Aprianti, D., 2011, Analisis Pengaruh Tingkat Volume Lalu Lintas Kendaraan di Pintu Tol Terhadap Tingkat Konsentrasi Total Suspended Particulate (TSP), dan Pengukuran Konsentrasi Timbal di Udara Ambien ( Studi Kasus : Pintu Tol Cililitan 2, Bulan Januari-Februari 2011), Skripsi Fakultas Teknik Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia, Depok.
Assabraini, Sugianto, Ryied Syech. 2013. Konsentrasi Particulate Matter dan Faktor Yang Mempengaruhi Keadaan Udara di Kota Madya Pekanbaru Menggunakan Ambient Dust Analyzer. Jurnal Universitas Riau.
Bradford T. and Cook M.N. 1997. Inductively Coupled Plasma (ICP). Diakses di http://www.cee.vt.edu/ewr/environmental/teach/smprimer/icp/icp.html (12 Maret 2018).
Budiyono. 2001. Pencemaran Udara : Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan.
Berita Dirgantara : Volume 2 Nomor 1.
Chakraborty, Abhisek, Tarun Gupta. 2010. Chemical Characterization and Source Apportionment of Submicron (PM1) Aerosol in kanpur Region, India. Aerosol and Air Quality Research Journal.
Cahyadi, Wiji, Basir Achmad, Eko Suhartono, Fakhrur Razie. 2016. Pengaruh Faktor Meteorologis Dan Konsentrasi Partikulat (PM10) Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) (Studi Kasus Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru Tahun 2014-2015). EnviroScienteae : Volume 12 Nomor 3.
Cooper CD, Alley FC. 1994. Air Pollution Control a Design Approach. 2nd edition.
Illionis : Waveland Press Inc.
Ediputri, Vinda Agita, Pertiwi Andarani, Irawan Wisnu Wardhana. 2017. Analisis Risiko Logam Berat (Pb dan Cu) Dalam Total Suspended Particulate (TSP) Terhadap Kesehatan Siswa dan Guru di Sekolah Dasar (Studi Kasus: SDN Pandean Lamper 01 dan SDN Srondol Wetan 03).
Eka, D., S., 2009. Hubungan Antara Paparan Debu Dengan Kejadiaan ISPA. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. Depok.
Uede, K., and F. Furukawa. 2013. Skin Manifestations in Acute Arsenic Poisoning From The Wakayama Curry-Poisoning Incident. Br.J.Dermatol Volume 149 Nomor 4.
Enrinaldi. 2010. Logam-Logam Berat Pencemar Lingkungan dan Efek Terhadap Manusia. Jurnal Kesehatan Masyarakat : Volume 4 Nomor 1.
Erhaneli, Oki Irawan. 2015. Prediksi Perkembangan Beban Listrik Sektor Rumah Tangga di Kabupaten Sijunjung Tahun 2013-2022 dengan Simulasi SPSS. Jurnal Momentum : Volume 17 Nomor 2.
Goembira, Fajar. 2016. Analisis Konsentrasi Dan Komposisi Partikulat (TSP, PM10, dan PM2,5) di Udara Ambien Kampus Universitas Andalas Limau Manis dan Sekitarnya. Artikel Ilmiah Dosen Muda Fakultas Teknik Universitas Andalas, Padang.
Gusnita, Dessy. 2012. Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) di Udara dan Upaya Penghapusan Bensin Bertimbal. Berita Dirgantara : Volume 13 Nomor 3.
Hadi, M.Choirul. 2013. Bahaya Merkuri di Lingkungan Kita. Jurnal Skala Husada : Volume 10 Nomor 2.
Iramawati, Chandra. 2017. Analisis Pengaruh Aspek Meteorologi (Kecepatan Angin, Kelembaban Dan Suhu Udara) Terhadap Konsentrasi SO2 Ambien Dan Pemetaan SO2 Ambien Di Sekitar Kawasan Industri Medan. Tugas Akhir Fakultas Teknik. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Islam, Fahrul, Budi Hartono. 2016. Pajanan Kromium Dan Kerusakan Ginjal Pada Pekerja Pelapisan Logam. Berita Kedokteran Masyarakat, Volume 32 Nomor 8.
Istarani, F., Pandebesie. E.S. 2014. Studi Dampak Arsen (As) dan Kadmium (Cd) Terhadap Penurunan Kualitas Lingkungan. Jurnal Teknik Pomits, Volume 3 Nomor 1.
Juhaeti, T., Hidayati, N., Syarif, F., dan Hidayat, S. 2009. Uji Potensi Tumbuhan Akumulator Merkuri untuk Fitoremediasi Lingkungan Tercemar Akibat Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Leuwi Bolang, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor. Jurnal Biologi Indonesia Volume 6 Nomor 1.
