• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN

B. Daftar Hasil Angket

1. Daftar Hasil Angket Tentang Pendidikan Keagamaan Keluarga

Untuk mengetahui tingkat pendidikan keagamaan keluarga di Dusun Temu Kidul, penulis memperoleh data dari hasil angket yang telah diberikan kepada responden. Angket tentang pendidikan keagamaan keluarga tersebut terdiri dari 10 item pertanyaan, yang setiap item pertanyaan terdiri dari 3 option (pilihan) yaitu a, b dan c dengan bobot penilaian sebagai berikut:

a. Altematif jawaban a nilai 3 b. Altematif jawaban b nilai 2 c. Altematif jawaban c nilai 1

TABEL V

REKAPITULASI HASIL ANGKET TENTANG PENDIDIKAN KEAGAMAAN KELUARGA DUSUN TEMU KIDUL TAHUN 2006

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B c 3 2 1 1 Purwati 9 1 0 27 2 0 29 A 2 Dwi Larasati 6 4 0 18 8 0 26 A 3 Anggraeni Dinda L. 7 3 0 21 6 0 27 A 4 Riwayati 6 3 1 18 6 1 25 B 5 Slamet Prehadi 2 4 4 6 8 4 18 C 6 Rahayu F. 5 5 0 15 10 0 25 B 7 Mini 8 2 0 24 4 0 28 A 8 Mitri 8 2 0 24 4 0 28 A 9 Khusnul K 7 3 0 21 6 0 27 A 10 Heni 6 4 0 18 8 0 26 A 11 Bina Masmelya 7 3 0 21 6 0 27 A 12 Arif D 7 3 0 21 6 0 27 A 13 Ahmad Kholifuddin 10 0 0 30 0 0 30 A 14 Sri Mulyanti 10 0 0 30 0 0 30 A 15 Eko Sudaryanto 10 0 0 30 0 0 30 A 16 Nur Hayati 10 0 0 30 0 0 30 A 17 Indanah 10 0 0 30 0 0 30 A 18 A. mahmudi 10 0 0 30 0 0 30 A 19 Sri Fatimah 9 1 0 27 2 0 29 A 20 Yamtinah 9 1 0 27 2 0 29 A 21 Maesaroh 8 1 1 24 2 1 27 A 22 Dwi Purwanto 10 0 0 30 0 0 30 A 23 Nurhasanah 9 1 0 27 2 0 29 A 24 Ana Safitri 10 0 0 30 0 0 30 A

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B c 3 2 1 26 Wahyu N 8 2 0 24 4 0 28 A 27 S. Supriyadi 8 1 1 24 2 1 27 A 28 Ariska D,S. 9 1 0 27 2 0 29 A 29 Toriqul F. 6 4 0 18 8 0 26 A 30 Tio Alfian 10 0 0 30 0 0 30 A 31 Abu Bakar M.F 8 2 0 24 4 0 28 A 32 M. Wildan M. 8 2 0 24 4 0 28 A 33 Budiyanto 4 3 3 12 6 3 21 C 34 Aldi S 10 0 0 30 0 0 30 A 35 Muhsi S. 6 4 0 18 8 0 26 A 36 Evi Setiarini 4 5 1 12 10 1 23 B 37 Intan 4 6 0 12 12 0 24 B 38 Priyanto 5 2 3 15 4 3 22 B 39 Maemunasaroh 4 3 3 12 6 3 21 C 40 Eguh P. 10 0 0 30 0 0 30 A 41 Anis Setyawati 10 0 0 30 0 0 30 A 42 Sigit P 10 0 0 30 0 0 30 A 43 Rini Muslimah 9 1 0 27 2 0 29 A 44 Agus Yulianto 8 1 1 24 2 1 27 A 45 Yulianto 8 1 1 24 2 1 27 A 46 Titik Karomah 10 0 0 30 0 0 30 A 47 Atik S. 6 4 0 18 8 0 26 A 48 Suwardi 10 0 0 30 0 0 30 A 49 Siti Romliah 10 0 0 30 0 0 30 A 50 Zaenuri 8 2 0 24 4 0 28 A 51 Suwarti 10 0 0 30 0 0 30 A 52 Anita W.R. 10 0 0 30 0 0 30 A 53 Guroh Yuwono 9 1 0 27 2 0 29 A

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B C 3 2 1 54 Endang W. 8 2 0 24 4 0 28 A 55 Imam Aris J. 10 0 0 30 0 0 30 A 56 Siti Asiyah 10 0 0 30 0 0 30 A 57 A. Nur Hasan 8 1 1 24 2 1 27 A 58 Nurrohim 10 0 0 30 0 0 30 A 59 Turyanti 10 0 0 30 0 0 30 A 60 Siti maesaroh 10 0 0 30 0 0 30 A

61 Fina Alif Laila 8 2 0 24 4 0 28 A

62 Arifah 2 8 0 6 16 0 22 B

Nominasi di atas didasarkan pada jumlah nilai yang didapat dari masing-masing angket, kemudian score itu diklasifikasikan sekaligus dikelompokkan pada kategori tinggi, sedang dan rendah.

