[Anonim]. 2008. Penyusunan Rencana Induk Persampahan (Paket 4) Kota Depok, PT Santika Kusuma Agung Depok.
Antara. 2010. Longsor TPA Galuga Bogor Akibatkan 4 Pemulung Tewas. http://www.antaranews.com/news/178098/longsor-tpa-galuga-bogor
akibatkan-4-pemulung-tewas [diakses pada tanggal 17 Oktober 2011]. [BPS]. 2010. Penduduk Indonesia Menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995,
2000, dan 2010. Badan Pusat Statistika. www. bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=12¬ab=1. [diakses pada tanggal 17 Oktober 2011].
Basyarat, A. 2006. Kajian Terhadap Penetepan Lokasi TPA Sampah Leuwinanggung-Kota Depok. [Tesis]. Universitas Diponegoro, Semarang. Beek, K. J. (1978). Land Evaluation for Agricultural Development. Publication
No. 23. International Institute for Land Reclamation and Improvement (ILRI). Wageningen. 333pp.
Bustamiruddin. 2002. Peta Tinjau Mendalam dan Peta Kesesuaian Lahan Kota Bogor dan Sekitarnya. [Skripsi]. Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Cheremisinoff, N. P. 2003. Handbook of Solid Waste Management and Waste Minimization Technologies. Elsevier Science, USA.
Darmasetiawan, M. 2004. Perencanaan Tempat Pembuanagn Akhir (TPA). Ekamitra Engineering, Jakarta.
Dent, D. and Young. 1981. Soil Survey and Land Evaluation. George Allen and Anwin, London.
Desmawati, B. 2010. Pengaruh TPA Terhadap Kualitas Air Sumur, Kesehatan, dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar TPA Galuga. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
FAO. 1976. A Framework for Land Evaluation. Soil Bull. No 32. Food Ang Agriculture Organization of The United Nation, Rome.
Hadiwiyoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Yayasan Idayu, Jakarta.
Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.
Hardjowigeno, S dan Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan & Perencanaan Tataguna Lahan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Kastaman, R dan A.M. Kramadibrata. 2007. Sistem Pengelolaan Reaktor Sampah
Terpadu (Silarsatu). Humaniora, Bandung.
[Kementerian PU]. 2011. Dasar-Dasar Sistem Pengelolaa Sampah. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementeriaan Pekerjaan Umum, Jakarta.
Krisnandar, D. 2007. Mengelola Sampah Agar Tidak Menjadi “Sampah”. http://bpksdm.pu.go.id/bulletin.php?id=13. [diakses pada tanggal 25 maret 2011].
Miner, J. R., F. J. Humerik., M. R. Overcash. 2000. Managing Livestock Wastes to Presure Environmental Quality. Lowa State University Press, Ames. Nusantaraku. 2010. TPA Galuga Longsor Timbun 5 Hektar Sawah.
http://www.nusantaraku.org/forum/news-current-issues-rumours/113756-tpa-galuga-longsor-timbun-5-hektar-sawah.html. [diakses pada tanggal 01 November 2011]
[Puskim]. 2001. Petunjuk Teknis Tata Cara Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) di Daerah Pasang Surut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, Bandung.
Rachim, D. J. 2007. Dasar-Dasar Genesis Tanah. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB, Bogor.
Rayes, L. 2007. Metode Inventarisasi Sumberdaya Lahan. CV Andi Offset, Yogyakarta.
Saaty, T. L. and Sodenkamp. 2008. Making Decisions in Hierarchic and Network System. Int. J. Applied Decision Science; Vol. 1, No. 1, pp.24-79.
Sirodjuddin, A. 2008. Efek Sampah Terhadap Manusia dan Lingkungan. http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/08/05/efek-sampah-terhadap-manusia-dan-lingkungan/. [diakses pada tanggal 05 Februari 2011]. Sitorus, S. R. P. 1995. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Tarsito, Bandung.
Soekarman. 1983. Pemanfaatan Tinja dan Sampah DKI Jakarta untuk Menunjang Pembangunan Nasional. CV. Era Swasta, Jakarta.
Soil Survey Staff. 1975. Soil Taxonomy a Basic System for Soil Classification for Making and Interpreting Soil Survey. USDA-SCS. Agr. Hand-Book No. 436.
Suharyanto, A. 2011. Gambaran Umum Daerah Penelitian. http://www.damandiri.or.id/file/aryssuharyantoipbbab4.pdf. [diakses pada tanggal 01 November 2011].
Syahrul, M dan A. Ollich. 1985. Usaha-usaha Pemusanahan Sampah di Kotamadya Ujungpandang. Universitas Hasanudin, Ujungpandang.
Tempo. 2011. Kontrak Diperpanjang Warga Ancam Blokir TPA Galuga.
http://www.tempo.co/read/news/2011/05/30/083337583/Kontrak-Diperpanjang-Warga-Ancam-Blokir-TPA-Galuga. [diakses pada tanggal 01 November 2011].
[UPTD TPA]. 2011. Komposisi Sampah dalam Angka. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Bogor.
