• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akbar, M., 2013. Kaitan Kondisi Oseanografi Dengan Kepadatan Dan Keanekaragaman Karang Lunak Di Pulau Laelae, Pulau Bonebatang Dan Pulau Badi. Skripsi. Unhas. Makassar

Alloway, BJ. 2001. Soil Pollution and Land Contamination. Dalam Buku Pollution: Causes, Effects and Control. Edisi Keempat. Roy M. Harrison (Editor). The Royal Society of Chemistry. Cambridge. Inggris di akses 8 juli 2013 Barron, M. G., 1995, Bioaccumulation And Bioconcentration In Aquatic Organism.

In : Hoffman, D. J., Rattner, G. A., Burton, And Caims, Handbook Of Ecotoxicology, Boca Raton : CRC Press In.

Bayer, 1996 Sera-Pak Albumin. Bayer Corporation. 511. Benedict. USA

Bayer, F.M. 1956. Octocoralia. In : Treatise On Invertebrata Palaeotology, Part F., Coelenterata. (R.C. Moore ed.) University. Kansas Press. Lawrence : 166-231.

Bryan, G. W. 1976.Some Aspects Heavy Metal Tolerance In Aquatic Organism. In : A. P. M. LOCKWOOD (Ed.) Effects Of Polltitants On Aquatic Organisms. Combridge University Press, Cambridge.

Chojnacka, K., 2005, Biosorption of Cr (III) Ions by Eggshells, J. Hazard Mater B., 121, 167 - 173.

Connel, D.W. And Miller, G.J., 1995. Kimia Dan Ekotoksikologi Pencemaran UI Press, Jakarta.

Damar, A. 2004. Musim Hujan Dan Eutrofikasi Perairan Pesisir.

Darmono, 1995. Logam Dalam Sistem Biologi Mahkluk Hidup. Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta

Ditlev, H. 1980. A Field Guide to The Reef Building Coral of The Indo-Pasific. Scandinaving Science Press Ltd. Klampenborg. 291 p.

Dodge, R.E & Gilbert,T.R. 1984. Chronology Of Lead Pollution Contained In Banded Coral Skeletons. Mar. Boil, 82:9-13.

Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air. Bagi Pengelolaan Sumberdaya Dan

Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 258 Hlm.

Eryati, R. 2008. Akumulasi Logam Berat Dan Perngaruhnya Terhadap Morfologi

Jaringan Lunak Karang Di Perairan Tanjung Jumlai, Kalimantan Timur

[Tesis] Ipb, Bogor. Http://Icm.Ipb.Ac.Id/.../ (14 Juli 2013).

Fabricius, K. and G. DE’ATH 2000. Soft Coral Atlas of the Great Barrier Reef.

Australian Institute of Marine Science,

Fabricius, K. dan P. Aldersade. 2001. Soft Coral And Sea Fans: A Comprehensive Guide to Tropical Shallow- Water Genera of the Central-West Pasific, the Indian Ocean and The Red Sea. Institut of Marine Science. Twonsville.

Fardiaz.S., 1992. Polusi Air dan Udara. Penerbit. Kanisius. Yogyakarta

Fossa, S.A. and A.J. Nilsen, 1998. The modern coral reef aquarium. Volume 2. Birgit Schmettkamp Verlag.

Hamidah. 1980. Pengaruh Logam Berat Terhadap Lingkungan. Pewarta Oseana. 6 (2).

Handayani.S., Patria.M.P., 2005.Komunitas Zooplankton Di Perairan Waduk Krenceng.Cilegon.Banten. Vol. 2, No.2 ; 74-80.

journal.ui.ac.id/science/article/viewFile/65/61

Harahap, A. K. 2004. Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Sekitar Pulau Batam, Riau. Skripsi. FPIK-IPB. Bogor.

Haris, A. 2001. Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Fragmentasi

Buatan karang Lunak (Octocorallia: Alcyonacea) Sarchophyton trocheliophorum Von Marenzeller dan Lobophytum strictum Tixier-Durivault di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Tesis (Tidak

dipublikasikan). Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Haris, Abd., Yusuf, S., Rani.C., 2009. Bahan Ajar mata Kuliah koralogi, Program

Hibah kompetisi A-2 Jurusan Ilmu Kelautan Unhas Tahun Anggaran 2009. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Hutagalung, H.P. 1991. Pencemaran Laut Oleh Logam Berat dalam Beberapa Perairan Indonesia. Puslitbang. Oseanologi LIPI. Jakarta. Hlm 45 – 59. Hutagalung, Horas P. 1997. Metode Analisis Air Laut Sedimen dan Biota. Pusat

Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

Idris, I. 2001. Kebijakan Pengelolaan Pesisir Terpadu Di Indonesia. Pusat Riset Teknologi Kelautan. Badan Riset Kelautan Dan Perikanan. Jakarta. Janssen. P.H.Schuhmann, A., Moerschel, E., Rainey, F.A,. 1997. Novel

Anaerobic Ultramicrobakteria Belonging To The Verrucomicrobiales Lineage Of Bacterial Descent Isolated By Dilution Culture From Anoxic Rice Paddy Soil. Applied And Environmental Microbiology 63, 1382-1388.

Jardine, C.G. Effect Of Pollutant At The Ecosystem Level. Environmental Toxicology Seminar 20. 1993. Diponegoro University. Semarang Java. 15Hlm.