Adapun untuk menentukan kategori tersebut, digunakan rumus interval sebagai berikut:

. _ (Nt - Nr) +1 Ki = (30- 18) + ! 3 -

11

3 = 4,333 dibulatkan menjadi 4

-Setelah diketahui lebar interval 4, maka ditetapkan klasifikasi dalam kategori sebagai berikut:

a. Nominasi A adalah nilai 26-30 : intensitas tinggi b. Nominasi B adalah nilai 22-25 : intensitas sedang c. Nominasi A adalah nilai 18-21 : intensitas rendah

Dari data tersebut tingkat pendidikan keagamaan keluarga Dusun Temu Kidul dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu :

a. Tingkat pendidikan keagamaan keluarga tinggi 53 orang b. Tingkat pendidikan keagamaan keluarga sedang 6 orang c. Tingkat pendidikan keagamaan keluarga rendah 3 orang 2. Daftar Hasil Angket ten tang Sikap Qona’ah

Untuk mengetahui tingkat sikap qonaah anak di Dusun Temu Kidul, penulis memperoleh data dari hasil yang telah diberikan kepada responden. Angket tentang sikap qona’ah anak terdiri dari 10 item pertanyaan, yang setiap item terdiri dari 3 option (pilihan) yaitu a, b dan c dengan bobot penilaian sebagai berikut:

a. Altematif jawaban a nilai 3 b. Altematif jawaban b nilai 2 c. Altematif jawaban c nilai 1

TABEL VI

REKAPITULASI HASIL ANGKET TENTANG SIKAP QONA’AH DUSUN TEMU KIDUL TAHUN 2006

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B C 3 2 1

1 Purwati 8 2 0 24 4 0 28 A

2 Dwi Larasati 5 5 0 15 10 0 25 B

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B C 3 2 1 4 Riwayati 7 2 1 21 4 1 26 B 5 Slamet Prehadi 0 7 3 0 14 3 17 C 6 Rahayu F. 5 4 1 15 8 1 24 B 7 Mini 7 3 0 21 6 0 27 A 8 Mitri 6 4 0 18 8 0 26 B 9 Khusnul K 6 3 1 18 6 1 25 B 10 Heni 5 5 0 15 10 0 25 B 11 Bina Masmelya 8 2 0 24 4 0 28 A 12 Arif D 9 1 0 27 2 0 29 A 13 Ahmad Kholifuddin 8 2 0 24 4 0 28 A 14 Sri Mulyanti 9 1 0 27 2 0 29 A 15 Eko Sudaryanto 9 1 0 27 2 0 29 A 16 Nur Hayati 8 2 0 24 4 0 28 A 17 Indanah 9 1 0 27 2 0 29 A 18 A. mahmudi 10 0 0 30 0 0 30 A 19 Sri Fatimah 9 1 0 27 2 0 29 A 20 Yamtinah 8 2 0 24 4 0 28 A 21 Maesaroh 7 oJ 0 21 6 0 27 A 22 Dwi Purwanto 9 1 0 27 2 0 29 A 23 Nurhasanah 9 1 0 27 2 0 29 A 24 Ana Safitri 8 2 0 24 4 0 28 A

25 Siti nur Fitri 9 1 0 27 2 0 29 A

26 Wahyu N 6 4 0 18 8 0 26 B 27 S. Supriyadi 7 3 0 21 6 0 27 A 28 Ariska D.S. 7 3 0 21 6 0 27 A 29 Toriqul F. 5 5 0 15 10 0 25 B 30 Tio Alfian 10 0 0 30 0 0 30 A 31 Abu Bakar M.F 8 2 0 24 4 0 28 A

