• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAERAH TERPILIH

Dalam dokumen PEMERINTAH PROVINSI MALUKU (Halaman 43-50)

Visi Kepala Daerah Provinsi Maluku merupakan arah yang dituju dalam masa pemerintahan periode 5 Tahun kerja (2019-2024), dengan demikian pengembangan semua sektor harus mengacu pada Visi tersebut.

Visi Kepala Daerah Provinsi Maluku sebagai berikut:

“Maluku yang Terkelola Secara Jujur, Bersih dan Melayani, Terjamin Dalam Kesejahteraan Dan Berdaulat Atas Gugusan Kepulauan”

Untuk mewujudkan Visi tersebut maka ada 6 (enam) Misi yang diusung yaitu:

1. Mewujudkan birokrasi yang dinamis, jujur, bersih dan melayani

2. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, murah dan terjangkau 3. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan

4. Peningkatan infrastruktur dan konektivitas gugus pulau

5. Meningkatkan suasana kondusif untuk investasi, budaya dan pariwisata

6. Mewujudkan sumber daya manusia yang profesional, kreatif, mandiri dan berprestasi.

Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, pada misi ke 4 (empat) yaitu:

“Peningkatan Infrastruktur dan Konektivitas Gugus Pulau”

Tabel 3.2.1.

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi OPD Misi dan Program Misi Ke 4 : Peningkatan Infrastruktur dan Konektivitas Gugus Pulau

1. Program

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 49

Kurangnya SDM Adanya Diklat/Bimtek

6. Program

Lemah Pendataan Komitmen Pimpinan OPD

Sosialisasi SPBE dan Regulasi

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 50 Tata Kelola Statistik Sektoral

Tidak ada SDM Diklat/Bimtek Aparatur informasi di lingkup OPD

3.3 TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN RENSTRA SKPD 1. Visi, Misi Kementerian Komunikasi dan Informatika

Visi Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai berikut :

“ Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”

Misi Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai berikut :

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 51 1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah,

menopang kemandirian ekonomi, dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan;

2. Mewujudkan masyarakat maju berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum;

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim;

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera;

5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing;dan

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional; serta

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Visi, Misi Badan Siber dan Sandi Negara

“ Menjadi Institusi terpercaya dalam menjaga ketahanan dan keamanan siber dan sandi nasional dengan menyinergikan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan keamanan nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital”

Misi Badan Siber dan Sandi Negara sebagai berikut:

1. Menjamin keamanan informasi disektor pemerintah, infrastruktur informasi kritikal nasional, dan ekonomi digital dalam mewujudkan keamanan nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional

2. Membangun dan menerapkan tata kelola keamanan siber dan sandi yang komfrehensif

3. Membangun kemandirian teknologi keamanan siber dan sandi dengan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri di bidang keamanan siber dan sandi

4. Membangun, mengoordinasikan, mengolaborasikan dan mengoperasionalkan sistem identifikasi, deteksi, mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap ancaman, insiden dan / atau serangan siber dan sandi

5. Membangun budaya keamanan siber sebagai tatanan nilai budaya yang melekat dengan mendorong tumbuhnya budaya penggunaan internet yang aman dan nyaman oleh setiap warga negara indonesia

6. Menyediakan dan mengoptimalkan sumber daya keamanan sibner dan sandi melalui proses pembelajaran dan peningkatan kualitas yang berkelanjutan dengan didukung menajemen perkantoran secara transparan dan akuntabel.

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 52 Tabel 3.3.1.

Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra SKPD

Sasaran Jangka

3.4 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS PADA RPJMD

3.4.1. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif atau aspek fungsional, sedangkan kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya. Telaahan rencana tata ruang wilayah dibuat untuk mengidentifikasi implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan Dinas KOMINFO, guna menyusun rancangan program beserta targetnya yang sesuai dengan RTRW tersebut.

