HASIL DAN PEMBAHASAN
3 Cuaca buruk mengakibatkan persediaan terbatas dan kualitas menurun
0.137 3 0.411
4 Aspek finansial terganggu akibat pembayaran toko terlambat
0.154 3 0.462
Total Skor Faktor Kunci Eksternal 3.105
b. Tahap Pencocokan Matriks Internal-External (IE)
Matriks internal eksternal (IE) adalah jenis matriks yang menunjukkan posisi perusahaan dalam penjualan yang tersedia. Matrix IE dapat memberikan strategi bisnis yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Matriks I E berfungsi sebagai titik koneksi untuk informasi yang berasal dari matriks IFE dan EFE.
Kuat
3.0-4.0
Menengah 2.0-2.99
Lemah 1.0-1.99
3.0 2.0 1.0
Tinggi 3.0-4.0
Sedang 2.0-2.99
Rendah 1.0-1.99
I Grow and
Build
II Grow and
Build
III Hold and Maintain IV
Grow and Build
V Hold and Maintain
VI Harvest or
Divest
VII Hold and Maintain
VIII Harvest or
Divest
IX Harvest or
Divest Gambar 8 Matriks IE PT Bimandiri Agro Sedaya 4.0
3.0
2.0
1.0
48
Berdasarkan tahap input, skor total untuk matriks IFE adalah sebesar 3.097 sedangkan untuk matriks EFE sebesar 3.105. Hal tersebut menunjukan bahwa perusahaan berada pada sel I seperti terlihat pada Gambar 9 yang artinya perusahaan berada pada kondisi untuk mengembangkan dan membangun (growth and build). Strategi yang dapat diterapkan adalah strategi intensif atau strategi integratif.
Matriks SWOT
Tujuan dari analisis SWOT adalah untuk mengembangkan strategi bisnis alternatif yang dapat diterapkan oleh perusahaan berdasarkan kombinasi faktor internal dan eksternal. Pertimbangan hasil matriks IE tetap digunakan dalam melakukan analisis matriks SWOT, dimana perusahaan berada dalam sel I yaitu Grow and Build. Strategi yang dapat digunakan adalah strategi intensif.
Tabel 9 Matriks SWOT PT Bimandiri Agro Sedaya
Kekuatan
1. PT. Bimandiri Agro Sedaya memiliki jaminan kesegaran.
2. Mempunyai sistem distribusi yang bagus.
3. Memberikan pelayanan 24 Jam
4. Perusahaan mempunyai jaringan kerja yang luas 5. Memiliki Sertifikasi Pangan
Segar Asal Tumbuhan (PSAT)
Kelemahan
1. Tidak memiliki kebun sendiri 2. Produk Sayuran daun mudah
mengalami kerusakan
3. Pengikut pada media sosial masih sedikit, sehingga hanya sedikit yang bisa dijangkau oleh Konsumen PT Bimandiri Agro Sedaya melalui media online 4. Belum ada generasi penerus
(Millennial) sebagai second layer 5. Cost Perusahaan Cukup Tinggi Peluang
1. Citra produk yang baik di Konsumen
2. Memiliki pasar yang potensial untuk bertumbuh 3. Teknologi online yang
terus berkembang 4. Kualitas Produk terjamin
Strategi SO
Mempertahankan jaringan distribusi pemasaran produk langsung kepada konsumen, dan melakukan perluasan jaringan pemasaran produk sayuran segar (S2, S4,S5, O1, O2 dan O3)
Strategi WO
Mengembangkan strategi packaging pada produk (W1,W2,O1)
Meningkatkan kegiatan promosi melalui media online dan selalu memberikan informasi mengenai produk sayuran segar di media online (W3,O2)
49
Ancaman
1. Munculnya usaha sejenis yang menggunakan strategi pemasaran online 2. Adanya Supplier baru ke
Supermarket yang sama
3. Cuaca buruk
mengakibatkan persediaan terbatas dan kualitas menurun
4. Aspek finansial terganggu akibat pembayaran toko terlambat
Strategi ST
Mendaftarkan semua produk dengan sertifikasi pangan segar asal tanaman (PSAT), Meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan konsumen, Memberikan informasi mengenai kalender tanam kepada pemasok agar dapat memprediksi cuaca
Strategi WT
Melakukan regenerasi dengan melibatkan pemuda milenial, Menekan biaya produksi agar menurunkan cost perusahaan, Mengembangkan fasilitas transportasi pengiriman produk
1. Strategi S-O (Strengths-Opportunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang eksternal yang tersedia. Strategi S-O yang dapat diterapkan perusahaan adalah mempertahankan sistem jaringan distribusi pemasaran produk langsung kepada konsumen, dan melakukan perluasan jaringan pemasaran produk sayuran segar (S2, S4,S5, O1, O2 dan O3).
Mempertahankan sistem jaringan distribusi dapat mempertahankan kualitas produk sampai kepada konsumen. Perluasan jaringan pasar untuk produk sayuran daun dilakukan dengan kegiatan pemasaran yang lebih kreatif dan dilakukan secara intensif akan memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan produk sayuran daun.
2. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities)
Strategi W-O adalah strategi yang bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara memanfaatkan peluang eksternal yang tersedia. Strategi W-O yang dapat diterapkan dalam perusahaan adalah mengembangkan strategi pengemasan pada produk (W1,W2,O1). Sifat sayuran daun yang mudah rusak dibutuhkan penanganan pasca panen yang tepat sehingga dapat mempertahankan kesegaran. Penanganan pasca panen pada bagian pengemasan berpengaruh pada umur simpan produk.
50
Pengemasan yang tepat berbanding lurus dengan kualitas produk ketika sampai ke konsumen. Meningkatkan kegiatan promosi melalui media online dan selalu memberikan informasi mengenai produk sayuran segar di media online (W3,O2).
Rendahnya tingkat promosi dengan memperkenalkan produk sayuran daun pada media online sehingga informasi mengenai sayuran daun dan kualitas yang dimiliki PT Bimandiri Agro Sedaya terbatas. Kegiatan memberikan informasi pada media online dapat menjangkau masyarakat secara luas sehingga kegiatan promosi dan memperkenalkan produk sayuran daun melalui media online sangat baik dilakukan .
3. Strategi S-T (Strengths-Threats)
Strategi S-T merupakan strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk menghadapi atau mengurangi dampak dari ancaman eksternal. Strategi W-O yang dapat diterapkan perusahaan adalah Mendaftarkan produk dengan sertifikasi pangan segar asal tanaman (PSAT).
Meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan konsumen. Memberikan informasi mengenai kalender tanam agar dapat memprediksi cuaca.
4. Strategi W-T (Weaknesses-Threats)
Strategi W-T merupakan strategi yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan. Strategi W-T yang dapat diterapkan perusahaan adalah Melakukan regenerasi dengan melibatkan pemuda milenial Menekan biaya produksi agar menurunkan cost perusahaan
Tahap Keputusan Strategi Prioritas
Fase pengambilan keputusan adalah fase terakhir dimana prioritas strategis ditentukan oleh perusahaan. Penentuan strategi terbaik didasarkan pada hasil analisis matriks IE dan analisis matriks SWOT dalam proses pemasaran produk sayuran daun. Analisis QSPM digunakan untuk menentukan strategi yang optimal.
Analisis QSPM memungkinkan Anda untuk mengevaluasi berbagai strategi alternatif yang diturunkan dari matriks IE dan SWOT.
51
Strategi alternatif dievaluasi dengan mempertimbangkan tingkat daya tarik dari setiap alternatif strategi yang tersedia. Strategi yang paling menarik adalah strategi yang disukai. Daya tarik strategi alternatif ditentukan oleh nilai Sum Total Attractiveness (STAS). Skor STAS tertinggi menunjukkan strategi yang paling menarik untuk diterapkan ke perusahaan Anda. Berdasarkan matriks QSP (Lampiran 5), diketahui bahwa urutan prioritas strategi yang direkomendasikan untuk dapat diterapkan perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Mempertahankan jaringan distribusi pemasaran produk langsung kepada konsumen
2. mengembangkan perluasan jaringan pasar produk sayuran segar 3. Mengembangkan strategi packaging pada produk
4. Meningkatkan kegiatan promosi melalui media online dan selalu memberikan informasi mengenai produk sayuran segar di media online
5. Mendaftarkan semua produk dengan sertifikasi pangan segar asal tanaman (PSAT)
6. Meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan konsumen
7. Memberikan informasi mengenai kalender tanam kepada pemasok agar dapat memprediksi cuaca
8. Melakukan regenerasi dengan melibatkan pemuda milenial 9. Menekan biaya produksi agar menurunkan cost perusahaan 10. Mengembangkan fasilitas transportasi pengiriman produk
Berdasarkan analisis matriks QSP, maka strategi yang diprioritaskan oleh perusahaan adalah melakukan perluasan jaringan pasar produk sayuran daun.
Strategi tersebut merupakan strategi dari S-O, dimana strategi yang diarahkan adalah untuk mengembangkan dan membangun perusahaan dengan melihat kekuatan serta memanfaatkan peluang. Melalui strategi S-O tersebut diharapkan perusahaan dapat menguasai pasar agro trading dengan memperluas jaringan pasar.
52
Analisis Finansial Biaya Investasi
PT Bimandiri Agro Sedaya memiliki 36 komoditas pada kategori sayuran daun dari total 128 komoditas yang di produksi. Biaya investasi yang dikeluarkan sudah melewati konversi menyesuaikan dengan banyaknya komoditas yang diusahakan. Terdapat penambahan biaya investasi setelah adanya pengembangan sebesar 1,2% dari biaya sebelum pengembangan hal ini dikarenakan adanya penambahan unit untuk menunjang proses produksi. Berikut merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam sebulan pada saat sebelum adanya pengembangan pasar. Rincian biaya investasi sebelum pengembangan dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10 Biaya investasi sebelum pengembangan
Uraian Umur Ekonomis
Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah Harga Kontainer 3 200 unit Rp 40.000.00 Rp 222.222 Meja Kemas 3 6 unit Rp 500.000.00 Rp 83.333 Mesin Print 5 1 Unit Rp 5.000.000.00 Rp 39.063 Komputer 5 2 unit Rp 8.000.000.00 Rp 125.000 Sarung Tangan 2 77 Pasang Rp 30.000.00 Rp 18.046,88 Pisau 1 29 Unit Rp 300.000.00 Rp 241.666,67 Total Biaya Investasi Rp 729.332
Berdasarkan pada Tabel 10 dapat diketahui bahwa perusahaan menggunakan beberapa peralatan untuk menunjang proses produksi sayuran daun. PT Bimandiri Agro Sedaya membutuhkan biaya sebesar Rp. 729.332,- untuk membeli barang-barang tersebut.
