• Tidak ada hasil yang ditemukan

Afifi dan J. Sembiring. 2010. Perancangan Kebijakan Penerapan E-Learning Menggunakan Val IT Framework 2.0 Berdasarkan Model Perbedaan Triangulasi Studi Kasus: PT Pln (Persero) PT PLN (Persero) Udiklat Suralaya. Thesis. Institut Teknologi Bandung.

22

Bowen, P. L. dan Fiona H. Rohde. 2007. Enhancing IT governance practices: A model and case.International Journal of Accounting Information Systems 8 (2007) 191 –221.

Doss, D.A dan R H Kamery. 2006. Adapting The Capability Maturity model [CMM] To Unrelated Industries As A Process Maturity Framework. In Allied Academies International Conference. New Orleans, 2006. Academy of Educational Leadership.

Hendarti, H., A. A. Nugroho., D. Legiastuti., dan Nikmah. 2011. Analisis Investasi Sistem Informasi Dengan Menggunakan Metode Information Economic (Studi Kasus: PT. NASA). Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, Yogyakarta.

http://social.eyeforpharma.com/marketing/gartner-predicts-worldwide-it-spending-increase-3-percent-2002. (Diakses pada tanggal 01 November 2014 Pukul 09:25)

Information Technology Governance Institute. 2008. Enterprise value: governance of it investments enterprise value: governance of it investments The Val IT Framework 2.0. IT Governance Institute, Illinois.

International Business Machines. 2004. Your Turn: The Global CEO Study 2004.

IBM Business Consulting Services, New York.

itgov.cs.ui.ac.id/wikimuki.htm. (Diakses tanggal 23 Januari 2014 Pukul 15:00) Jurnali, T. 2001. Analisis Pengaruh Faktor Kesesuaian Tugas-Teknologi dan

Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Akuntan Publik.

Simposium Nasional Akuntansi IV.

Ling, T. C., Y. Y Jusoh., R. Abdullah., dan N. H. Alwi. 2012. A Review Study:

Applying Capability Maturity Model in Curriculum Design Process for Higher Education. Journal For The Advancement Of Science & Arts. Vol. 3, No. 1, 2012, Kuala Lumpur.

Mononimbar,C., Y Rindengan., N Tuturoong., dan S. Karouw. 2013. Analisis Manfaat Investasi Teknologi InformasiMenggunakan Metode IT Valuation Di Kantor Sinode Gmim. E-Journal.Melalui ejournal.unsrat.ac.id (Diunduh pada tanggal 28 September 2014 Pukul 23:33)

Pontoh, G. 1998. Investasi Teknologi Informasi: Konsep, Manfaat, dan Pengukurannya. Jurnal Ekonomi dan Bisnis UKDW. Edisi I Tahun III, Yogyakarta.

The Standish Group International, Inc. 2004. Third Quarter Research Report Septanto, Galih. 2011. Penggunaan Kerangka Kerja Val IT Untuk Mengukur

Perencanaan Investasi Teknologi Informasi Studi Kasus PT.SCTV.

E-23

Thesis Online. Melalui http://library.binus.ac.id (Diunduh pada tanggal 19 Mei 2014 Pukul 11:51)

Utomo, A. P., dan N. Mariana. 2011. Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi (IT Governance) pada Bidang Akademik dengan Cobit Frame Work Studi Kasus pasa Universitas Stikubank Semarang.

Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK. Volume 16 No.2, Semarang.