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 53 Ruang merupakan salah satu faktor penting yang diperlukan manusia dan makhluk hidup lainnya dalam melaksanakan kegiatan dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Sebagai sumberdaya alam yang sifatnya terbatas, baik dari segi luasan, waktu, maupun kualitas dalam pemanfaatannya, ruang memerlukan perencanaan dan pengendalian yang diwujudkan dalam bentuk penataan ruang, agar peruntukan dan penggunaannya dapat optimal. Dalam rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku, pendekatan pengembangan wilayah Provinsi Maluku dilakukan dengan pendekatan gugus pulau, yakni 12 gugus pulau yang pembagiannya berdasarkan; kedekatan geografis, kesamaan budaya, potensi sumberdaya alam, kesamaan perekonomian dan kecenderungan orientasi. Konsep gugus pulau juga didasari pada konsep pengembangan pusat-pusat pertumbuhan.

Pembangunan wilayah perbatasan, terdepan dan terluar yang berhadapan dengan negara lain mendapat perhatian khusus dalam penataan ruang guna pembangunan dalam bidang keamanan, kesehatan, pendidikan yang didukung oleh pengembangan bidang teknologi informasi komunikasi sebagai wujud dukungan memperkuat kedaulatan negara dan kesamaan hak warga negara memperoleh kehiodupan bernegara, bermasyarakat yang setara di seluruh wilayah Indonesia.

3.4.2. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

Pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku dalam penentuan strateginya tidak berdampak pada analisis KLHS.

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis

Isu-isu strategis yang akan dihadapi pada rentang waktu 2019- 2024 antara lain : a. Penerapan SPBE belum terintegrasi

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saat ini penerapan SPBE belum terintegrasi untuk seluruh OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. Oleh karena itu, perlu dibangun dan didorong agar implementasi SPBE dapat berjalan sesuai substansinya khususnya mencakup infrastruktur, konten, aplikasi dan sumber daya manusia.

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 54 b. Pemanfaatan Jaringan TIK dan Komunikasi yang terintegrasi.

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat, dengan akurasi data dan terjamin keamanan informasi merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari. SPBE menjawab tuntuntan dengan terintegrasinya sisten elektronik lintas OPD. Dikelola OPD masing-masing untuk itu perlu upaya bersama dalam menerapkan SPBE secara tepat.

c. Keamanan Informasi

Keamanan informasi menjadi isu strategis yang perlu segera direspon mengingat serangan siber saat ini semakin masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting).

d. Pengelolaan Data Statistik Sektoral

Dengan adanya UU no. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika mendapat tambahan urusan statistik dan persandian.

Untuk Pengelolaan Data Statistik Sektoral merupakan urusan baru, Data Sektoral merupakan produk dari administrasi setiap OPD yang bisa digali, dikumpulkan, dianalisa dan dievaluasi yang hasilnya berupa informasi untuk perencanaan /pengambilan keputusan.

Agar terwujud layanan informasi yang akurat dan akuntabel melalui analisis data sektoral perlu dilakukan pemetaan data yang ada di OPD Pemerintah Provinsi Maluku.

Pemetaan data akan menghasilkan jenis dan jumlah data masing-masing OPD yang dapat memberi gambaran tentang upaya dan hasil pencapaian target kinerjanya.

e. Keterbukaan Informasi Publik

Keterbukaan Informasi Publik belum terlaksana secara terstruktur sesuai amanat Undang-Undang nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, menjadi wajib dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

tantangan besar bagi jajaran pemerintah untuk mampu melaksanakannya serta menjadi wajib hukumnya bagi badan publik untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

f. Kelembagaan yang belum mengakomodir Norma, Standart, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Bidang Kominfo

g. Ketersediaan dan Pengembangan SDM belum menunjang Tupoksi.

Renstra Dinas Kominfo 2019-2024 55 BAB IV

Dalam dokumen PEMERINTAH PROVINSI MALUKU (Halaman 43-50)

Dokumen terkait