• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Kelas Echinodermata

2.2.5. Crinoidea (lili laut)

Crinoidae (lili laut) adalah suatu kelas binatang laut yang berbentuk seperti bunga lili. Nama ini diambil dari bahasa Yunani krinon yang berarti "lili" dan eidos yang berarti "berbentuk". Lili laut dapat hidup pada perairan dangkal atau di kedalaman sampai 6.000 meter. Lili laut dewasa akan menempel di dasar laut dengan menancapkan tangkainya. Crinoidea yang tidak bertangkai sering disebut bintang bulu atau comatulids (Alimudin, 2016). Klasifikasi Crinoidea spesies Ptilometra australis dapat dilihat pada Gambar 6, berikut ini :

Klasifikasi: Kingdom : Animalia Filum : Echinodermata Class : Crinoidea Ordo : Comatulida Famili : Ptilometridae Genus : Ptilometra

Spesies : Ptilometra australis (Gambar 6)

Secara umum Crinoidea dapat digolongkan dalam dua kelompok besar yaitu Comatulida atau lili laut yang hidup bebas dan bisa berpindah tempat, dan "stalked

crinoid" atau lili laut bertangkai. Kelompok lili laut yang disebutkan belakangan ini,

hidupnya di dasar laut dan tidak bisa berpindah tempat. Lili laut mempunyai susunan tubuh bersimetri lima (pentaradial simetri), tubuh berbentuk cakram (disk) di dalamnya terdapat sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem saluran air, sistem respirasi dan sistem saraf. Tubuh dilindungi oleh lempeng kapur berbentuk perisai (ossicles). Mulut dan anus terletak di sisi yang sama yaitu di sisi oral (Supardi et al., 1991).

Lili laut ditemukan di semua laut dengan kedalaman antara 0 - 6000 m. Jenis Comatulida hidup di perairan dangkal sedangkan hli laut bertangkai (stalked crinoids) hidup di laut dalam. Secara ekonomis lili laut tidak mempunyai nilai yang berarti, tetapi kehadirannya di daerah terumbu karang adalah cukup penting terutama di dalam siklus rantai makanan di ekosistem terumbu karang tersebut. Selain itu kehadiran lili laut di terumbu karang akan menambah nilai estetika terumbu karang tersebut (Supardi et al., 1991).

2.3. Habitat Echinodermata

Habitat Echinodermata ditemukan hampir di semua ekosistem laut, namun diversitas tertinggi di terumbu karang dan pantai dangkal (Jalaluddin dan Ardeslan, 2017). Echinodermata merupakan salah satu komponen utama dari keanekaragaman hayati laut yang memainkan peran penting dalam fungsi ekosistem yaitu pada jaring- jaring makanan sebagai herbivore, karnivora, omnivore ataupun sebagai pemakan detritus (Yusron, 2013). Secara umum Echinodermata lebih banyak dijumpai pada

perairan yang jernih dan tenang dan mencapai keanekaragaman tertinggi di terumbu karang dan pantai dangkal (Sese et al., 2018).

Echinodermata pada ekosistem lamun, biasanya didominasi oleh jenis-jenis teripang. Jenis teripang yang sering dijumpai di antara tegakkan Enhalus adalah

Synapta maculata, Polyplectana kefersteini, Euapta godeffroyi, dan Opheodesoma grisea. Selain berbagai jenis teripang biasanya terdapat berbagai jenis bulu babi

regularia. Bulu Babi regularia pada umumnya bersifat herbivora, sedangkan bulu babi meliang lebih bersifat omnivora. Apabila terdapat daerah terbuka di antara rumpun lamun, terutama dengan substrat campuran pasir dan lumpur, kemungkinan terdapat bulu babi iregularia seperti, marga Laganum, Clypeaster, Echinocyamus, Brissus, Metalia, dan Fibularia (Aziz, 1996).