Windari, S. R., dan Widyatmini. 2012. Audit Teknologi Informasi Menggunakan COBIT (Control Objective For Information An Related Technology) Untuk Mengetahui Kinerja Akuntansi Berbasis Teknologi Informasi Pada PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk . E-Journal Melalui

http://publication.gunadarma.ac.id/ (Diunduh Pada tanggal 7 November 2014 Pukul 08:39)

Witanti, W., dan Falahah. 2007. Val IT: Kerangka Kerja Evaluasi Investasi Teknologi Informasi. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007, Yogyakarta.

www.btsi.uksw.edu. (Diakses pada tanggal 31 oktober 2014 Pukul 22:00)

www.gartner.com/doc/375084/gartner--it-spending-stafing. (Diakses tanggal 01 November Pukul 09:20)

www.isaca.org. (Diakses tanggal 3 Maret 2014 Pukul 18:00)

24 LAMPIRAN

Lampiran 1. Maturity model Val IT

No Maturity Model

VG PM IM

0 Non-existent ketika

 Perusahaan melihat bahwa fungsi TI sebagai pemasok dan biaya harus

diminimalkan. Ada komunikasi yang terbatas antara bisnis dan fungsi TI

 Tidak ada kesadaran bahwa investasi TI harus dikelola sebagai portofolio.

 Perusahaan mengakui bahwa TI adalah sebuah biaya dan investasi.

 Meningkatnya komunikasi antara manajemen TI dan fungsi bisnis yang lainnya tentang perlunya untuk menunjukkan return atas investasi TI.

 Adanya pelaporan budget dan cost-driven.

 Keahlian dan alat-alat yang ada pada individu, didasarkan pada ad hoc.

 Beberapa fungsi bisnis menerapkan praktek manajemen portofolio terhadap lingkup kegiatan mereka.

 Business case mungkin diperlukan, tetapi ada beberapa pertimbangan pemilihan program yang sebagian besar subyektif dan berbau politik.

 Ada beberapa pengakuan terkait kebutuhan untuk

 Meningkatnya kesadaran di antara fungsi bisnis dan manajemen TI terkait kebutuhan untuk kerangka tata kelola yang lebih formal.

 Fungsi bisnis dan TI bekerja lebih kolaboratif terkait kebutuhan untuk menunjukkan return pada investasi TI.

 Business case dan laporan status investasi diperlukan untuk sebagian besar investasi, dan ada beberapa laporan yang terbatas hanya pada benefit.

 On-the-job training disediakan dalam rangka pengembangan business case dengan berdasar pada as-needed basis.

 Alat-alat yang digunakan bertambah seiring dengan respon terhadap kebutuhan ad hoc, namun belum distandarisasi di seluruh perusahaan.

 Meningkatnya kesadaran akan kebutuhan untuk mengelola investasi TI sebagai sebuah portofolio.

 Programme view secara luas diadopsi, dan business case diperlukan untuk sebagian besar program.

 Business case dievaluasi terutama pada ukuran finansial.

 Sebuah siklus hidup investasi ditetapkan dan diikuti, tetapi tidak ada definisi yang konsisten serta penelusuran manfaat.

 Meningkatnya kesadaran manajemen terkait kebutuhan untuk mengambil business value view dari investasi TI

 Business case diperlukan untuk beberapa investasi, tetapi tidak secara jelas didefinisikan atau diformalkan.

25 baru, memberikan hasil dari layanan TI yang efisien, dan memastikan alokasi yang optimal untuk sumber daya

 Rencana untuk pelatihan TI.

formal ada tetapi tidak konsisten saat dijalankan.

 Alat yang digunakan

bertambah untuk

mendukung evaluasi investasi, namun masih belum distandarisasi di seluruh perusahaan.

 Ada pemahaman umum mengenai praktek manajemen portofolio.

 Business case diperlukan untuk semua program.

 Sebuah standar sistem manajemen portofolio digunakan untuk informasi program agregat untuk mendukung pengambilan keputusan.

 Manajemen memahami kebutuhan untuk

 Manfaat ditelusuri dan dilaporkan dengan menggunakan langkah-langkah dasar.

4 Managed ketika

 Ada komitmen bersama antara fungsi bisnis dan manajemen TI untuk mengoptimalkan kontribusi investasi dan layanan TI terhadap business value.

