Name New Members Old Members Renewals Transfers .com Rp. 79.000,- Rp. 79.000,- Rp. 79.000,- Rp. 79.000,-
co.id/net.id Rp. 110.000,- Rp. 110.000,- Rp. 110.000,- Rp. 110.000,- ac.id/sch.id Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- go.id/mil.id Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- or.id Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- Rp. 60.000,- web.id Rp. 35.000,- Rp. 35.000,- Rp. 35.000,- Rp. 35.000,-
SETUP DNS (Domain Name Service)
Sumber : BIND dan DNS Konsep dan Gambaran DNS/BIND ; http://duniasemu.org/publiclib/network/bind_dns/bind_dns-3.html
` Oleh Iwan Setiawan;http://www.duniasemu.org/writings;2003/04/08 18:49:28 Pengertian DNS
DNS merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya dari alamat IP ke nama host yang disebut dengan
ver. 1.3
reverse-mapping. DNS sangat berguna sekali dalam jaringan terutama Internet, sistem ini akan memetakan nama mesin misal pikachu.indolinux.com ke alamat IP misal 202.123.45.6 selain itu juga penggunaannya sangat luas misal, untuk routing e-mail, telnet, ftp, web, dan lain-lain.
Struktur dan Cara Kerja DNS
Struktur database DNS sangat mirip dengan sistem-berkas/filesystem UNIX yaitu berbentuk hierarki atau pohon. Tingkat teratas pada DNS adalah root yang disimbolkan dengan titik/dot (.) sedangkan pada sistem berkas UNIX, root disimbolkan dengan slash (/).
Setiap titik cabang mempunyai label yang mengidentifikasikannya relatif terhadap root (.). Tiap titik cabang merupakan root bagi sub-tree/tingkat bawahnya. Tiap sub-tree merupakan domain dan dibawah domain terdapat sub-tree lagi bernama subdomain. Setiap domain mempunyai nama yang unik dan menunjukkan posisinya pada pohon DNS, pengurutan/penyebutan nama domain secara penuh dimulai dari domain paling bawah menuju ke root (.).
Masing-masing nama yang membentuk suatu domain dipisahkan dengan titik/dot (.) dan diakhiri dengan titik yang merupakan nama absolut relatif terhadap root (.). Contoh: raichu.cs.mit.edu.
Macam-Macam Record di Dalam DNS 1. Authoritative Name Server [NS] Record
NS record yaitu daftar name-server yang otoritatif untuk zone bersangkutan. Pada database domain my-server.com name-servernya adalah ns1.my-server.com.
2. Mail Exchanger [MX] Record
Baris MX (Mail Exchanger) adalah record routing email untuk domain my-server.com dalam hal ini akan diarahkan ke mx.my-my-server.com. Host yang ditunjuk sebagai mail exchanger akan memproses atau meneruskan mail untuk domain my-server.com.
Contoh :
IN MX 10 mx.my-server.com.
Baris di atas menunjukkan bahwa mx.my-server.com sebagai mail exchanger untuk mail domain my-server.com yang umumnya sebagai server mail.
Angka 10 adalah angka nilai preferensi (preference value) untuk menunjukkan tingkat prioritas mail exchanger yang digunakan untuk memproses atau meneruskan mail yang menuju domain my-server.com.
3. Address Record [A Record]
A (address) yaitu pemetaan nama ke alamat IP 4. Canonical Name [Alias / CNAME] Record
CNAME yaitu canonical name fungsinya untuk alias, jadi suatu host dapat mempunyai nama lebih dari satu.
5. Start of Authority [SOA] Parameters
• SOA mengindikasikan otoritas name-server pada zone data atau informasi nama host/domain pada zone yang bersangkutan
(my-© 2008 Pokja 260 (P260) MTI UI. Silakan menyalin dan/atau memodifikasi
• @ menunjukkan bahwa zone yang bersangkutan adalah zone domain yang ditunjukkan berkas named.conf ke berkas database-cache tersebut atau origin zone yaitu my-server.com. Karakter @ dapat kita gantikan dengan my-server.com tapi umumnya berkas database menggunakan notasi @.
• IN singkatan dari Internet. Semua informasi Internet digunakan IN dan untuk informasi non-Internet digunakan kode lain.
• Nama setelah SOA adalah primary-master name-server yang bertanggung jawab terhadap domain my-server.com.
• Selanjutnya adalah email dari administrator DNS yaitu [email protected], pada berkas database ditulis dengan root.ns1.my-server.com. Jika anda menggunakan email [email protected] maka pada berkas database ditulis hostmaster.ns1.my-server.com.
Ketika kita mendapatkan masalah dengan host/sub-domain di bawah domain my-server.com kita bisa mengirimkan pesan ke e-mail ini.
• TTL pada awal database-cache merupakan Time To Live, yaitu waktu yang diperlukan server DNS untuk menyimpan hasil resolving ke cache-nya.
• Serial adalah nomor seri database-cache domain my-server.com. Jika ada perubahan data pada berkas zone my-server.com misal:
menambahkan domain iwan.my-server.com, maka anda harus merubah/menambah nomor serinya. Sebaiknya digunakan format tahun-bulan-tanggal-jam untuk nomor serialnya. Pada berkas database untuk zone domain my-server.com tersebut terakhir di-update tanggal 12 Agustus 2002 jam 19. Fungsi dari serial ini adalah untuk memberitahukan kepada secondary-master name-server untuk meng-update database-cache-nya jika ada perubahan pada primary-master name-server yaitu dengan melakukan pengecekan nomor serial. Jika nomor serial berubah/bertambah maka secondary-master name-server akan segera melakukan zone-transfer dari primary-master name-server.
• Refresh adalah selang waktu yang diperlukan (dalam detik) secondary-master name-server untuk melakukan pengecekan perubahan database-cache pada primary-master name-server.
• Retry adalah waktu (dalam detik) yang digunakan secondary-master name-server untuk menunggu pengulangan cek berkas zone jika pada saat proses refresh primary-master name-server tidak memberikan respon.
• Expire adalah waktu (dalam detik) yang digunakan secondary-master name-server untuk mempertahankan berkas zone jika tidak dapat melakukan zone-refresh. Jika setelah waktu expire telah habis tapi secondary-master name-server tidak dapat melakukan zone-refresh maka berkas zone pada secondary-master name-server akan dihapus.
• Minimum adalah nilai waktu (TTL) default untuk semua resource-record yang ada dalam berkas zone.
Hal-hal yang dibutuhkan sebelum melakukan setup DNS adalah sebagai
ver. 1.3
berikut :
1. Sebuah PC atau server yang dapat difungsikan sebagai sebuah webserver.
2. Satu atau lebih alamat IP yang bersifat publik.
Alamat IP ini digunakan sebagai alamat untuk webserver yang akan dipublish ke internet, sebagai contoh http://www.kompas.com dengan alamat IP
202.146.X.XXX. Pada umumnya user lebih mudah untuk mengingat nama dibanding bila mengingat alamat IP. Untuk kemudahan translasi dari alamat IP menjadi nama domain.