• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hipotesis Kanvas Model Bisnis

2. Customer Segment Tahap

Pada komponen customer segment, perubahan model bisnis berkaitan dengan value preposition yang baru, yakni sereal kesehatan tanpa bahan pengawet sebagai makanan pendamping karbohidrat atau cemilan sehat dengan kemasan dan penyajian yang praktis. Berdasarkan pengujian masalah, customer segment yang paling baik adalah penderita diabetes yang memiliki aktivitas harian di luar rumah rata-rata lebih dari delapan jam sehari. Pelanggan membutuhkan produk sereal kesehatan yang praktis sebagai makanan pendamping karbohidrat atau cemilan sehat di waktu kerja. Pelanggan umumnya memiliki profesi sebagai karyawan, pegawai negeri, wiraswasta dan guru. Pelanggan tidak hanya terdiri dari pelanggan yang memiliki riwayat penyakit diabetes saja, namun juga pelanggan memiliki riwayat penyakit keturunan diabetes dari orang tuanya sehingga turut menjaga pola makannya semenjak masa muda.

Penentuan konsumen potensial dipengaruhi oleh lima paramater, yakni 1) budget yang dimiliki, 2) pemahaman pelanggan dengan maslah yang dihadapi, dan 3) ketidakpuasan pelanggan dengan solusi yang dia tawarkan, 4) kebutuhan untuk diselesaikan, 5) proses membeli produk . Berdasarkan data yang dapat dilihat pada Lampiran 8, diperoleh 78 % responden termasuk dalam kategori konsumen potensial. Diagram Persentase konsumen potensial/tidak potensial dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Diagram Persentase konsumen potensial/tidak potensial. 3. Cost Structure Tahap 1

Penambahan kemasan praktis, gula sachet dan susu sachet pada produk sereal maka diperlukan biaya produksi tambahan. Total biaya dan harga pokok produksi produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dengan kemasan praktis dapat dilihat pada Lampiran 10.

17

Tabel 5 Perubahan komponen model bisnis tahap pertama

No Komponen Model bisnis hipotesis Model bisnis pembaruan tahap pertama

1 Value preposition

Sereal kesehatan sebagai makanan pendamping karbohidrat dengan indeks glikemik rendah serta tanpa bahan pengawet dan mengandung vitamin B kompleks, mineral, dan gamma-oryzanol sebagai zat anti kolesterol

Sereal kesehatan tanpa bahan pengawet sebagai makanan pendamping karbohidrat atau cemilan sehat dengan kemasan dan penyajian yang praktis. 2 Customer

segment

Untuk penderita diabetes dan/atau kolesterol yang membutuhkan sereal kesehatan yang aman sebagai makanan pendamping karbohidrat tanpa harus takut meningkatnya kadar gula dan kadar kolesterol secara signifikan serta pemenuhan kebutuhan vitamin B kompleks.

Untuk penderita diabetes yang memiliki aktivitas harian yang padat serta menjadikan sereal sebagai makanan pendamping karbohidrat dan cemilan sehat

3 Cost structure

Total cost Rp 9.898.855

Hpp Rp 4.944,74 Total cost Hpp Rp 3.362,99 Rp 25.222.489 Produksi 2.000 unit/bulan Produksi 7.500 unit/bulan

Pengujian Solusi

Pengujian solusi adalah pengujian untuk menawarkan solusi/produk dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi responden. Ada berbagai macam masalah yang dihadapi pelanggan, yakni kemasan, fitur bahan sereal, kepraktisan, pemasaran, dan khasiat. Selama ini, kemasan pada produk sereal hanya berfungsi sebagai penyimpanan. Padahal pelanggan memerlukan produk sereal yang praktis, yakni dengan kemasan yang dapat berfungsi juga sebagai wadah/piring agar sereal dapat dikonsumsi dimana saja dan kapan saja. Selain itu, kemasan yang besar dapat membuat kualitas sereal menurun apabila sudah terbuka dan tidak diikat. Kemasan yang terbuka dapat menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi di dalam bekatul. Kemasan yang besar juga memiliki harga yang lebih mahal.

Fitur bahan sereal juga merupakan permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam membangun solusi/produk. Rasa sereal yang tidak enak membuat pelanggan menjadi malas untuk mengonsumsi sereal. Pelanggan biasanya menambahkan susu dan gula agar meningkatkan selera. Keamanan produk sereal juga menjadi pertimbangan pelanggan dalam membeli sereal. Pelanggan akan menghindari dan membatasi konsumsi sereal dengan bahan pengawet.

Kepraktisan dalam penyajian menjadi permasalahan yang perlu diselesaikan juga. Pelanggan umumnya menginginkan penyajian yang mudah dan cepat. Sebelumnya, pelanggan harus memerlukan air panas untuk membuat sereal.

