D. Suntingan Teks Hikayat Selindung Delima
3. Daftar Kata Sukar
sepanjang tepi sungai, kayunya putih rapuh, akarnya dicampur dengan pinang digunakan sebagai obat pencahar
15. bubutan Melayu : tali penegak tiang (perahu dll.) untuk mengukuhkan tegak tiang (perahu dll.)
No. Kata Bahasa Asal Arti dulang berkaki (dibuat dari kuningan, perak, dan sebagainya)
No. Kata Bahasa Asal Arti
birai=pagar rendah di tepi jembatan (tangga) atau di pinggir perahu
51. kadam Melayu : telapak kaki (ark) 52. kandil Melayu : lampu, pelita, kaki lilin
53. kapang Melayu : jenis kerang laut yang melubangi kayu atau papan yang terbenam di dalam air sehingga dapat merusak kulit kapal kayu atau perahu
54. keluk : bentuk yang bengkok seperti busur;
lengkung
55. kembu Melayu : bakul kecil tempat ikan
56. kemuncak Melayu : bagian daripada sesuatu yang letaknya di atas sekali atau yang tertinggi; puncak
No. Kata Bahasa Asal Arti
Melayu : menyentak dengan pantas; merenggut
72. menyesah Melayu : memukul dengan benda-benda yang
No. Kata Bahasa Asal Arti berkerawang yangg dipakai di dada atau di pinggang
No. Kata Bahasa Asal Arti 103. sida-sida Melayu : golongan pegawai tinggi
104. silan Arab : jalan penghidupan yang tentram,
112. temberang Melayu : tali-temali di perahu untuk memperteguh tiang
113. tempawan Melayu : pujian kepada wanita cantik
114. terajang Melayu : tendangan ke bawah, ke depan dan lain-lain dengan tapak kaki
115. teras Melayu : bagian kayu yang keras
No. Kata Bahasa Asal Arti
116. terendak Melayu : penutup kepala yang lebar tepinya, dibuat daripada anyaman buluh atau rotan
117. termasa Melayu : tamasya
118. terpermanai Melayu : tak terkira jumlahnya
119. tius : orang yang senang bersibuk-sibuk
sehingga tak mampu menjaga hubungan 120. tolok Melayu : bandingan, imbangan
121. unjuk Melayu : menghulurkan (tangan) ke atas, ke hadapan ataupun kepada; menganjurkan;
memberikan sesuatu dengan tangan terhulur
Ungkapan Arab yang Belum Diserap dalam KBBI
a. Ilāhul ‘ālamin : Tuhan seluruh alam
b. Subhānahu wa ta‘āla : Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi
186 E. Kritik Teks
Tabel 6 Lakuna
No. Hal/Baris Tertulis Latin Edisi Keterangan
1. 1/2
ثنك قلعت
Taklukkannya Ditaklukkannya Konteks kalimat: menunjukkan bahwa Bandan Pirus merupakan kerajaan yang besar, sehingga banyak negeri-negeri yang berhasil ditaklukkan olehnya.2. 12/1
وكڠنوا
Unungku Untungku Konteks kalimat: Sri Banian mengetahui dirinya hamil.3. 16/7
ڠديس
Sidung Selindung Kata tersebut diikuti oleh kata ‘delima’. Nama tokoh yang dibicarakan adalah Selindung Delima.4. 18/14
ركوبمم
Membokar Membongkar Kata tersebut diikuti oleh kata ‘sauh’.Konteks kalimat: Bang Segara hendak berlayar, sehingga ia harus membongkar sauh terlebih dahulu.
187 5. 19/2
نتاهيک
Kehatan Kelihatan Konteks kalimat: menceritakan tentang kondisilaut ketika Bang Segara tengah berlayar.
6. 20/6
اݢسڠب
Bang Sega Bang Segara Terjadi lakuna suku kata (ا ). Hal iniر
berdasarkan adanya tokoh bernama Bang Segara dalam naskah tersebut.
7. 22/6
يرتم
Meteri Menteri Terjadi lakuna huruf (ن
) pada kata tersebut.Yang dimaskudkan adalah kata ‘menteri’.
8. 22/11
تكعد
Dangkat Diangkat Konteks kalimat: nasi persantapan hendak dihidangkan untuk jamuan acara pawai.9. 25/7, 118/6
ڠليكرب
Berkeling Berkeliling Konteks kalimat: bagindah diarak tujuh kali mengelilingi negeri.10 29/6
وهاس
Sahu Sahut Konteks kalimat: putri bungsu menjawabperkataan Bang Segara tentang mimpinya.
