• Tidak ada hasil yang ditemukan

Customer Perspective

Dalam dokumen Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016 (Halaman 31-38)

1. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 2: “Terwujudnya Pengelolaan Sumber Perikanan Budidaya yang Partisipatif, Bertanggungjawab, dan Berkelanjutan”

Upaya pencapaian sasaran strategis “Terwujudnya Pengelolaan Sumber Perikanan Budidaya yang Partisipatif, Bertanggungjawab, dan Berkelanjutan” adalah melalui 4 (empat) Indikator Kinerja Utama (IKU).

a. IKU 3: Jumlah Laboratorium HPI dan Residu yang Memenuhi Standar Teknis (unit)

Sesuai dengan definisi pada pedoman pengukuran IKU “Jumlah Laboratorium HPI dan Residu yang Memenuhi Standar Teknis” adalah laboratorium uji kesehatan ikan dan lingkungan yang memenuhi 4 (empat) aspek persyaratan teknis, yang meliputi:

1) Bangunan

2) Sumberdaya manusia 3) Sarana peralatan pengujian 4) Metode pengujian

Lebih spesifik lagi untuk persyaratan teknis adalah memenuhi persyaratan teknis dan manajemen sesuai standar ISO/IEC 17025:2008. Sesuai dengan definisi di atas target IKU ini telah dicapai oleh LP2IL Serang sejak Triwulan I Tahun 2016 (Tabel 2). Secara terperinci LP2IL Serang memiliki 4 (empat) laboratorium uji yang memenuhi standar teknis, dan untuk Laboratorium Residu DJPB telah menunjuk Laboratorium Uji LP2IL Serang sebagai salah satu laboratorium acuan, 4 laboratorium uji dimaksud adalah sebagai berikut:

1) Laboratorium Kualitas Air dan Tanah, 2) Laboratorium Obat dan Residu, 3) Laboratorium Patologi, dan 4) Laboratorium Mikrobiologi.

Tabel 2 Capaian IKU 3 jumlah laboratorium HPI dan residu yang memenuhi

standar teknis (unit) LP2IL Serang Tahun 2016

IKU 2015 2016

Jumlah Laboratorium HPI dan Residu yang Memenuhi Standar Teknis (unit)

- Target 1 1

- Realisasi 1 1

- Presentasi realisasi terhadap target tahunan (%) 100,00 100,00 Laboratorium-laboratorium tersebut telah mampu melayani 132 parameter uji (terlampir). Tahun 2016 masing-masing laboratorium telah dilengkapi dengan peralatan yang berteknologi tinggi, seperti LC-MS/MS, GC-MS/MS, ELISA, HPLC, TLC, AAS, Vitek 2 Compact (alat identifikasi bakteri secara otomatis), PCR (konvensional dan realtime PCR).

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

32 Untuk memenuhi tuntutan pasar global terkait keamanan pangan/ produk perikanan, DJPB telah memberi mandat kepada Laboratorium Uji LP2IL Serang untuk melakukan pengujian mutu dan pengujian lapang obat ikan dalam rangka penerbitan izin usaha obat ikan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 14/PERMEN-KP/2013 tentang Obat Ikan. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan publik bidang pemeriksaan HPI dan uji mutu serta uji lapang obat ikan. Ruang lingkup laboratorium uji yang memenuhi standar teknis ISO/IEC 17025:2008 Tahun 2016 adalah sebanyak 24 (dua puluh empat) parameter yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) (Tabel 3).

Tabel 3 Ruang lingkup pengujian Laboratorium Uji LP2IL Serang yang telah

terakreditasi Tahun 2016

No. Nama Ruang Lingkup Pengujian Nama

Laboratorium

1 Pemeriksaan WSSV dengan metode histopatologi Patologi 2 Pemeriksaan IHHNV dengan metode PCR konvensional Mikrobiologi 3 Pemeriksaan IMNV dengan metode PCR konvensional Mikrobiologi 4 Pemeriksaan TSV dengan metode PCR konvensional Mikrobiologi 5 Pemeriksaan WSSV dengan metode PCR konvensional Mikrobiologi 6 Deteksi nekrosis dan badan inklusi pada otot dan organ

limfoid udang dengan metode histopatologi

Patologi 7 Identifikasi parasit Trichodina sp. pada insang dan lendir ikan

dan udang dengan metode wet mount

Patologi 8 Identifikasi parasit Dactylogyrus sp. pada insang ikan dan

udang dengan metode wet mount

Patologi 9 Identifikasi bakteri Aeromonas hydrophilla pada ikan dan air

dengan metode konvensional

Mikrobiologi 10 Pemeriksaan amonia pada air dan air limbah dengan metode

spektrofotometri

Kualitas Air dan Tanah 11 Pemeriksaan amonia pada air laut dengan metode

spektrofotometri

Kualitas Air dan Tanah 12 Pemeriksaan nitrit pada air dan air limbah dengan metode

spektrofotometri

Kualitas Air dan Tanah 13 Pemeriksaan nitrit pada air laut dengan metode

spektrofotometri

Kualitas Air dan Tanah 14 Pemeriksaan pH air dengan metode elektrometri Kualitas Air dan

