Aisyah, Z & Satyabakti, P. (2013). Surveilans Infeksi Daerah Operasi (IDO) menurut Komponen Surveilans di Rumah Sakit X Surabaya tahun 2012. Departemen Epidemiologi Fakulatas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya Jawa Timur. Jurnal berkala epidemilogi, Vol 1 , no. 2 September 2013: 254-265.
Al-assaf, A.F.(2009). Mutu Pelayanan Kesehatan Perspektif Internasional. Jakarta: EGC.
Amin, L.Z (2014). Pemilihan antibioik yang raisional. Vol 27 di akses pada 18
Agustus 2016 pada
http://cme.medicinus.co/file.php/1/MEDICAL_REVIEW_Pemilihan_Ant ibiotik_yang_Rasional.pdf
Anonim. Asesmen manajemen risiko berbasis ISO 31000: 2009. Di akses tanggal 25 Januari 2015 pada http://latarmarif.weblog.esaunggul.ac.id/wp- content/uploads/sites/1079/2015/04/Manajemen-Resiko-ISO-3001- 2009.pdf
ASHP Commission on Therapeutics.(2013). ASHP clinical practice guidelines for antimicrobial prophylaxis in surgery. ClinPharm. Di akses 19 Agustus 2016 pada https://www.idsociety.org/uploadedFiles/IDSA/Guidelines- Patient_Care/PDF_Library/2013%20Surgical%20Prophylaxis%20ASHP,
%20IDSA,%20SHEA,%20SIS%281%29.pdf
Astuti, Murwani E. (2010). Identifikasi dan Implementasi Manajemen Risiko di Rumah Sakit Umum Banyumas. Tesis. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. Hal. 25
Brannigan E, Murray E, Holmes A.(2009). Where does infection control fit into a hospital management structure?. J Hosp Infect 73(4):392e6.
Chen, Fa’asino, Fujita, dkk. (2009). Risk Assessment on TB Transmission in Health Center Settigs of Marikina and Paranaque Cities, Philippines. J. Natl. Nst. Pulic Health, 58(1). Di akses tanggal 12 April 2016 pada https://www.niph.go.jp/journal/data/58-1/200958010010.pdf
Cresswell. (1994). Research Desain : Qualitaif & Quantitative Approch. California : Saga.
Darmadi. (2008). Infeksi Nosokomial : Problematika dan pengendaliannya. Jakarta : Penerbit Salemba Medika.
Departemen Kesehatan RI. (2007). Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah sakit dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya.
Ernawati, E., Tri. A.R., Wiyanto. S. (2014).Penerapan Hand hygiene Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Diakses 1
Agustus 2016 pada
Http://kb.ub.ac.id___/idex.php___/jkb/artcle/_view.file/523/409.
Guo, Li. (2015). Implementation of a risk management plan in a hospital operating room. International journal of nursing science 2 (348-354). Diakses tanggal 29 Agustus 2016 pada
http://ac.els-cdn.com/S2352013215000940/1-s2.0-S2352013215000940- main.pdf?_tid=14517a56-6d1a-11e6-a787-
00000aab0f6b&acdnat=1472387125_eb6524a7bd351e0babd5a938e967b706 Health Protection Agency. (2012). Surveillance of surgical site infections in NHS
hospitals in England, 2011/2012. London: Health Protection Agency,. Diakses tanggal 30 Agustus 2016 Pada : www.hpa.org.uk
Herdiansyah, H. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif : Untuk Ilmu-Ilmu Social. Salemba Huamnika : Jakarta.
Hanafi, M. (2006). Manajemen Risiko : edisi pertama. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
JCI (Joint Commission International). (2015). Hospital National Patient Safety Goals. the Joint Commission International acreditation Hospital. Di akses
20 Januari 2016 pada
http://www.jointcommission.org/assets/1/6/2015_hap_npsg_er.pdf
Jonker. J, Pennik. J.W, Wahyuni, S. (2011). Metodologi Penelitian : Panduan
untuk master dan Ph.D. di bidang Manajemen. Salemba Empat : Jakarta.
Kadi, A.A and Salati, S.A.(2012). Hand Hygiene Practices among Medical
Students. Di akses 25 Januari 2016
http://www.bmj.com/search/Hand%20Hygiene%20Practices%20among
%20Medical%20Students?page=6
Kementerian Kesehatan. (2010). Petunjuk Praktis Surveilans Infeksi Rumah Sakit. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan R.I, (2011). Standar akreditasi rumah sakit. Jakarta : Kementerian Kesehatan R.I
Kumalasari, N. (2015). Efektivitas Simulasi dalam Meningkatkan Kepatuhan Hand Hygiene Perawat (Studi Kasus di RS PKU Muhammadiyah Unit II Gamping Yogyakarta). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses pada 30 Agustus 2016 pada http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t68972.pdf
Lardo S., Prasetyo B., Purwaamidjaja D.B. (2016). Infection Control Risk Assessement (ICRA). CDK-238 Vol 43 no. 3 th 2016. Diakses tanggal 4 Maret 2016 pada http://www.kalbemed.com/Portals/6/19_238Analisis- Infection%20Control%20Risk%20Assessment-ICRA.pdf
Lowman, W. (2016). Active surveillance of hospital-acquired infections in
South Africa: Implementation, impact and challenges. SAMJ research vol.106, No. 5. Diakses tanggal 31 agustus 2016, pada http://www.samj.org.za/index.php/samj/article/view/10783/7312
Masloman A., Kandou G.D, Tilaar Ch. R. (2015). Analisis Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Kamar Operasi RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano. JIKMU Vol 5 no. 2 April 2015. Di akses tanggal 13
Januari 2016 pada
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jikmu/article/download/7440/6984
Mathur, P. (2011). Hand hygiene: Back to the basics of infection control. Indian Journal Medical Research. 2011 Nov; 134(5): 611–620. Di akses 7 Agustus 2016 pada
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3249958/?report=classic Mawalla, brian dkk. (2011). Predictors of surgical site unfections among patients
undergoing major surgery at Bugando Medical Centre in Northwestern Tanzania. BMC Surgery 11:21.
