Adisarwanto, T., 2005. Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.
Anonim., 1982. Ilmu Pengetahuan Tepat Guna: Susu Kedelai. Diakses dari dari http:// www.warintek.ristek.go.id [8 Maret 2015].
Anonim., 2012. Deby Delima Dewi Pembuat Sari Kedelai Three in One. Diakses da
Budimarwanti, C., 2013. Komposisi dan Nutrisi pada Kedelai. Diakses dari dari http:// www.staff.uny.ac.id [9 Januari 2015].
Darmono, K., Oktavianus Y. F. W., Johanes B. P., Andrian, K. M., Aditya, P. P., Arief, S. R., Made, A. D., Achmad, F., Stephanus, D. K., dan Abiniswu.., 2006. V- Belt. Diakses dari http:// www. Dharmastiti. Staff. UGM. ac.id [16 Maret 2014].
Daryanto., 1994. Pengetahuan Teknik Bangunan. Rineka Cipta. Malang. Daryanto., 2002. Pengetahuan Listrik. Bumi Aksara. Jakarta.
Daywin, F.D., Radja., G.S., dan Imam, H., 2008. Mesin-Mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Dwi, P., 2010. Pembuatan Alat Praktikum Perawatan Sistem Transmisi I. Diakses da
Hardjosentono, M., Amanto, H. An Haryanto., 1996. Mesin-mesin Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta.
Koswara, S., 2009. eBook pangan.com: Teknologi Pengolahan Kedelai (Teori Dan Praktek). Diakses dari [8 Maret 2015].
Lubis, H. S. A., 2008. Uji RPM Alat Pengaduk untuk Pembuatan Dodol. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Mabie, H. H F. W. Overirick., 1967. Mechanics and Dynamic of Machinery. Jhon Wiley & Sons, Inc., New York.
Malik, M.A., 2002. Perencanaan Proses Produksi Pulley V Menggunakan Metode
Sand Mold Casting. Diakses dari
33
Margono, dkk., 2000. Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Jakarta.
Mangunwidjaja, D dan Sailah, I., 2005. Pengantar Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya, Jakarta.
Muchtaridi., 2008. Pembuatan Susu Kedelai. Diakses dari
Muinah, 2011., Analisis Pengaruh Tingkat Pendapatan Dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Terhadap Permintaan Produk Asuransi Jiwa. Diakses dari
Nugraha, B., J. Nugroho, N. Bintoro, 2012. Pengaruh Laju Udara dan Suhu Selama Pengeringan Kelapa Parut Kering Secara Pneumatic. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Pratomo, M. dan Irwanto K., 1983. Alat dan Mesin Pertanian. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Prihatman, K., 2000. Kedelai ( Glycine Max L ). Diakses dari http:// www.warintek.ristek.go.id [28 Februari 2015].
Purwadi, T. P dan Tjitrosoepomo, G., 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Gadjah mada University Press, Yogyakarta.
Roth, L. O. F. R Crow, and G.W. A. Mahoney., 1982. Agriculture Engineering. AVI Publishing. Westport, USA.
Rukmana, R. dan Y. Yuniarsih., 1996. Kedelai Budidaya dan Pascapanen. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Sari, H, R., 2015. Pemerintah Belum Berniat Tutup Keran Impor Kedelai Tahun Ini dalam berita http//:www.merdeka.com. [7 Januari 2015].
Smith, H. P. dan L. H. Wilkes, 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soenarta, N dan S. Furuhama., 2002. Motor Serbaguna. Pradnya Paramita, Jakarta.
Stolk, J. dan Kross., 1981. Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. Terjemahan Hendersin dan A. Rahman. Erlangga, Jakarta.
Suprapto., 2001. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.
Wiraatmadja, S., 1995. Alsintan Pengiris dan Pemotong. Penebar Swadaya, Jakarta.