Tanah 15 Pemeriksaan suhu air dengan metode elektrometri Kualitas Air dan

Tanah 16 Pemeriksaan salinitas air dengan metode elektrometri Kualitas Air dan

Tanah 17 Pemeriksaan furazolidone (AOZ) pada produk perikanan (ikan

dan udang) dengan metode ELISA

Residu dan Obat Ikan 18 Pemeriksaan furaltadone (AMOZ) pada produk perikanan

(ikan dan udang) dengan metode ELISA

Residu dan Obat Ikan

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

33

No. Nama Ruang Lingkup Pengujian Nama

Laboratorium

19 Pemeriksaan chloramphenicol (CAP) pada produk perikanan (ikan dan udang) dengan metode ELISA

Residu dan Obat Ikan 20 Pemeriksaan nitrofurazone (SEM) pada produk perikanan

(ikan dan udang) dengan metode ELISA

Residu dan Obat Ikan 21 Pemeriksaan nitrofurantoin (AHD) pada produk perikanan

(ikan dan udang) dengan metode ELISA

Residu dan Obat Ikan 22 Pengujian enrofloxacine pada sediaan obat ikan dengan

metode spektrofotometri uv-vis

Residu dan Obat Ikan 23 Pengujian vitamin B1 pada sediaan obat ikan dengan metode

HPLC

Residu dan Obat Ikan 24 Pengujian vitamin B6 pada sediaan obat ikan dengan metode

HPLC

Residu dan Obat Ikan

Gambar 9 Grafik ruang lingkup pengujian pada Laboratorium Uji LP2IL Serang Tahun 2015 dan 2016.

Kendala yang dihadapi dalam pencapaian IKU ini adalah mempertahankan mutu pelayanan pengujian. Untuk memempertahankan mutu pelayanan diperlukan komitmen dari seluruh personil laboratorium baik dari unsur teknis maupun manajerial. Secara rinci permasalah yang dihadapi adalah sebagai berikut: 1) Penambahan tugas dan fungsi pengujian mutu dan pengujian lapang obat ikan

belum terakomodir dalam tugas dan fungsi LP2IL Serang; 2) Tingginya biaya perawatan peralatan;

3) Proses pengadaan bahan operasional laboratorium memerlukan waktu yang cukup lama; dan

4) Sering terjadi kesulitan memenuhi bahan kimia pengujian dikarenakan discontinue atau indent yang cukup lama.

Untuk mengatasi kendala di atas dilakukan koordinasi dengan DJPB terkait proses peningkatan status LP2IL Serang dari Eselon IV menjadi Eselon III

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

34 (setingkat balai) dengan menyusun naskah akademik dengan memasukan tugas dan fungsi baru (uji mutu dan uji lapang obat ikan), peningkatan kompetensi petugas laboratorium baik teknis maupun manajerian melalui kegiatan inhouse training, ataupun studi banding. Melaksanakan seluruh proses tahapan pemeliharaan ruang lingkup yang telah terakreditasi yang dipersayaratkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Melakukan perawatan alat laboratorium seperti kalibrasi secara rutin/ berkala, melakukan perawatan oleh tenaga ahli. Melakukan proses lelang bahan operasional serta peralatan laboratorium lebih awal, serta melakukan survei kepuasan pelanggan.

Tabel 4 Kegiatan in house training personil laboratorium LP2IL Serang Tahun

2016

No. Nama Layanan

Jasa Keahlian Narasumber

Instansi Narasumber Pelaksanaan Tempat Tanggal 1 In House Training Epidemiologi Penyakit Ikan pada LP2IL Serang

Prof. Dr. drh. Bambang Sumiarto, SU., M.Sc. Fakultas Kedokteran Hewan UGM LP2IL Serang 12-14 Januari 2 In House Training Epidemiologi Penyakit Ikan pada LP2IL Serang

Dr. Arief Taslihan, M.Si. BBPBAP Jepara LP2IL Serang 12-14 Januari 3 Waters Quattromicro GC-MS/MS Operator Training

Ir. I Ketut Sumedana PT. Kromtekindo Utama

LP2IL Serang

12-14 Januari 4 In House Training Uji

Kuantitatif Asam Amino dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Densitometri dan Uji Aktivitas Enzim (Amilase, Lipase, dan Protease)

