Sanitasi : secara umum mengacu pada penyediaan fasilitas dan layanan untuk pembuangan urin dan tinja yang aman. Sanitasi yang tidak memadai adalah penyebab utama penyakit di seluruh dunia dan sanitasi diketahui memiliki dampak positif bagi kesehatan baik di lingkungan rumah tangga dan di masyarakat pada umumnya. Kata 'Sanitasi„ juga mengacu pada kemampuan menjaga kondisi higienis, melalui layanan pengumpulan sampah dan pembuangan air limbah (WHO, http://www.who.int/topics/sanitation/en/. Diakses pada 30 November 2011)
Air Limbah : Air yang dihasilkan dari aktivitas manusia yang mengandung zat-zat yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan
Air limbah domestik : Air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama (Lampiran 2 Permen PU No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Biadng Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)
Badan air penerima : Sungai, kali, danau, saluran, kolam, dan lain-lain yang menerima pembuangan limbah Bangunan atas jamban : Bagian dari fasilitas pembuangan yang berfungsi melindungi pemakai dari gangguan cuaca, kontaminasi dari tinja manusia dan/atau melalui lingkungannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui vektor pembawa penyakit
Bangunan bawah : Bangunan penampung dan pengolah tinja yang bisa berupa cubluk atau tangki septik Bangunan tengah jamban : Bangunan yang terdiri dari plat jongkok dan lantai jamban
Bidang resapan : Daerah permukaan untuk menampung air yang keluar dari suatu sistem pengolahan air limbah
rumah tangga
Black water : Air limbah yang berasal dari jamban atau WC saja
Cubluk : Sistem pembuangan tinja sederhana, terdiri atas lubang yang digali secara manual dilengkapi dengan dinding rembes air )
Feces (faeces) :Buangan tinja dari manusia atau hewan tanpa urine (Water Environment Federation)
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) : Instalasi pengolahan air limbah yang didisain hanya menerima lumpur tinja melalui mobil atau gerobak tinja (tanpa perpipaan) (Lampiran 2 Permen PU No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)
Jamban : Fasilitas pembuangan tinja
Lantai jamban : Sarana atau perlengkapan bangunan atas, agar bangunan kuat menopang leher angsa Leher angsa : Komponen plat jongkok yang berisi air perapat untuk menahan bau agar tidak keluar dari jamban Pencemaran : Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia. Akibatnya kualitas air turun sampai ke tingkat yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai peruntukannya
Pengolahan air limbah : Perlakuan terhadap air limbah, agar air dapat dibuang ke badan air sesuai baku mutu yang disyaratkan
Penyaluran resapan aliran atas : Salah satu alternatif pengolahan lanjutan untuk effluent tangki septik
Plat jongkok : Sarana atau perlengkapan jamban, yang dilengkapi lubang masuk tinja dan air kotor untuk dialirkan ke cubluk atau tangki septik
Saluran : Pipa untuk menyalurkan air limbah dari jamban ke cubluk atau tangki septik
Laporan Study EHRA Kabupaten Lahat Tahun 2014
Sistem sanitasi off site : Sistem pembuangan air limbah dimana air limbah dibuang serta diolah secara terpusat di Instalasi Pengolahan Limbah Kota. Sebelumnya lebih dulu melalui penyaluran perpipaan air limbah kota (sewer pipe)
Sistem sanitasi onsite : Sistem pembuangan air limbah secara individual yang diolah dan dibuang di tempat. Sistem ini meliputi cubluk, tangki septik dan resapan, unit pengolahan setempat lainnya, sarana pengangkutan, dan pengolahan akhir lumpur tinja (Lampiran 2 Permen PU No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Biadng Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)
LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 52 Tangki septik (septic tank) : Ruang kedap air yang berfungsi menampung dan mengolah air limbah rumah tangga
3R : Reduce, Reuse, dan Recycle. Sebuah pendekatan untuk mengurangi timbulan sampah melalui: mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang sampah
Bangunan sarana pembuatan kompos : Prasarana pembuatan kompos yang terdiri dari kantor, gudang, pemilihan pengomposan (berfungsi sebagai tempat kegiatan pengomposan yang terlindung dari gangguan cuaca)
Daur ulang kertas : Usaha pengolahan kertas bekas menjadi kertas yang dapat dipakai kembali melalui cara-cara
sederhana
Kompos : Produk lumpur atau material lain yang teroksidasi secara thermophilic dan biologis
Pengelolaan sampah : Kegiatan sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah
Sampah : Sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (UU No. 18 tahun 2008)
Tempat Penampungan Sementara (TPS) : Tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu (UU No. 18 tahun 2008)
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) : Tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah (UU No. 18 tahun 2008) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) : Tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan (UU No. 18 tahun 2008)
Drainase : Prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air penerima air dan atau ke bangunan resapan manusia
Drainase perkotaan : Drainase di wilayah perkotaan yang berfungsi mengendalikan air permukaan sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia
Saluran primer : Saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder dan menyalurkannya ke badan penerima air
Saluran sekunder : Saluran drainase yang menerima air dari saluran tersier dan menyalurkannya ke saluran primer
Saluran tersier : Saluran yang menerima air dari sistem drainase lokal dan menyalurkannya ke saluran drainase sekunder
Sistem drainase lokal : Saluran dan bangunan pelengkap yang melayani sebagian wilayah perkotaan Sistem drainase utama : Saluran dan bangunan pelengkap yang melayani seluruh wilayah perkotaan Cuci Tangan Pakai Sabun : Perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir Sanitasi total : Kondisi ketika suatu komunitas (Pedoman STBM, 2008) :
- Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) - Mencuci tangan pakai sabun
- Mengelola air minum dan makanan yang aman - Mengelola sampah dengan benar
LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 53
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Informasi Responden ……….. 22
Tabel 3.2 Area Berisiko Persampahan Berdasarkan Hasil Study EHRA ………. 24
Tabel 3.3 Area Berisiko Air Limbah Domestik Berdasarkan Hasil Study EHRA ..………. 28
Tabel 3.4 Area Berisiko Genangan Air Berdasarkan Hasil Study EHRA ………. 32
Tabel 3.5 Area Berisiko Sumber Air Berdasarkan Hasil Study EHRA ………. 34
Tabel 3.6 Area Berisiko Perilaku Higiene dan Sanitasi Berdasarkan Hasil Study EHRA ..……. 36
LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 54
Nama Grafik Sumber
HalamanKuesioner EHRA Variabel C2. Bagaimana sampah rumah 23 tangga dikelola?
