Daftar istilah pemilu
absentee voting I adalah proses yang dilakukan saat pemilih tidak dapat datang secara langsung ke lokasi pemilihan suara pada hari pemilu. Dengan proses ini pemilih tersebut masih dapat memberikan surat suaranya pada lokasi lain.
perubahan atas undang-undang pemilu I adalah suatu perubahan yang dilakukan terhadap undang-undang pemilu berdasarkan prosedur resmi.
kampanye (pemilu) I adalah kegiatan politik, termasuk pertemuan, rapat umum, pidato, demonstrasi, parade, peristiwa lainnya dan pemanfaatan media yang dimaksudkan untuk memberitahu para pemilih tentang platform dari calon atau partai politik tertentu. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan dukungan.
calon/kandidat I adalah orang yang mengupayakan atau yang dicalonkan untuk dipilih baik sebagai wakil resmi dari suatu partai politik maupun sebagai seorang independen.
kode etik I adalah seperangkat aturan tentang perilaku untuk kegiatan- kegiatan tertentu dalam proses pemilu. Berlaku terhadap partai politik dan calon untuk mengatur perilaku pertemuan, demonstrasi dan propaganda politik; terhadap pengamat pemilihan untuk menetapkan syarat dan batasan bagi perilaku pengamatan pemilihan;
terhadap media; dan terhadap penyelenggaraan pemilihan.
konsolidasi suara I adalah proses menggabungkan hasil pemilihan dari sejumlah tempat pemungutan suara.
konstituensi I adalah unit pemilu dari pengkonversian suara menjadi kursi, biasanya berdasarkan wilayah.
konstituensi I adalah unit geografis dari pengkonversian suara menjadi kursi.
konstituensi I adalah wilayah geografis yang dibagi untuk tujuan pemilu. Di masing-masing wilayah ini para pemilih diminta untuk memilih wakil mereka. Ada model satu konstituensi nasional (dalam wilayah nasional hanya ada satu konstituensi) atau model konstituensi majemuk (wilayah nasional dibagi menjadi sejumlah konstituensi). Berkaitan dengan kursi dalam setiap konstituensi, bisa jadi
konstituensi beranggota tunggal (setiap konstituensi memiliki satu kursi) dan konstituensi beranggota banyak (setiap konstituensi memiliki beberapa kursi).
konstituensi I adalah lembaga pemilih pada suatu wilayah tertentu yang memilih anggota perwakilan untuk lembaga legislatif.
undang-undang dasar I adalah seperangkat peraturan dasar yang mengatur pemerintahan suatu negara, mengatur hubungan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
pusat penghitungan I adalah tempat di mana suara dari beberapa tempat pemungutan suara dihitung. Pusat penghitungan ini bisa terdapat di daerah atau pusat.
keputusan I adalah suatu teks hukum dari badan eksekutif pemerintah. Dalam sistem hukum yang demokratis, suatu keputusan adalah dari kedudukan yang lebih rendah dari undang-undang yang akan diundangkan oleh DPR. Kadang-kadang,dalam keadaan-keadaan yang luar biasa, suatu keputusan dapat menyatakan dirinya sendiri lebih tinggi dari undang-undang lain, termasuk bahkan undang- undang dasar.
diberikan oleh calon, partai politik, dan orang serta kelompok lainnya yang terkait dalam pemilu. Laporan keuangan yang ditentukan oleh undang-undang ini dilaporkan kepada masyarakat, badan pelaksana pemilu, atau pihak berwenang pemilu lainnya.
distrik I lihat konstituensi.
pengamat pemilu dalam negeri I adalah kelompok individu,
penduduk, atau warga negara yang memantau dan mengamati proses pemilu di negara mereka sendiri (bedakan dengan pengamat pemilu internasional).
undang-undang pemilu I adalah ketentuan legislatif yang mengatur semua aspek dari proses pemilu.
pengamatan pemilu I adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan sengaja berkaitan dengan proses pemilu dan pengambilan keputusan tentang perilaku dari proses tersebut berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh orang-orang yang tidak berwenang untuk melakukan campur tangan dalam proses.
perselisihan pemilu (banding) I adalah setiap keluhan, pernyataan keberatan, perselisihan, tuntutan, pemanggilan dan persaingan yang berkaitan dengan proses pemilu.
tempat pemilu I adalah unit wilayah yang digunakan oleh satu tempat pemungutan suara.
badan pelaksana pemilu I adalah pihak berwenang yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilihan yang fungsinya meliputi pemeliharaan dan pembaharuan daftar pemilih; mendaftar pemilih, partai dan kandidat; menyelenggarakan proses pemilu; mengeluarkan pernyataan tentang hasil suara dan menyelesaikan perselisihan pemilu.
pemilih yang memenuhi syarat I adalah individu yang memenuhi semua persyaratan hukum dengan memberikan suara dalam pemilihan.
hak memberikan suara (franchise) I adalah hak untuk memberikan suara.
tempat pemungutan suara dan memberikan suara secara bersama- sama.
pengamat pemilu internasional I adalah kelompok yang memantau dan mengamati proses pemilu di suatu negara asing (bandingkan dengan pengamat pemilu dalam negeri).
suara tidak sah I adalah kertas suara yang oleh karena kesalahan yang tidak disengaja maupun disengaja sehingga tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan.
kerangka hukum I adalah struktur dari proses pemilu yang terdiri atas undang-undang dasar, undang-undang pemilu, peraturan tambahan, instruksi, arahan, dan kode etik.
pemungutan suara bergerak I adalah tempat pemberian suara pada berbagai lokasi yang ditentukan pada hari pemberian suara.
pusat pemberian suara I adalah tempat resmi dimana para pemilih dari distrik pemilu tertentu memberikan suaranya. Pusat pemberian suara mungkin terdiri atas sejumlah tempat pemberian suara.
pemberian suara melalui kuasa I adalah suatu prosedur di mana pemilih tidak dapat menghadiri tempat pemberian suara kemudian menunjuk orang lain untuk memberikan suara mewakili pemilih.
kuota I adalah ambang batas untuk memenangkan satu kursi dalam sistem perwakilan proporsional.
kuota I adalah sistem di mana suatu jumlah, perbandingan dari kursi atau jumlah, perbandingan dan/atau penempatan dari kandidat dicadangkan sebelumnya untuk kelompok khusus seperti kaum perempuan, kelompok minoritas, dll.
partai politik terdaftar I adalah partai politik yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang pemilu untuk ikut serta dalam pemilu.
distrik pemilu I lihat konstituensi.
hak memberikan suara (suffrage) I adalah hak untuk memberikan suara.
penghitungan pada suatu pemilihan.
ambang batas: 1. I adalah persentase minimal atau jumlah suara yang perlu untuk seorang calon atau sautu partai politik untuk
memenangkan satu kursi dan/atau untuk tujuan-tujuan lainnya yang telah ditetapkan; 2. tingkat minimum dukungan yang diperlukan partai untuk mendapatkan perwakilan atau pengembalian uang jaminan; biasanya dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan suara.