• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aprilia RM. 2014. Analisis Efisiensi Unit Penangkapan Pukat Cincin di Pelabuhan Perikanan Pantai Lampulo Banda Aceh. [Tesis]. Institut Pertanian Bogor. 65 hal.

Diniah. 2008. Pengenalan Perikanan Tangkap. Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Fauzi A, Anna S. 2005. Pemodelan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan.

Jakarta: PT. Gramedia.

Fauziyah, Agustriani F, Afridanelly. 2011. Model Produktivitas Hasil Tangkapan Bottom Gillnet di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat Povinsi Bangka Belitung. Jurnal Penelitian Sains. 14(3D): 56-60.

Genisa AS. 1999. Pengenalan jenis - jenis ikan laut ekonomi penting di Indonesia.

Jurnal Oseana 24(1):17–38. ISSN:0216-1877.

Guntur A. 2013. Efisiensi teknis dan ekonomis alat tangkap garuk dan peluang pengembangannya di Desa Rawameneng Balanakan Subang, Jawa Barat.

[Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Haluan, J. dan Nurani, TW. 1988. Penerapan Metode Scoring dalam Penelitian Teknologi Penangkapan Ikan yang Sesuai Untuk Dikembangkan di Suatu Wilayah Perairan. Buletin PSP. 2(1): 1-8.

Hendrik. 2012. Analisis Usaha Alat Tangkap Gillnet di Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 17(2):

28-35.

Kadariah, Karlina L dan Gray C. 1999 Pengantar Evaluasi Proyek. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kekenusa JS. 2008. Evaluasi model produksi surplus ikan cakalang yang tertangkap di Perairan sekitar Bitung Provinsi Sulawesi Utara. J SIGMA. 11 (1): 43-52.

ISSN: 1410-5888

Mariani N, Aimon H, Sentosa S. 2014. Analisis Produksi Dan Efisiensi Ikan Laut Nelayan Bagan Mesin Di Koto Xi Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan.

Jurnal Kajian Ekonomi. 3(5): 1-9

Martasuganda S. 2004. Jaring Insang (Gillnet): serial Teknologi Penangkapan Ikan.

Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB.

Mohamad. 2006. Analisis Pengembangan Perikanan Gillnet di Perairan Pantai Karangantu Kabupaten Serang-Provinsi Banten. [Tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana IPB.

Mukhtar. 2008. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kapal Purse Seine. [Tesis]. Program Studi Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Haluoleo Kendari.

Nawangwulan S. 2001. Analisis Sistem Penangkapan Lobster (Panulirus sp) Di Perairan Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat. [Skripsi] Bogor:

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Nikijuluw P.H.V. 2002. Rezim Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Jakarta: P3R, Pustaka Cidesindo.

23 [PPN Karangantu] Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. 2011. Laporan Tahunan PPN Karangantu Tahun 2011. Serang.

[PPN Karangantu] Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. 2012. Laporan Tahunan PPN Karangantu Tahun 2012. Serang.

[PPN Karangantu] Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. 2013. Laporan Tahunan PPN Karangantu Tahun 2013. Serang.

[PPN Karangantu] Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. 2014. Laporan Tahunan PPN Karangantu Tahun 2014. Serang.

[PPN Karangantu] Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. 2015. Laporan Tahunan PPN Karangantu Tahun 2015. Serang.

Rahardi F, Nazaruddin, Kristiawati R. 1993. Agribisnis Perikanan. Jakarta (ID):

Penebar Swadaya.

Rahmi TA, Nurani TW, Wahyuningrum PI. 2013. Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil di Sadeng. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Amanisal. 2(2):40-45.

Suharto, R. T. 2003. Efisiensi Teknis-Ekonomis Usaha Penangkapan Ikan Pelagis Besar dengan Alat Tangkap Gillnet dan Rawai Tuna (Longline) di Cilacap.

[Skripsi] Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Susantun, I. 2000. Fungsi Keuntungan Cobb-Dauglas Dalam Pendugaan Efisiensi Ekonomi Realtif. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 5 (2). 149-161.