Kristianto, Sonny, Sukian Wilujeng, Deni Wahyudiarto. 2017. Analisis Logam Berat Kromium (Cr) Pada Kali Pelayaran Sebagai Bentuk Upaya Penanggulang Pencemaran Lingkungan Di Wilayah Sidoarjo. Jurnal Biota Volume 3 Nomor 2.
Larashati, S. 2004. Reduksi Krom (Cr) Secara In Vitro Oleh Kultur Campuran Bakteri Yang Di isolasi Dari Lindi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Thesis Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Lasut, Henry E., Nickson J. Kawung, Markus T. Lasut. 2016. Kandungan Arsen (As), Berbentuk Suspensi Dan Terlarut, Di Perairan Teluk Manado. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis : Volume 1 Nomor 1.
Lesmana S, Oka, Haryoto Kusnoputranto, Ririn Arminsih Wulandari. 2017. Hubungan Kadar Metaloid Arsen (As) Pada Air Minum Dengan Kejadian Lesi Kulit Di Pulau Obi Propinsi Maluku Utara. Jurnal Jurnal Kesmas Jambi (JKMJ) Volume 1 Nomor 1.
Manning T.J. and Grow W.R. 1997. Inductively Couple Plasma-Atomic Emission Spectrometry. Chemical Educator.
Mohammed G., Karani G., Mitchell D. 2017. Trace Elemental Composition PM10 and PM2,5 Collected in Cardiff, Wales. Energy Procedia : Volume 111 (540-547).
Montaser A. and Golightly D.W.. 1992. Inductively Coupled Plasma in Analytical Atomic Spectrometry. VCH Publishers, Inc. New York.
Mulyani, B. 2004. Analisis Variasi Biomassa Saccharomyces cerevisiae Terhadap Serapan Logam Krom. Jurnal Sain Volume 2 Nomor 4.
Mukhtar, Rita, Hari Wahyudi, Esrom Hamonangan, Susy Lahtiani, Muhyatun Santoso, Diah Dwiana Lestiani, Syukria Kurniawan. 2013. Kandungan Logam Berat dalam Udara Ambien pada Beberapa Kota di Indonesia. Jurnal Ecolab : Volume 7 Nomor 2.
Mukhtar, Rita, Susy Lahtiani, Esrom Hamonangan, Hari Wahyudi, Muhyatun Santoso, Diah Dwiana Lestiani. 2014. Kajian Baku Mutu Logam Berat di Udara Ambien Sebagai Bahan Masukan Lampiran PP 41/1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Ecolab : Volume 8 Nomor 1 Januari.
Muranszky, Gabor, Mihaly Ovari, Istvan Virag, Peter Csiba, Roland Dobai, Gyula Zaray.
2011. Chemichal Characterization of PM10 Fractions Of Urbam Aerosol.
Microchemical Journal Volume : 98 (1-10).
Nurjanah, Lily Kresnowati, Abdun Mufid, A. 2014. Gangguan Fungsi Paru dan Kadar Continine pada Urin Karyawan yang Terpapar Asap Rokok Orang Lain. Jurnal Kesehatan Masyarakat : Volume 10 Nomor 1.
Palar, Heryandon. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Pratiwi, Caecilia Ardianovita, Herto Dwi Ariesyady. 2012. Analisis Risiko Pencemaran Merkuri Terhadap Kesehatan Manusia yang Mengonsumsi Beras di Sekitar Kegiatan Tambang Emas Tradisional (Studi Kasus: Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten). Jurnal Teknik Lingkungan : Volume 18 Nomor 2.
PT. KIM. 2018. PT. Kawasan Industri Medan (Persero). Data Industri di Kawasan Industri Medan (KIM) Tahap I dan Site Plan Kawasan Industri Medan (KIM).
Putra, Prawira Adi. 2011. Tingkat Pencemaran Udara Kawasan Sekolah Berdasarkan Parameter Total Suspended Solid (TSP) dan Kebisingan Akibat Kendaraan yang Melintas. Skripsi Fakultas Teknik. Universitas Indonesia. Depok.
Republik Indonesia. 1999. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Republik Indonesia. 2015. Peraturan Pemerintah No. 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri.
Roza, Vivi, Mirna Ilza, Sofia Anita. 2015. Korelasi Konsentrasi Particulate Matter (PM10) di Udara dan Kandungan Timbal (Pb) dalam Rambut Petugas SPBU di Kota Pekanbaru. Dinamika Lingkungan Indonesia : Volume 2 Nomor 1.