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B C 3 2 1 32 M. Wildan M. 9 1 0 27 2 0 29 A 33 Budiyanto 5 5 0 15 10 0 25 B 34 Aldi S 8 2 0 24 4 0 28 A 35 Muhsi S. 7 3 0 21 6 0 27 A 36 Evi Setiarini 9 1 0 27 2 0 29 A 37 Intan 9 1 0 27 2 0 29 A 38 Priyanto 5 4 1 15 8 1 24 B 39 Maemunasaroh 3 3 4 9 6 4 19 C 40 Eguh P. 10 0 0 30 0 0 30 A 41 Anis Setyawati 9 1 0 27 2 0 29 A 42 Sigit P 8 2 0 24 4 0 28 A 43 Rini Muslimah 10 0 0 30 0 0 30 A 44 Agus Yulianto 8 2 0 24 4 0 28 A 45 Yulianto 8 2 0 24 4 0 28 A 46 Titik Karomah 7 3 0 21 6 0 27 A 47 Atik S. 6 4 0 18 8 0 26 B 48 Suwardi 10 0 0 30 0 0 30 A 49 Siti Romliah 9 1 0 27 2 0 29 A 50 Zaenuri 9 1 0 27 2 0 29 A 51 Suwarti 7 3 0 21 6 0 27 A 52 Anita W.R. 10 0 0 30 0 0 30 A 53 Guroh Yuwono 9 1 0 27 2 0 29 A 54 Endang W. 9 1 0 27 2 0 29 A 55 Imam Aris J. 8 2 0 24 4 0 28 A 56 Siti Asiyah 10 0 0 30 0 0 30 A 57 A. Nur Hasan 8 2 0 24 4 0 28 A 58 Nurrohim 7 3 0 21 6 0 27 A 59 Turyanti 8 2 0 24 4 0 28 A

No Nama

Hasil

Jawaban Nilai Score Nominasi

A B C 3 2 1

60 Siti maesaroh 10 0 0 30 0 0 30 A

61 Fina Alif Laila 6 4 0 18 8 0 26 B

62 Arifah 4 6 0 12 12 0 24 B

Nominasi di atas didasarkan pada jumlah nilai yang didapat dari masing-masing angket, kemudian score itu diklasifikasikan sekaligus dikelompokkan pada kategori tinggi, sedang dan rendah.

Adapun untuk menentukan kategori tersebut, digunakan rumus interval sebagai berikut:

. _ ( N t - N r ) + 1 Ki - (30-17) + ! 3 = 13 + 1 3 = I I

T

= 4,667 dibulatkan menjadi 5

Setelah diketahui lebar interval 5, maka ditetapkan klasifikasi dalam kategori sebagai berikut:

a. Nominasi A adalah nilai 27-30 : intensitas tinggi b. Nominasi B adalah nilai 22-26 : intensitas sedang c. Nominasi A adalah nilai 17-21 : intensitas rendah

Dari data tersebut tingkat sikap qona’ah anak Dusun Temu Kidul dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu :

a. Tingkat sikap qona’ah tinggi 46 orang b. Tingkat sikap qona’ah sedang 14 orang c. Tingkat sikap qona’ah rendah 2 orang

Setelah data terkumpul dengan lengkap maka langkah selanjutnya adalali menganalisis data tersebut. Analisis ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran atas pokok-pokok permasalahan yang diajukan, atau dengan kata lain analisis ini diajukan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan yaitu :

1. Untuk mengetahui tingkat pendidikan keagamaan keluarga di Dusun Temu Kidul.

2. Untuk mengetahui tingkat sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul.

3. Untuk mengetahui hubungan pendidikan keagamaan keluarga dengan sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul.

Adapun untuk memperoleh jawaban dari ketiga pokok permasalahan tersebut, penulis menggunakan analisis sebagai berikut:

A. Analisis Pendahuluan

Analisis pendahuluan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pendidikan keagamaan keluarga dan sikap qona’ah pada anak, dengan menggunakan rum us prosentase.

P = — x 100% N P : Prosentase F : Frekuensi N : Jumlah responden 47

1. Tingkat Pendidikan Keagamaan Keluarga

Berdasarkan data hasil penelitian pada bab III, tentang pendidikan keagamaan keluarga di Dusun Temu Kidul, diketahui rekapitulasi tingkat pendidikan keagamaan keluarga sebagai berikut:

TABEL VII

REKAPITULASI TINGKAT PENDIDIKAN KEAGAMAAN KELUARGA DI DUSUN TEMU KIDUL TAHUN 2006

No Kategori Interval Frekuensi Prsentasi

1 Tinggi 26-30 53 85%

2 Sedang 22-25 6 10%

3 Rendah 18-21 3 5%

Jumlah 62 100%

Dari perhitungan prosentase tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan keagamaan keluarga pada taraf tinggi mencapai 85% taraf sedang 10% dan taraf rendah 5%. Sehingga dengan demikian tingkat pendidikan keagamaan keluarga di Dusun Temu Kidul tcrgolong pada taraf tinggi yaitu 85%.

