yang mudah rusak akibat temperatur tinggi; seperti bahan pangan, ikan, daging, sayur, buah.

Berdasarkan The Use of Ice on Small Fishing Vessels (Shawyer dan Pizzali.

2003), fungsi utama kotak penyimpanan ikan atau coolbox pada kano, perahu dan

kapal kecil adalah:

a. Mempermudah penanganan ikan (mengurangi frekuensi penanganan ikan

secara individu) dan melindungi ikan dari kerusakan fisik

b. Menjaga kualitas ikan dengan memastikan pendinginan serta tingkat

pelelehan es rendah karena infiltrasi panas yang minim

c. Meningkatkan praktik penanganan ikan yang menghasilkan kualitas ikan

lebih baik saat didaratkan, durasi melaut lebih panjang serta harga jual yang sesuai bagi nelayan

Terdapat beragam jenis, tipe, serta material yang digunakan untuk coolbox.

Mulai dari yang berbahan alami seperti alang-alang, rotan, serat, rumput, kayu hingga produk buatan industri seperti bahan plastik dan logam. Untuk mendapatkan kemampuan pendinginan yang optimal, material insulasi juga diaplikasikan pada

coolbox.

Adapun pemilihan jenis material serta bentuk dari coolbox sangat dipengaruhi

oleh kebutuhan pendinginan serta aspek ekonomi. Hingga kini masih banyak dijumpai ikan dibuang akibat kerusakan atau pembusukan pada selang antara waktu tangkap dan penjualan didarat. Seiring peningkatan kemampuan dan kapasitas

coolbox serta penggunaannya secara luas pada perahu atau kapal kecil, diharapkan

dapat menurunkan tingkat kerugian terutama pada perikanan skala kecil.

Dalam PMC. COFISH Project, sifat-sifat fisik wadah penyimpan ikan yang perlu diketahui antara lain:

a. Ukuran atau dimensi; untuk menghitung luas serta permukaan, volume

b. Ukuran dan tebal isolasi

c. Bahan penyusun dan konduktivitas termal

Untuk memperoleh coolbox dengan kemampuan yang optimal diperlukan

bentuk serta material yang baik tentunya, namun berimplikasi dengan harga serta

biaya produksi yang tinggi. Coolbox produksi pabrikan telah banyak dipasaran

tetapi dengan harga yang cukup mahal. Seringkali nelayan tetap mengandalkan

coolbox tradisional dari bahan bambu atau kayu untuk menyiasati besarnya biaya

investasi. Seiring dengan peningkatan kesadaran mutu produk perikanan

penggunaan coolbox kayu telah banyak digantikan oleh plastik dan logam. Aspek

kepraktisan penggunaan dan proses produksi menjadi pertimbangan utama. Beberapa kelemahan dari material kayu adalah sulit untuk dibersihkan, dan masa pakainya lebih pendek dibanding jenis material lain.

Gambar 2.2 Coolbox yang Biasa Digunakan Nelayan

Material aluminium bersifat ringan dan mudah dibersihkan, tetapi mudah sekali untuk rusak akibat benturan serta menimbulkan kebisingan saat digunakan.

Coolbox plastik dari thermoplastik high density polyethylene (HDPE) mudah

dibersihkan, kuat, relatif ringan serta bentuknya bervariasi dan mudah disesuaikan dengan desain atau bentuk cetakan.

Dari segi berat coolbox plastik dan aluminium jauh lebih ringan dibandingkan

dengan coolbox kayu. Material kayu bersifat menyerap air sehingga meningkatkan

beratnya hampir dua kali lipata akibatnya berpengaruh terhadap proses dan biaya pengangkutan. Kayu juga sangat dipengaruhi oleh alam yang dapat menyebabkan penurunan kondisi atau kelapukan.

