• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Geoportal Kementerian/Lembaga

Proses penyusunan peta rencana tata ruang memerlukan input data dari sektor terkait, dalam hal ini beberapa sektor telah menyediakan sebagian data dalam bentuk services atau cloud data. Adapun daftar kementerian/lembaga yang telah menyediakan geoportal dapat dilihat pada Tabel III-12

95 | Panduan Pengisian Basis Data

Tabel III-12 Daftar Geoportal Kementerian/Lembaga

No. Data Kementerian/ Lembaga Geoportal

Sumber Data

1

Peta RBI (Data Dasar), Peta Penutup Lahan, Peta Sistem Lahan

2 Citra Satelit, Foto Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

http://space map.lapan.go .id/

Peta Dasar dan Peta Tematik Peta Batas Administrasi

3 Peta Batas Wilayah Administrasi

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

https://gis.d ukcapil.keme ndagri.go.id/

arcgis/home/

4 Peta Batas Wilayah Laut

Pusat Hidrografi dan Oceanografi TNI Angkatan Laut

Peta Penetapan &

Penunjukkan Kawasan Hutan, Peta Izin

Pemanfaatan Hutan, Peta DAS, Peta Zonasi

Konservasi, Peta

Kehutanan lainnya, Peta Fungsi Lahan Gambut

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Peta Lahan Sawah, Peta Lahan Gambut, Peta Tanah Semi Detail

Kementerian Pertanian

http://sig.pe rtanian.go.id /

Panduan Pengisian Basis Data | 96

No. Data Kementerian/ Lembaga Geoportal

Peta Jaringan Transportasi dan Utilitas

7

Peta Jaringan Jalan, Peta Sebaran TPA, Peta

Sebaran IPAL & IPLT, Peta Sebaran SPAM, Peta Sebaran Bendungan, Peta Daerah Irigasi, Peta

Sebaran Sabo DAM, Peta Sebaran Pengaman Pantai, Peta Sebaran Rusunawa, Peta Air Tanah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

https://sigi.p u.go.id/

8

Peta Sebaran Pelabuhan Umum, Pelabuhan

Penyeberangan, Terminal Khusus, Bandara,

Jaringan Rel dan Stasiun Kereta Api

9 Peta Jaringan Energi &

Kelistrikan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

https://geop ortal.esdm.go .id/

10 Peta Sebaran Prasarana Pendidikan Peta Kawasan Industri

11

Peta Kawasan Industri Eksisting & Rencana Kawasan Industri

Kementerian Perindustrian -

Peta Pariwisata Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),

97 | Panduan Pengisian Basis Data

No. Data Kementerian/ Lembaga Geoportal

(BAPPENAS), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Peta Kawasan Cagar Budaya

13

Peta Kawasan Cagar Budaya, Peta Sebaran Lokasi Cagar Budaya

Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan -

Peta Jaringan Telekomunikasi

14 Peta Jaringan Serat Optik

Kementerian Komunikasi dan Informatika

(KOMINFO)

-

Peta Rencana Tata Ruang

15 Peta Rencana Tata Ruang

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan

Peta Pertanahan (HGU, HGB, Hak Pengelolaan, Izin Lokasi, Hak

Komunal), Peta

Penggunaan Tanah, Peta Lahan Sawah

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan

Peta Curah Hujan

17 Peta Klimatologi

Badan Meteorologi,

Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

18 Peta Risiko Bencana

Badan Nasional

Peta KRB (Gunungapi, Gempa Bumi, Kerentanan Gerakan Tanah, Tsunami)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

https://geop ortal.esdm.go

Panduan Pengisian Basis Data | 98

No. Data Kementerian/ Lembaga Geoportal

.id/kebencan aan/

20 Peta Kerentanan Pesisir dan Tsunami

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

http://satup eta.kkp.go.id /gis/home/

Peta Kependudukan

21 Peta Kependudukan, Peta

Podes Badan Pusat Statistik (BPS) https://sig.b ps.go.id/

Peta Kawasan Transmigrasi

22

Peta Status Desa, Peta Persebaran Lokasi

Peta Pertambangan dan Geologi

23

Peta Wilayah Izin Usaha Pertambangan, Peta Wilayah Kerja Migas, Peta Geologi, Peta

Hidrogeologi, Peta KBAK, Peta Sumberdaya

Mineral, Batubara, Panasbumi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

https://geop ortal.esdm.go .id/

Peta Kelautan dan Perikanan

24

Peta RZWP3K, Peta RTR Laut Nasional, Peta Lokasi Pelabuhan

Perikanan, Peta WPPNRI, Peta Jenis dan Kekayaan Perikanan Tangkap di WPPNRI, Peta Zonasi Kawasan Konservasi Perairan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

http://satup eta.kkp.go.id /gis/home/

Peta Kawasan Ekonomi Khusus

25 Peta Penetapan KEK Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

http://geopo rtal.satupeta.