Selanjutnya akan penulis sajikan prosentase dari masing-masing item soal dalam bentuk tabel :

TABEL VIII

DATA TENTANG PENDIDIKAN KEAGAMAAN KELUARGA DUSUN TEMU KIDUL

No item Frekuensi Prosentase

A B C A B C

1 Mengapa orang tuamu selalu menyuruhmu bersedekah ?

No item Frekuensi Prosentase

A B C A B C

2 Mengapa orang tuamu selalu menyuruhmu berpuasa di bulan Ramadhan ?

62 0 0 100% 0% 0%

3 Apakah orang tuamu selalu mengajarkan ilmu-ilmu agama kepadamu ?

54 8 0 87% 13% 0%

4 Apakah orang tuamu selalu memberikan kesempatan waktu dan mengawasi penggunaan waktu belajar agama Islam ?

51 8 3 82% 13% 5%

5 Apakah orang tuamu selalu mendahulukan mengajarkan ilmu-ilmu agama

dibandingkan ilmu-ilmu umum (selain ilmu-ilmu agama) kepadamu ?

43 17 2 69% 27% 3%

6 Apakah orang tuamu selalu mengawasimu dalam bergaul ^erteman?

38 18 6 61% 29% 10%

7 Apakah orang tuamu selalu mengarahkan dan

menasehatimu bila kamu bertemu dengan anak yang nakal ?

49 4 9 79% 6% 15%

8 Apakah orang tuamu selalu berakhlak dan berbuat baik terhadap anggota keluargamu?

No item Frekuensi Prosentase

A B C A B C

9 Apakah orang tuamu selalu berakhlak dan berbuat baik terhadap teman, tetangga dan masyarakat sekitar ?

47 15 0 76% 24% 0%

10 Apakah orang tuamu selalu berkata jujur dengan anggota keluargamu ?

49 12 1 79% 19% 2%

Interpretasi soal

1. Item no. 1, mengenai prosentase frekuensi alasan orang tua menyuruh anaknya bersedekah dari 62 (100%), responden yang menjawab a (untuk mem bantu orang yang lemah) sebanyak 57 (92%), jawaban b (karena mengikuti anjuran kyai) sebanyak 5 (8%) dan yang menjawab c (untuk mendapatkan pujian orang lain) sebanyak 0 (0%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas alasan orang tua menyuruh anaknya bersedekah adalah untuk membantu orang yang lemah yakni mencapai 92%.

2. Item no. 2, mengenai prosentase frekuensi alasan orang tua menyuruh anaknya berpuasa di bulan Ramadhan dari 62 (100%), responden yang menjawab a (melaksanakan perintah Allah SWT) sebanyak 62 (100%), jawaban b (untuk kesehatan) sebanyak 0 (0%) dan yang menjawab c

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua menyuruh anaknya puasa di bulan Ramadhan adalah untuk melaksanakan perintah Allah SWT yakni mencapai 100%.

3. Item no. 3, mengenai prosentase frekuensi orang tua mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada anaknya dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 54 (87%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 8(13%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 0

(0%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua selalu mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada anaknya yakni mencapai 87%. 4. Item no. 4, mengenai prosentase frekuensi orang tua memberikan

kesempatan waktu dan mengawasi penggunaan waktu belajar agama Islam kepada anaknya dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 51 (82%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 8 (13%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 3 (5%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua memberikan kesempatan waktu dan mengawasi penggunaan waktu belajar agama Islam kepada anaknya yakni mencapai 82%.

5. Item no. 5, mengenai prosentase frekuensi orang tua mendahulukan mengajarkan ilmu-ilmu agama dibandingkan ilmu-ilmu umum (selain ilmu-ilmu agama) kepada anaknya dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 43 (68%), jawaban b (kadang-kadang)

sebanyak 17 (28%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 2 (4%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua mendahulukan mengajarkan ilmu-ilmu agama dibandingkan ilmu-ilmu umum (selain ilmu-ilmu agama) kepada anaknya yakni mencapai 68%. 6. Item no. 6, mengenai prosentase frekuensi orang tua mengawasi

anaknya dalam bergaul/berteman dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 38 (61%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 87 (29%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 6 (10%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua mengawasi anaknya dalam bergaul/berteman yakni mencapai 61%.

7. Item no. 7, mengenai prosentase frekuensi orang tua mengarahkan dan menasehati anaknya bila berteman dengan anak yang nakal dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 49 (79%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 4 (6%) dan yang menjawab c

(tidak pemah) sebanyak 9 (15%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua mengarahkan dan menasehati anaknya bila berteman dengan anak yang nakal yakni mencapai 79%.