Kekuatan dari coolbox juga penting untuk diperhatikan. Berbagai kerusakan

terjadi pada coolbox akibat peletakkannya di ruang muat yang seringkali

terpengaruh oleh gaya gravitasi akibat pergerakan kapal. Proses bongkar-muat: seperti penggunaan kren, kait, penumpukan, turut mempengaruhi persyaratan

kekuatan coolbox. Dari sisi masa pakai, coolbox dengan material plastik atau

aluminium sekitar 6-10 tahun, sedangkan coolbox material kayu hanya sekitar 2

tahun. Beberapa material yang sering digunakan sebagai coolbox ditunjukkan pada

Tabel 2.9Material Penyusun Coolbox (Shawyer dan Pizzali. 2003) Tipe Material Densitas Konduktivitas Termal

Kekuatan Material Tensile

Strength Bending strength kg/m3 Wm-1 jam-1°C-1 kg/mm2 Kayu (lunak) 350–740 0.11–0.16 5–8 8–12 Kayu (keras) 370–1,100 0.11–0.255 8–14 10–15 Plywood 530 0.14 3.5–9.3 variable Aluminium alloy 2740 221 20–30 30–40 Mild steel 7800 45.3 24–43 20–28 Fibreglass-reinforced plastic 64–144 0.036 20–50 30–100

High-density polyethylene (HDPE) 960 0.5 5–10 13–15

Eel grass diantara kertas kaku (tdk dikompresi) 73.6 0.036 - -

Eel grass dalam serat goni (tdk dikompresi) 215 0.049 - -

Serat rami atau goni (tdk dikompresi) 107 0.036 - -

Lembar polyethylene, 2 lapis karung goni (rami), kain, lembar

polyethylene (tdk dikompresi) 500 0.054 - -

Lembar polyethylene, 4 lapis karung goni (rami), kain, lembar

polyethylene (tdk dikompresi) 580 0.046 - -

Desain dari coolbox harus dilengkapi dengan drainase untuk mengalirkan air lelehan es keluar. Tujuan dari penirisan ini yaitu menghindari kontaminasi bakteri akibat air yang menggenang, tetapi efek pendinginan menjadi berkurang akibat air dingin yang keluar.

Penyimpanan dalam kotak atau coolbox

sebenarnya hampir sama dengan metode

bulking, bahkan jumlah es yang dibutuhkan

juga hampir sama. Kapasitas pemuatan

coolbox secara umum sekitar 0,37t/m3

tergantung dari ukuran dan desain dari

coolbox. Keuntungan dari penggunaan coolbox

yaitu: lebih mempermudah penanganan, pengangkutan dan bongkar-muat; serta mengurangi potensi kerusakan ikan.

Bahan expanded polystyrene juga telah

banyak diaplikasikan sebagai coolbox. Di

Filipina, kotak expanded polystyrene atau

Styrofoam berkapasitas 30-40 kg digunakan

sebagai coolbox pada kano dan kapal pancing

kecil sebagai sarana distribusi dan pemasaran. Sisi luar kotak Styrofoam dilindungi oleh rangka kayu atau besi galvanis agar kuat serta untuk mempermudah penanganan (Shawyer dan Pizzali. 2003).

Gambar 2.3 Coolbox EPS dengan Rangka Kayu (Shawyer dan Pizzali. 2003)

Berdasarkan penelitian oleh Yusuf et al. (2013), membandingkan performa

coolbox dengan material isolasi yang berbeda. Didapatkan hasil Pada pengujian

kondisi kosong coolbox dengan jenis isolasi kayu dilapisi styrofoam memiliki

penurunan temperatur dinding dalam ruang serta temperatur pendinginan yang

lebih rendah daripada 4 jenis coolbox dengan material isolasi kayu, fiber dan

styrofoam. Desain coolbox tersebut dipilih karena lebih unggul dari sisi ekonomi,

serta kemampuan dan kapasitasnya cukup mumpuni apabila dibandingkan dengan

coolbox buatan pabrik.

Jenis, ketebalan serta susunan lapisan sangat berpengaruh terhadap efektivitas insulasi yaitu nilai koefisien perpindahan panas total lapisan tersebut. Nilai konduktifitas termal merupakan nilai yang menunjukkan kemampuan hantar panas suatu material dan bernilai berbeda tiap material. Jika nilai konduktifitas termal suatu material tinggi, berarti kemampuan mengalirkan panas semakin cepat, sebaliknya jika nilai konduktivitas termal rendah maka kemampuan mengalirkan panas semakin lambat.

Dokumen terkait