• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku

Astanti, L. S. 2009. “Pengaruh Perasan Buah Mengkudu (Morindacitrifolia) dan Betadine Obat Kumur terhadap Pertumbuhan Lactobacillus sp.” Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

Erniati, 2007. “Efek Konsumsi Minuman Bubuk Kakao Bebas Lemak Terhadap Sifat Antioksidatif dan Prolifertif Limfosit Manusia.” Tidak Diterbitkan. Tesis. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Hardman, J. G., Limbird, L. E., dan Gilman, A. G. 2001. Goodman and Gillman’s

The Pharmacological Basis of Therapeutics 10th Edition. USA: The McGraw-Hill Compannies, Inc.

Harmawan, S. 2010. ”Pemanfaatan Ekstrak Polifenol Biji Kakao (Theobroma cacao L) Kering Non Fermented Terserang Conopomorpha cramerella Snellen dan Phytopthora palmivora Butler sebagai Antibakteri.” Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember: Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

Herdiyati, Y. 2007. Keberadaan Bakteri-Bakteri Pembawa Gen Gtf B/C yang Mengekspresikan Enzim Glukosil Transferase pada Anak Rampan Karies.

Bandung: Universitas Padjajaran.

Ibtisam, 2008. “Optimasi Pembuatan Ekstrak Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Menggunakan Metode Perlokasi dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik dan Flavonoid.” Tidak Diterbitkan. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Ide, P. 2008. Dark Chocholate Healing Mengungkap Kasiat Cokelat terhadap Sirkulasi Darah & Imunitas Tubuh. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Kidd, E. A. M. & Bechal, S. J. 1992. Dasar – dasar Karies: Penyakit dan

Penanggulangannya. Alih Bahasa: N. Sumawinata dan Safrida F. Judul Asli“ Essential of Dental Carries: The Dissease and It’s Management “. Jakarta: EGC.

38

Marsh, P & Martin, M. V. 1999. Oral Microbiology Fourth edition. Great Britain : MPG Books Ltd.

Porbowaseso, T. 2005. “Ekstraksi Polifenol Biji Kakao secara Kimiawi sebagai Antioksidan dan Pewarna Alami.” Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember: Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

Pratiwi, D. 2007. Merawat Gigi Sehari – hari. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Setiadevi, S. 2010. ”Karakteristik Ekstrak Polifenol Biji Kakao Non Fermented

dari Berbagai Macam Metode Ekstraksi.” Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember: Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

Schlegel, H. G & Schmidt, K. 1994. Mikrobiologi Umum. Alih Bahasa: Tedjo Baskoro. Judul Asli “Common of Microbiology”. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sunanto, H. 1992. Cokelat Pengolahan Hasil dan Aspek Ekonominya.

Yogyakarta: Kanisius.

Suparwi, A. D. 2010. Perbedaan Efektivitas Obat Kumur Chlorhexidine dan Methylsalicylate dalam Menurunkan Jumlah Koloni Bakteri Rongga Mulut. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Susanto. 1994. Tanaman Kakao Budidaya dan Pengolahan Hasil. Yogyakarta: Kanisius.

Tarigan, R. 1992. Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: EGC. Tarigan, R. 1995. Karies Gigi. Jakarta: Hipokrates.

39

Tjitrosoepomo. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Winarno, F. G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia

Jurnal

Ahumada, M. C., Bru, E., Colloca, M. E., Lopez, M. E., dan Macias, M. E. N. 2003. Evaluation and Comparison of Lactobacilli Characteristics in the Mouths of Patients With or Without Cavities. Journal of Oral Science.

Vol. 45 (1): 1-9.

Badet, C. & Thebaud, N. B. 2008. Ecology of Lactobacilli in the Oral Cavity: A Review of Literature. The Open Microbiology Jurnal. Vol. 2: 38-48. Buttris, J. 1997. Nutritional Properties of Fermented Milk Products. International

Journal of Dairy Technology. Vol. 50(1): 21-27.

Grandiosa, R. 2010. Efektivitas Penggunaan Larutan Filtrat Jintan Hitam (Nigella sativa) dengan Konsentrasi Berbeda terhadap Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila secara In-vitro dan Uji Toksisitasnya terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jatinangor: Universitas Padjajaran Hii, C. L., Lawi, C. L., Suzannah, S., Misnawi, dan Clokei, M. 2009. Polyphenol

in cocoa (Theobrama cacao L). Asian Journal of Food and Agro Industry.