Susilowati I. 2003. Efisiensi produksi perikanan tangkap dan model pengelolaan TPI dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan di Pesisir Utara dan Selatan Jawa Tengah. [Tesis]. (ID): Universitas Diponegoro.

Sutanto H A. 2005. Analisis Efisiensi Alat Tangkap Perikanan Gillnet dan Cantrang (Studi di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah). [Tesis]. Semarang (ID):

Universitas Diponegoro.

Tanum R. 2007. Inventarisasi Teknologi Penangkapan Ikan di Pulau Sebesi Lampung Selatan Ditinjauan dari Aspek Tekno-Ekonomi. [Skripsi] Bogor:

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Umar H. 2007. Studi Kelayakan Bisinis Edisi-3. Jakarta (ID): Gramedia.

Nurani Tri W. 2002. Aspek Teknis dan Ekonomis Pemanfaatan Lobster di Pangandaran Jawa Barat. Buletin PSP. 11 (2), 29-46.

Wahyuningrum P, Nurani TW, Rahmi TA. 2012. Usaha Perikanan Tangkap Multipurposes di Sadeng, Kabpaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Maspari Journal. 04(1):10-22

Wiyono E S. 2012. Analisis Efisiensi Teknis Penangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Purse Seine di Muncar, Jawa Timur. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 22(3): 164-172.

Widyawati A, 2014. Analisis Teknis dan Ekonomi Alat Tangkap Arad (Genuine Small Trawl) dan Arad Modifikasi (Modified Small Trawl) di PPP Tawang Kendal. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology 3 (3): 228-237. Universitas Diponegoro. Semarang.

Zen L.W, Abdullah N.M.R, Yew T.S. (2002). Echnical Efficiency of The Drifnet and Payang Seine (Lampara) Fisheries in West Sumatera, Indonesia.

Journal of Asian Fisheries Science. 15(2): 97-106.

24

LAMPIRAN

Lampiran 1. Nama dan spesifikasi kapal sampel penelitian.