Prof. Dr. Harmita, Apt. Fakultas Farmasi Universitas Indonesia LP2IL Serang 28 Maret – 1 April

5 Safety in the Laboratory According to GHS

Paundra Eka Cahyana PT. Merck Chemical and Life Sciences LP2IL Serang 30 Mei 6 In House Training Pemahaman ISO/IEC 17025:2008

Yayan Setiawan PT. Organo Science Laboratory

LP2IL Serang

19-21 September

b. IKU 4: Jumlah Tenaga Teknis Binaan

Sesuai dengan pedoman pengukuran indikator kinerja, definisi dari tenaga teknis binaan adalah Jumlah personil yang telah mendapat pembinaan/ pelatihan/ pendampingan teknis di bidang kesehatan ikan dan lingkungan yang dibuktikan dengan sertifikat. Teknis pelaksanaan pencapaian data dilakukan dalam bentuk kegiatan pertemuan teknis/ workshop bidang kesehatan ikan dan lingkungan serta obat ikan, kegiatan magang mandiri petugas laboratorium pemerintah daerah, PKL/ penelitian yang dilakukan oleh siswa/ mahasiswa (Gambar 10). Capaian IKU “Jumlah Tenaga Teknis Binaan” LP2IL Serang Tahun 2016 ditampilkan dalam Tabel 5 berikut.

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

35

Tabel 5 Capaian IKU 4 jumlah tenaga teknis binaan (orang) LP2IL Serang Tahun

2016

IKU 2015 2016

Jumlah Tenaga Teknis Binaan (orang)

- Target 80 100

- Realisasi 209 212

- Presentasi realisasi terhadap target tahunan (%) 261,25 212,00 Pada Tabel 5 tersebut, capaian Tahun 2016 tidak termasuk pembinaan pada pembudidaya, mengingat pembudidaya adalah pelaku utama yang wajib mendapatkan pembinaan. Selain kunjungan langsung kepada pembudidaya, LP2IL Serang juga melakukan pelayanan konsultasi baik langsung maupun tidak langsung (telepon, SMS, atau email). Begitu juga pembinaan pada swasta (seperti produsen obat) ikan tidak dimasukan mengingat belum termasuk pada tugas dan fungsi LP2IL, walaupun laboratorium uji telah memulai melakukan pelayanan uji mutu dan uji lapang obat ikan.

Gambar 10 Grafik persentase jenis dan jumlah tenaga teknis binaan bidang

kesehatan ikan dan lingkungan pada LP2IL Serang Tahun 2015 dan 2016.

Kendala yang dihadapi dalam pencapaian IKU ini adalah masih terbatasnya media untuk memperkenalkan keberadaan, tugas, dan fungsi LP2IL Serang. Beberapa upaya yang telah dilakukan adalah melalui penyebaran media informasi berupa leaflet, buku petunjuk teknis, melaksanakan pertemuan dengan stakeholder baik unsur pemerintah maupun swasta (terkait pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan serta obat ikan), serta menjadi peserta pada event Indoaqua 2016 yang diselenggarakan oleh DJPB. Berdasarkan upaya-upaya yang dilakukan selama Tahun 2016 tersebut di atas, pencapaian realisasi Tahun 2016 sudah melampaui target tahunannya. Hal ini dapat berimbas pada meningkatnya pengetahuan dan

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

36 daya tarik masyarakat serta stakeholders akan keberadaan, tugas, dan fungsi LP2IL Serang.

Gambar 11 Kegiatan pembinaan terhadap tenaga teknis bidang kesehatan ikan

dan lingkungan di LP2IL Serang Tahun 2016 (dok. LP2IL Serang Tahun 2016).

c. IKU 5: Persentase Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Definisi IKU Jumlah pencapaian PNBP LP2IL Serang ini adalah pendapatan yang bersumber dari layanan jasa pegujian sesuai tugas dan fungsi LP2IL Serang serta pemanfaatan fasilitas negara dengan tarif sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Berdasarkan hasil Rapat Teknis Perencanaan Pembangunan Perikanan Budidaya Tahun 2016, telah ditetapkan besaran pagu PNBP LP2IL Serang Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 186.000.000,- (seratus delapan puluh enam juta rupiah), sedangkan Tahun 2015 sebesar Rp. 130.075.000,- (seratus tiga puluh juta tujuh puluh lima ribu rupiah) atau mengalami peningkatan sebesar 42,99%. Berdasarkan hasil pelayanan laboratorium yang meliputi pengujian sampel hama penyakit ikan, kualitas lingkungan, residu, uji mutu dan uji lapang obat ikan, PNBP Tahun 2016 sudah melampaui dari target yang ditetapkan, yaitu Rp. 186.000.000,-, dengan capaian realisasi sebesar 169,95% atau Rp. 316.107.000,- (Tabel 6).