8. Item no. 8, mengenai prosentase frekuensi orang tua berakhlak dan berbuat baik terhadap anggota keluarga dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 49 (79%), jawaban b

(kadang-kadang) sebanyak 12 (19%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua berakhlak dan berbuat baik terhadap anggota keluarga yakni mencapai 79%. 9. Item no. 9, mengenai prosentase frekuensi orang tua berakhlak dan

berbuat baik terhadap teman, tetangga dan masyarakat sekitar dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 47 (76%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 15 (24%) dan yang menjawab c

(tidak pemah) sebanyak 0 (0%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua berakhlak dan berbuat baik terhadap teman, tetangga dan masyarakat sekitar yakni mencapai 76%.

10. Item no. 10, mengenai prosentase frekuensi orang tua berkata jujur dalam anggota keluarganya dari 62 (100%), responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 49 (79%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 12 (19%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa alasan orang tua berkata jujur dalam anggota keluarganya yakni mencapai 79%.

2. Tingkat Sikap Qona’ah Anak

Berdasarkan data hasil penelitian pada bab III, tentang sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul, diketahui rekapitulasi tingkat sikap qona’ah anak sebagai berikut:

TABEL IX

REKAPITULASI TINGKAT SIKAP QONA’AH ANAK DI DUSUN TEMU KIDUL TAHUN 2006

No Kategori Interval Frekuensi Prsentasi

1 Tinggi 27-30 46 74%

2 Sedang 22-26 14 23%

3 Rendah 17-21 2 3%

Jumlah 62 100%

Dari perhitungan prosentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap qona’ah anak pada taraf tinggi mencapai 74% taraf sedang 23% dan taraf rendah 3%. Sehingga dengan demikian tingkat sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul tergolong pada taraf tinggi yaitu 74%.

Selanjutnya akan penulis sajikan prosentase dari masing-masing item soal dalam bentuk tabel:

TABEL X

DATA TENTANG SIKAP QONA’AH ANAK DUSUN TEMU KIDUL

No item Frekuensi Prosentase

A B C A B C

1 Apakah saudara selalu mengucapkan kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” bila mendapatkan musibah ?

40 21 1 65% 34% 2%

2 Bagaimanakah sikap saudara, bila orang tuamu sedang sakit dan tidak kunjung sembuh ?

No item Frekuensi Prosentase

A B C A B C

3 Apakah kamu lakukan, bila hari ray a lebaran, anda tidak dibelikan baju barn oleh orang tuamu ?

42 19 1 68% 31% 2%

4 Apakah yang kamu lakukan, bila orang tuamu tidak memberi uang saku/jajan karena tidak memiliki uang ?

49 12 1 79% 19% 2%

5 Apakah yang kamu lakukan, bila nilai raport anda menurun dibandingkan dengan nilai raport yang lalu ?

53 8 1 85% 13% 2%

6 Bagaimanakah sikap yang kamu lakukan bila kamu sedang sakit ?

51 8 3 82% 13% 5%

7 Apakah yang akan kamu lakukan bila orang tua kamu sudah bersusah pay ah bekerja keras, namun rizkinya belum mencukupi ?

51 11 0 82% 18% 0%

8 Apakah kamu selalu mengucapkan kalimat “Alhamdulilah” setelah usai makan ?

45 16 1 73% 26% 2%

9 Apakah kamu selalu menggunakan uang yang diberikan oleh orang tua untuk berbuat hal yang bermanfaat ?

No item Frekuensi Prosentase

A B c A B C

10 Bagaimana sikap kamu, bila teman kamu tidak memiliki uang untuk membeli buku, sedangkan kamu memiliki uang yang cukup untuk membelikannya ?

51 10 1 82% 16% 2%

Interpretasi soal

1. Item no. 1, mengenai prosentase frekuensi anak mengucapkan kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” bila mendapatkan musibah dari 62 (100%), responden yang menjawab a (ya, selalu mengucapkan) sebanyak 40 (64%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 21 (34%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak yang mengucapkan kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” bila mendapatkan musibah yakni mencapai 64%.

2. Item no. 2, mengenai prosentase frekuensi yang dilakukan anak bila orang tuanya sedang sakit dan tidak kunjung sembuh dari 62 (100%), responden yang menjawab a (tabah dan sabar serta mendoakan agar cepat sembuh) sebanyak 52 (85%), jawaban b (susah dan gelisah karena penyakitnya tidak segera sembuh) sebanyak 9 (15%) dan yang menjawab c (membiarkannya) sebanyak 0 (0%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak yang bila orang tuanya sedang sakit dan tidak kunjung sembuh tetap tabah dan sabar serta mendoakannya agar cepat sembuh yakni mencapai 85%.

3. Item no. 3, mengenai prosentase frekuensi anak bila hari raya lebaran, tidak dibelikan baju baru oleh orang dari 62 (100%), responden yang menjawab a (tetap merayakan walaupun memakai baju seadanya) sebanyak 42 (68%), jawaban b (tetap ikut merayakan, tetapi sedikit malu kepada teman) sebanyak 19 (30%) dan yang menjawab c (tidak ikut merayakan) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak yang bila hari raya lebaran, tidak dibelikan baju baru tetap merayakan walaupun memakai baju seadanya yakni mencapai 68%.

