• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISTILAH

Dalam dokumen KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN (Halaman 52-56)

Sanitasi : secara umum mengacu pada penyediaan fasilitas dan layanan untuk pembuangan urin dan tinja yang aman. Sanitasi yang tidak memadai adalah penyebab utama penyakit di seluruh dunia dan sanitasi diketahui memiliki dampak positif bagi kesehatan baik di lingkungan rumah tangga dan di masyarakat pada umumnya. Kata 'Sanitasi„ juga mengacu pada kemampuan menjaga kondisi higienis, melalui layanan pengumpulan sampah dan pembuangan air limbah (WHO, http://www.who.int/topics/sanitation/en/. Diakses pada 30 November 2011)

Air Limbah : Air yang dihasilkan dari aktivitas manusia yang mengandung zat-zat yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan

Air limbah domestik : Air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama (Lampiran 2 Permen PU No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Biadng Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)

Badan air penerima : Sungai, kali, danau, saluran, kolam, dan lain-lain yang menerima pembuangan limbah Bangunan atas jamban : Bagian dari fasilitas pembuangan yang berfungsi melindungi pemakai dari gangguan cuaca, kontaminasi dari tinja manusia dan/atau melalui lingkungannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui vektor pembawa penyakit

Bangunan bawah : Bangunan penampung dan pengolah tinja yang bisa berupa cubluk atau tangki septik Bangunan tengah jamban : Bangunan yang terdiri dari plat jongkok dan lantai jamban

Bidang resapan : Daerah permukaan untuk menampung air yang keluar dari suatu sistem pengolahan air limbah

rumah tangga

Black water : Air limbah yang berasal dari jamban atau WC saja

Cubluk : Sistem pembuangan tinja sederhana, terdiri atas lubang yang digali secara manual dilengkapi dengan dinding rembes air )

Feces (faeces) :Buangan tinja dari manusia atau hewan tanpa urine (Water Environment Federation)

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) : Instalasi pengolahan air limbah yang didisain hanya menerima lumpur tinja melalui mobil atau gerobak tinja (tanpa perpipaan) (Lampiran 2 Permen PU No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)

Jamban : Fasilitas pembuangan tinja

Lantai jamban : Sarana atau perlengkapan bangunan atas, agar bangunan kuat menopang leher angsa Leher angsa : Komponen plat jongkok yang berisi air perapat untuk menahan bau agar tidak keluar dari jamban Pencemaran : Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia. Akibatnya kualitas air turun sampai ke tingkat yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai peruntukannya

Pengolahan air limbah : Perlakuan terhadap air limbah, agar air dapat dibuang ke badan air sesuai baku mutu yang disyaratkan

Penyaluran resapan aliran atas : Salah satu alternatif pengolahan lanjutan untuk effluent tangki septik

Plat jongkok : Sarana atau perlengkapan jamban, yang dilengkapi lubang masuk tinja dan air kotor untuk dialirkan ke cubluk atau tangki septik

Saluran : Pipa untuk menyalurkan air limbah dari jamban ke cubluk atau tangki septik

Laporan Study EHRA Kabupaten Lahat Tahun 2014

Sistem sanitasi off site : Sistem pembuangan air limbah dimana air limbah dibuang serta diolah secara terpusat di Instalasi Pengolahan Limbah Kota. Sebelumnya lebih dulu melalui penyaluran perpipaan air limbah kota (sewer pipe)

Sistem sanitasi onsite : Sistem pembuangan air limbah secara individual yang diolah dan dibuang di tempat. Sistem ini meliputi cubluk, tangki septik dan resapan, unit pengolahan setempat lainnya, sarana pengangkutan, dan pengolahan akhir lumpur tinja (Lampiran 2 Permen PU No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Biadng Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)

LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 52 Tangki septik (septic tank) : Ruang kedap air yang berfungsi menampung dan mengolah air limbah rumah tangga

3R : Reduce, Reuse, dan Recycle. Sebuah pendekatan untuk mengurangi timbulan sampah melalui: mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang sampah

Bangunan sarana pembuatan kompos : Prasarana pembuatan kompos yang terdiri dari kantor, gudang, pemilihan pengomposan (berfungsi sebagai tempat kegiatan pengomposan yang terlindung dari gangguan cuaca)

Daur ulang kertas : Usaha pengolahan kertas bekas menjadi kertas yang dapat dipakai kembali melalui cara-cara

sederhana

Kompos : Produk lumpur atau material lain yang teroksidasi secara thermophilic dan biologis

Pengelolaan sampah : Kegiatan sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah

Sampah : Sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (UU No. 18 tahun 2008)

Tempat Penampungan Sementara (TPS) : Tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu (UU No. 18 tahun 2008)

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) : Tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah (UU No. 18 tahun 2008) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) : Tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan (UU No. 18 tahun 2008)

Drainase : Prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air penerima air dan atau ke bangunan resapan manusia

Drainase perkotaan : Drainase di wilayah perkotaan yang berfungsi mengendalikan air permukaan sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia

Saluran primer : Saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder dan menyalurkannya ke badan penerima air

Saluran sekunder : Saluran drainase yang menerima air dari saluran tersier dan menyalurkannya ke saluran primer

Saluran tersier : Saluran yang menerima air dari sistem drainase lokal dan menyalurkannya ke saluran drainase sekunder