Vol. 2 (4): 702-722.

Kurniawati, A. 2007. Efektifitas Infusum Daun Wungu sebagai Obat Kumur Antiseptik terhadap Jumlah Koloni Bakteri dalam Saliva. Spirulina Jurnal Penelitian Kesehatan dan Farmasi. Edisi Khusus April.

Kusmarwati & Indriati. 2008. Daya Hambat Ekstrak Bahan Aktif Biji Picung (Pangium redule Reinw.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Penghasil Histamin. Jurnal Pasca Panen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Vol.3 (1): 29-35.

40

Kusmiyati & Agustini, N. W. S. 2007. Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri dari Mikroalga Porphyridium cruentum. Biodiversitas. Vol. 8 (01): 48-53. Lestari, C., Widjijono, Murdiastuti, K. 2009. Pengaruh Ekstrak Gambir

Terstandarisasi (Uncaria Gambir (Hunter) Roxb) sebagai Periodontal Dressing terhadap Penyembuhan Luka Gingiva Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Majalah Kedokteran Gigi. Vol. 16 (1): 7-12.

Lucida, H., Bakhtiar, A., Putri, W. A. 2007. Formulasi Sediaan Antiseptik Mulut dari Katekin Gambir. J. Sains Tek Farmasi. Vol. 12 (1): 1-7.

Méndez, C. R., Badet, C., Yanez, A., Dominguez, M. L., Giono, S., Richard, B., Nancy, J., dan Dorignac, G. 2009. Identification of Oral Strains of Lactobacillus species Isolated from Mexican and French Children. Journal of Dentistry and Oral Hygiene. Vol. 1 (1): 9-16.

Özçelik, B., Orhan, D. D., Özgen, S., dan Ergun, F. 2008. Antimicrobial Activity of Flavonoids against Extended-Spectrum β-Lactamase (ESβL)-Producing

Klebsiella pneumoniae. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. Vol. 7 (4). 1151-1157.

Pambayun, R., Gardjito, M., Sudarmadji, S., dan Kuswanto, K. 2007. Kandungan Fenol dan Sifat Antibakteri dari Berbagai Jenis Ekstrak Produk Gambir (Uncaria gambir Roxb). Majalah Farmasi Indonesia. Vol. 18 (3): 141-146.

Purwandani, S.N. & Rahayu, E.S. 2003. Isolasi dan Identifikasi Lactobacillus yang Berpotensi sebagai Agensia Probiotik. Agritech. Vol. 23 (2): 67-64. Rinawati, N. D. 2010. Daya Antibakteri Tumbuhan Majapahit (Crescentia cujete

L.) terhadap Bakteri Vibrio alginolyticus. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.

Sabir, A. 2005. Aktivitas antibakteri flavonoid propolis Trigona sp terhadap bakteri Streptococcus mutans (in vitro). Majalah Kedokteran Gigi (Dentist Journal). Vol. 38 (2):135–141.

Sartini, Djide, M. N., dan Alam, G. 2007. Ekstraksi Komponen Bioaktif dari Limbah Kulit Buah Kakao dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas

41

Antioksidan dan Antimikroba. Journal of Traditional Medicine. Vol. 14 (47): 35-40.

Soesilo, Santoso, R. E., dan Diyatri, I. 2005. Peranan Sorbitol dalam Mempertahankan Kestabilan pH Saliva pada Proses Pencegahan Karies. Majalah Kedokteran Gigi (Dentist Journal). Vol. 38 (1): 25-28. Surabaya: UNAIR.

Subiarto, Mirawaty. 2002. Penyerapan Sr-90 dengan Tanin. Jurnal Penelitian P2PLR. 43-46.

Yuniaswan, A. P. 2010. Efektivitas Ekstrak Daun Anting-anting (Acalyphaindica) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus secara in-vitro. Malang: Universitas Brawijaya.

Zuhud, E. A. M., Rahayu, W. P., Wijaya, C. H., dan Sari, P. P. 2001. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kedawung (Parkia Roxburghii G. Don) terhadap Bakteri Patogen. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. Vol. 12 (01): 6-12.