11. 30/7
اكومم
Memuka Membuka Konteks kalimat: putri keenam meminta putri bungsu untuk membuka peti yang dibawa oleh Bang Segara.12. 34/11
لاب
Bole Boleh Kata ini terdapat dalam pantun yangdisampaikan oleh Selindung Delima. Bait
188 setelahnya mengulang kata yang sama, yakni berbunyi ‘bukur boleh di dalam perahu’.
13. 40/5
ملاموڧيراه
Hari pu malam Hari pun malamTerjadi lakuna huruf (
ن
) pada kata tersebut.Konteks kalimatnya adalah menunjukkan bahwa hari sudah malam.
14. 44/4
وهاپم
Menyahu Menyahut Konteks kalimat: Maharaja menjawabpertanyaan dari menteri.
15. 56/9
وبير
Ribu Ribut Konteks kalimat: ketika bagindah berlayar,terjadi badai (angin ribut) dan topan.
16.. 74/1
قياب
Baik Balik Konteks kalimat: Bang Segara mempersilakan Dewa Laksana dan Sri Banian untuk kembali ke istana.17. 78/2
نكڠڠم
Mengingkan Mengidangkan Konteks kalimat: dayang-dayangmenghidangkan nasi persantapan untuk bagindah dan tuan putri.
18. 90/9
وروت
Turu Turun Konteks kalimat: Sri Banian dan SelindungDelima hendak turun menyembah bagindah untuk pamit pulang ke Bandan Pirus.
189 19. 97/6
وريف
Bandan Piru Bandan Pirus Terjadi lakuna huruf (س
) pada kata tersebut.Dalam naskah terdapat nama kerajaan Bandan Pirus yang merupakan kerajaan asal Bang Segara.
20. 100/14
اتنا
Anta Antara Konteks kalimat: Rakyat dan hulubalangmemperkirakan waktu antara tiga hingga empat hari menunggu titah dari bagindah.
21. 121/3
قنس
Sanap Santap Konteks kalimat: setelah menyantap nasi,bagindah pun menyantap sirih.
190 Tabel 7
Adisi
No. Hal/Baris Tertulis Latin Edisi Keterangan
1. 4/7
يݢابلاف
Pelabagai Pelbagai Pelabagai tidak memiliki arti, sedangkan pelbagai berarti berbagai-bagai.2. 10/5
ثڠمبتد
Ditebamangnya Ditebangnya Konteks kalimat: Bang Segara membawa beliung untuk menebang kayu.3. 10/9
ثندندند
Dandandannya Dandanannya Konteks kalimat: Sri Banian memberikan contoh perahu lengkap dengan perlengkapan (dandanan).4. 13/2
ي اۑنا
Aninyaya Aniaya Konteks kalimat: Sri Banian meminta abangnya untuk selalu berhati-hati dengan situasi Bandan Pirus.5. 15/4
ڠويت
Tiaung Tiang Konteks kalimat: Bang Segara menurunkanperahu dan memasang tiang topang.
6. 19/13
نتاكڠا
Ingkatan Ingatan Konteks kalimat: Syah Bandar berusaha mengingat-ingat tentang Bang Segara.191 7. 20/1
اردنبهس
Syahbandara Syahbandar Kata Syahbandara tidak memiliki arti,sedangkan Syahbandar berarti pegawai negeri yang mengepalai urusan pelabuhan.
8. 28/14
يفمنم
Minmpi Mimpi Konteks kalimat: Bagindah bermimpi di tengah tidurnya. Di dalam mimpinya, istana rubuh dan menimpa putri keenam.9. 33/7
ي ۱ قبمت
Tumbukai Tumbuki Konteks kalimat: putri keenam menyiksa Selindung Delima dengan menumbuki arang lalu dilimurkan ke mukanya.10. 34/8
ہد
Dih Di Kata ini terdapat dalam sebuah baris yangmerupakan perulangan dari baris sebelumnya, yakni ‘Mati daku di seekor paksi’.