 Business case ditinjau, diperbarui dan dire-evaluasi sepanjang siklus hidup dari investasi.

 Proses dan keahlian yang ada mendukung untuk terintegrasi dengan sistem perusahaan lainnya, kemudian disesuaikan dan rencana pelatihan formal dijalankan.

 Dewan dan manajemen eksekutif berkomitmen penuh terhadap manajemen portofolio dan secara teratur meninjau kinerja portofolio.

 Peran portofolio manajemen, tanggung jawab,

akuntabilitas dan praktek yang mendukung diterapkan secara konsisten dan terintegrasi dengan model tata kelola perusahaan secara keseluruhan.

 Program dikategorikan, dan business case dikembangkan dan dipertahankan untuk semua program.

 Sebuah standar sistem manajemen portofolio tersedia dan secara luas digunakan.

 Dewan dan manajemen eksekutif berkomitmen untuk IM.

 Adanya tanggung jawab dan akuntabilitas yang

 Alat perencanaan program / proyek yang standar digunakan untuk

manajemen TI bekerja sama untuk terus mengoptimalkan dan melaporkan portofolio investasi TI, serta

menghasilkan jasa, aset, dan sumber daya lainnya.

 Portofolio ini terus dipantau dan proaktif disesuaikan untuk mengoptimalkan nilainya.

 Kinerja individu sejalan dengan kinerja portofolio.

 Standar sistem portofolio manajemen membantu

 Business case diperbarui untuk mencerminkan

26 Lampiran 2. Proses Val IT

Value Governance (VG) Rata-rata

Maturity model

VG 1 Penetapan pola Informasi dan komitmen kepemimpinan

VG 1.1 Pelaporan dari Biro Teknologi Sitem Informasi (BTSI) kepada atasan secara periodik 2 (Repeatable)

VG 1.2 Setiap Elemen TI menjadi penting dalam Universitas 4,5 (Managed to

Optimized)

VG 1.3 Penggunaan TI sudah sesuai dengan kebutuhan Universitas 4 (Managed)

VG 1,4 Pimpinan memiliki pemahaman terhadap Sistem Informasi Akademik yang diterapkan oleh

Universitas saat ini 3 (Defined)

VG 2 Pendefinisian dan Pengimplementasian Proses

VG 2.1 Aset TI (SIASAT) menjadi aset prioritas 4 (Managed)

VG 2.2 Pengimplementasian sistem sudah dilakukan secara konsisten 4 (Managed) VG 2.3 TI (SIASAT) yang digunakan dapat mendukung kebutuhan proses di masa depan 4 (Managed) VG 3 Pendefinisian karateristik portofolio

VG 3.1 Alokasi yang jelas dalam penentuan portfolio investasi (termasuk SIASAT) dalam Universitas 5 (Optimized) VG 4 Kesesuaian dan integrasi antara nilai Manjemen dan anggaran Universitas

VG 4.1 Penganggaran investasi TI (SIASAT) telah disesuaikan dnegan rencana pengembangannya 3,5 (Defined to Manageds) VG 5 Penetapan tata kelola melalui pemantauan yang efektif

VG 5.1 Pemantaun secara berkala yang dilakukan pimpinan 3 (Defined)

VG 5.2 Tindakan atas hasil penyimpangan yang ditemukan 4,5 (Managed to

Optimized) VG 6 Pengembangan yang berkelanjutan

VG 6.1 Perbaikan yang dilakuakan manajemen untuk mencapai tujuan dari Universitas 2,5 (Repeatable to Defined) VG 6.2 Perubahan pemanfaatan dan pengembangan TI yang dilakukan selama beberapa periode

Universitas 5 (Optimized)

Portfolio Management Rata-rata

Maturity model PM 1 Penetapan strategi dan target portofolio campuran

PM 1.1 Penetapan target portofolio yang selaras dengan strategi universitas. 3 (Defined) PM 2 Ketersediaan sumber daya dan dana