Pelanggan juga perlu melakukan penakaran pada sereal dan gula agar komposisinya pas. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi/produk yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, yakni produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi. Sereal kesehatan bekatul terstabilisasi merupakan produk sereal sebagai makanan pendamping karbohidrat atau cemilan sehat bagi penderita diabetes dan/atau kolesterol dengan kemasan dan penyajian yang praktis. Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dapat dilihat pada Gambar 4.

(a) (b) (c)

Gambar 4. (a) Produk sereal bekatul terstabilisasi terdiri dari sereal, bekatul, dan gula sachet (b) Label kandungan gizi produk, (c) Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dengan kemasan praktis

Kemasan sereal yang berfungsi sebagai penyimpanan dan wadah/piring, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi penderita diabetes yang memiliki aktivitas harian yang padat. Dengan kemasan tersebut, sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dapat dikonsumsi dimana saja dan kapan saja. Sereal bekatul terstabilisasi juga dilengkapi dengan sereal, susu dan gula dalam bentuk sachetan dengan berat bersih berturut-turut 30 gram, 20 gram, dan 10 gram. Bentuk sachet-an dipilih agar memudahkan pelanggan dalam menyajikan sereal. Susu dan gula juga diharapkan dapat meningkatkan citarasa dari sereal. Sereal kesehatan bekatul terstabilisasi diolah dengan teknologi HTST sehingga produk dapat bertahan hingga waktu enam bulan tanpa menggunakan bahan pengawet. Perubahan komponen fitur MVP 0 menjadi MVP 1 dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Perubahan komponen fitur MVP 0 menjadi MVP 1

No Komponen perubahan MVP 0 MVP 1

1 Deskripsi produk -Terdiri dari 5 sachet bekatul terstabilisasi (150 gram).

-Tiap sachet berukuran 30 gram.

-Terdiri dari satu sachet bekatul terstabilisasi (30 gram), satu sachet susu bubuk (20 gram), satu saschet gula bubuk (5 gram)

2 Bentuk kemasan -Kemasan kertas yang dibentuk menjadi pack

-Kemasan berbentuk wadah/piring yang fleksibel

19 Masak air panas Menakar sereal, gula, dan susu Menyiapkan

wadah/piring Mencuci piring

Sedia air panas/ air biasa Sobek sachet sereal, susu, dan gula Mencampur air dan sereal

pada wadah kemasan Membuang kemasan/ gunakan kembali Workflow diagram merupakan gambaran proses yang dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan produk/solusi. Workflow diagram dapat dilihat pada Gambar 5. (a) (b)

Gambar 5. (a) Workflow sebelum menggunakan produk, (b) workflow setelah menggunakan produk

Terlihat perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan produk. Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi tidak harus menggunakan air panas dalam proses penyajiannya. Kemudian penakaran tidak perlu dilakukan karena ukuran sachet sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Kemasan produk juga dapat berfungsi sebagai wadah/piring sehingga sereal bisa dikonsumsi dimana saja tanpa perlu membawa piring atau mangkuk dari rumah. Jika kemasan masih ingin digunakan, maka kita dapat mencucinya atau jika tidak perlu, kita dapat membuangnya.

Berdasarkan hasil pengujian masalah, Jenis permasalahan-permasalahan yang diperoleh diurutkan berdasarkan frekuensi terbesar untuk diprioritaskan penyelesaianya. Pengujian solusi dilakukan pada 50 responden dengan menggantikan sebelas konsumen tidak potensial dengan responden baru. Penawaran solusi yang diberikan dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Solusi yang dapat ditawarkan perusahaan terhadap masalah

No Permasalahan yang dihadapi Solusi yang ditawarkan perusahaan 1 Sereal tidak bisa dimakan

dimana saja Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dikembangkan dengan kemasan yang dapat berfungsi sebagai wadah/piring disertakan sendok di dalamnya sehingga dapat dikonsumsi dimana saja dan kapan saja.

2 Rasa sereal yang tidak enak Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dilengkapi dengan gula dan susu dalam sachet sehingga memberikan cita rasa yang lebih baik.

ya 42% tidak 58% ya 90% tidak 10%

Tabel 7 Solusi yang dapat ditawarkan perusahaan terhadap masalah (lanjutan) No Permasalahan yang dihadapi Solusi yang ditwarkan perusahaan 3 Sereal kesehatan mengandung

bahan pengawet Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi diproses dengan menggunakan teknologi HTST, sehingga tidak memerlukan bahan pengawet tambahan untuk memperpanjang umur simpan. Sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dapat bertahan hingga waktu enam bulan. 4 Penyajian sereal yang tidak

praktis Produk sereal bekatul terstabilisasi dilengkapi dengan gula sachet, susu sachet, dan bekatul sachet yang sudah ditakar. Serta sereal bekatul terstabilisasi mudah larut dalam air pada suhu normal.

