• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dahuri R. 2008. 14 Jurus Membangun Perikanan Tangkap di Indonesia. Majalah Samudera Edisi 59, Jakarta (ID).

[Ditjen Tangkap-DKP] Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan. 2012. Statistik Perikanan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantun 2012.

Boer M, Aziz KA. 1995. Prinsip-prinsip Dasar Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Melalui Pendekatan Bio-Ekonomi. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 3(2): 109-119.

Fauji A. 2005. Kebijakan Perikanan dan Kelautan Isu, Sintesis, dan Gagasan. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

Fauji A. 2010. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan.Teori dan Aplikasi.Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

Genisa A S. 1999. Pengenalan Jenis-Jenis Ikan Laut Ekonomi Penting di Indonesia. Jurnal Oseana. 24(1): 17-38

Makmur S, Prasetyo D. 2006.Kebiasaan makan, tingkat kematangan gonad dan fekunditas ikan haruan (Channa striata Bloch) di Suaka Perikanan Sungai Sambujur DAS Barito Kalimantan Selatan. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 13(1): 27-31.

Mulyani S, Subiyanto, Bambang A N. [Tahun terbit tidak diketahui]. Pengelolaan Sumberdaya Ikan Teri dengan alat Tangkap Payang Janur Melalui Pendekatan Bio-Ekonomi di Perairan Tegal. PDF created with pdfFactory Pro trial version.

Noordiningroom R, Anna Z, Suryana A A H. 2012. Analisis Bioekonomi Model Gordon-Schaefer Studi Kasus Pemanfaatan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Perairan Umum Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(3): 263-274.

Purwanto. Bio-Ekonomi Penangkapan Ikan : Model Statik. Jurnal Oseana. 13(2): 63-72

Putri A K. 2013. Kajian Stok Sumber Daya Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) Cuvier dan Valenciennes yang Didaratkan di PPN Karangantu, Banten [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Reuben S, Kasim HM, Sivakami S, Nair PNR, Kurup KN, Sivadas M, Noble A, Nair KVS, Raje SG. 1992. Fishery, biology and stock assessment of carangid resources from the Indian seas. Indian Journal of Fisheries. 39(3,4): 195-234.

Salmah T, Nanaban B O, Sehabuddin U. 2012. Opsi Pengelolaan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) di Perairan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jurnal Sosek KP. 7(1): 19-32

Saputra D. 2008. Pembuatan Pepton Ikan Selar Kuning (Caranx leptolepis)Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) pada Kondisi Post Rigor dan Busuk [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sholeh F R. 2012. Pengelolaan Sumberdaya Ikan Layur (Lepturacanthus savala,

Cuvier 1982) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Kabupaten Padeglang, Provinsi Banten [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

18

Sobari M P, Diniah, Widiarso D I. 2008. Analisis “Maximum Sustainable Yield” dan “Maximum Economic Yield” Menggunakan Bio-Ekonomi Model Statis Gordon – Schaefer dari Penangkapan Spiny Lobster di Wonogiri. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 15(1): 35-40

Sobari M P, Muzakir. 2008. Kajian Ekonomi Pemanfaatn Sumberdaya Ikan Teri di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Buletin PSP. 17(3): 372-381 Sriati. 2011. Kajian Bio-Ekonomi Sumberdaya Ikan Kakap Merah yang

Didaratkan di Pantai Selatan Tasikmalay, Jawa Barat. Jurnal Akuatika. 2(2): 79-90

Sulistiyawati E T. 2011. Pengelolaan Sumberdaya Ikan Kurisi (Nemipterus furcosus) Berdasarkan Model Produksi Surplus di Teluk Banten, Kabupaten Serang, Provinsi Banten [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Susilo H. 2010. Analisis Bioekonomipada Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Pelagis

Besar di Perairan Bontang. Jurnal EPP. 7(1): 25-30

Suseno. 2007. Presentasi Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan, di Semarang. Departemen Kelautan dan Perikanan, Direktur Jendral Perikanan Tangkap, Direktur Sumberdaya ikan, Jakarta (ID).

Thangaraja M. 1985. On the laboratory reared fish eggs and larvae of five species of carangids from the Vellar Estuary, Porto Novo. Mahasagar-Bulletin of the National Institute of Oceanography. 18(4): 477-488.