4. Item no. 4, mengenai prosentase frekuensi anak bila orang tuanya tidak memberi uang saku/jajan karena tidak memiliki uang dari 62 (100%), responden yang menjawab a (tetap berangkat sekolah) sebanyak 49 (79%), jawaban b (berhutang kepada teman sekolah) sebanyak 12 (19%) dan yang menjawab c (tidak berangkat sekolah dan memarahi orang tua) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak yang bila orang tuanya tidak memberi uang saku/jajan adalah tetap berangkat sekolah yakni mencapai 79%.

5. Item no. 5, mengenai prosentase frekuensi anak bila nilai raportnya menurun dibandingkan dengan nilai raport yang lalu dari 62 (100%),

responden yang menjawab a (belajar dengan sungguh-sungguh dan berdoa agar nilainya meningkat) sebanyak 53 (85%), jawaban b (belajar dengan biasa-biasa saja) sebanyak 8 (13%) dan yang menjawab c (tidak belajar sama sekali) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak yang bila nilai raportnya menurun dibandingkan dengan nilai raport yang lalu adalah belajar dengan bersungguh-sungguh dan berdoa agar nilainya meningkat yakni mencapai 85%.

6. Item no. 6, mengenai prosentase frekuensi sikap yang dilakukan anak bila sedang sakit dari 62 (100%), responden yang menjawab a (berusaha berobat dan berdoa kepada Allah) sebanyak 51 (82%), jawaban b (berdoa tanpa usaha untuk mengobatinya) sebanyak 7 (13%) dan yang menjawab c (membiarkan saja karena skaitnya akan sembuh sendiri bila sudah waktunya) sebanyak 3 (5%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sikap yang dilakukan anak bila sedang sakit adalah berusaha berobat dan berdoa kepada Allah yakni mencapai 82%.

7. Item no. 7, mengenai prosentase frekuensi yang dilakukan anak bila orang tuanya sudah bersusah payah bekerja keras, namun rizkinya belum mencukupi dari 62 (100%), responden yang menjawab a (tetap menerima dan sadar bahwa memang itu rizkinya) sebanyak 51 (82%), jawaban b (menerima namun susah dengan rizki yang sedikit itu)

sebanyak 11 (18%) dan yang menjawab c (putus asa dan malas) sebanyak 0 (0%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa yang dilakukan anak bila orang tuanya sudah bersusah payah bekerja keras, namun rizkinya belum mencukupi adalah tetap menerima dan sadar bahwa memang itu rizkinya mencapai 82%.

8. Item no. 8, mengenai prosentase frekuensi anak mengucapkan kalimat “Alhamdulilah” setelah usai makan 62 (100%) responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 45 (72%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 16 (26%) dan yang menjawab c (tidak pemah) sebanyak 1

(

2

%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak selalu mengucapkan kalimat “Alhamdulilah” setelah usai makan yakni mencapai 72%. 9. Item no. 9, mengenai prosentase frekuensi anak menggunakan uang

yang diberikan oleh orang tua untuk berbuat hal yang bermanfaat dari 62 (100%) responden yang menjawab a (selalu) sebanyak 42 (68%), jawaban b (kadang-kadang) sebanyak 19 (30%) dan yang menjawab c

(tidak pemah) sebanyak 1 (2%).

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa anak selalu menggunakan uang yang diberikan oleh orang tua untuk berbuat hal yang bermanfaat yakni mencapai 68%.

10. Item no. 9, mengenai prosentase frekuensi sikap anak bila temannya tidak memiliki uang untuk membeli buku, sedangkan dirinya memiliki

yang menjawab a (membelikannya dan tidak meminta untuk mengembalikan) sebanyak 51 (82%), jawaban b (membelikan tetapi diminta untuk mengembalikan) sebanyak 10 (16%) dan yang menjawab c (tidak membelikan (acuh tak acuh)) sebanyak 1 (2%). Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa yang dilakukan anak bila temannya tidak memiliki uang untuk membeli buku, sedangkan dirinya memiliki uang yang cukup untuk membelikannya adalah membelikannya dan tidak meminta untuk mengembalikan yakni mencapai 68%.

B. Analisis Uji Hipotesis

Analisis uji hipotesis ini untuk menganalisis tentang hubungan pendidikan keagamaan keluarga dengan sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang tahun 2006.