Berdasarkan hasil pengujian solusi pertama, 90% responden menerima kepraktisan kemasan sereal kesehatan bekatul terstabilisasi. Kemasan dapat dijadikan sebagai wadah/piring agar sereal dapat dikonsumsi dimana saja. Bagi pelanggan yang memiliki masalah dengan waktu dan tempat untuk mengonsumsi sereal, kini sudah bisa mengonsumsi sereal dimana saja dan kapan saja. Bahkan sereal dapat dikonsumsi pada saat di perjalanan jika tidak sempat sarapan di rumah. Namun sekitar 10% responden menolak kepraktisan dari kemasan sereal kesehatan bekatul terstabilisasi. Mereka lebih senang membawa gelas/wadah dari rumah dan membeli sereal dalam bentuk sachet-an.

Pada pengujian solusi kedua, mengenai penerimaan terhadap rasa, sereal kesehatan belum diterima oleh 58% responden. Hal ini disebabkan karena rasa sereal bekatul masih belum disenangi oleh sebagian besar masyarakat. Ketika mencicipi bekatul yang terbayang oleh mereka adalah pakan ternak. Sebagian besar pelanggan sudah merasa jijik ketika mendengar kata bekatul walaupun belum dicicipi. Namun sekitar 42% responden menerima produk dengan rasa sereal bekatul. Mereka lebih menyenangi produk yang alami, karena jika ditambah dengan perisa menurut mereka akan membuat sereal menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Diagram persentase pengujian solusi penerimaan kemasan dan rasa sereal bekatul dapat dilihat pada Gambar 6.

(a) (b)

Gambar 6. (a) Diagram persentase penerimaan produk terhadap kepraktisan kemasan, (b) Diagram persentase penerimaan produk terhadap rasa.

21 ya 94% tidak 6% ya 92% tidak 8%

Pada pengujian solusi ketiga, penerimaan terhadap sereal kesehatan tanpa bahan pengawet, 94% responden menerima produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi yang diolah dengan teknologi HTST tanpa bahan kimia dan pengawet. pengolahan dilakukan secara fisik, yakni dengan penyangraian. Sereal kesehatan bekatul terstabilisasi dapat bertahan hingga waktu 6 bulan tanpa diberikan bahan pengawet. Namun sebanyak 6% responden belum yakin bahwa sereal kesehatan bekatul terstabilisasi tidak mengandung bahan pengawet. mereka akan yakin dengan sereal tanpa bahan pengawet apabila produk sereal tersebut telah tersertifikasi oleh lembaga terkait.

Pada pengujian solusi keempat, penerimaan kepraktisan dalam penyajian sereal, 92% responden menerima kepraktisan dalam penyajian sereal. Produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi sudah dilengkapi dengan susu dan gula sachet sehingga pelanggan tidak perlu lagi menakar saat menyajikan sereal. Selain itu, sereal kesehatan bekatul terstabilisasi juga dapat larut pada air dengan suhu normal sehingga pelanggan tidak perlu harus memasak air lagi. Namun sebanyak 8% responden belum menerima kepraktisan dalam penyajian sereal kesehatan bekatul terstabilisasi. Hal ini disebabkan karena mereka menginginkan produk sereal yang benar-benar siap dikonsumsi tanpa harus dilarutkan dengan air, ditambahkan gula, dan ditambahakan susu. Diagram persentase pengujian solusi penerimaan terhadap kepraktisan dalam penyajian dan tanpa bahan pengawet dapat dilihat pada Gambar 7.

(a) (b)

Gambar 7. (a) Diagram persentase penerimaan produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi tanpa bahan pengawet, (b) Diagram persentase penerimaan produk sereal kesehatan bekatul terstabilisasi terhadap kepraktisan dalam penyajian.

Penetapan harga jual yang diinginkan pelanggan umumnya berkisar diantara Rp 2.000 sampai Rp 8.000. Kemudian intensitas pembelian produk rata-rata sebesar 4 kali dalam seminggu. Saluran yang banyak diminati adalah supermarket. sebanyak 40 dari 50 responden memilih saluran tersebut disebabkan karena ketersediaan produk, kenyamanan saat belanja, dan akses yang mudah. Selain itu, responden memilih supermarket karena kualitas produk baik. Saluran yang diminati berikutnya adalah toko dan pasar. Grafik saluran yang dipilih responden dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8. Grafik saluran yang dipilih responden

Pembaruan Tahap Kedua Kanvas Model Bisnis

Pembaruan kanvas model bisnis dilakukan kembali setelah mengumpulkan dan menganalisis hasil dari pengujian solusi. Berdasarkan data yang diperoleh, maka kanvas model bisnis yang perlu diperbaiki dari hipotesis adalah value preposition, channel, cost structure dan revenue stream. Kanvas model bisnis tahap kedua dapat dilihat pada Lampiran 11. Perubahan komponen model bisnis tahap kedua dapat dilihat pada Tabel 8.

Dokumen terkait