34
Lampiran
Lampiran 1. Flowchart Penelitian
Dipasang pulley dan V-belt yang sesuai
Ditimbang kedelai basah sebanyak 1 kg dan air sebanyak 1,5 liter
Mulai
Analisis
Dimasukan kedelai ke hooper
Pengukuran Parameter: 1. Kapasitas efektif alat 2. Rendemen
3. Persentase bahan tertinggal
Ditunggu pengepresan selama 6 menit Dihaluskan kedelai selamat 2 menit
Selesai
Dihidupkan motor listrik untuk mengoperasikan screwpress
35
Lampiran 2. Data pengamatan kapasitas efektif alat (liter/jam)
Perlakuan Ulangan Total Rataan
I II III D1 10,38 10,76 10,23 31,38 10,46 D2 10,23 10,07 10 30,30 10,10 D3 9,69 9,23 9,38 28,30 9,43 Total 30,30 30,06 29,61 89,98 Rataan 10,10 10,02 9,87 29,93 `
Data analisis sidik ragam
SK Db JK KT Fhit. F.05 F.01 Perlakuan 2 1,625 0.813 16.703 ** 5,143 10,925 Galat 6 0,292 0.049 Total 8 1,917 Keterangan ** : Sangat nyata * : Nyata tn : Tidak nyata
1. Perhitungan kapasitas efektif alat a) Puli dengan diameter 3 inch
- Ulangan 1
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,350 liter 0,13 jam
= 10,38 liter/jam
- Ulangan 2
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,400 liter 0,13 jam = 10,76 liter/jam
- Ulangan 3
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,33 liter 0,13 jam = 10,23 liter/jam b) Puli dengan diameter 4 inch
- Ulangan 1
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,33 liter 0,13 jam = 10,23 liter /jam
- Ulangan 2
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,31 liter 0,13 jam = 10,07 liter/jam
- Ulangan 3
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
= 1,3 liter 0,13 jam = 10 liter/jam c) Puli dengan diameter 5 inch
- Ulangan 1
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,26 liter 0,13 jam = 9,69 liter /jam
37
- Ulangan 2
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
= 1,2 liter 0,13 jam = 9,23 liter/jam
- Ulangan 3
Kafasitas efektif =Volume sari (l) Waktu (jam)
=1,22 liter 0,13 jam = 9,38 liter/jam
Lampiran 3. Data pengamatan rendemen alat (%)
Perlakuan Ulangan Total Rataan
I II III D1 54 56 53,2 163,2 54,4 D2 53,2 52,4 52 157,6 52,53 D3 50,4 48 48,8 147,2 49,06 Total 157,6 156,4 153,0 468 Rataan 52,53 52,13 51 156 `
Data analisis sidik ragam
SK Db JK KT Fhit. F.05 F.01 Perlakuan 2 43,947 21,973 16,703 ** 5,143 10,925 Galat 6 7,893 1,316 Total 8 51,840 Keterangan ** : Sangat nyata * : Nyata tn : Tidak nyata 2. Perhitungan rendemen
a) Puli dengan diameter 3 inch
- Ulangan 1
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1350 gram
2500 gram ×100%
= 54 %
- Ulangan 2
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1400 gram
2500 gram ×100% = 56 %
- Ulangan 3
Rendemen=Berat setelah pengolahan
39
=1330 gram
2500 gram ×100% = 53,2 %
b) Puli dengan diameter 4 inch
- Ulangan 1
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1330 gram
2500 gram ×100%
= 53,2 %
- Ulangan 2
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1310 gram
2500 gram ×100%
= 52,4%
- Ulangan 3
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1300 gram
2500 gram ×100%
= 52 % c) Puli dengan diameter 5 inch
- Ulangan 1
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1260 gram
2500 gram ×100%
- Ulangan 2
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
=1200 gram
2500 gram ×100% = 48 %
- Ulangan 3
Rendemen=Berat setelah pengolahan
Berat awal ×100%
= 1220 gram
2500 gram ×100 = 48,8 %
41
Lampiran 4. Data pengamatan persentase bahan tertinggal (%)
Perlakuan Ulangan Total Rataan
I II III D1 12,30 9,83 11,11 33,25 11,08 D2 10,66 10 14,06 34,72 11,57 D3 9,6 13,41 11,90 34,95 11,65 Total 32,56 33,24 37,07 102,92 Rataan 10,85 11,08 12,35 34,30 `
Data analisis sidik ragam
SK Db JK KT Fhit. F.05 F.01 Perlakuan 2 0,570 0,285 0,086 tn 5,143 10,925 Galat 6 19,774 3,296 Total 8 10,343 Keterangan ** : Sangat nyata * : Nyata tn : Tidak nyata
Perhitungan persentase bahan tertinggal di alat (%) a) Puli dengan diameter 3 inch
- Ulangan 1
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
= 70 gram
640 gram ×100% = 10,93 %
- Ulangan 2
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
= 50 gram
600 gram ×100%
- Ulangan 3
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
= 80 gram
640 gram ×100% = 12,5 %
b) Puli dengan diameter 4 inch
- Ulangan 1
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
= 80 gram
670 gram ×100% = 10,66 %
- Ulangan 2
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
= 90 gram
620 gram ×100%
= 12,69 %
- Ulangan 3
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
=100 gram
550 gram ×100% = 15,38 %
c) Puli dengan diameter 5 inch
- Ulangan 1
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
= 80 gram
750 gram ×100% = 9,63 %
43
- Ulangan 2
Persentase bahan tertinggal = bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100% =100 gram
710 gram ×100% = 12,34 %
- Ulangan 3
Persentase bahan tertinggal= bahan tertinggal
berat total setelah pengolahan ×100%
=100 gram
740 gram ×100% = 11,9 %
Lampiran 5. Gambar teknik alat pembuat sari kedelai
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG
KEDELAI
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG KEDELAI
45
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG
47
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG
49
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT SARI PADA KACANG
Lampiran 6. Dokumentasi
Kedelai sebelum di olah
Sari Kedelai yang dihasilkan
51
Ampas Tertinggal