11. 36/7
ٲمٲم
Makmak Mamak Kata makmak tidak memiliki arti, sedangkan mamak berarti kata sapaan yang digunakan oleh raja kepada pegawai kerajaan yang tua.12. 44/6
ق ہدنت
Tunduhk Tunduk Konteks kalimat: menteri menghadap Bang Segara, ia pun tunduk menyembah.192 13. 45/5
ہت ﺌف
Fa’tih Fatih Kata ini merupakan bahasa Arab yang berartipenakluk. Dalam kata ‘fatih’ seharusnya tidak menggunakan huruf hamzah (
ٔ
).14. 54/12
نتوبتبب
Bubtbutan Bubutan Bubutan berarti tali penegak tiang (perahu dll) utk mengukuhkan tegak tiang (perahu dll).15. 85/13
ينوروس
Surunai Serunai Hurufو
yang terdapat setelah hurufس
mengakibatkan penambahakn vokal ‘u’.
Penulisan ‘serunai’ selain kata tersebut ditulis dengan
ينورس
16. 91/7
ڠبسوس
Susbang Subang Konteks kalimat: membicarakan tentangperhiasan. Subang berarti perhiasan cuping telinga wanita.
17. 111/5
ناسڠاويد
Dewangsana Dewangsa Terdapat tokoh yang bernama Raja Dewangsa 18. 114/9نك ثتروسد
Disurutnyakan Disurutkan Konteks kalimat: menceritakan tentang gegapgempitanya situasi kerajaan, sehingga bunyi-bunyian tidak dapat disurutkan/diredam.
193 20. 116/12
ارتنچرب
Bercintra Bercitra Terjadi penambahan huruf (ن
) pada katatersebut. ‘Bercintra’ tidak memiliki arti, sedangkan ‘bercitra’ berarti berupa atau bergambar.
21. 124/13
اڠيس
Sianga Siang Berdasarkan frekuensi kemunculan padanaskah, yakni sebanyak 25 kemunculan, kata
‘siang’ ditulis dengan
ڠيس.
194 Tabel 8
Substitusi
No. Hal/Baris Tertulis Latin Edisi Keterangan
1. 1 / 4
قد اݞم
Mengadak Mengadap Konteks kalimat: banyak raja yang tunduk kepada Bandan Pirus. Mereka menghadap siang dan malam.2. 9/2
ريليفرب
Berpilir Berpikir Konteks kalimat: Bang Segara merasa bingung ketika mencari alat perkakas yang bernama beliung.3. 10/4
ڠييلب
Beliing Beliung Konteks kalimat: membicarakan tentangperkakas dalam membuat perahu. Kata ‘beliung’
berarti perkakas tukang kayu, rupanya seperti kapak dengan mata melintang.
4. 10/7
ياکسارات
Teraskai Teraskan Teras berarti bagian kayu yang keras.Konteks kalimat: Bang Segara menebang kayu untuk membuat perahu.
5. 13/5
ہواس
Sauh Saut Konteks kalimat: Sri Banian menjawabpertanyaan dari Bang Segara.
195 6. 13/13
رتهس
Sahtera Bahtera Kata tersebut mengikuti kata ‘perahu’. Bahterasendiri juga memiliki arti perahu atau kapal 7. 14/7
ثڠڠلاݢف
Pegalangangnya Pegalangannya Galangan merupakan tempat untukmemperbaiki perahu.
8. 22/4
تيصعم
Maksid Maksud Terjadi substitusi huruf (و
) dengan huruf (ي
).Konteks kalimatnya adalah Bang Segara menanyakan maksud para petinggi istana datang menyembahnya.
9. 22/8, 84/12
يريقن
Nakiri Nafiri Konteks kalimat: membicarakan tentang alat yang dapat menghasilkan bunyi. Nakiri tidak memiliki arti, sedangkan nafiri merupakan serunai panjang.10 23/5
دعلارت
Terlangud Terlalu Konteks kalimat: menggambarkan bagaimana bunyi-bunyian dari berbagai macam permainan terdengar sangat ramai.11. 23/12
ایلماهلمڠي
Yang muliha-muliaYang mulia-mulia
Terjadi substitusi huruf (
ي
) dengan huruf (ﮬ
).Kata tersebut merupakan kata ulang, yaitu
‘Yang mulia-mulia’.
196 12. 24/8
راورف
Perawar Perawan Kata tersebut mengikuti kata ‘beti-beti’ yangberarti hamba raja yang terdiri dari beberapa perempuan.
13. 31/2
ہواپم
Menyauh Menyaut Konteks kalimat: putri keenam menjawab perkataan dari putri bungsu.14. 31/13
لودنس
Sundul Sundal Konteks kalimat: putri keenam menyebut Selindung Delima akan merebut Bang Segara.Sundal berarti perempuan yang buruk kelakuannya.