Internet

Anonim. 2009. Lactobacillus acidophilus [serial online].

http://www.theralac.com/. [30 Juni 2011].

Rusdin, 2011. Cara Meningkatkan Produksi Kakao Melalui Teknologi Sambung Samping [serial online]. http://epetani.deptan.go.id. [25 Januari 2012]

42

Lampiran A. Penghitungan besar sampel penelitian

Rumus penghitungan besar sampel menurut Steel dan Torrie adalah sebagai berikut,

n = (Zα+Zβ)2σρ2

δ2

keterangan :

n : besar sampel minimal

Zα : batas atas nilai konversi pada tabel distribusi normal untuk batas atas kemaknaan (1,96)

Zβ : batas bawah nilai konversi pada tabel distribusi normal untuk batas bawah kemaknaan (0,85)

σρ2 : diasumsikan σρ2= δ2

α : tingkat signifikansi (0,025) β : 0,20

(Steel dan Torie, 1995 dalam Sudarso, 2007:38). Penghitungan jumlah sampel penelitian

n = (Zα+Zβ)2σρ2 δ2 n = (1,96 + 0,85)2 σρ2 δ2 n = (1,96 + 0,85)2 n = 7,8961 ≈ 8

Hasil penghitungan yang diperoleh dengan menggunakan rumus di atas adalah minimal 8 sampel untuk setiap kelompok perlakuan. Pada penelitian ini digunakan 12 sampel untuk masing – masing kelompok perlakuan.

43

Lampiran B. Kriteria sampel biji kakao

Biji kakao yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PTPN XII Banjarsari dengan kriteria:

4 Jenis kakao lindak

5 Dipetik dari buah kakao masak (umur 5-6 bulan), berwarna kuning atau jingga.

44

Lampiran C. Prosedur pembuatan senyawa polifenol ekstrak biji kakao f. Menyiapkan ekstrak biji kakao

Biji kakao basah yang telah dipisahkan plasentanya menggunakan air kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama 7 jam, dilanjutkan dengan pengeringan dengan oven pada suhu 50 0C sampai kadar air 7,5%. Selanjutnya biji kakao yang telah kering dihaluskan menggunakan blender kemudian dipisahkan lemaknya (defatting) dengan pengepresan sistem hidrolik dan direndam dalam pelarut petroleum benzen (titik didih 40-60 0C) selama 3 jam. Dari proses pemisahan lemak ini dihasilkan bubuk biji kakao bebas lemak (Harmawan, 2010:30).

g. Memisahkan senyawa polifenol dari ekstrak biji kakao kering

Bubuk biji kakao yang diperoleh kemudian direndam alkohol 70% selama 3 jam pada suhu 30-60 0C dan dipisahkan polifenolnya dengan perbandingan bahan dan pelarut 1 : 3. Bahan disaring dengan bantuan pompa vakum agar larutan terpisah dari rafinat (endapan bahan). Selanjutnya dilakukan proses evaporasi menggunakan evaporator berputar pada suhu 40-50 0C hingga didapatkan konsentrat polifenol yang pekat (Harmawan, 2010:30-31 dan Setiadevi, 2010:26).

45

Lampiran D. Hasil penelitian

Hasil pengukuran diameter zona hambat (cm) pertumbuhan Lactobacillus acidophilus

Plate

Kontrol negatif Kontrol positif Senyawa polifenol ekstrak biji kakao

Pengamat ke- Pengamat ke- Pengamat ke-

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 0,5 0,5 0,5 1,20 1,20 1,35 2,20 2,21 2,20 2 0,5 0,5 0,5 1,35 1,33 1,36 2,32 2,45 2,43 3 0,5 0,5 0,5 1,44 1,46 1,45 2,35 2,35 2,34 4 0,5 0,5 0,5 1,20 1,21 1,20 2,00 2,00 2,01 5 0,5 0,5 0,5 0,95 0,95 0,80 2,05 2,04 2,07 6 0,5 0,5 0,5 1,15 1,15 1,14 2,13 2,17 2,16 7 0,5 0,5 0,5 1,50 1,50 1,50 2,60 2,62 2,63 8 0,5 0,5 0,5 1,26 1,26 1,25 2,40 2,40 2,40 9 0,5 0,5 0,5 1,36 1,37 1,32 2,36 2,37 2,36 10 0,5 0,5 0,5 1,11 1,10 1,10 2,15 2,13 2,03 11 0,5 0,5 0,5 1,15 1,20 1,25 2,14 2,15 2,16 12 0,5 0,5 0,5 1,30 1,31 1,30 2,30 2,30 2,30