Adapun teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul adalah dengan teknik statistik yaitu product moment dengan rumus:

v v v (XArxsn

Keterangan :

: Koefisien korelasi antara A" dan Y X Y : product dari X dan Y

X : Variabel score I (pendidikan keagamaan keluarga)

Y : Variabel score II (sikap qona’ah)

TABEL XI

TABEL KERJA PENGARUH PENDIDIKAN KEAGAMAAN KELUARGA TERHADAP SIKAP QONA’AH ANAK

DI DUSUN TEMU KIDUL

No X Y X2 Y2 X Y 1 29 28 841 784 812 2 26 25 676 625 650 3 27 26 729 676 702 4 25 26 625 676 650 5 18 17 324 289 306 6 25 24 625 576 600 7 28 27 784 729 756 8 28 26 784 676 728 9 27 25 729 625 675 10 26 25 676 625 650 11 27 28 729 784 756 12 27 29 729 841 783 13 30 28 900 784 840 14 30 29 900 841 870 15 30 29 900 841 870 16 30 28 900 784 840 17 30 29 900 841 870

No X y X2 Y2 X Y 18 30 30 900 900 900 19 29 29 841 841 841 20 29 28 841 784 812 21 27 27 729 729 729 22 30 29 900 841 870 23 29 29 841 841 841 24 30 28 900 784 840 25 28 29 784 841 812 26 28 26 784 676 728 27 27 27 729 729 729 28 29 27 841 729 783 29 26 25 676 625 650 30 30 30 900 900 900 31 28 28 784 784 784 32 28 29 784 841 812 33 21 25 441 625 525 34 30 28 900 784 840 35 26 27 676 729 702 36 23 29 529 841 667 37 24 29 576 841 696 38 22 24 484 576 528 39 21 19 441 361 399 40 30 30 900 900 900 41 30 29 900 841 870 42 30 28 900 784 840 43 29 30 841 900 870 44 27 28 729 784 756 45 27 28 729 784 756 46 30 27 900 729 810

No X Y X2 Y2 X Y 47 26 26 676 676 676 48 30 30 900 900 900 49 30 29 900 841 870 50 28 29 784 841 812 51 30 27 900 729 810 52 30 30 900 900 900 53 29 29 841 841 841 54 28 29 784 841 812 55 30 28 900 784 840 56 30 30 900 900 900 57 27 28 729 784 756 58 30 27 900 729 810 59 30 28 900 784 840 60 30 30 900 900 900 61 28 26 784 676 728 62 22 24 484 576 528 1719 1701 48113 47023 47471 Keterangan X : 1719 Y : 1701 X2 : 4813 Y2 : 47023 XY :47471

Dari hasil tersebut, selanjutnya akan dianalisis dengan teknik product moment dengan rumus

I X Y - (IX )(IY ) r* * *•y = IX * -2 (SX)2 N j N I Y 2 -

(ivy

N 47471- (1719)0701) 62

4!„3_2i|)lj{47023-Sfl'

4 7 4 7 1 - ^ ? 62 4 8 1 1 3 29 961lj4 7 0 2 3 -62 J [ 2893401 62 47471-47161,60 r — ______ ______________________________ * V {48113 - 47660,66} {47023 - 46667,76} 309,40 * ~ V {452,34} {355,24} 309,40 *• — ____________ v V l 60689,6787 309,40 * ~ 400,8612 = 0,771846 dibulatkan : 0,772 Interpretasi data

Setelah data dianalisis dengan teknik product moment diperoleh sebesar 0,772. Kemudian dikonsultasikan dengan tabel product moment dengan tabel product moment dengan N = 62, temyata dalam tabel tidak dijumpai d f sebesar 62, kemudian dicari dengan rumus df= N - Nr.

Jadi df: 6 2 - 2 = 60.

Dengan d f sebesar 60 diperoleh harga tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,254 dan pada taraf signifikansi 1% sebesar 0,330.

Dengan demikian harga r = 0,772 lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Jadi ada hubungan positif antara pendidikan keagamaan keluarga dengan sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul yang dapat diterima kebenarannya.

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan menguji hipotesis, sebagaimana telah disebutkan pada bab-bab sebelumnya diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Pendidikan keagamaan keluarga anak di Dusun Temu Kidul, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang dalam kategori sebagai berikut:

a. Kategori pendidikan keagamaan keluarga pada taraf tinggi mencapai 85%

b. Kategori pendidikan keagamaan keluarga pada taraf sedang mencapai 10%

c. Kategori pendidikan keagamaan keluarga pada taraf rendah mencapai 5%

Sehingga dengan demikian tingkat pendidikan keagamaan keluarga Dusun Temu Kidul tergolong pada taraf ginggi mencapai 85%.