15. 32/15
ناراچوچرب
Bercucaran Bercucuran Konteks kalimat: putri bungsu menangis saat memohon kepada kakak-kakaknya agar tidak menyiksa Selindung Delima.16. 39/5
نتتلا
Alattan Alatnya Konteks kalimat: perahu berlayar membawa alat kelengkapan.17. 39/15
ۃوب
Buat Buah Kata tersebut diikuti oleh kata ‘hati’.Konteks kalimat: Bang Segara memohon kepada Sri Banian agar tidak meninggalkannya.
Ia menyebut Sri Banian dengan kata ‘buah hati’.
197 18. 41/9
ناهسل
Lasihan Kasihan Konteks kalimat: Bang Segara berpesan kepadaputri keenam agar tidak menyiksa Selindung Delima. Ia merasa sangat kasihan.
19. 45/7
اياهد
Dihaya Dibawa Konteks kalimat: menteri memerintahkansemua penggawa untuk menghiasi pakaian alat kerajaan dan membawanya masuk menghadap bagindah.
20. 46/5
يراتسڧ
Pestari Bestari Kata tersebut mengikuti kata ‘raja’. Bestari memberikan keterangan sifat dari raja. Bestari memiliki arti berpendidikan baik dan luas pengetahuannya serta berbudi pekerti baik.21. 54/8
نوڧاكس
Sekapun sirih Sekapur sirih Sekapur sirih berarti sekejap atau sebentar.Konteks kalimat: tidak lama Bang Segara berlayar, angin topan dan badai datang.
22. 56/9
نڠارڠ
Ngerangan Gerangan Konteks kalimat: Bang Segara bertanya kepada mualim tentang daerah yang tengah mereka tempati, sebab topan datang tiada berhenti.198 23. 73/4
وديت
Tidu Tidak Terjadi pergantian huruf (ق
) dengan huruf (و
).Hal ini berdasarkan konteks kalimat yaitu Sri Banian mengasihani Selindung Delima atas kondisinya yang tidak bersela.
24. 79/2
ركيبرب
Berbikir Berpikir Konteks kalimat: putri keenam merasa cemas dan memikirkan hukuman yang akan didapatnya dari Bang Segara.26. 79/3
ياپنا
Aninyaya Aniaya Konteks kalimat: putri keenam khawatir dirinya akan dihukum sebagai balasan bahwa ia telah menganiaya Selindung Delima.27. 95/15
موبلڠم
Manglubumi Mangkubumi Mangkubumi berarti perdana menteri atau bendahara.28. 104/13
نلاحرب
Berhalan Berjalan Konteks kalimat: Dewa Laksana mempersilakan Bang Segara untuk menuju istana. Lalu Bang Segara pamit berjalan menuju istana.29. 111/3
نڠاچ
Cangan Tangan Kata tersebut mengikuti kata ‘berjabat-jabat’.30. 112/15
ينمس
Samni Sampai Konteks kalimat: Raja Dewangsa mohon undur diri dari hadapan Bang Segara. Setelah tiba di199 tempat, ia mengutus hulubalang untuk menghimpunkan seluruh rakyat.
31. 115/8
ہوبمم
Membuah Membuat Konteks kalimat: Raja memerintahMangkubumi dan menteri hulubalang membuat perarakan.
32. 115/12, 115/14, 117/4
ايرتچ
Citraya Citranya Terjadi substitusi huruf (ۑ
) dengan huruf (ي
).Hal ini berdasarkan konteks kalimat yang menunjukkan citra dari pernikahan Putri Angsana.
33. 115/15
ڽناتوح
Hawatannya Jawatannya Konteks kalimat: penggawa diceritakan melaksanakan tugas sesuai dengan pangkatnya masing-masing.34. 116/10
مور
Ruma Warna Konteks kalimat: Putri Angsana mengenakan cincin permata yang berlain warna.35. 124/13
ہلتبسري
Yersebutlah Tersebutlah Terjadi pergantian huruf ‘ت
’ dengan huruf ‘ي
’200 Tabel 9
Ditografi
No. Hal/Baris Tertulis Latin Edisi Keterangan
1. 7/4 & 5
تيك تيك
Kita kita Kita Terdapat penulisan ganda pada kata ‘kita’.2. 26/6
نيكمددڠي
Yang dedemikian Yang demikianTerdapat penulisan ganda pada suku kata ‘de’.