46

Lampiran E. Analisis data

a. Uji normalitas b. Uji homogenitas Descriptives Zona Hambat 12 .5000 .00000 .00000 .5000 .5000 .50 .50 12 1.2500 .16096 .04647 1.1477 1.3523 .90 1.50 12 2.2567 .17926 .05175 2.1428 2.3706 2.00 2.62 36 1.3356 .74230 .12372 1.0844 1.5867 .50 2.62 A (Kontrol Negatif ) B (Kontrol Positif ) C (Seny awa Polif enol Ekstrak Biji Kakao) Total

N Mean St d. Dev iation St d. Error Lower Bound Upper Bound

95% Conf idence Interv al f or Mean

Minimum Maximum

One-Sample Kol mogorov-Smi rnov Test

36 1.3356 .74230 .203 .203 -.148 1.219 .102 N Mean St d. Dev iation

Normal Parametersa,b

Absolute Positiv e Negativ e Most Ext reme

Dif f erences

Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp. Sig. (2-tailed)

Zona Hambat

Test distribution is Normal. a.

Calculated f rom dat a. b.

Test of Homogeneity of Variances

Zona Hambat

11.448 2 33 .000

Lev ene

47

c. Uji Kruskal Wallis NPar Tests

Kruskal-Wallis Test

d. Uji Mann-Whitney

Mann-Whitney Test Kelompok A : Kelompok B

Test Statisticsa,b

32.347 2 .000 Chi-Square df Asy mp. Sig. Zona Hambat

Kruskal Wallis Test a.

Grouping Variable: Perlakuan b. Ranks 12 6.50 78.00 12 18.50 222.00 24 Perlakuan A (Kontrol Negatif ) B (Kontrol Positif ) Total Zona Hambat

N Mean Rank Sum of Ranks

Test Statisticsb .000 78.000 -4.446 .000 .000a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z

Asy mp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)]

Zona Hambat

Not corrected f or ties. a.

Grouping Variable: Perlakuan b.

48

Mann-Whitney Test Kelompok A : Kelompok C

Mann-Whitney Test Kelompok B : Kelompok C

Ranks 12 6.50 78.00 12 18.50 222.00 24 Perlakuan A (Kontrol Negatif ) C (Seny awa Polif enol Ekstrak Biji Kakao) Total

Zona Hambat

N Mean Rank Sum of Ranks

Test Statisticsb .000 78.000 -4.444 .000 .000a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z

Asy mp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)]

Zona Hambat

Not corrected f or ties. a.

Grouping Variable: Perlakuan b. Ranks 12 6.50 78.00 12 18.50 222.00 24 Perlakuan B (Kontrol Positif ) C (Seny awa Polif enol Ekstrak Biji Kakao) Total

Zona Hambat

N Mean Rank Sum of Ranks

Test Statisticsb .000 78.000 -4.161 .000 .000a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z

Asy mp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)]

Zona Hambat

Not corrected f or ties. a.

Grouping Variable: Perlakuan b.

49

Lampiran F. Foto alat dan bahan penelitian

Foto 1. a. syringe, b. jangka sorong, c. spidol, d. ose, e. gigaskrin, f. mikropipet, g. sedotan plastik, h. Petridish, i. tabung reaksi, j. neraca, k. tabung Erlenmeyer, l. gelas ukur, m. thermolyne, n. desicator

Foto 2. Spektrofotometer Foto 3. Incubator

Foto 3. Laminar flow Foto 4. Autoclave

h g b c d e f i j k l m n a

50

Foto 5. Dry heat oven Foto 6. Kompor

Foto 7. a. MRS-B, b. MRS-A, c. aquades steril, d. polifenol ekstrak biji kakao, e. obat kumur yang mengandung chlorhexidine 0,2 %

Dokumen terkait