Echinodermata pada zona rataan pasir sering didapatkan jenis Bintang Laut, yaitu Archater typicus dan Astropecten polycanthus. Baik Bintang Laut ataupun dolar pasir yang hidup di zona rataan pasir mempunyai kemampuan untuk membenamkan diri ke dalam pasir. Hal ini merupakan adaptasi khusus terhadap kekeringan dan untuk menghindari terik matahari. Pada kondisi tertentu, kadang-kadang zona rataan pasir dimulai dengan formasi batu granit atau sisa karang mati. Biasanya pada batu granit atau pada sisa karang mati didapatkan hidup menempel Bintang Laut jenis Asterina

burtoni dan Patiriella exigua. (Aziz, 1996). Zona pertumbuhan algae terdapat bongkah

karang mati, pecahan karang, dan beberapa koloni karang hidup dari marga Porites, Pavona dan Favia. Algae biasanya tumbuh diatas koloni karang mati. Berbagai jenis teripang hidup di sini. Bintang laut biru Linckia laevigata bisa ditemukan di zona ini.

Beberapa jenis bintang laut berukuran besar juga ditemukan di zona ini seperti,

Protoreaster nodosus, Choriaster granulatus, Pentaceraster horridus.

Echinodermata mempunyai cara dan kemampuan yang berbeda dalam menentukan lokasi yang cocok untuk tempat hidupnya (Bahan et al., 2019). Habitat Echinodermata dapat ditemui hampir di semua ekosistem laut. Namun, ekosistem yang paling tinggi terdapat di terumbu karng di zona intertidal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor fisik dan kimia pada masing-masing daerah. Semua pantai intertidal, pantai berbatu yang tersusun dari bahan keras memrupakan daerah yang paling padat mikroorganismenya dan mempunyai keanekaragaman terbesar baik untuk spesies hewan maupun tumbuhan. Semua Echinodermata menunjukkan kemampuan regeneratif yang kuat, baik dari larva hingga dewasa, salah satu kelas Crinoidea mampu melakukan regenerasi, terutama pada spesies yang sudah dewasa (Reich et al., 2015).

2.4. Siklus Hidup Echinodermata

Echinodermata kebanyakan memiliki jenis kelamin terpisah yaitu jantan dan betina. Reproduksi aseksual pada Echinodermata biasanya melibatkan pembagian tubuh menjadi dua bagian atau lebih (fragmentasi) dan regenerasi bagian tubuh yang hilang. Fragmentasi adalah cara reproduksi yang umum yang digunakan oleh beberapa Kelas Asteroida, Ophiuroidea, dan teripang, dan dalam beberapa spesies. Fragmentasi dan regenerasi yang sukses, memerlukan dinding tubuh yang dapat robek dan kemampuan untuk menutup luka yang dihasilkan. Beberapa Asteroida, terjadi fragmentasi ketika dua kelompok lengan menarik dalam arah yang berlawanan, sehingga merobek hewan menjadi dua bagian (Aziz, 1996).

Reproduksi seksual telur dari betina, dan spermatozoa dari jantan berada di bagian dalam perairan atau disebut juga proses pemijahan, dimana sel telur dibuahi oleh sel jantan. Kebanyakan Echinodermata bertelur pada siklus tahunan, dengan periode pemijahan berlangsung satu atau dua bulan selama musim semi atau musim panas. Beberapa spesies dari Echinodermata, mampu melakukan pemijahan sepanjang tahun. Untuk Kelas Crinoidea, melakukan pemijahan yang berkorelasi dengan fase bulan dan berlangsung selama awal bulan Oktober, pada saat bulan kuartal pertama atau terakhir. Banyak Echinodermata berkumpul sebelum pemijahan, sehingga meningkatkan kemungkinan pembuahan telur (Supardi et al., 1991).

Secara umum bintang laut dipandang sebagai biota yang bersifat karnivora dengan berbagai hewan-hewan invertebrata merupakan sumber makanannya. Bahwa sebagian dari bintang laut tertentu bisa juga merupakan pemakan endapan (detritus

feeder), dan sebagian lagi cenderung bersifat omnivora atau pemakan segala. Beberapa

Echinodermata menggunakan lengan panjang untuk menangkap makanan yang mengambang dalam arus. Makanan Echinodermata berupa kerang, plankton kecil, serta bahan lain yang telah mati (Aziz, 1996).

Dokumen terkait