Rushdi, Ahmed I., Aarif H. El-Mubarak, Luis Lijotra, Mubarak T. Al-Otaibi, Mohammed A. Qurban, Khalid F. Al-Mutlaq, Bernd R.T Simoneit. 2017. Characteristic of Organic Compounds in Aerosol Particulate Matter from Dhahran City, Saudi Arabia. Arabian Journal of Chemistry : Volume 10, S3532-S3547.
Saputra, Agus Dwi. 2017. Hubungan Pajangan Partikel Debu Terhirup (PM10) Terhadap Kaluhan Asma Pada Masyarakat Berisiko di Sekitar Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kota palembang Tahun 2016. Skripsi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Schiavon, M. E. A. H. Pilon. Smits, M. Wirtz, R. Hell and M. Malagoli. 2008.
Interactions Between Chromium And Sulfur Metabolism In Brassica Juncea.
Journal Of Enviromental Quality. 37 : 1536-1545.
Schiliro, T., S.Bonetta, L.Alessandria, V.Gianotti, E.Carraro, G.Gilli. 2015. PM10 in a Background Urban Site : Chemical Characteristics and Biological Effects.
Enviromental Toxicology and Pharmacology : Volume 39 (833-844).
Sembel, Dantje Terno. 2015. Toksikologi Lingkungan. Yogyakarta : CV. Andi Offset.
Sjamsudin, Udin. 1987. Logam BeratAntagonis. Daiam Farmakologi dan Terapi, Edisi 3. Jakarta : Universitas Indonesia.
Soemirat, Juli. 2003. Toksikologi lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Badan Standardisasi Nasional. 2005. SNI 19-7119.3-2005 Tentang Cara Uji Partikel Tersuspensi Total Menggunakan Peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dengan Metoda Gravimetri.
Sudarmaji, J. Mukono, Corie I.P.. 2006. Toksikologi Logam Berat B3 Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan : Volume 2 Nomor 2.
Suharto, Ign.. 2011. Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara dan Air. Yogyakarta : CV.
Andi Offset.
Sujarweni, V. Wiratna. 2015. SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta : Penerbit Pustaka Baru Press.
Sumantri, Arif, Ela Laelasari, Nita Ratna Junita, Nasrudin. 2014. Logam Merkuri pada Pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional : Volume 8 Nomor 8.
Suprapti, N. H. Kandungan Chromium pada Sedimen dan Kerang Darah (Anadara granosa) di Wilayah Pantai Sekitar Muara Sungai Sayung, Desa Morosari Kabupaten Demak Jawa Tengah. Jurnal Bioma Volume 10 Nomor 2.
Suryati, Isra, Hafizhul Khair, Deni Gusrianti. 2017. Mapping Analysis Of Air Quality Index From PM10 Concentration In Medan City Based On Geographic Information System. International Conference on Environmental Research and Technology (ICERT 2017).
WHO. 2001. Arsenic and Arsenic Compounds. Geneva, World Health Organization, International Programme on Chemical Safety.
Wiresphati, Edelynna A.M.O, Raharjo, Widowati Budijastuti. 2012. Pengaruh Kromium Heksavalen (VI) terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal LenteraBio : Volume 1 Nomor 2.
Yฤฑlmaz, S. Cemal Turan and Tahsin Toker. 2010. Uptake and Distribution of Hexavalent Chromium in Tissues (Gill, Skin and Muscle) of a Freshwater Fish Oreochromisaureus. Journal of Environmental Chemistry and Ecotoxicology : Volume 2 Nomor 3.
Zannaria, Noneng Dewi, Dwina Roosmini, Muhayatun Santoso. 2009. Karakteristik Kimia Paparan Partikulat Terespirasi. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia : Volume IX Nomor 1.