go.id/

99 | Panduan Pengisian Basis Data

No. Data Kementerian/ Lembaga Geoportal

Peta RPJMN & Peta RKP

26 Peta RPJMN & Peta RKP

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

http://geopo rtal.bappenas .go.id/

Panduan Pengisian Basis Data | 100

FAQ

Umum

1. Apakah konsekuensi jika tidak menggunakan standar basis data peta RTR?

Data yang belum atau tidak menggunakan standar basis data peta RTR memungkinkan data tersebut tidak dapat masuk ke dalam “Basis Data Pengarsipan” maupun diberbagipakaikan melalui aplikasi tata ruang.

2. Apakah boleh menambahkan field baru pada standar basis data peta RTR?

Diperbolehkan, karena sifat dari standar basis data peta RTR adalah standar minimal sehingga diperbolehkan jika perlu adanya penambahan field pada data tersebut selama tidak redundant dengan field yang sudah ada, namun field tersebut tidak akan diberbagipakaikan melalui aplikasi tata ruang.

3. Bagaimana cara mengetahui definisi dan kriteria untuk nomenklatur yang terdapat dalam Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2020?

Untuk mengetahui definisi dan kriteria dalam permen basis data dapat melihat ke dalam peraturan sektor terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dapat dilihat pada penjelasan di Bab 2 Halaman 15.

4. Bagaimana nomenklatur yang sebelumnya diatur pada Permen ATR/KBPN No. 01 Tahun 2018 dan Permen ATR/KBPN No. 16 Tahun 2018 namun sudah tidak diatur pada Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2020?

Untuk nomenklatur yang sudah tidak diatur pada Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2020 dapat dilihat pada penjelasan di Bab 2 halaman 15, terkait perubahan nomenklatur dapat dilihat pada halaman 16 sampai halaman 20.

101 | Panduan Pengisian Basis Data

5. Bagaimana jika terdapat perbedaan nomenklatur antara Permen ATR/KBPN No.

14 Tahun 2020 dengan peraturan sektor?

Perlu penyesuaian dengan nomenklatur yang diatur Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2020. Apabila nomenklatur tidak dapat disesuaikan dengan nomenklatur yang diatur Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2020 dapat dilihat pada penjelasan di Bab 2 halaman 15.

6. Apakah nomenklatur dalam basis data dapat ditambahkan sendiri apabila belum terdapat pada lampiran Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2020?

Penambahan nomenklatur baru hingga saat ini tidak diperbolehkan dalam basis data peta RTR. Apabila nomenklatur tidak dapat disesuaikan dengan nomenklatur yang diatur Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2020 dapat dilihat pada penjelasan di Bab 2 halaman 15.

7. Apakah semua nomenklatur yang tertuang dalam basis data harus diatur dalam batang tubuh Ranperda/Raperkada?

Ya, semua nomenklatur yang tertuang dalam basis data harus diatur dalam batang tubuh peraturan.

8. Apakah diperbolehkan membuat rencana tata ruang pada skala yang lebih detail dari yang sudah ditetapkan?

Tidak diperbolehkan

9. Apakah diperbolehkan terdapat holding zone di luar kawasan hutan atau pertanian?

Tidak diperbolehkan

10. Apakah peta ketentuan khusus harus dibuat peta tersendiri atau digabung dengan peta Pola Ruang?

Boleh dibuat tersendiri ataupun digabung dengan Peta Pola Ruang. Jika dibuat dalam peta terpisah tetap harus memunculkan pola ruang yang beririsan dengan ketentuan khusus tersebut.

Panduan Pengisian Basis Data | 102 11. Bagaimanakah pengaturan penggambaran badan air yang berada dalam kawasan

hutan?

Tidak digambarkan dalam peta pola ruang, sesuai dengan peraturan perundang-undangan sektor yang membidangi kehutanan.

12. Bagaimana pengaturan penggambaran perumahan yang berada di kawasan sempadan?

Tidak digambarkan dalam peta pola ruang, cukup diatur dalam APZ/KUPZ/PZ-nya saja.

13. Bagaimana pengaturan penggambaran perumahan yang berada di sempadan SUTT, sempadan rel kereta api, maupun sempadan tol?

Untuk penggambaran perumahan di sempadan jaringan transmisi diperbolehkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sektor yang membidangi kelistrikan, pada tingkat RDTR diatur dalam ketentuan khusus “Sangga”. Untuk sempadan rel kereta api dan sempadan tol digambarkan sebagai badan jalan pada peta pola ruang.

