• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2. LANDASAN TEORI

2.4.2.1 Daftar Analisa

Daftar Analisa adalah susunan daftar yang berisi angka –

angka (indek) yang menunjukkan jumlah bahan dan tenaga yang dibutuhkan dalam setiap satu satuan jenis pekerjaan. Daftar Analisa yang kita kenal saat ini ada dua, yaitu :

1) Daftar Analisa BOW (Borgenlijke Openbare Werken) analisa BOW ditetapkan oleh Dir. BOW oleh pemerintah Belanda pada tanggal 28 Februari 1921.

2) Daftar Analisa SNI (Standar Nasional Indonesia), yang ditetapkan menurut SK SNI pada tahun 1991. Analisa SNI ini dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Pemukiman. Prinsip yang mendasar pada metode SNI adalah daftar koefisien bahan dan upah tenaga sudah ditetapkan untuk menganalisa harga atau

11

biaya yang diperlukan dalam membuat harga satu satuan pekerjaan bangunan.

a. Fungsi Daftar Analisa

Untuk Menghitung kebutuhan bahan, tenaga serta besarnya biaya yang diperlukan untuk setiap satu satuan jenis pekerjaan.

b. Indeks Pada Daftar Analisa

Indeks adalah faktor pengali / koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja.

Contoh :

1) Pekerjaan 1 Pasangan batu belah 1Pc:3Kp:10Ps (SK SNI T.02 1991). 1,20 Batu Belah @Rp. = Rp. 1,23Zak Pc @Rp. = Rp. 0,12 Kapur @Rp. = Rp. 0,41 Pasir @Rp. = Rp. 0,15Mandor @Rp. = Rp. 0,06 Kepala Tk. Batu @Rp. = Rp. 0,60 Tukang Batu @Rp. = Rp. 1,50 Pekerja @Rp. = Rp. + Dari Daftar Analisa di atas bahwa untuk setiap pekerjaan 1 pasangan batu belah 1Pc:3Kp:10Ps, memerlukan bahan sebesar : 1,20 Batu Belah

1,23 Zak Pc 0,12 Kapur 0,41 Pasir

Sedangkan banyaknya tenaga kerja yang diperlukan adalah : 0,15 Mandor

0,06 Kepala Tk. Batu 0,60 Tukang Batu 1,50 Pekerja

Maksud dari kebutuhan tenaga kerja tersebut apabila bekerja bersama - sama dalam satu hari akan dapat menyelesaikan 1 pasangan batu belah 1Pc:3Kp:10Ps.

2) Pekerjaan 1 urugan pasir–SK SNI T–02–1991–03 1,30 1 pasir urug @Rp. = Rp. 0,30 tukang batu @Rp. = Rp. 0,03 kep.tukang batu @Rp. = Rp. 0,60 pekerja @Rp. = Rp. 0,06 mandor @Rp. = Rp. +

Dari Daftar Analisa di atas bahwa untuk setiap pekerjaan 1 urugan pasir sebesar :

1,30 1 pasir urug

Sedangkan banyaknya tenaga kerja yang diperlukan adalah : 0,30 tukang batu

0,03 kep.tukang batu 0,60 pekerja

13

Maksud dari kebutuhan tenaga kerja tersebut apabila bekerja bersama - sama dalam satu hari akan dapat menyelesaikan 1 urugan pasir.

3) Pekerjaan pasangan batu bata 1Pc:2Ps tebal ½ bata–SK SNI T–03

–1991–03

80 buah batu bata @Rp. = Rp.