PM 2.1 Universitas memiliki ketersediaan dana yang memadai dan sumber dana yang jelas untuk

investasi TI (SIASAT) 4 (Managed)

PM 3 Pengelolaan sumber daya manusia

PM 3.1 Universitas memiliki pengelolaan sumber daya manusia yang bertugas untuk mengelola

TI dan masuk dalam struktur organisasi. 5 (Optimized)

PM 4 Evaluasi dan penilaian business case

PM 4.1 Penilaian keselarasan strategis, manfaat finansial, dan non finansial terhadap SIASAT 2,5 (Repeatable to Defined) PM 5 Pengawasan dan pelaporan performa portofolio investasi

PM 5.1 Laporan kinerja portofolio investasi dan evaluasi atas kinerja SIASAT 3 (Defined) PM 6 Optimisasi performa portofolio investasi

PM 6.1 Optimalisasi investasi TI dengan cara tindakan perbaikan. 3 (Defined)

27

Investment Management Rata- rata

Maturity model IM 1 Pengembangan dan evaluasi terhadap business case

IM 1.1 Business case yang ada dapat membantu mengidentifikasi peluang dari investasi untuk mendukung strategi universitas

2,5 (Repeatable to Defined) IM 2 Pemahaman dan identifikasi terhadap program

IM 2.1 Pengidentifikasian risiko, pengukuran, asumsi, persyaratan, serta metode dan teknik

penggunaan atas investasi TI (SIASAT) yang akan dipilih dan diterapkan. 4 (Managed) IM 3 Pengembangan dan perencanaan terhadap sistem

IM 3.1

Perencanaan program yang terkait dengan pengidentifikasian dan pengdokumentasian proses bisnis, perencanaan sumber daya (manusia, teknologi, dan pembiayaan), dan rencana penjadwalan yang jelas atas SIASAT.

3 (Defined)

IM 4 Daur hidup investasi dan perhatian terhadap cost and benefits

IM 4.1 Dilakukannya proses anggran program investasi TI (SIASAT) mengikuti daur hidup investasi serta memperhatikan cost and benefit

2,5 (Repeatable to Defined) IM 5 Pengembangan secara rinci terhadap kandidat program business case

IM 5.1

Pengembangan secara rinci oleh manajemen terhadap uraian tujuan program, sasaran, pendekatan dan ruang lingkup; ketergantungan program, resiko dan langkah-langkah yang penting; dampak perubahan organisasi dari program; nilai dari penilaian; dan rencana penjadwalan terkait dengan kandidat program business case untuk investasi TI (SIASAT)

2,5 (Repeatable to Defined)

IM 6 Persetujuan dan pengelolaan program

IM 6.1 Persetujuan penerapan program investasi TI (SIASAT) yang disertai dengan pengelolaan

(perencanaan, pengorganisasian, penerapan, dan pemantauan) atas SIASAT 4 (Managed) IM 7 Implementasi atas monitoring

IM 7.1 Pengimplementasian proses monitoring untuk memastikan bahwa keuntungan yang direncanakan telah dicapai, dukungan, dan optimalisasi

2,5 (Repeatable to Defined)

IM 8 Pembaharuan business case

IM 8.1 Pembaharuan business case yang merupakan cerminan dari status implementasi program

investasi TI (SIASAT) 4 (Managed)

IM 9 Pemantauan dan pelaporan program

IM 9.1 Pemantauan SIASAT dan pelaporan atas hasil pemantauan untuk tidak lanjut perbaikan sebagai optimalisasi manfaat dari SIASAT

2,5 (Repeatable to Defined) IM 10 Pemberhentian program

IM 10.1 Pemantauan yang berkaitan dengan cost and benefit serta dikaitkan dengan maturitas SIASAT untuk beralih ke program investasi TI lainnya yang dibutuhkan oleh universitas

0 (Non-Existence)

28

Dokumen terkait