Tabel 11 Biaya Investasi Setelah Pengembangan
Uraian Umur Ekonomis
Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah Harga Kontainer 3 200 unit Rp 40,000.00 Rp 222,222 Meja Kemas 3 8 unit Rp 500,000.00 Rp 111,111 Mesin Print 5 2 Unit Rp 5,000,000.00 Rp 78,125 Komputer 5 4 unit Rp 8,000,000.00 Rp 250,000
Sarung Tangan
2 85 Pasang Rp 30,000.00 Rp 19,921.88
Pisau 1 32 Unit Rp 300,000.00 Rp 266,666.67 Total Biaya Investasi Rp 948,047
53
Biaya investasi yang dibutuhkan oleh perusahaan akan berubah apabila terdapat penambahan peralatan baru yang dapat menunjang kinerja perusahaan.
Penambahan biaya investasi perusahaan setelah penerapan pengembangan pasar.
Tabel 11 menunjukkan bahwa terdapat penambahan peralatan untuk menunjang proses produksi akibat adanya pengembangan pasar. Penambahan peralatan berbanding lurus dengan penambahan biaya investasi sehingga total biaya yang dibutuhkan menjadi Rp 948.047,-.
Peralatan-peralatan yang digunakan perusahaan akan mengalami penyusutan seiring dengan penambahan waktu penggunaan alat. Penyusutan peralatan dihitung sebagai biaya penyusutan perusahaan yang dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12 Biaya Penyusutan Sebelum Pengembangan
Uraian Umur
Ekonomis
Jumlah Harga Nilai Sisa Penyusutan Kontainer 36 Rp 222,222.00 Rp 22,222.20 Rp 5,555.55 Meja Kemas 36 Rp 83,333.00 Rp 8,333.30 Rp 2,083.33 Mesin Print 60 Rp 39,063.00 Rp 3,906.30 Rp 585.95 Komputer 60 Rp 125,000.00 Rp 12,500.00 Rp 1,875.00 Sarung
Tangan
24 Rp 18,046.88 Rp 1,804.69 Rp 676.76
Pisau 12 Rp 241,666.67 Rp 24,166.67 Rp 18,125.00 Total Biaya Penyusutan Rp 28,901.58
Tabel 12 menunjukkan bahwa biaya penyusutan perusahaan sebelum dilakukan pengembangan pasar yaitu Rp28.901,58 per bulan. Hasil nilai sisa dihitung dari sepuluh persen jumlah harga, kemudian hasil selisih jumlah harga dengan jumlah nilai sisa selanjutnya dibagi dengan umur ekonomis. Umur ekonomis dihitung berdasarkan pada satuan bulan. Perhitungan biaya penyusutan dilakukan untuk memperkirakan nilai sisa dari aset tersebut, sehingga apabila terjadi kerusakan aset maka biaya kerusakan tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Biaya penyusutan setelah pengembangan pemasaran dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13 menunjukkan bahwa biaya penyusutan perusahaan setelah penge,bangan pasar lebih besar dibandingkan dengan biaya penyusutan sebelum pengembangan pasar. Hal ini disebabkan oleh penambahan beberapa unit peralatan
54
sehingga biaya penyusutan juga ikut bertambah. Biaya penyusutan setelah pengendalian yaitu Rp. 34.002,27.
Tabel 13 Biaya Penyusutan Setelah Pengembangan
Uraian Umur
Ekonomis
Jumlah Harga Nilai Sisa Penyusutan Kontainer 36 Rp 222,222.00 Rp 22,222.20 Rp 5,555.55 Meja Kemas 36 Rp 111,111.00 Rp 11,111.10 Rp 2,777.78 Mesin Print 60 Rp 78,125.00 Rp 7,812.50 Rp 1,171.88 Komputer 60 Rp 250,000.00 Rp 25,000.00 Rp 3,750.00 Sarung
Tangan
24 Rp 19,921.88 Rp 1,992.19 Rp 747.06
Pisau 12 Rp 266,666.67 Rp 26,666.67 Rp 20,000.00 Total Biaya Penyusutan Rp 34,002.27
Biaya Tetap
Biaya tetap adalah sejumlah uang yang dikeluarkan dalam produksi yang jumlahnya tetap dan tidak bergantung pada skala produksi. Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dan tidak habis dalam satu kali pemakaian, rincian biaya tetap sebelum pengendalian terdapat pada Tabel 14.
Tabel 14 Biaya Tetap Sebelum Pengembangan
No Uraian Biaya Per Bulan