Saran
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan oleh atlet dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan faktor yang mempengaruhi status dehidrasi latihan supaya dapat membuat strategi hidrasi dan rehidrasi yang tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing atlet. Berdasarkan hasil penelitian atlet disarankan untuk mengonsumsi 2-3 teguk cairan atau setengah gelas secara rutin setiap 10 menit selama latihan untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. setelah pertandingan disarankan 2-3 gelas dan bertahap sampai interval 2 jam. Untuk latihan intensitas sedang sampai tinggi lebih dari 45 menit kombinasi antara air putih, minuman olahraga, jus buah encer bisa menjadi alternatif. Pada saat latihan, atlet disarankan juga untuk menghindari minuman diuretik seperti kopi, teh, dan minuman bersoda yang dapat memivu pengeluran urin lebih banyak dan lebih sering.
DAFTAR PUSTAKA
[AFIC] Asian Food Information Centre. 1999. Singapore drinking habits survey. http//www. AFIC.org [25 November 2012].
26
Dhamayanti M. 2009. Overview adolescent health problems and services. http://www.idai.or.id [21 Maret 2013].
Didinkaem. 2006. “Berapa banyak harus minum setiap harinya”. http://www.halalguide.info [18 Agustus 2013].
Fauji M. 2011. Aktivitas fisik dan kaitannya dengan kebutuhan dan tingkat konsumsi cairan pada remaja dan dewasa [skripsi]. Bogor. Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Gavin M. 2006. Recognizing dehydration in children. http://www.nlm.nih.go. [18 Agustus 2013].
Gustam. 2012. Faktor resiko dehidrasi pada remaja dan dewasa [skripsi]. Bogor. Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Hardinsyah, Soenaryo ES, Briawan D, Damayanthi E, Dwiriani CM, Effendi YH, Dewi M, Aries M. 2009. Studi Kebiasaan Minum & Status Hidrasi pada Remaja dan Dewasa di Dua Wilayah Ekologi yang Berbeda. Bogor: Perhimpunan Peminat Gizi & Pangan Indonesia (PERGIZI PANGAN INDONESIA), Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB. , Sriardiningsih, Razaktaha, Briawan D, Effendi YH, Aries M, Lestari
KS, Nindya TS, Hidri N, dan Fatimah S. 2010. Kebiasaan Minum dan Status Hidrasi pada Remaja dan Dewasa di Dua Wilayah Ekologi Berbeda. Tim THIRST (The Indonesian Regional Hydration Study). FEMA IPB, FKM UNAIR dan FKM UNHAS.
[HPB] Health Promotion Board Singapore Government. 2009. Energy and nutrient composition of foods. http://www.hpb.gov.sg/hpb/ere/ere070101.asp [25 November 2012].
[IOM] Institute of Medicine. 2002. Di dalam: Mahan K. dan Escott-Stump. 2004. Food, Nutrition, and Diet Therapy. USA: WB Saunders Company.
Irawan MA. 2007. Cairan tubuh, elektrolit, dan mineral. Polton Sport Science and Performance Lab. 01(01):1-4.
. 2007. Konsumsi cairan dan olahraga. Polton Sport Science and Performance Lab. 01(02):1-6.
Irianto DP. 2006. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: CV Andi Offset.
[KEMENKES RI] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia]. 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0. 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.
Kraemer WJ, Fleck SJ, Deschenes MR. 2012. Exercise physiology : integrating [NATA] National Athletich Trainer’s Association. 2000. Fluid replacement for
athletes. http://www.journalofathletictraining.org [1 September 2013]
Omran AR, Al-Hafez G. 2001. Health Education for Adolescent Boys. Istanbul: WHO Library Cataloguing in Publication Data.
Pivarnik JM, Leeds EM, Wilkerson JE, 1984. Effects of endurance exercise on metabolic water production and plasma volume. Journal of Applied Physiology 56:613-618.
Popkin M, D’Anci KE, Rosenberg IH. 2010. Water, hydartion and health. Nutr Rev 68(8) : 439-458.
Riyadi H. 2003. Diktat Penilaian Status Gizi secara Antropometri. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
27 Supariasa, Bakri B, Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
[USDA] United State Department of Agriculture. 2011. National nutrient database for standard reference. http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcamp/search [25 November 2012].
Verdu JM, Navarrete GR. 2009. Physiology of Hydration and Water Nutrition. Spanyol: Published in partnership with coca cola Espana.
Weatherwax-Fall. 2008. Komposisi tubuh dan efeknya pada spektrum performa olahraga. Nsca’s performance training journal. http://nsca-lift.org [12 Januari 2013]
Whitney E, Rolfes SR. 2008. Understanding Nutrition, Eleventh Edition. USA : Thomson Wadsworth Corp.