Vink, A. P. A. 1975. Land Use in Advencing Agiculture. Springer.
Widiatmaka, M. Selari., W. Ambarwulan., L. Suryani., dan Janudianto. 2004. Studi Penentuan Alternatif Lokasi Pembuangan Sampah (Waste Disposal
Site) Berbasis Daya Dukung Lahan dan Lingkungan di Propinsi DKI
Jakarta. Laporan Akhir. Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dengan Institut Pertanian Bogor.
Wikantika. K. 2008. Kriteria Penentuan Lokasi Pembuangan Sampah http://wikantika.wordpress.com/2008/05/07/kriteria-penentuan-lokasi-pembuangan-sampah/. [diakses pada tanggal 01 November 2011].
Wiyana, P, S. Ikramatunnafsiah, R. Hidayat, W.E. Prayitno, dan A. Sholihah. 2008. Laporan Pengembangan Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Bogor.
Lampiran 1
Komposisi Sampah (Timbulan dan Terangkut) di Kota Bogor Tahun 2010
No Jenis Persentase (%) Timbulan (m3) Terangkut (m3) Keterangan 1 Organik 60,85 1.439,10 1.007,07 Persentase sampah terangkut dari timbulan sampah 70,01% 2 Plastik 12,83 303,43 212,34 3 Kertas 8,67 205,05 143,49 4 Logam 0,24 5,68 3,97 5 Tekstil 2,94 69,53 48,66 6 Karet 0,36 8,51 5,96
7 Kaca & Mineral 1,11 26,25 18,37
8 B3 0,02 0,47 0,33
9 Lain-lain 4,67 110,45 77,29
10 Residu 8,31 196,53 137,53
Jumlah : 100,00 2.365,00 1.655,00
Sumber : UPTD TPA Pemerintah Kota Bogor, 2011 Lampiran 2
Data Sampah Terangkut ke TPA Galuga Tahun 2009
No Bulan Jumlah Ritasi
Jumlah Volume Rata-Rata Per Hari (m3)
Tempat Pembuangan ( Rit ) ( m3 ) Tonase
1 Januari 6,634.0 48,947.0 14,684.1 1,588.0 TPA Galuga 2 Februari 5,994.0 43,574.0 13,072.2 1,556.0 TPA Galuga 3 Maret 6,342.0 47,249.5 14,174.9 1,524.0 TPA Galuga 4 April 6,163.0 45,874.5 13,762.4 1,529.0 TPA Galuga 5 Mei 6,474.0 48,554.0 14,566.2 1,566.0 TPA Galuga 6 Juni 6,291.0 47,144.0 14,143.2 1,572.0 TPA Galuga 7 Juli 6,406.0 48,745.5 14,623.7 1,572.0 TPA Galuga 8 Agustus 5,341.0 43,983.5 13,195.1 1,419.0 Total 4,065.0 31,243.0 9,372.9 TPA Galuga
256.0 2,575.5 772.7 TPA Bantar Gebang (sehub.dg adanya demo masyarakat) 272.0 2,746.5 824.0 TPA Cicurug (sehub.dg adanya
demo masyarakat)
748.0 7,418.5 2,225.6 Dibuang pada container kapasitas besar di Jalan Paledang (pinjam sewa dari luar) lokasi Pembuangan Bantar Gebang
9 September 7,356.0 56,265.5 16,879.7 1,877.0 TPA Galuga 10 Oktober 6,574.0 51,183.0 15,354.9 1,651.0 TPA Galuga 11 Nopember 6,380.0 50,071.5 15,021.5 1,670.0 TPA Galuga 12 Desember 6,609.0 52,019.5 15,605.9 1,700.0 TPA Galuga
JUMLAH : 81,905.0 627,595.0 188,278.5 19,224.0 ( 1 m3=0,3 ton ) Sumber : UPTD TPA Pemerintah Kota Bogor, 2011
Lampiran 3
Data Sampah Terangkut ke TPA Galuga Tahun 2010
No Bulan
Jumlah
Ritasi Jumlah Volume Tempat Pembuangan
( Rit ) ( m3 ) Tonase 1 Januari 6,555 51,826.0 15,547.8 TPA GALUGA 2 Februari 5,881 45,287.0 13,586.1 3 Maret 6,521 49,718.0 14,915.4 4 April 6,315 48,211.0 14,463.3 5 Mei 6,552 50,245.0 15,073.5 6 Juni 6,352 48,335.0 14,500.5 7 Juli 6,527 49,399.0 14,819.7 8 Agustus 6,572 49,734.0 14,920.2 9 September 6,350 48,276.0 14,482.8 10 Oktober 6,531 49,496.0 14,848.8 11 Nopember 6,294 47,806.0 14,341.8 12 Desember 6,532 50,949.6 15,284.9 JUMLAH : 76,982 589,282.6 176,784.8
Sumber : UPTD TPA Pemerintah Kota Bogor, 2011 Lampiran 4
Bobot Nilai pada Hirarki 1 dalam Persepsi Prioritas Keberadaan TPA Galuga Menurut Masing-Masing Stakeholders TPA Galuga
Hirarki 1 Pengelola Pekerja Penduduk Bobot Nilai
Ekonomi 0,292 0,429 0,420 Lingkungan 0,375 0,238 0,258