3. 50/15,
51/1
ملادك ملادك
Ke dalam ke dalamKe dalam Terdapat penulisan ganda pada frasa ‘ke dalam’.
4. 53/13-14
قيان قيان
Naik naik Naik Terdapat penulisan ganda pada kata ‘naik’.5. 55/4
ہنرڧ كتاڧ ہنرڧ كتاڧ
Pernah patik pernah patik
Pernah patik Terdapat penulisan ganda pada frasa ‘pernah patik’.
6. 70/3, 85/15 – 86/1
ناد ناد
Dan dan Dan Terdapat penulisan ganda pada kata ‘dan’.7. 100/8
يراه يراه
Hari hari Hari Terdapat penulisan ganda pada kata ‘hari’.8. 108/5 & 6
دفك دفك
Kepada kepada Kepada Terdapat penulisan ganda pada kata ‘kepada’.201 9. 112/1
ہدنكك ہدنكك
Kakandah kakandah
Kakandah Terdapat penulisan ganda pada kata ‘kakandah’.
10. 128/15
ہلتس ہلتس
Setelah setelah Setelah Terdapat penulisan ganda pada kata ‘setelah’.202 Tabel 10
Transposisi
No. Hal/Baris Tertulis Latin Edisi Keterangan
1. 18/15, 41/14, 41/14
وهاس
Sahu Sauh Konteks kalimat: Bang Segara hendak berlayar, sehingga perlu membongkar sauh. Terjadi transposisi huruf (و
) dengan huruf (ﮬ
).2. 23/15
تخلص
Selekat Sekelat Suf berarti pakaian dari bulu domba. Kata suf biasa diikuti dengan ‘sekelat ainul banat’. Terjadi transposisi huruf (ل
) dengan huruf (ق
).3. 116/10
مور
Ruma Warna Konteks kalimat: Putri Angsana mengenakancincin permata yang berlain warna. Terjadi transposisi huruf (
ر
) dengan huruf (و
).203
Syair Jaran Tamasa Edisi Keterangan
Teks Frek Latin Teks Latin
1.
يركن
86 Nekeriيركن
NekeriNegeri
Kata ‘negeri’ dipilih berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi. disembunyikan di dalam peti ketika burung garuda menyerang Bandan Pirus.
انينب
61 Banina - -نينب
32 Banian - -3.
نڠارك
4 Kerangan - -Gerangan
Kata ‘gerangan’ dipilih berdasarkan banyaknya frekuensi kemunculan dan penulisan dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi.
نڠارڬ
5 Gerangan - -204
Kata ‘gempita’ dipilih berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi
تيفمڬ
2 Gempita - -6.
هوكڠس
5 Sungkuh - -Sungguh
Kata ‘sungguh’ dipilih berdasarkan frekuensi kemunculan pada naskah dan penulisan naskah saksi.
هوڬڠس
6 Sungguhهوڬڠس
Sungguh7.
ارڬس
34 Segeraارڬس
SegeraSegera
Kata ‘segera’ dipilih berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi.
اركس
9 Sekeraاركس
Sekeraاراڬس
1 Segara - -8.
ڠوداڬ
5 Gedung - -Gedung
Kata ‘gedung’ dipilih berdasarkan frekuensi kemunculan pada naskah.
ڠداڬ
2 Gedung - -ڠداك
1 Kedung - -205
9.
٢ يكلا
6 Laki-Laki - -Laki-laki
Kata ‘laki-laki’ dipilih berdasarkan frekuensi kemunculan pada naskah dan berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan
Kata ‘linggi’ dipilih berdasarkan arti yang terkandung. ‘Linggi’ bermakna kayu melengkung pada haluan dan buritan perahu. Hal ini sesuai dengan konteks kalimat yang membicarakan tentang pembuatan perahu.
يڬڠل
1 Linggi - -12.
هجاڬ
12 Gajahهجاڬ
Gajah Gajah Kata ‘gajah’ dipilih berdasarkan frekuensi kemunculan dalam naskah dan berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi.هجاك
9 Kajahهجاك
Kajah13.
يتب
1 Beti - - Beti206
تيب
2 Beta - - Kata ‘beti’ dipilih berdasarkan kontekskalimat yang membicarakan tentang orang yang menemani mempelai wanita dalam sebuah pernikahan. ‘Beti’ berarti hamba perempuan di istana.
14.