No Nama Kapal GT P(m) L(m) d(m) Jumlah Palka

1 Sumber wangi 1 5 15,0 2,5 1,0 4

2 Sumber wangi 5 4 14,0 2,8 1,0 3

3 Hasil keluarga 2 4 13,0 2,5 1,5 3

4 Dongol 3 10,0 2,5 1,0 2

5 Cobra 2 7,6 2,1 1,0 2

6 Sumber wangi 3 2 8,0 2,7 1,5 2

7 Warca 2 7,56 2,4 1,0 2

8 Sinar jaya 4 13 2,8 1,5 3

9 Sumber wangi 4 2 8,0 2,5 1,5 3

10 Dewi kirana 2 8,0 2,5 1,5 3

11 Hasil keluarga 1 4 14,0 2,5 1,0 3

12 Gunung jati 4 13,0 2,5 1,0 3

13 Hasil keluarga 1 4 13,0 1,8 1,0 3

14 Lang lang buana 3 11,7 2,25 1,0 3

15 Mayang arum 2 8,4 2,63 1,0 2

16 Sri milik 3 13,0 2,0 1,0 3

17 Darmaloka 3 13,0 1,8 1,0 3

18 Timbul baru 2 7,5 2,5 1,0 2

19 Lembayung 2 8,0 2,5 1,5 2

20 Tambah rezeki 2 8,0 2,5 1,5 2

21 Mayang sari 3 13,0 1,7 1,0 3

22 Subur jaya 2 7,5 2,3 1,0 2

23 Sri wijaya 2 8,4 2,63 1,0 2

24 Sri wijaya 1 2 7,5 2,4 1,0 2

25 Tambah rezeki 1 2 8,0 2,63 1,0 2

26 Sri milik 2 2 8,4 2,63 1,0 2

27 Bahari jaya 3 11,7 2,25 1,0 3

28 Sri logist 2 8,0 2,5 1,5 2

29 Galuh 2 7,5 2,25 1,0 2

30 Sri asih 2 8,4 2,63 1,0 2

31 Lang lang buana 1 3 13,0 2,0 1,0 3

32 KM. Romantis 2 8,0 2,63 1,0 2

33 Lois 2 8,0 2,5 1,5 2

34 Mekar indah 2 7,5 2,25 1,0 2

25 Lampiran 2. Unit Penangkapan jaring rampus

Perahu untuk pengoperasian unit penangkapan jaring rampus

Alat tangkap jaring rampus Pelampung kecil pada jaring rampus

Pelampung besar pada jaring rampus Pemberat pada jaring rampus

ABK perahu jaring rampus Hasil Tangkapan

26

27

28

29 Lampiran 6. Perbandingan perhitungan faktor produksi yang menentukan efisiensi teknis berdasarkan ukuran kapal. X2 = Produksi/jumlah setting X3 = Produksi/ukuran mesin X4 = Produksi/BBM

X5 = Produksi/jumlah ABK

30

Lampiran 7. Perbandingan perhitungan faktor produksi yang menentukan efisiensi teknis berdasarkan ukuran mesin. X2 = Produksi/jumlah setting X3 = Produksi/ukuran kapal X4 = Produksi/BBM

X5 = Produksi/jumlah ABK

31 Lampiran 8. Perbandingan perhitungan faktor produksi yang menentukan efisiensi teknis berdasarkan jumlah ABK. X2 = Produksi/jumlah setting X3 = Produksi/ukuran kapal X4 = Produksi/ukuran mesin X5 = Produksi/BBM

32

Lampiran 9. Contoh perhitungan metode skoring.

V(x) = 𝑥−𝑥𝑜

𝑥1−𝑥0

V (A) = ∑ Vi (Xi) untuk i= 1, 2 3,... n Keterangan:

V(x) = Fungsi terbaik dari variabel X;

X = Vaiabel X;

X1 = Nilai terbaik dari kriteria X;

X0 = Nilai terburuk dari kriteria X;

V (A) = Fungsi nilai dari alternatif A;

Vi(X) = Fungsi nilai dari alternatif pada kriteria ke-i.

Contoh perhitungan dengan rumus fungsi nilai unit penangkapan jaring rampus KM. Hasil Keluarga.

V(x) = 4,02-3,43 5,44-3,43 = 0,29

Fungsi nilai total faktor teknis pada unit penangkapan jaring rampus KM.

Romantis.

V(X) = (VX1)+(VX2)+(VX3)+(VX4)+(VX5)

= 0,29 + 0,00 + 0,32 + 0,54 + 0,00

= 1,15

33 Lampiran 10. Perhitungan usaha jaring rampus berdasarkan ukuran kapal.

Kategori Kapal (GT)

Keterangan 2 3 4

Penerimaan 212.075.547 365.206.641 380.538.617 Investasi

Kapal 23.050.000 29.714.286 33.571.429

Mesin 6.290.000 7.571.429 7571.429

Alat tangkap 1.140.000 1.200.000 1514.286

Total Biaya Investasi 30.480.000 38.485.714 42.657.143 Biaya operasional

Biaya tetap

Perawatan .

Perawatan kapal 1.804.500 2.228.571 2.657.143

Perawatan mesin 1.011.000 1.291.429 1.600.000

Perawatan alat tangkap 568.500 607.143 720.000

Pas Kecil 100.000 100.000 100.000

Jumlah 3.484.000 4.227.143 5.077.143

Penyusutan

Penyusutan kapal 2.305.000 1.857.143 2.098.214

Penyusutan mesin 1.258.000 757.143 757.143

Penyusutan alat tangkap 1.140.000 1.200.000 1.514.286

Jumlah 4.703.000 3.814.286 4.369.643

Total Biaya Tetap 8.187.000 8.041.429 9.446.786

Biaya Variabel

BBM 27.132.000 26.520.000 30.090.000

Perbekalan 67.812.500 84.750.000 102.500.000

Upah ABK 104.100.523 182.603.321 190.269.309

Total biaya variabel 199.045.023 293.873.321 322.859.309 Total biaya operasional 207.232.023 301.914.749 332.306.094

Keuntungan 128.264.023 174.561.892 181.708.237

R/C 1,62 1,58 1,55

PP 0,45 0,42 0,45

ROI 143 182 171

34

Lampiran 11. Perhitungan usaha jaring rampus berdasarkan ukuran mesin.