Thanh N.V. 2011.Sustainable Management of Shrimp Trawl in Tonkin Gulf, Vietnam. Applied Economics Journal. 18(2): 65-81

Tinungki G M. 2005. Evaluasi Model Produksi Dalam Menduga Hasil Tangkapan Maksimum Lestari untuk Menunjang Kebijakan Pengelolaan Perikanan Lemuru di Selat Bali [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Utami D P, Gumilar I, Sriati.2012. Analisis Bioekonomi Penangkapan Ikan Layur (Trichirus sp) di Perairan Parigi Kabupaten Ciamis. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(3): 137-144.

Widodo, J dan Suadi. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

www.fishbase.org. Selaroides leptolepis [terhubung berkala]. http://fishbase.org/summary/Selaroides-leptolepis.html [31 Januari 2013].

Zulbainarni N. 2012. Teori dan Praktik Pemodelan Bioekonomi dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap.Bogor (ID): IPB Press

19

LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuisoner

KUISIONER NELAYAN IKAN SELAR KUNING (Selaroides leptolepis) 1. Biodata Nelayan Nama : Umur : Pekerjaan utama : Pekerjaan sampingan : Alamat :

Berapa lama jadi nelayan : Pendidikan terakhir :

2. Alat tangkap dan Hasil Tangkapan 1. Alat tangkap

a. Nama alat tangkap : b. Ukuran alat tangkap

‐ Panjang :

‐ Lebar :

‐ Tinggi :

‐ Mata jaring : 2. Perahu

a. Jenis perahu (perahu tanpa motor/Motor tempel/Kapal motor)* b. Bobot perahu (< 5 GT/5-10 GT/10-30 GT/>30 GT)* c. Ukuran perahu ‐ Panjang : ‐ Lebar : ‐ Tinggi : 3. Tenaga kerja a. Jumlah ABK : b. Asal : c. Upah : d. Tugas : 4. Trip

a. Lama melaut 1 trip : b. Jumlah trip menangkap perbulan : c. Istirahat antar trip : 5. Mesin kapal

a. Ukuran :

b. Merk : 6. Hasil tangkapan

a. Jumlah hasil tangkpan

‐ Musim penangkapan :

‐ Musim paceklik :

‐ Musim peralihan : b. Harga ikan : Rp. c. Daerah penangkapan

20

‐ ……… jarak dari TPI ………..

‐ ……… jarak dari TPI ………..

‐ ……… jarak dari TPI ………..

‐ ……… jarak dari TPI ………..

7. Musim penangkapan a. Musim puncak : Bulan ………... s/d ………..

b. Musim paceklik : Bulan ………... s/d ………..

c. Musim peralihan : Bulan ………... s/d ………..

Adakah perubahan daerah penangkapan ikan sehubungan dengan perubahan musim? (Ya/Tidak)*, jika ada dimana? 8. Operasi penangkapan a. Biaya operasi penangkapan : ‐ Pembekalan : ………...

‐ BBM : …………liter ; Rp. ………./liter ‐ Solar :………liter; Rp. ………./liter ‐ Es :………balok; Rp. …………./balok ‐ Lain-lain : ………. ‐ Beras :……….. ‐ Minum :……… ‐ Gas :……….. ‐ Rokok :……….. ‐ Kopi :………. ‐ Gas :……… b. Waktu penangkapan

‐ Berangkat melaut : (pagi/siang/sore/malam ; jam)*:

‐ Pulang melaut : (pagi/siang/sore/malam ; jam)*:

‐ Hari/Bulan tidak melaut : mengapa?

Pemasaran Ikan

Jenis Ikan Lokal Interlokal Bentuk Olahan

21

Lampiran 2 Data biaya operasional tiap alat tangkap

Tabel 1 Biaya operasional alat tangkap bagan apung (13 responden) Nama

Biaya operasional

Harga ikan selar kuning Juanda 820000 12000 Hermansyah 800000 15000 Andri 548000 7000 Mulyadi 665000 12000 Nafi 637000 5000 Amron 637000 17000 Suhendang 707000 15000 Tabel 2 Biaya operasional alat tangkap pancing (4 responden)