يلوڬ
4 Gulai - - Gulai Kata ‘gulai’ dipilih berdasarkanmaknanya yang sesuai dengan konteks kalimat dan berdasarkan frekuensi kemunculan dalam naskah. Gulai berarti sayur berkuah santan diberi kunyit serta bumbu khusus (biasanya dicampur dengan daging ikan, daging kambing, daging sapi, dsb.) (KBBI V Luring)
يلوك
1 Kulai - -15.
ݢيت
14 Tiga - -Tiga
Kata ‘tiga’ dipilih berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi.
کيت
20 Tikaکيت
Tika16.
وچوݢ
3 Goco - -Gocoh
Kata ‘gocoh’ dipilih berdasarkan arti kata, yaitu tumbuk, tinju. Konteks kalimat:
هچوݢ
1 Gocoh - -هچوک
3 Kocoh - -207 putri keenam menyiksa Selindung Delima.
17.
یݢرف
71 Pergi - -Pergi
Kata ‘pergi’ dipilih berdasarkan frekuensi kemunculan dalam naskah dan berdasarkan penulisan dalam Daftar Ejaan tulisan yang berbeda. Dalam Daftar Ejaan Rumi-Jawi, kata ‘peterana’ ditulis (نارتف)
Penulisan kata ‘bawah’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘bawa’ dan
‘bawah’. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih menggunakan bahasa lisan. Konsonan ‘h’ yang terdapat
هواب
41 Bawahهواب
Bawah208 di belakang kata biasanya hilang. Pada suntingan, kata tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.
21.
اوب
2 Bua - - (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘buah’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘bua’ dan
‘buah’. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih menggunakan bahasa lisan. Suara fonem ‘h’ yang terdapat di akhir kata biasanya hilang.
Pada suntingan, kata tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.
هوب
28 Buah - -22.
ادرݢ
10 Garuda - - (ditulis apaadanya)
Kata ‘garuda’ ditulis dengan dua macam penulisan, yaitu ‘garuda’ dan ‘garudah’.
Hal ini juga menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih mencerminkan tradisi lisan. Kata yang berakhir dengan huruf vokal biasanya ditambah dengan konsonan ‘h’. Pada suntingan, kata
هدرݢ
20 Garudah - -209 tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.
23.
سکاکف
6 Pekakas - - (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘perkakas’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘pekakas’
dan ‘perkakas’. Penghilangan huruf ‘r’
pada tengah kata lazim terjadi dalam bahasa naskah klasik. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi transisi penggunaan kata tersebut. Di suntingan, keduanya ditulis sesuai dengan yang tertulis pada naskah, dengan maksud mempertahankan bahasa khas dalam naskah.
سکاکرف
2 Perkakas - -24.
يبل
3 Lebi - - (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘lebih’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘lebi’ dan
‘lebih’. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih menggunakan bahasa lisan. Konsonan ‘h’ yang terdapat di belakang kata biasanya hilang. Pada
هبل
4 Lebih - -210 suntingan, kata tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.
25.
ادوس
8 Suda - - (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘sudah’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘suda’ dan
‘sudah’. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih menggunakan bahasa lisan. Suara fonem ‘h’ yang terdapat di akhir kata biasanya hilang.
Pada suntingan, kata tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.
هدوس
189 Sudah - -26.
لاب
1 Bela - - (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘belah’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘bela’ dan
‘belah’. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih menggunakan bahasa lisan. Suara fonem ‘h’ yang terdapat di akhir kata biasanya hilang.
Pada suntingan, kata tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.
هلب
1 Belahهلب
Belah211
27.
لوف
12 Pulaلوف
Pula (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘pula’ dalam naskah ini ada 3 macam, yakni dengan ‘pula’, ‘pulah’, dan ‘pulaq’. Dalam naskah saksi, kata tersebut ditulis dengan dua macam. Hal ini menunjukkan bahwa ada ciri khas bahasa naskah. Di suntingan, kata tersebut ditulis sesuai dengan yang tertulis pada naskah dengan tujuan mempertahankan ciri khas bahasa tersebut.
هلوف
1 Pulah - -قلوف
29 Pulaqقلوف
Pulaq28.
وروپم
1 Menyuru - - (ditulis apaadanya)
Penulisan kata ‘menyuruh’ dalam naskah ini ada 2 macam, yakni dengan ‘menyuru’
dan ‘menyuruh’. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa naskah yang masih menggunakan bahasa lisan. Suara fonem
‘h’ yang terdapat di akhir kata biasanya hilang. Pada suntingan, kata tersebut diedisikan sesuai dengan yang tertulis pada naskah.