14. Apa yang harus dilakukan jika muncul error saat dilakukan load data?

Pastikan dan sesuaikan tipe field dan panjang karakter yang digunakan memiliki spesifikasi yang sama, penjelasan dapat dilihat pada tahap ke-5 halaman 25.

Pola ruang

1. Apa nomenklatur yang sesuai untuk pengklasifikasian pelabuhan perikanan dalam basis data Pola Ruang?

Pola ruang yang sesuai untuk pelabuhan perikanan adalah Kawasan Perikanan Tangkap untuk tingkat RTRW Kabupaten/Kota dan Perikanan Tangkap untuk tingkat RDTR

103 | Panduan Pengisian Basis Data

2. Apakah kawasan/sub-zona resapan air tidak tersedia dalam basis data Pola Ruang, dan bagaimana aturan pengisian dan kriteria ketentuan khusus resapan air?

Kawasan/sub-zona resapan air pada Permen ATR/KBPN 1/2018 dan Permen ATR/KBPN 16/2018 diatur sebagai peruntukkan solid, namun pada Permen ATR/KBPN 14/2020 hanya diatur sebagai ketentuan khusus yang bersifat overlay. Kawasan resapan air sendiri sebenarnya memiliki dua fungsi yaitu sebagai imbuhan air tanah dan lepasan air tanah. Untuk Imbuhan Air Tanah karena memiliki sifat penting yang perlu dijaga kelestariannya maka masih diatur sebagai peruntukan solid, sedangkan untuk kawasan lepasan air tanah masih dapat dibudidayakan dengan syarat tertentu yang dapat diatur melalui ketentuan khusus resapan air baik pada tingkat RTRW maupun RDTR. Penjelasan mengenai pengisian dan kriteria ketentuan khusus resapan air dapat dilihat pada halaman 56.

3. Apa nomenklatur yang sesuai untuk pengklasifikasian kawasan bandara dalam basis data Pola Ruang?

Kawasan Transportasi untuk tingkat RTRW Kota atau Zona Transportasi untuk tingkat RDTR.

4. Bagaimanakah pengklasifikasian sungai, danau, embung dan waduk dalam basis data Pola Ruang?

Masuk dalam klasifikasi badan air sesuai dengan lampiran Permen ATR/KBPN 14/2020 pada halaman 93.

5. Apakah perbedaan antara kawasan sumber daya air dan badan air?

Secara fungsi Kawasan Sumber Daya Air dan Badan Air sebenarnya sama, hanya saja pada tingkat RTRW Kota diperbolehkan menggunakan nomenklatur Kawasan Sumber Daya Air untuk kawasan yang pemanfaatannya memiliki fungsi penggunaan air baku atau air bersih untuk kebutuhan air minum perkotaan.

Panduan Pengisian Basis Data | 104 6. Apa jenis rencana Pola Ruang untuk badan air dan badan jalan pada basis data

Pola Ruang?

Badan Jalan masuk dalam jenis rencana pola ruang kawasan peruntukan budi daya, sedangkan badan air masuk dalam jenis rencana pola ruang kawasan peruntukan lindung.

7. Apa saja objek yang termasuk ke dalam klasifikasi badan jalan pada basis data Pola Ruang?

RUMAJA, RUMIJA, RUWASJA, rel kereta api, sempadan rel kereta api, sempadan jalan tol.

8. Apa klasifikasi nomenklatur yang dapat dihitung sebagai kawasan/zona ruang terbuka hijau?

Ruang Terbuka Hijau, Sempadan Pantai, Sempadan Sungai, atau Sempadan Mata Air dan Sekitar Danau atau Waduk. Namun, untuk perhitungan RTH yang dihasilkan dari luasan perlindungan setempat, perlu diatur pembuatan tanggul dalam indikasi program.

9. Apa nomenklatur yang sesuai untuk peruntukan industri skala kecil atau rumahan?

Pada Permen ATR/KBPN 1/2018 dan Permen ATR/KBPN 16/2018 diatur peruntukannya sebagai SIKM, namun pada Permen ATR/KBPN 14/2020 hanya diatur sebagai KPI, penjelasan dapat dilihat pada Bab 2 halaman 15.

Struktur ruang

1. Apa nomenklatur yang sesuai untuk pengklasifikasian pelabuhan kegiatan hankam dalam basis data Struktur Ruang?

Pelabuhan kegiatan hankam tidak perlu digambarkan dalam struktur ruang, namun sebagai salah satu kegiatan hankam yang termasuk di dalam pola ruang kawasan hankam/zona hankam.