Nama

Biaya operasional

Harga ikan selar kuning

Husro 117000 12000

Anto 123000 12000

Wahyu 136000 12000

Rizal 115000 6000

Tabel 3 Biaya operasional alat tangkap dogol (8 responden) Nama

Biaya operasional

Harga ikan selar kuning

Rohim 784,000.00 12000 Wiryono 507,000.00 12000 Sanudin 668,000.00 12000

Tabel 4 Biaya operasional alat tangkap payang (3 responden) Nama

Biaya operasional

Harga ikan selar kuning

Catur 150000 12000

Rizky 114000 12000

Andi 100000 12000

Tabel 5 Biaya operasional alat tangkap bagan tancap (1 responden) Nama

Biaya operasional

Harga ikan selar kuning

22

Lampiran 3 Standarisasi alat tangkap

Tahun

Jaring insang Jaring dogol Bagan tancap Jaring payang Pancing Bagan apung

y f Y F Y f y f y f y f 2005 0 0 22155 1162 21522 1562 17624 822 1465 705 0 0 2006 3661 601 48207 569 6799 1106 24050 502 0 0 0 0 2007 11400 1009 85499 882 0 0 5409 688 5082 745 0 0 2008 3338 4894 36191 1351 12026 4053 15324 270 3980 69 0 0 2009 4218 2899 88753 1804 6860 1129 1205 186 906 172 14196 2863 2010 18 4390 47695 2449 568 1025 4972 258 393 326 12326 4185 2011 31 4078 55559 1883 104 478 0 0 125 132 6524 2733 2012 20 3152 20315 4013 856 480 174 202 3 45 56003 6073 Alat tangkap C F CPUE FPI

jaring insang 22686 21023 1.0791 0.0377 jaring dogol 404374 14113 28.6526 1 bagan apung 89049 15854 5.6168 0.196 bagan tancap 48735 9833 4.9563 0.173 jaring payang 68758 2928 23.4829 0.8196 pancing 11954 2194 5.4485 0.1902

Tahun C F CPUE Ln CPUE

2005 62766 2188 29 3.3563 2006 82717 895 92 4.526 2007 107390 1650 65 4.1759 2008 70859 2433 29 3.3715 2009 116138 2852 41 3.7067 2010 65972 3923 17 2.8224 2011 62343 2758 23 3.1181 2012 77371 5452 14 2.6525

23

Lampiran 4 Model poduksi surplus Fox Sumbu x Sumbu y F Ln CPUE 2188 3.3563 895 4.5260 1650 4.1759 2433 3.3715 2852 3.7067 3923 2.8224 2758 3.1181 5452 2.6525 FOX A 4.591 B -0.0004 R^2 78% Fmsy 2461 MSY 89289 P 100497 c 12293

24

Lampiran 5 Model analisis bioekonomi (Gomprets Fox) AKTIVITAS F (Trip) Y (Kg) TR (Rupiah) TC (Rupiah) Untung (Rupiah) OAE 6129 50107 5,035,658,009 5,035,658,009 0 MSY 2462 89289 1,097,643,219 247,381,998 850,261,221 MEY 2001 87517 1,075,855,723 201,094,882 874,760,841 Aktual 5452 77371 951,132,614 547,910,693 403,221,921 Ket: Aktual adalah kondisi yang terjadi tahun 2012.

F (trip) Y (kg) TR (Rp) TC (Rp) Keuntungan (Rp) Keterangan 1 98.5603 1.211616 0.1005 1.1111 666 50101.5 615.9054 66.9311 548.9742 1200 72668.3 893.3217 120.597 772.725 1400 78163.9 960.8793 140.696 820.1832 1600 82359.2 1012.453 160.796 851.6577 1800 85423.8 1050.127 180.895 869.2317 2000 87508.6 1075.755 200.994 874.7606 2001 87516.7 1075.856 201.095 874.7608 Puncak (MEY) 2004 87541.2 1076.156 201.396 874.7599 2006 87557.4 1076.355 201.597 874.7581 2008 87573.5 1076.554 201.798 874.7552 2010 87589.5 1076.751 201.999 874.7512 2012 87605.5 1076.947 202.2 874.7463 2014 87621.4 1077.142 202.401 874.7403 2016 87637.1 1077.336 202.602 874.7333 2018 87652.8 1077.529 202.803 874.7252 2462 89289.1 1097.643 201.094 874.761 (MSY) 6129 50107.4 5035.658 5035658 0 OA

25

Lampiran 6 Data hasil produksi ikan selar kuning Tabel 1Hasil Produksi (Ton) Selar Kuning

Tahun Produksi (ton)

2005 62 2006 83 2007 129 2008 100 2009 126 2010 66 2011 62 2012 77

26

27

28

Dokumen terkait