2. Sikap qana’ah anak di Dusun Temu Kidul, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang dalam kategori sebagai berikut:

a. Kategori sikap qona’ah pada taraf tinggi mencapai 74% b. Kategori sikap qona’ah pada taraf sedang mencapai 23% c. Kategori sikap qona’ah pada taraf rendah mencapai 3%

Sehingga dengan demikian tingkat qona’ah anak Dusun Temu Kidul tergolong pada taraf tinggi mencapai 74%.

3. Sedangkan ada tidaknya hubungan antara pendidikan keagamaan dengan sikap qona’ah anak dengan menggunakan analisa diketahui hasilnya 0,772, kemudian dikonsultasikan dengan r tabel (product moment) dengan

d f sebesar 60, pada taraf singifikansi 1% diperoleh hasil 0,330, pada taraf signifikansi 5% diperoleh 0,254%

Dengan demikian maka ada hubungan yang positif antara pendidikan keagamaan keluarga dengan sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul. Hal ini berarti semakin tinggi pendidikan keagamaan keluarga, semakint inggi pula sikap qona’ah anak.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas menunjukkan adanya hubungan tingkat pendidikan keagamaan kehiarga dengan sikap qona’ah anak di Dusun Temu Kidul, maka penulis memberikan beberapa saran dan harapan kepada pihak terkait, antara lain :

1. Kepada orang tua

a. Hendaklah orang tua selalu sungguh-sungguh untuk menjadi contoh teladan atau uswatun hasanah bagi anaknya dal am tindakan atau tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

b. Hendaklah orang tua memberikan dorongan kepada anaknya dalam segala tingkah laku, selalu menegur apabila anak berbuat yang tidak sesuai dengan tuntunan agama. Karena orang tua adalah ujung tombak

dalam menentukan keberhasilan anak di masa mendatang. Membimbing anaknya, terutama mengenai akhlak atau moral karena dengan moral yang baiklah yang dapat membentengi diri dari perbuatan tercela.

c. Hendaklah orang tua selalu istiqomah dalam memotivasi anaknya untuk belajar agama Islam di luar lingkungan keluarga.

2. Kepada anak

a. Hendaknya anak selalu berbakti kepada orang tua, karena orang tua telah memelihara dan mendidiknya. Jangan menyakiti orang tua

b. Hendaknya pelajaran yang diberikan guru ngaji (ustadz) diikuti sebaik mungkin

c. Anak-anak diharapkan nantinya mampu mengembangkan dan merealisasikan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kehidupan sehari- hari.

C. Penutup

Dengan mengucapkan alhamdulillah penulis sampaikan kepada Illahi Robbi yang telah memberikan nikmat sehingga penulis dapat menyeleaikan penyusunan skripsi ini dengan baik tanpa halangan apapun.

Skripsi ini dapat terwujud karena adanya bantuan dari berbagai pihak yang terkait, untuk itu penulis ucapkan banyak terima kasih dengan harapan semoga amal baiknya diterima serta dibalas oleh Allah SWT dengan balasan kebaikan yang lebih baik. Amin

Selanjutnya penulis sadari pula bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan, baik itu dalam penggunaan bahasa baku, maupun kata-kata yang masih sulit dipahami dengan baik. Untuk itu kepada para pembaca, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Akhimya semoga skripsi ini dapat mendatangkan manfaat khusunya bagi penulis dan pembaca pada umumnya, baik itu dalam bidang pengetahuan maupun pengalaman yang dapat kita jadikan sebagai bekal untuk hidup di masa yang akan datang. Amin.

Achmadi, Islam sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan, Aditya Media bekeijasama dengan IAIN Walisongo Press, Yogyakarta, 1992.

Alimadi, Abu, Psikologi Sosial,Rineka Cipta, Jakarta, 1999.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Yogyakarta, 2002.

Depag RI, A l Qur'an dan Terjemahnya,CV. Diponegoro, Bandung, 2005.

Djamarah, Syaiful Bahri, Pola Komunikasi Orang tua dan Anak dalam

Keluarga,Rineka Cipta, Jakarta, 2004.

Fajri, Emzul dan Ratu Aprilia Senia, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Difa Publisher.

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Jilid I, YPFP UGM, Yogyakarta, 1981. Ihsan, Fuad, Dasar-dasar Kependidikan,Rineka Cipta, Jakarta, 1996.

Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2005.

Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam,Al Ma’arif, Bandung, 1989. Maskur, Kahar, Membina Moral dan Akhlak,Kalam Mulia, Jakarta, 1985.

Nasution, Thamrin dan Nurhalijah, Peran Orang tua dalam Meningkatkan

Belajar Anak,BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1989.

Nata, Abuddin, Akhlak Tasawuf,Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000.

Dokumen terkait