105 | Panduan Pengisian Basis Data

2. Apakah jalur sepeda dan jalur pejalan kaki dapat digambar terpisah atau harus tergambar sebagai fungsi jalan?

Jalur sepeda dan jalur pejalan kaki pada RDTR dapat digambar terpisah apabila tidak berada pada jalan umum atau jalan khusus.

3. Apa nomenklatur yang sesuai untuk pengklasifikasian terminal khusus dan terminal untuk kepentingan sendiri dalam basis data Struktur Ruang?

Untuk terminal khusus sudah diakomodir dalam basis data peta RTR, sedangkan terminal untuk kepentingan sendiri masuk ke dalam bagian dari pelabuhan, sehingga tidak perlu digambarkan dalam Struktur Ruang.

4. Bagaimana ketentuan Struktur Ruang yang berada pada kawasan lindung, contohnya pembangunan infrastruktur pada kawasan hutan lindung?

Pembangunan infrastruktur di kawasan lindung bisa dilakukan dengan syarat memiliki ijin dan pembangunan dilakukan tanpa mengubah fungsi pokok kawasan lindung dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan.

Overlay Zone (Ketentuan Khusus dan TPZ)

1. Bagaimana ketentuan cagar budaya yang digambarkan sebagai kawasan/sub-zona cagar budaya (solid) dan ketentuan khusus cagar budaya (overlay)?

• Cagar Budaya (solid): Ketika fungsi utama yang akan ditonjolkan atau dipertahankan adalah ketentuan pengaturan murni untuk cagar budaya, contoh: Candi Prambanan.

Cagar Budaya (overlay): Ketika suatu peruntukkan memiliki fungsi utama selain cagar budaya, namun juga memiliki fungsi tambahan yang perlu dilestarikan sesuai dengan nilai-nilai budaya pada daerah tersebut. Overlay cagar budaya dapat berupa bentuk ketentuan khusus ataupun TPZ.

Panduan Pengisian Basis Data | 106 2. Apa nomenklatur Pola Ruang yang dapat di-overlay dengan ketentuan khusus

penyangga?

Ketentuan khusus penyangga dapat di-overlay dengan kawasan budi daya, RTH, maupun sempadan dengan pengaturan ketentuan yang melekat sesuai penjelasan pada halaman 57.

3. Bagaimana aturan pengisian dan kriteria ketentuan khusus kawasan rawan bencana?

Penetapan pola ruang seharusnya sudah memperhitungkan risiko bencana, namun informasi rawan bencana dalam ketentuan khusus bertujuan untuk mengatur pemanfaatan ruang di suatu kawasan untuk mengurangi atau meminimalisir dampak dari bencana tersebut. Penjelasan mengenai isian dan kriteria ketentuan khusus KRB dapat dilihat pada halaman 54.

4. Bagaimana aturan pengisian dan kriteria ketentuan khusus transit-oriented development?

Penjelasan mengenai isian dan kriteria ketentuan khusus TOD dapat dilihat pada halaman 56.

5. Apakah kegiatan pertanian yang berada di sempadan dapat ditetapkan sebagai ketentuan khusus lahan pertanian pangan berkelanjutan?

LP2B hanya dapat ditetapkan pada kawasan pertanian pangan dan hortikultura, namun di dalam kawasan sempadan diperbolehkan bersyarat adanya kegiatan pertanian sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penjelasan mengenai isian dan kriteria ketentuan khusus LP2B dilihat pada halaman 54.

6. Apa saja kegiatan yang dapat diklasifikasikan dalam ketentuan khusus pusat penelitian?

Bentuk kegiatan yang dapat diklasifikasikan dalam ketentuan khusus pusat penelitian contohnya seperti, Plasma Nutfah, Observatorium, Balai Penelitian, dan kegiatan lain yang menunjang ilmu pengetahuan. Penjelasan mengenai isian dan kriteria ketentuan khusus pusat penelitian dilihat pada halaman 57.

107 | Panduan Pengisian Basis Data Teknis Penggunaan Basis Data

1. Bagaimana penamaan file .mxd, feature dataset hingga feature class dalam basis data?

Penamaan file layout (.mxd) tidak diatur, sedangkan untuk basis data termasuk feature dataset dan feature class diatur dalam Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2020.

2. Bagaimana penyelesaian topologi must not have gaps yang terus menerus muncul?

Penyelesaian topologi must not have gaps yang terus menerus dapat dilakukan dengan cara membuat poligon baru yang menutupi seluruh wilayah perencanaan, kemudian lakukan proses “Erase” poligon baru dengan wilayah perencanaan.