Lampiran 1
Kondisi Eksisting Titik Sampling
Titik Sampling 1 Eksisting Sumber : Dokumentasi di Lapangan, 2018
Titik Sampling 2 Eksisting Sumber : Dokumentasi di Lapangan, 2018
Titik Sampling 3 Eksisting Sumber : Dokumentasi di Lapangan, 2018
Lampiran 2 Tabel Data Meteorologi
No. Titik Sampling
Kecepatan Angin (m2/s)
Temperatur (oC)
Tekanan (Po) (mmHg)
Flow Rate (Qo)
Kelembapan (%)
Arah Angin
1 TS1 pagi 1,5 32,7 758 0,6 77 Timur
TS1 sore 3,08 36,2 758 0,6 67 Barat
3 TS2 pagi 1,14 35,5 758 0,6 71 Timur
TS2 sore 1,58 35,8 758 0,6 69 Tenggara
4 TS3 pagi 2,5 31,6 758 0,6 84 Timur
TS3 sore 1,14 35 758 0,6 64 Timur
Sumber : Data Sampling, 2018
Lampiran 3
Filter yang Telah digunakan Masing-Masing Titik Sampling
Sumber : Dokumentasi di Lapangan, 2018
Filter TS1 Pagi Filter TS1 Sore Filter TS2 Pagi
Filter TS2 Sore Filter TS3 Pagi Filter TS3 Sore
Lampiran 4
Dokumentasi di Laboratorium
Pemotongan Filter
Sumber : Dokumentasi di Laboratorium, 2018
Destruksi Sampel
Sumber : Dokumentasi di Laboratorium, 2018
Penyaringan Sampel
Sumber : Dokumentasi di Laboratorium, 2018
Analisa Sampel Menggunakan ICP Sumber : Dokumentasi di Laboratorium, 2018
Lampiran 5
Hasil Karakteristik Logam Berat
Tabel 6.1 Konsentrasi Karakteristik Logam Berat
No. Sumber : Analisa Laboratorium, 2018
No. Sumber : Analisa Laboratorium, 2018
No. Sumber : Analisa Laboratorium, 2018
Lampiran 6
Contoh Perhitungan Konversi Canter untuk Konsentrasi Logam Berat yang dibandingkan dengan Baku Mutu dan Usulan
Data yang digunakan sebagai contoh perhitungan konversi Canter untuk konsentrasi logam berat yang dibandingkan dengan baku mutu dan usulan adalah data logam Arsen dari Tabel 6.1.
Konsentrasi logam Arsen TS1 Pagi : 1,740 ยตg/m3 Konsentrasi logam Arsen TS1 Sore : 1,598 ยตg/m3 Konsentrasi logam Arsen rata-rata = 1,740+1,598
2 = 1,67 ยตg/๐3 Konsentrasi logam Arsen 24 jam menggunakan konversi Canter ๐ถ = 1,67 ๐ฅ (1
24)0,18 C = 0,94 ยตg/m3
Lampiran 7
Contoh Perhitungan Korelasi Logam Berat dengan Sumber Pencemar
Data yang dijadikan untuk contoh perhitungan korelasi logam berat dengan sumber pencemar adalah data jumlah kendaraan dengan konsentrasi logam timbal. Variabel perhitungan dapat dilihat pada Tabel 7.2.
Tabel 6.2 Variabel Perhitungan Korelasi Logam Timbal dengan Jumlah Kendaraan
No Titik X Y XiYi Xi2 Yi2
1 TS1 pagi 753 0,600 451,789 567009 0,360 2 TS1 sore 1157 0,552 638,604 1338649 0,305
3 TS2 pagi 23 0,568 13,064 529 0,323
4 TS2 sore 54 0,545 29,455 2916 0,298
5 TS3 pagi 204 0,524 106,857 41616 0,274 6 TS3 sore 262 0,521 136,507 68644 0,271
โ 2453 3,310 1376,276 2019363 1,831
Keterangan :
X : Data Jumlah Kendaraan yang bersumber dari Tabel 4.1
Y : Data Konsentrasi Logam Timbal yang bersumber dari Tabel 4.12
๐ = ๐ โ ๐ฅ๐ ๐ฆ๐โ(โ๐ฅ๐)(โ๐ฆ๐) ๐ โ ๐ฅ๐2โ(โ๐ฅ๐)2 ๐ = 6 ๐ฅ 1376,276โ(2453)(3,310)
6 ๐ฅ 2019363โ (2453)2 ๐ = 0,000002
๐ = โ๐ฆ๐
๐ โ ๐ โ๐ฅ๐
๐ ๐ = 3,310
6 โ 0,0000022453
6 ๐ = 0,5425
Y = 0,5425 + 0,000002X
๐ = ๐ โ ๐ฅ๐ ๐ฆ๐โ(โ๐ฅ๐)(โ๐ฆ๐)
โ( ๐ โ ๐ฅ๐2โ (โ๐ฅ๐)2) (๐ โ ๐ฆ๐2โ(โ๐ฆ๐)2
๐ = 6 ๐ฅ 1376,276 โ (2453)(3,310)
โ(6 ๐ฅ 2019363 โ (2453)2) (6 ๐ฅ 1,831 โ (3,310)2 ๐ = 0,345
Atau jika dilihat dari grafik, R2 = 0,1189, maka nilai r dapat dicari dengan perhitungan seperti berikut :
๐ = โ๐ 2 ๐ = โ0,1189 ๐ = 0,345
BIOGRAFI PENULIS