Sistem drainase lokal : Saluran dan bangunan pelengkap yang melayani sebagian wilayah perkotaan Sistem drainase utama : Saluran dan bangunan pelengkap yang melayani seluruh wilayah perkotaan Cuci Tangan Pakai Sabun : Perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir Sanitasi total : Kondisi ketika suatu komunitas (Pedoman STBM, 2008) :

- Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) - Mencuci tangan pakai sabun

- Mengelola air minum dan makanan yang aman - Mengelola sampah dengan benar

LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 53

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Informasi Responden ……….. 22

Tabel 3.2 Area Berisiko Persampahan Berdasarkan Hasil Study EHRA ………. 24

Tabel 3.3 Area Berisiko Air Limbah Domestik Berdasarkan Hasil Study EHRA ..………. 28

Tabel 3.4 Area Berisiko Genangan Air Berdasarkan Hasil Study EHRA ………. 32

Tabel 3.5 Area Berisiko Sumber Air Berdasarkan Hasil Study EHRA ………. 34

Tabel 3.6 Area Berisiko Perilaku Higiene dan Sanitasi Berdasarkan Hasil Study EHRA ..……. 36

LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 54

Nama Grafik Sumber

Halaman

Kuesioner EHRA Variabel C2. Bagaimana sampah rumah 23 tangga dikelola?

Gambar 3.2 : Grafik Perilaku Praktik Pemilahan Lembar pengamatan Variabel EO.23 Amati, apakah terlihat 24 Sampah oleh Rumah Tangga bahwa sampah dipilah atau dipisahkan?

Gambar 3.3 : Grafik Persentase Tempat Buang Kuesioner EHRA Variabel D. 1 Dimana anggota keluarga 25

Air Besar yang sudah dewasa bila ingin buang air besar?

Gambar 3.4 : Grafik Tempat Penyaluran Akhir Tinja Kuesioner EHRA Variabel D4. Kemana tempat penyaluran 26 buangan akhir tinja?

Gambar 3.5 : Grafik Waktu Terakhir Kuesioner EHRA Variabel D6. Kapan tangki septik terakhir 26

Pengurasan Tanki Septik dikosongkan

Gambar 3.6 : Grafik Praktik Pengurasan Tanki Kuesioner EHRA Variabel D7. Siapa yang mengosongkan 27

Septik tangki septik Ibu

Gambar 3.7 : Grafik Persentase Tanki Septik File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko. 27 Suspek Aman dan Tidak Aman Nomor 2.1 Tangki septik suspek aman

Gambar 3.8 : Grafik Persentase Rumah Kuesioner EHRA Variabel E3. Apakah rumah yang ditempati 28 Tangga yang Pernah Mengalami Banjir saat ini atau lingkungan sekitar rumah pernah terkena banjir?

Gambar 3.9 : Grafik Persentase Rumah Kuesioner EHRA Variabel E4. Apakah banjir biasa terjadi 29 Tangga yang Mengalami Banjir Rutin secara rutin?

Gambar 3.10 : Grafik Lama Air Menggenang Kuesioner EHRA Variabel E8. Pada saat terakhir kali banjir, 29 Jika Terjadi Banjir berapa lama air banjir akan mengering?

Gambar 3.11 : Grafik Lokasi Genangan Di Lembar pengamatan EHRA Variabel EO.3.2 Dimana air 30

Sekitar Rumah biasanya tergenang?.

Gambar 3.12 : Grafik Persentase Kepemilikan SPALKuesioner EHRA Variabel E1. Apakah di rumah mempunyai 30 sarana pengolahan air limbah selain tinja?

Gambar 3.13 : Grafik Akibat Tidak Memiliki Lembar pengamatan EHRA Variabel EO.3.1 Amati, apakah 31 SPAL Rumah Tangga halaman/bagian depan rumah ada genangan air?

Gambar 3.14 : Grafik Persentase SPAL yang Lembar pengamatan EHRA Variabel EO.3.6 Amati, apakah 31

Berfungsi air di saluran dapat mengalir?

File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko Nomor 32 2.3 Pencemaran karena SPAL

Gambar 3.16 : Grafik Akses Terhadap Air File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Air Bersih Tabel 33 Bersih F.PENGELOLAAN AIR MINUM, MASAK, MENCUCI & GOSOK GIGI YANG AMAN DAN

HIGIENE.

Gambar 3.17 : Grafik Sumber Air Minum dan File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Air Bersih Tabel 34 Memasak F.PENGELOLAAN AIR MINUM, MASAK, MENCUCI & GOSOK GIGI YANG AMAN DAN

HIGIENE.

Gambar 3.18 : Grafik CTPS di Lima Waktu File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko Nomor 5.1 35

Penting CTPS di lima waktu penting

Kuesioner EHRA Variabel G4 Kapan biasanya Ibu mencuci 35 tangan dengan menggunakan sabun?.

Gambar 3.20 : Grafik Persentase Penduduk File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko Nomor 36

yang Melakukan BABS 5.4 Perilaku BABS

Gambar 3.21 : Grafik Indeks Risiko Sanitasi (IRS) 38

Gambar 3.1 : Grafik Pengelolaan Sampah

Gambar 3.15 : Grafik Pencemaran SPAL

Gambar 3.19 : Grafik Waktu Melakukan CTPS

File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Indeks Risiko

Daftar Grafik

LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 55

DAFTAR PHOTO

Dalam dokumen KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN (Halaman 52-56)

Dokumen terkait