Kategori Ukuran Mesin (PK)

Keterangan 16-18 23-24 25-26 27-28

Penerimaan 238.444.227 255.294.551 332.425.900 346.668.167 Investasi

Kapal 22.833.333 25.210.526 32.200.000 31.750.000

Mesin 5.733.333 6.473.684 7.600.000 8.750.000

Alat tangkap 1.200.000 1.147.368 1.360.000 1.500.000 Total Biaya Investasi 29.766.667 32.831.579 41.160.000 42.000.000 Biaya operasional

Biaya tetap Perawatan

Perawatan kapal 1.945.000 1.921.579 2.454.000 23.40.000 Perawatan mesin 1.080.000 1.108.421 1.448.000 13.60.000 Perawatan alat tangkap 686.667 553.158 664.000 653.333

Pas Kecil 100.000 100.000 100.000 100.000

Jumlah 3.811.667 3.683.158 4.666.000 44.53.333

Penyusutan

Penyusutan kapal 1.427.083 1.575.658 2.012.500 1.984.375

Penyusutan mesin 573.333 647.368 760.000 875.000

Penyusutan alat tangkap 1.200.000 1.147.368 1.360.000 1.500.000

Jumlah 3.200.417 3.370.395 4.132.500 4.359.375

Total Biaya Tetap 7.012.083 7.053.553 8.798.500 8.812.708 Biaya Variabel

BBM 26.775.000 27.244.737 29.274.000 29.452.500

Perbekalan 78.166.667 72.210.526 96.250.000 95.812.500 Upah ABK 119.222.114 127.647.275 166.212.950 173.334.084 Total biaya variabel 224.163.780 227.102.539 291.736.950 298.599.084 Total biaya operasional 231.175.864 234.156.091 300.535.450 307.411.792 Keuntungan 112.210.030 120.593.723 157.414.450 164.521.375

R/C 1,49 1,52 1,52 1,54

PP 0,50 0,51 0,50 0,48

ROI 133 143 147 156

Lampiran 12. Perhitungan usaha jaring rampus berdasarkan jumlah ABK.

Kategori Jumlah ABK

Keterangan 2 orang 3 orang 4 orang 5 orang

Penerimaan 210.379.475 233.537.975 278.989.834 352.134.105 Investasi

Kapal 23.125.000 24.600.000 30.285.714 34500.000

Mesin 6.437.500 6.353.333 7.785.714 7625.000

Alat tangkap 1.175.000 1.106.667 1.314.286 1650.000 Total Biaya Investasi 30.737.500 32.060.000 39.385.714 43.775.000 Biaya operasional

Biaya tetap Perawatan

Perawatan kapal 1.788.750 1.918.000 2.395.714 2.610.000 Perawatan mesin 1.027.500 1.069.333 1.425.714 1.555.000 Perawatan alat tangkap 525.000 580.000 695.714 722.500

Pas Kecil 100.000 100.000 100.000 100.000

Jumlah 3.441.250 3.667.333 4.617.143 4.987.500

Penyusutan

Penyusutan kapal 1.445.313 1.537.500 1.892.857 2.156.250

Penyusutan mesin 643.750 635.333 778.571 762.500

Penyusutan alat tangkap 1.175.000 1.106.667 1.314.286 1.650.000

Jumlah 3.264.063 3.279.500 3.985.714 4.568.750

Total Biaya Tetap 6.705.313 6.946.833 8.602.857 9.556.250 Biaya Variabel

BBM 26.775.000 27.132.000 28.560.000 29.452.500

Perbekalan 58.625.000 73.500.000 96.250.000 105.437.500 Upah ABK 105.189.737 116.768.987 139.494.917 176.067.053 Total biaya variabel 190.589.737 217.400.987 264.304.917 310.957.053 Total biaya operasional 197.295.050 224.347.821 272.907.774 320.513.303 Keuntungan 98.484.425 109.822.154 130.892.060 166.510.803

R/C 1,50 1,49 1,48 1,52

PP 0,58 0,55 0,56 0,50

ROI 103 122 116 145

35

Dokumen terkait