Buku ini tidak diperjualbelikan
DAFTAR PUSTAKA
1. Sembiring R. Konflik di era otonomi daerah. POLITEIA 2014;
3(1): 36–46.
2. Muluk K. Peta konsep desentralisasi dan pemerintahan daerah.
Surabaya: ITS Press; 2011.
3. Gijsberts M, Hagendoorn L, Scheepers P, editor. Nationalism and exclusion of migrants: Cross national comparisons. Burlington, USA: ASHAGATE; 2013.
4. Collier P. Doing well out of war. Paper prepared for Conference on Economic Agendas in Civil Wars. London: April 26–27; 2012.
5. Surbakti R. Memahami ilmu politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2019.
6. Pareto V. The mind and society. New York: Dover Publication;
2017.
7. Pruitt DG, Rubin FZ. Teori konflik sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2011.
8. Smitch, Brian C. Decentralization the territorial dimension of the state. Jakarta: MIPI (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia);
2012.
9. Cheema, G. Shabbir, Rondinelli D. Descentralization and devel-opment: policy implementation in developing countries. Beverly Hill: SAGE Pubilcation; 2016.
10. Rozi S, Mashad D, Yustiningrum E, Nurhasim M, Ratnawati H, Cahyono H, Satriani S. Kekerasan komunal: Anatomi dan resolu-si konflik di Indoneresolu-sia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2016.
11. Noviandikka P. Konflik politik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2017. Padang: Universi-tas Andalas; 2018.
ini tidak diperjualbelikan.
12. Irtanto. Analisis konflik elite politik lokal dalam proses pilka-da langsung Kabupaten Banyuwangi. Sociae Polites 2007; 5(25):
37–57.
13. Irtanto. Kerja sama antardaerah dalam pengelolaan mata air Umbulan Winongan Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance 2012; 4(2): 127–134.
14. Abror MD. Fricition of cooperation approach among two local governments in public infrastructure management. International Journal of Management and Administrative Sciences (IJMAS) 2013; 3(10): 01–06.
15. Irtanto. Opini publik terhadap pilkada langsung Kabupaten Banyuwangi. Communique 2008; 3(1): 1–25.
16. Irtanto. Political behavior of voters on mayoral election of Kedi-ri East Java Indonesia. Journal: Academic Research International 2013; 5(2): 309–323.
17. Irtanto. Dinamika politik lokal era otonomi daerah. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar; 2008.
18. Irtanto. Model kerja sama antarpemerintah daerah dalam pe-ngelolaan distinasi pariwisata terpadu di Kawasan Nasional Bro-mo Tengger Semeru. Surabaya: Balitbang Provinsi Jawa Timur;
2021.
19. Irtanto. Persepsi masyarakat kota terhadap otonomi daerah. Jur-nal Ilmu-Ilmu Sosial UNISIA UII 2002; 46: 263–279.
20. Irtanto. Profesionalisme legislatif kabupaten/kota di Jawa Timur dalam menyerap aspirasi masyarakat. Surabaya: Balitbang Provinsi Jawa Timur; 2003.
21. Irtanto. Perilaku politik pemilih masyarakat perkotaan pada pemilu legislatif 2009. Cakrawala 2010; 3(2): 119–132.
22. Irtanto, Kaban R. Persepsi pemilih terhadap pelaksanaan pemi-lihan kepala daerah secara langsung. Sociae Polites 2006; 5(23):
63–83.
Buku ini tidak diperjualbelikan.
23. Irtanto. Service bureaucracy performance of trading business li-cence in bppt (integrated lili-cence service bureau) Sidoarjo Regen-cy, East Java Province, Indonesia. IJMAS (International Journal of Management and Administrative Science) 2017; 3(12): 83–93.
24. Irtanto. Pandangan Jawa Pos terhadap persoalan sosial politik, ekonomi, hukum dan pertahanan keamanan (analisis isi tajuk ren-cana harian Jawa Pos). Jurnal Penelitian Komunikasi 2003; 6(1):
23–39.
25. Irtanto. Pola pemenuhan kebutuhan informsi pembangunan ma-syarakat desa (studi tentang kebutuhan informasi mama-syarakat di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor). Jurnal Penelitian Media Massa 2000; 3(6): 12–33.
26. Irtanto. Pendapat pemilih perkotaan terhadap janji politik Pre-siden SBY-Boediono pada kampanye pilpres 2009. Jurnal Pene-litian Komunikasi, Media Massa dan Teknologi Informasi 2010;
237–252.