[WHO] World Health Organization. 2007. WHO Antroplus for personal computers manual. http://www.who.int/ [25 November 2012]
. 2011. Adolescent. http://www.who.int/ [18 Agustus 2013].
[WHO/FAO] World Health Organization/Food and Agriculture Organization. 2001. Joint WHO/FAO Expert Consultation on Diet, Nutrition, and Prevention of Chronic Diseases. Draft 28 March 2002. Geneva. http://www.who.int/world-health-day/q_and_a.en.shtmL [25 September 2010].
28
LAMPIRAN
Lampiran 1 Jumlah energi yang dikeluarkan untuk tiap jenis aktivitas per satuan waktu tertentu (Physical Activity Rate)
Aktivitas Laki-laki Perempuan Rata-rata PAR Kisaran PAR Rata-rata PAR Kisaran PAR Aktivitas pribadi Tidur Duduk Berdiri Berpakaian Mandi
Makan dan minum
1.0 1.2 1.4 2.4 2.3 1.4 1.6-3.3 1.0 1.2 1.5 3.3 1.6 Kegiatan transportasi Berjalan lambat Berjalan cepat Duduk di bis/kereta
Mengendarai sepeda motor Mengendarai mobil/truk 2.8 3.8 1.2 2.7 2.0 2.6-3.0 2.4-3.0 3.6 Membersihkan rumah
Pekerjaan rumah (tidak spesifik) Merapikan tempat tidur
Mengepel Menyapu 2.8 3.4 4.4 2.3 2.5-3.0 3.4-6.5 2.0-2.5 Pencucian Mencuci pakaian Menjemur Menyetrika 3.5 2.8 4.4 1.7 2.6-3.0 4.3-4.6 Pekerjaan kantor Merapikan berkas Membaca Duduk Berdiri/berjalan sekitar Mengetik Menulis 1.3 1.3 1.3 1.6 1.8 1.4 1.5 1.5 1.8 1.4 Aktivitas olahraga Sepakbola Berlari jarak jauh Berlari sprint Berenang 8.0 6.34 8.21 9 7.5-8.5 8.5-9.4 6.55 8.28 Aktivitas rekreasi Mendengarkan radio/music Bermain kartu Bermain piano Membaca Menonton TV 1.57 1.5 2.25 1.22 1.64 1.45-1.9 1.4-1.8 1.43 1.75 1.25 1.72
29
Lampiran 2. Perhitungan kebutuhan energi (Kal) menurut usia, jenis kelamin dan status gizi
Rumus Perhitungan Kebutuhan Energi Kebutuhan energi (Kal)
Laki-laki 9-18 tahun dengan status gizi normal EER + 10%TEE EER = TEE + energi cadangan
EER = 88.5 – (61.9xU) + PA x (26.7xBB+ 903xTB) + 25 Kal Keterangan:
PA = 1.0 untuk 1.0 ≤ PAL < 1.4 (sangat ringan) PA = 1.13 untuk 1.4 ≤ PAL < 1.6 (ringan) PA = 1.26 untuk 1.6 ≤ PAL < 1.9 (aktif) PA = 1.42 untuk 1.9 ≤ PAL < 2.5 (sangat aktif)
Laki-laki 10-18 tahun dengan status gizi gemuk EER + 10%TEE EER = TEE
EER = 114 – (50.9xU) + PA x (19.5xBB+ 1161.4xTB) Keterangan:
PA = 1.0 untuk 1.0 ≤ PAL < 1.4 (sangat ringan) PA = 1.12 untuk 1.4 ≤ PAL < 1.6 (ringan) PA = 1.24 untuk 1.6 ≤ PAL < 1.9 (aktif) PA = 1.45 untuk 1.9 ≤ PAL < 2.5 (sangat aktif)
Perempuan 10-18 tahun dengan status gizi normal EER + 10%TEE EER = TEE + energi cadangan
EER = 135.3 – (30.8xU) + PA x (10xBB + 934xTB) + 25 Kal Keterangan:
PA = 1.0 untuk 1.0 ≤ PAL < 1.4 (sangat ringan) PA = 1.16 untuk 1.4 ≤ PAL < 1.6 (ringan) PA = 1.31 untuk 1.6 ≤ PAL < 1.9 (aktif)
PA = 1.56 untuk 1.9 ≤ PAL < 2.5 (sangat aktif) Perempuan 10-18 tahun dengan status gizi gemuk
EER = TEE
EER = 389 – (41.2xU) + PA x (15xBB+ 701.6xTB) Keterangan:
PA = 1.0 untuk 1.0 ≤ PAL < 1.4 (sangat ringan) PA = 1.18 untuk 1.4 ≤ PAL < 1.6 (ringan) PA = 1.35 untuk 1.6 ≤ PAL < 1.9 (aktif) PA = 1.60 untuk 1.9 ≤ PAL < 2.5 (sangat aktif)
30
Lampiran 3 Kuesioner penelitian
Kode :