Sosial 0,333 0,333 0,323
Lampiran 5
Bobot Nilai pada Hirarki 2 dalam Persepsi Prioritas Keberadaan TPA Galuga Menurut Masing-Masing Stakeholders TPA Galuga
Hirarki II Pengelola Pekerja Penduduk Bobot Nilai (Skor)
Kesempatan Kerja 0,150 0,174 0,191
Pendapatan 0,142 0,254 0,229
Polusi 0,119 0,093 0,078
Produkivitas Lahan Pertanian 0,115 0,075 0,092
Resiko Bencana 0,142 0,070 0,088
Gangguan Kesehatan 0,126 0,093 0,110
Sarana dan Prasarana Pendukung 0,097 0,117 0,097
Lampiran 6
Lahan 1
Nama Tanah PPT (1983) : Latosol Cokelat Kemerahan Bahan Induk : Tuf andesit
Relief : 217 mdpl
Bentuk Wilayah : Bergelombang
Lereng : 8-15 %
Drainase : Sedang
Penggunaan Lahan : Kebun Campuran, pisang, rerumputan Simbol
Kedalaman (cm) Uraian
Lama Baru
A1 Ap 0-10 Cokelat (7,5 YR 3/4); liat; stuktur granular, ukuran sedang, perkembangan sedang; lunak (kering), gembur (lembab), agak lekat, agak plastis (basah); perakaran halus banyak, sedang dan kasar sedikit; batas horison sangat jelas dan berombak.
A2 E 10-42 Cokelat kemerahan (5 YR 4/6); liat; stuktur granular, ukuran sedang, perkembangan sedang; lunak (kering), gembur (lembab), agak lekat, agak plastis (basah); perakaran halus dan kasar sedikit, sedang banyak; batas horison sangat jelas dan berangsur.
10 cm 0 cm 42 cm 156 cm 90 cm Ap E AB B C/R
A3 AB 42-90 Cokelat agak gelap (5 YR 3/4); liat; stuktur granular, ukuran sedang dan perkembangan lemah; lepas (kering), lepas (lembab), agak lekat, agak plastis (basah); perakaran halus, sedang dan kasar sedikit; batas horison sangat jelas dan berombak.
B1 B 90-156 Cokelat kemerahan (5 YR 4/6); liat; stuktur gumpal bersudut, ukuran sedang,
perkembangan sedang; agak keras (kering), teguh (lembab), lekat, plastis (basah); perakaran halus, kasar dan sedang sedikit; batas horison sangat jelas dan berombak. C/R C/R >156 Cokelat kemerahan (5 YR 4/6); liat; stuktur
masif; gembur (kering), teguh (lembab), lekat, plastis (basah); perakaran halus dan kasar sedikit, sedang banyak; batas tidak teratur.
Lampiran 7
Lahan 2
Nama Tanah PPT (1983) : Kompleks aluvial cokelat dan aluvial cokelat kekelabuan
Bahan Induk : Aluvium (Volkanik)
Relief : 212 mdpl
Bentuk Wilayah : Bergelombang
Lereng : 8-15 %
Drainase : Sedang
Penggunaan Lahan : Kebun Campuran (pisang, rerumputan) Simbol
Kedalaman (cm) Uraian
Lama Baru
A1 Ap 0-20 Cokelat abu abu gelap (10 YR 3/3); lempung berpasir; stuktur granular, ukuran halus, lemah; lepas (kering), lepas (lembab), agak lekat, agak plastis (basah); perakaran sedang dan kasar sedikit, halus banyak; batas horison jelas dan tidak teratur.
C/R C/R >20 Cokelat abu abu gelap (10 YR 4/6); lempung berpasir; stuktur masif; lepas (kering), lepas (lembab), agak lekat, agak plastis (basah); batas horison jelas dan tidak teratur.
Ap
C/R 20 cm
Lampiran 8
Analisis Sifat Fisika Lahan 1 dan Lahan 2
Lahan Simbol
horizon Kedalaman
Tekstur (%)
Warna Pasir Debu Liat
Latosol Cokelat Kemerahan
I Ap 0-10 12,43 19,48 68,09 7,5 YR 3/4 E 10-42 6,34 2,43 91,23 5 YR 4/6 AB 42-90 6,25 6,23 87,52 5 YR 3/4 B 90-156 11,70 8,67 79,63 5 YR 4/6 C/R >156 20,31 10,41 69,28 5 YR 4/6 Kompleks aluvial cokelat dan aluvial cokelat kekelabuan
II
Ap 0-20 30,05 15,97 53,98 10 YR 3/3 C/R >20 31,57 7,67 60,76 10 YR 4/6
Lampiran 9
Analisis Sifat Kimia Tanah Lahan 1 dan Lahan 2
Lahan Simbol horison (baru) Kedalaman (cm)
pH Basa-Basa (me/100g) Jumlah
Basa-basa (me/100g) KTK