27. Irtanto. Persepsi pemilih perkotaan terhadap peran media komu-nikasi pada pemilu legislatif. Berita IPTEK LIPI 2010; 37 (3):
21–38.
28. Irtanto. Studi eksploratif pemanfaatan informasi otonomi daerah di kalangan masyarakat Kota Surabaya. Renai Jurnal Politik Lo-kal & Sosial-Humaniora 2002; 2(2): 23–39.
29. Irtanto. Daya tarik iklan politik pada pemilu legislatif. Jurnal Pe-nelitian Komunikasi 2012; 15(1): 66–78.
30. Irtanto. Studi eksploratif persepsi masyarakat terhadap pemili-han Gubernur Jawa Timur 2008. KomTi 2011; 5(2): 162–186.
31. Irtanto. Analisis partisipasi politik pemilih pada pemilihan Wa-likota Blitar dengan pendekatan komunikasi politik dan budaya politik. Jurnal Komunikasi 2011; 13(1): 13–26.
32. Irtanto. Persepsi masyarakat terhadap pemilihan Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013. Yogyakarta: BPPKI 2011; 2(2): 129–
166.
ini tidak diperjualbelikan.
33. Irtanto. Perilaku politik pemilih perempuan Kota Mojokerto pada pemilu legislatif 2013. Jurnal Penelitian Komunikasi 2015;
18(2): 115–128.
34. Irtanto. Perilaku politik pemilih pemilihan Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013. Jurnal Penelitian Komunikasi 2009; 12 (1):
33–61.
35. Irtanto. Opini publik terhadap agenda pemilu 2003 (analisis isi harian Kompas). Jurnal Penelitian dan Media Massa 2003; 6(11):
105–133.
36. Irtanto. Pandangan Kompas terhadap persoalan sosial-politik, ekonomi, hukum, dan pertahanan-keamanan: Analisis isi tajuk rencana harian Kompas. Sociae Polites 2003; 5(18): 58–90.
37. Rohman A. Meluruskan peran birokrasi dalam pilkada: Lang-kah-langkah menegakkan netralitas birokrasi dalam pelaksanaan pilkada Jember. Surabaya: Public Policy Instute Kompyawisda;
2012.
38. Irtanto. Opini publik terhadap kinerja anggota legislatif Kabu-paten Blitar. Sociae Polites 2008; 6(26): 56–71.
39. Dwiyanto A. Inovasi bupati di ruang demokrasi: upaya memba-ngun kesadaran inovasi birokrasi. Jurnal JSP (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2015; 18(3): 193-211.
40. Mårtensson M. Political representation in the European union. a multi channel approach. Uppsala: Acta Universitatis Upsaliensis;
2015.
41. Wiratmoko NT, Irham, MA. Dalam: Demokratisasi di Indonesia: Re-fleksi atas institusionalisasi demokrasi dalam UUD, UU Pemda, dan UU Pilkada. Tapis 2015; 11(2): 63–92.
42. Irtanto. Evaluasi program csr terhadap pemberdayaan lingkungan sosial dan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo. Prosiding Temu Ilmiah Penelitei, Balitbang Provinsi Jawa Timur, Surabaya 2013: 216–225.
43. Hayat. Reformasi kebijakan publik: Perspektif makro dan mikro.
Malang: Prenadamedia Group; 2018.
Buku ini tidak diperjualbelikan.
44. Irtanto. Kualitas pelayanan aparatur RSUD Kota Mojokerto, Kabu-paten Pasuruan dan KabuKabu-paten Kediri terhadap masyarakat miskin.
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance 2013; 5(4):
261–280.
45. Irtanto. Efektivitas sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 ter-hadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Blitar.
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance 2012; 4(4):
261–272.
46. Irtanto. Kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Puskes-mas Sananwetan Kota Blitar. Jurnal Cakrawala 2007; 1(2): 39–67.
47. Irtanto, Hari S. Regional regulation of Probolinggo Regency to im-prove the quality of lower-class health services. Journal: Academic Research International. March 2019; 5(6): 211–225.
48. Irtanto. Kinerja birokrasi dalam pelayanan sektor publik. Malang:
PDIA Universitas Brawijaya; 2017.
49. Irtanto. Roles of mass media to political participation an the mayoral election of Kediri East Java Indonesia. Journal: Academic Research International 2013; 5(6): 211–225.
50. Irtanto. Kinerja birokrasi dalam pelayanan sektor publik: Per-spektif perkembangan teori. Jurnal Cakrawala 2020; 14(2):154–
171.