0,65 Zak Pc @Rp. = Rp. 0,042 pasir pasang @Rp. = Rp. 0,16 tukang batu @Rp. = Rp. 0,06 kep.tukang batu @Rp. = Rp. 0,48 pekerja @Rp. = Rp. 0,048 mandor @Rp. = Rp. +

Dari Daftar Analisa di atas bahwa untuk setiap pekerjaan 1 pasangan batu batu bata 1Pc:2Ps tebal ½ bata sebesar :

80 buah batu bata 0,65 Zak Pc

0,042 pasir pasang

Sedangkan banyaknya tenaga kerja yang diperlukan adalah : 0,16 tukang batu

0,06 kep.tukang batu 0,48 pekerja

Maksud dari kebutuhan tenaga kerja tersebut apabila bekerja bersama - sama dalam satu hari akan dapat menyelesaikan 1 pasangan batu bata ½ bata.

2.5 Pengertian Media Pembelajaran

Katamediaberasal dari bahasa Latinmediusyang secara harfiah berarti

‘tengah’,’perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat –alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Batasan lain telah dikemukakan oleh para ahli yang sebagian di antaranya akan diberikan berikut ini. AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai salah satu bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987: 234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau

15

perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran.

Heinich, dan kawan – kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan,bahan –

bahan cetak, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan – pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud – maksud npengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Dari beberapa definisi tentang media pembelajaran diatas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan segala komponen dalam lingkungan belajar siswa yang dipergunakan oleh pengajar agar pembelajaran berlangsung lebih efektif. Sehingga pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman dan sebagainya pada saat proses penyampaian informasi dari guru ke peserta didik dapat berjalan lancar (Arsyad, 2011: 3-4).

2.6 JenisJenis Media Pembelajaran

Ada berbagai media pembelajaran. Beberapa ahli mencoba menggolongkannya untuk mengenal karakteristik media tersebut. Menurut pendapat dari Sudjana (2010) media pembelajaran digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu:

Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Contoh media audio antara lain: radio, piringan audio, pita audio, tape recorder, phonograph, telepon, laboratorium bahasa.

2) Media Visual

Media visual terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Media visual diam, contohnya: foto, ilustrasi, flash card, gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rangkai, transparansi, proyektor, grafik, bagan, diagram, poster, gambar kartun, peta dan globe.

b. Media visual gerak, meliputi: gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya

3) Media Audio Visual, di bedakan menjadi media audio visual diam dan media audio visual gerak. Media audio visual diam meliputi slow scan TV, time shared TV, TV diam, film rangkai bersuara, film bingkai bersuara. Sedangkan media audio visual gerak terdiri atas film bersuara, pita video, film TV, televisi, holograf.

4) Lingkungan sebagai media

Banyak potensi disuatu daerah atau di sekitar sekolah yang dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber pembelajaran. Lingkungan merupakan media dan sumber belajar yang dapat dipergunakan untuk memperkaya bahan dan kegiatan belajar siswa di sekolah.

2.7 Manfaat Media Pembelajaran

Menurut Arsyad (2011), penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:

17

1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka) sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.

2) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya:

a. Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan gambar atau model. b. Objek yang kecil, dapat dibantu dengan penggunan proyektor atau

gambar.

c. Kejadian atau peristiwa dimasa lalu dapat ditampilkan lagi lewat rekaman film atau video.

3) Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif dan didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:

1. Menimbulkan motivasi belajar siswa

2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.

3. Memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

4) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih di pahami oleh siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.

5) Media pembelajaran memberikan informasi/kesamaan dalam pengamatan kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta

memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.

2.8 Pengertian MediaPowerpoint

Microsoft Powerpoint 2007 merupakan program untuk menyusun presentasi yang termasuk dalam paket microsoft Office. Aplikasi ini sangat populer dan banyak digunakan, baik oleh kalangan pengguna komputer secara umum maupun pengguna dalam lingkup bisnis, pendidikan, dan lain sebagainya. Microsoft powerpoint 2007 menyediakan beragam fasilitas yang semakin lengkap disertai dengan user friendly sehingga memudahkan pemakaiannya.

Sebagai program standar untuk mengolah presentasi dan elemen grafis penunjang presentasi bisa dikatakan bahwapowerpoint memiliki banyak nilai lebih dibandingkan program–program sejenis.

Dokumen terkait