Moleong, Lexy. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Reemaja Rosdakarya. Hal 4-10
Mustariningrum, D.L., Koeswo, M., Ahsan. (2015). Kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian Infeksi di Rumah Sakit : peran pelatihan, motivasi kerja dan Supervisi. Universitas Brawijaya Malang. Diakses
tanggal 30 Agustus 2016 pada
http://jurnaljam.ub.ac.id/index.php/jam/article/viewFile/814/763
Molina, V.F. 2012. Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumkital Dr. Mintohardjo Jakarta Tahun 2012. Tesis Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Universitas Indonesia.
National Health and Medical Research Council. (2010). Australian Guidelines for the Prevention and Control of Infection in Health care, HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTION RISK MANAGEMENT AND PATIENT SAFETY STANDARDS : Categorised guidance on recommended practice and legal and professional standards in Infection Control. Australian goverment. NHMRC—ICG Project Team, Canberra. Diakses pada 5
http://www.nhmrc.gov.au/_files_nhmrc/publications/attachments/cd33_inf ection_control_healthcare.pdf
National Health and Medical Research Council (2010). Australian Guidelines for the Prevention and Control of Infection in Health care, Part A : basic of infection prevention and Control. Australian goverment. NHMRC—ICG Project Team, Canberra. Di akses 18 Februari 2016
Neuman, W. L.(2013). Metode Penelitian Sosial : Pendekatan Kualiatif dan Kuantiatif Edisi 7. Jakarta : PT Indeks. Hal. 27-298, 562-568
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hal.201
Nurkusuma, D.D. (2009). Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian Methicillin- Resistant Straphylococcuss aureus (MRSA) pada kasus infeksi luka pasca operasi di ruang perawatan bedah Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang. Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Biomedik. Tesis terpublikasi.
Diakses tanggal 31 Agustus 2016 pada
https://core.ac.uk/download/files/379/11728168.pdf
Nursalam (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika. Hal. 174
Potter, P.A & Perry, A.G. (2010). Fundamental keperawatan (Edisi 7, Buku 2). (Nggie, A.F, & Albar, M. Penerjemah (Eds.)). Jakarta : Salemba Medika. (Buku asli diterbitkan 2009). Hal.363-365
Premier Safety Institute. Infection Control Risk Assessement (ICRA). Diakses
tanggal 11 Februari 2016 pada
http://www.premiersafetyinstitute.org/safety-topics-az/building- design/infection-control-risk-assessment-icra/
Public Health England. (2014) Surveillance of surgical site infections in NHS hospitals in England, 2013/14. London: Public Health England. Diakses tanggal 31 Agustus 2016 pada www.gov.uk/phe
Sabarguna, Boy. S. (2008). Manajemen Risiko Klinis untuk Rumah Sakit. Jakarta: CV Sagung Seto. Hal 20
Siahaan, Hinsa. (2009). Manajemen Risiko Bisnis. Jakarta : Elex Prindo. Hal 19- 40
Sugiyono. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan : Pendekatan kuantitatif dan Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabet. Hal. 300
Usman, H. (2006). Manajemen Teori, Praktik, Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Weston, Debbie . (2013). Fundamentals of Infection Prevention and Control: Theory and Practice 2nd Edition. Wiley-Blackwell. Hal. 6
World Health Organization. (2014). Antibiotik resistence : synthesis of recommendetion by expert policy group Allince for Prudent Use of antibiotic.
World Health Organization, (2002). Prevention of Hospital-Acquired Infection A Practical Guide 2nd edition: Department of Communicable Disease. Surveilance and Response.
World Health Organization (WHO). (2011). HAIs Surveilance. Di akses tanggal 23 Januari 2016 pada http://www.who.int/bulletin/volumes/89/10/11-088179/en/ Zhang, X dan Wang, C. (2014). Infection Prevention And Control Measures of
Risk Assessment in Hemodialysis Patients in Hospital. Journal of
Chemical and Pharmaceutical Research 6(7):2646-2649. Diakses pada 23 Januari 2016 pada http://jocpr.com/vol6-iss7-2014/JCPR-2014-6-7-2646- 2649.pdf
ANALISIS INFECTION CONTROL RISK ASSESMENT DAN STRATEGI PENURUNAN HEALTH-CARE ASSOCIATED INFECTIONS DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA
TESIS
Diajukan Guna Memenuhi Sebagaian Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Starata 2
Program Studi Manajemen Rumah Sakit
NURMALITA SARI 20141030098