Gambar 3.2 : Grafik Perilaku Praktik Pemilahan Lembar pengamatan Variabel EO.23 Amati, apakah terlihat 24 Sampah oleh Rumah Tangga bahwa sampah dipilah atau dipisahkan?
Gambar 3.3 : Grafik Persentase Tempat Buang Kuesioner EHRA Variabel D. 1 Dimana anggota keluarga 25
Air Besar yang sudah dewasa bila ingin buang air besar?
Gambar 3.4 : Grafik Tempat Penyaluran Akhir Tinja Kuesioner EHRA Variabel D4. Kemana tempat penyaluran 26 buangan akhir tinja?
Gambar 3.5 : Grafik Waktu Terakhir Kuesioner EHRA Variabel D6. Kapan tangki septik terakhir 26
Pengurasan Tanki Septik dikosongkan
Gambar 3.6 : Grafik Praktik Pengurasan Tanki Kuesioner EHRA Variabel D7. Siapa yang mengosongkan 27
Septik tangki septik Ibu
Gambar 3.7 : Grafik Persentase Tanki Septik File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko. 27 Suspek Aman dan Tidak Aman Nomor 2.1 Tangki septik suspek aman
Gambar 3.8 : Grafik Persentase Rumah Kuesioner EHRA Variabel E3. Apakah rumah yang ditempati 28 Tangga yang Pernah Mengalami Banjir saat ini atau lingkungan sekitar rumah pernah terkena banjir?
Gambar 3.9 : Grafik Persentase Rumah Kuesioner EHRA Variabel E4. Apakah banjir biasa terjadi 29 Tangga yang Mengalami Banjir Rutin secara rutin?
Gambar 3.10 : Grafik Lama Air Menggenang Kuesioner EHRA Variabel E8. Pada saat terakhir kali banjir, 29 Jika Terjadi Banjir berapa lama air banjir akan mengering?
Gambar 3.11 : Grafik Lokasi Genangan Di Lembar pengamatan EHRA Variabel EO.3.2 Dimana air 30
Sekitar Rumah biasanya tergenang?.
Gambar 3.12 : Grafik Persentase Kepemilikan SPALKuesioner EHRA Variabel E1. Apakah di rumah mempunyai 30 sarana pengolahan air limbah selain tinja?
Gambar 3.13 : Grafik Akibat Tidak Memiliki Lembar pengamatan EHRA Variabel EO.3.1 Amati, apakah 31 SPAL Rumah Tangga halaman/bagian depan rumah ada genangan air?
Gambar 3.14 : Grafik Persentase SPAL yang Lembar pengamatan EHRA Variabel EO.3.6 Amati, apakah 31
Berfungsi air di saluran dapat mengalir?
File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko Nomor 32 2.3 Pencemaran karena SPAL
Gambar 3.16 : Grafik Akses Terhadap Air File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Air Bersih Tabel 33 Bersih F.PENGELOLAAN AIR MINUM, MASAK, MENCUCI & GOSOK GIGI YANG AMAN DAN
HIGIENE.
Gambar 3.17 : Grafik Sumber Air Minum dan File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Air Bersih Tabel 34 Memasak F.PENGELOLAAN AIR MINUM, MASAK, MENCUCI & GOSOK GIGI YANG AMAN DAN
HIGIENE.
Gambar 3.18 : Grafik CTPS di Lima Waktu File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko Nomor 5.1 35
Penting CTPS di lima waktu penting
Kuesioner EHRA Variabel G4 Kapan biasanya Ibu mencuci 35 tangan dengan menggunakan sabun?.
Gambar 3.20 : Grafik Persentase Penduduk File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Area Berisiko Nomor 36
yang Melakukan BABS 5.4 Perilaku BABS
Gambar 3.21 : Grafik Indeks Risiko Sanitasi (IRS) 38
Gambar 3.1 : Grafik Pengelolaan Sampah
Gambar 3.15 : Grafik Pencemaran SPAL
Gambar 3.19 : Grafik Waktu Melakukan CTPS
File Ms. Excel “Hasil Analisis” Worksheet Indeks Risiko
Daftar Grafik
LAPORAN STUDI EHRA KAB. Lahat 2014 55