Gabungkan poligon hasil proses “Erase” dengan wilayah perencanaan. Setelah itu merge setiap poligon hasil proses “Erase” yang sudah digabungkan dengan poligon wilayah perencanaan. Jika terasa poligonnya yang perlu di merge terlalu banyak, maka dapat menggunakan proses “Eliminate” untuk melakukan merge secara otomatis.

3. Bagaimana penggambaran simbologi yang belum diatur oleh peraturan perundang-undangan?

Penggambaran diatur oleh badan yang membidangi urusan geospasial, jika terdapat simbologi atau penggambaran yang belum diatur, maka diperbolehkan membuat sendiri sesuai dengan ketentuan kartografis yang berlaku.

Aturan Dasar

1. Bagaimana pengaturan kegiatan (ITBX) untuk satu sub-zona yang memiliki dua atau lebih pengaturan yang berbeda dalam satu BWP yang sama?

Dipisah menggunakan SBWP, blok atau sub-blok, jika masih terdapat aturan yang perlu dibuat berbeda lagi dalam satu sub-blok yang sama, maka dapat diatur lebih lanjut dalam TPZ dan/atau ketentuan khusus.

Panduan Pengisian Basis Data | 108 2. Bagaimana pengaturan kegiatan yang berada di badan air dan badan jalan?

Diatur seperti nomenklatur lainnya di dalam batang tubuh peraturan perundang-undangan.

3. Apa perbedaan antara ketentuan khusus dan TPZ?

Ketentuan khusus digunakan untuk menggambarkan area atau wilayah perencanaan yang bertampalan (overlay) dengan informasi sektor terkait, sedangkan TPZ digunakan dalam pemberian fleksibilitas pada suatu area tertentu.

4. Bagaimana membagi kewenangan jalan di dalam batang tubuh peraturan?

Tata ruang saat ini hanya mengatur fungsi rencana bukan kewenangan, jika kewenangan jalan perlu diatur dalam batang tubuh, maka informasi terkait status jalan dapat diisi di dalam field remark atau ditambahkan field sendiri di dalam basis data.

109 | Panduan Pengisian Basis Data

GLOSARIUM

APZ : Arahan Peraturan Zonasi Dangles : Ujung pada geometri garis

Domain : Himpunan nilai yang diizinkan dalam suatu atribut

Double : Tipe field yang berisi tulisan numerik yang memiliki presisi ganda

Extend : Fasilitas geoprocessing yang berfungsi untuk memperpanjang poin pembentuk kelas fitur

FAQ : Singkatan dari Frequently Asked Questions, atau dapat diartikan sebagai pertanyaan yang sering diajukan

Field : Kolom di dalam tabel yang dapat diisi nama tertentu Gaps : Ruang kosong antar poligon

GISTARU : Sistem informasi yang menyajikan informasi tata ruang berbasis geospasial

Holding Zone : Kawasan yang diusulkan perubahan fungsi dan peruntukannya, yang belum mendapatkan persetujuan substansi Menteri yang membidangi bidang tersebut

KUPZ : Ketentuan Umum Peraturan Zonasi

Long Integer : Tipe field yang berisi tulisan numerik dengan nilai bulat

Merge : Fasilitas geoprocessing yang berfungsi untuk menggabungkan dua baris atribut menjadi satu atribut dalam satu field

OSS : Online Single Submission Overlap : Tumpang tindih antar poligon

Overlay : Penggambaran poligon yang ditampalkan dengan fungsi utama Pola Ruang : Distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya

PZ : Peraturan Zonasi

Query : Kemampuan untuk memilih suatu data tertentu dari tabel-tabel yang sudah ada di dalam basis data

RDTR : Rencana Detail Tata Ruang

Redundant : Duplikasi atau penyimpanan data yang sama dan berulang

Panduan Pengisian Basis Data | 110

RTR : Rencana Tata Ruang

RTRW : Rencana Detail Tata Ruang

Slivers : Irisan kecil berbentuk poligon yang ukurannya tidak memenuhi dalam suatu skala penggambaran

Solid : Penggambaran poligon sebagai fungsi utama

Struktur Ruang : Susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional

Subtract : Fasilitas geoprocessing yang berfungsi untuk menghapus poin pembentuk kelas fitur yang bertampalan

Text : Tipe field yang berisi tulisan berupa abjad maupun numerik Trim : Fasilitas geoprocessing yang berfungsi untuk memperpendek

poin pembentuk kelas fitur TPZ : Teknik Pengaturan Zonasi

Union : Fasilitas geoprocessing yang berfungsi untuk menggabungkan dua data geospasial menjadi satu kelas fitur

Dokumen terkait