Tabel 6 Capaian IKU 5 presentase peningkatan PNBP (%) LP2IL Serang Tahun

2016

IKU 2015 2016

Presentase Peningkatan PNBP (persen)

- Target 100 100

- Realisasi 121,33 169,95

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

37

Gambar 12 Grafik target dan realisasi pencapaian PNBP pada LP2IL Serang

Tahun 2012-2016.

d. IKU 6: Jumlah Kawasan Budidaya yang Penyakit Ikan Pentingnya Dilakukan Surveillance

Tabel 7 Capaian IKU 6 jumlah kawasan budidaya yang penyakit ikan pentingnya

dilakukan surveillance (kawasan) LP2IL Serang Tahun 2016

IKU 2015 2016

Jumlah Kawasan Budidaya yang Penyakit Ikan Pentingnya Dilakukan Surveillance (kawasan)

- Target* 15 1

- Realisasi 21 11

- Presentasi realisasi terhadap target tahunan Tahun 2016 (%)

140,00 1.100,00 * Keputusan Dirjen Perikanan Budidaya No. 98/KEP-DJPB/2016 tentang Perubahan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 2015-2019 dan Keputusan Kepala LP2IL Serang Nomor 150/LP2IL/RC.221/VI/2015 tentang Rencana Strategis (Renstra) LP2IL Serang Tahun 2015-2019

Definisi dari IKU ini adalah banyaknya kawasan budidaya yang penyakit ikan pentingnya dilakukan survaillance pada kurun waktu tertentu (minimal 2 Tahun berturut-turut) dengan disertai tindakan pengendalian yang bertujuan untuk menekan prevalensi. Penurunan prevalensi tidak ada batasan. Dengan pengukuran kawasan merupakan satu atau lebih unit budidaya yang menerapkan manajemen cluster berbasis biosecurity dalam satu kabupaten/ kota. Jenis-jenis penyakit yang dalam kategori penting untuk dilakukan pengendaliannya melalui monitoring dan surveillance adalah seperti yang terlihat pada Tabel 8 di bawah ini.

Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016

38

Tabel 8 Nama kawasan dan jenis agen penyakit yang dikendalikan melalui surveillance serta hasil uji laboratorium Tahun 2016

No. Nama Kawasan Jenis Agen Penyakit yang Dikendalikan melalui Surveillance Megalocytivirus WSSV IMNV MrNV 1 Provinsi Banten

a Kabupaten Serang Negatif Negatif b Kabupaten Tangerang Negatif Negatif

2 Provinsi Jawa Barat

a Kabupaten Garut Negatif

b Kabupaten Tasik Malaya Negatif

c Kota Tasik Malaya Negatif

d Kabupaten Ciamis Negatif

e Kabupaten Sukabumi Positif

f Kabupaten Pangandaran Negatif

g Kabupaten Subang Positif

h Kabupaten Bogor Positif i Kota Bogor Negatif

Tahun 2016 target yang telah direncanakan, yaitu sebanyak 1 kawasan telah terpenuhi sebesar 1100%. Dalam hal pencapaian target, LP2IL Serang tidak mengalami kendala. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan luas wilayah kerja, LP2IL Serang masih mengalami kesulitan dalam pembagian tugas, khususnya dalam pelaksanaan surveillance penyakit ikan, sehingga LP2IL Serang belum dapat melaksanakan di seluruh wilayah Indonesia Kondisi yang ada saat ini, petugas laboratorium yang melakukan pengujian sampel (baik sampel permintaan maupun sampel hasil monitoring) juga sebagai petugas yang melakukan monitoring atau surveillance (PHPI dan/ atau personil laboratorium dengan jabatan lainnya) baik monitoring terprogram maupun monitoring dalam rangka emergency respon. Pada kondisi tertentu (volume sampel banyak) kegiatan-kegiatan lain menjadi tidak optimal. Ditambah dengan penugasan-penugasan lain terkait kegiatan pertemuan teknis ataupun tugas tambahan bidang administrasi. Dengan kata lain semakin hari volume kegiatan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat semakin tinggi. Begitu pula dalam rangka tuntutan reformasi birokrasi, pelaporan kinerja baik online maupun offline semakin banyak.

Untuk mengatasi kendala di atas dilakukan pengaturan kerja dengan skala prioritas, atau secara jangka panjang berdasarkan penghitungan analisis beban kerja akan diusulkan penambahan pegawai sebagaimana yang telah dilakukan pada akhir Tahun 2016.

Dalam dokumen Laporan Kinerja LP2IL Serang 2016 (Halaman 31-38)

Dokumen terkait