Jaya, M.M., 2008. Studi Kandungan Logam Berat Pb (Timbel) Pada Karang Keras, Karang Lunak dan Sponge di Perairan Pulau Khayangan, Kota Makassar. Skripsi. FIKP. Unhas. Makassar

Kadir, H. 2013. Biokonsentrasi Logam Berat Pb Pada Karang Lunak Sinularia

polydactyla Di Perairan Pulau Lae-Lae, Pulau Bonebatang Dan Pulau

Badi. Skripsi. Unhas. Makassar.

Lalli, C. M. And T.R. Parsons. 1993. Biological Oceanography An Introduction.Oxford: Univ. Of British Columbia Pergamon Press.Laws, 1981

Laws, E. A. 1981. Aquaric Pollution. John Willey And Sons. New York.

Manuputty, A. E. N. 2002. Karang Lunak (Soft Coral) Perairan Ondonesia. LIPI. Jakarta.

Manuputty, A. E. W. 1986. Karang Lunak Salah Satu Penyusun Terumbu Karang. Oseana, vol. XI, Nomor 4: 131-141. Puslitbang-Oseanologi-LIPI, Jakarta.

Manuputty, A. E. W. 1996. Pengenalan beberapa karang lunak (Octocorallia, Alyonecea) di lapangan. Oseana, vol. XXI, Nomor 4 : 1-11.

Puslitbang-Oseanologi-LIPI, Jakarta

Manuputty, A. E. W. 1998. Beberapa Karang Lunak (Alyonecea) Penghasil Substansi Bioaktif.Seminar Potensi Farmasitik dan Bioktif Sumberdaya Hayati Terumbu Karang. Puslitbang-Oseanologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta

Manuputty, A. E. W. 2008. Beberapa Aspek Ekologi Oktocoral. Oseana, vol. XXXIII. Puslitbang-Oseanologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta. 2: 33-42.

MENLH, 2004. Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Deputi Menlh Bidang Kebijakan Dan Kelembagaan Lingkungan Hidup. Jakarta.

Muzaki, F. 2011. Cekaman Logam Berat Tembaga (Cu) pada Karang. Online. Di akses 25 november 2013

Nontji, A. 1993. Laut Nusantara: Djambatan. Jakarta.

Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Eidman, M., Koesoebiono, D.G. Begen, M. Hutomo, dan S. Sukardjo [Penerjemah]. Terjemahan dari: Marine Biology: An Ecological Approach. PT. Gramedia. Jakarta

Nybakken, J.W. 1982. Marine Biology: An Ecological Approach. Diterjemahkan oleh M. Eidman, Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo, dan S. Sukardjo. Gramedia. Jakarta.

Palar, H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta. Jakarta.

Panuntun, P., Yulianto, B., Ambrianto. 2012. Journal Of Marine Research., Akumulasi Logam Berat Pb pada Karang Acropora aspera: Studi Pendahuluan. Halaman 153-158 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jmr.

Pratono, T. 1985. Kandungan Logam Berat Timbal (Pb), Tembaga (Cu) dan Seng (Zn) dalam Tubuh Kerang Hijau (Mytilus viridis, L) yang dibudidayakan di Perairan Ancol Teluk Jakarta. Skripsi IPB Bogor. Rachmawati, R. 2001. Terumbu Buatan (Artificial Reef). Pusat Riset Teknologi

Kelautan. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Sabdono, A. 2009. Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Simbion Karang Goniastrea aspera Resisten terhadap Logam Berat Copper (Cu) dari P. Panjang, Jepara. Vol. 14 (3): 117-125. Online. Di akses 17 Oktober 2013.

Samawi,M.F,S.Wororilangi, Dan R.Tambaru, 2010. Analisis Potensi Sponge Laut Sebagai Bioakumulator Logam Berat Pb,Cd,Dan Cudari Perairan Laut. Proseding Seminar Nasional Tahunan VII Hasil Penelitian Perikanan Dan Kelautan,UGM, 24 Juli 2010

Sandy, R. E. 2000. Penempelan Fragmen Buatan Karang Lunak (Sinularia sp.) pada Substrat Pecahan Karang. Tesis. Program Pasca Sarjana.Institut Pertanian Bogor, Bogor.

SNI 06-6992.3-2004 BSN, 2004, SNI Cara Uji Timbal Pb Secara Deskruksi Asam

Dengan Apektrofotometer Serapan Atom SSA. Jakarta

SNI M – 03 – 1089 – F, 1990, SNI Bidang Pekerjaan Umum Mengenai Kualitas Air. Departmen Pekerjaan Umum. Jakarta

Sorensen, E.M., 1991. Metal Poisinung in Fish. Wnvirnmental and life Science Assosiates, Boston, P 373

Sugiyanto,G. 2004. Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Karang (Caulastrea Furcate) Dengan Frag:/Mentasi Buatan Di Perairan Pulai Pari Kepulauan Seribu (Skripsi).FPIK-IPB, Bogor.

Supriharyono. 1986. The effects of sedimentation on a fringing reef in north central Java, Indonesia. PhD Thesis, Departement of Zoology, The University of Newcastle upon Tyne, UK.

Supriharyono. 2002. Pelestarian Dan Pengelolaan Sumberdaya Alam Di Wilayah Pesisir Tropis. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Supriharyono. 2009. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Pustaka Pelajar Edisi II Cetakan I.

Thamrin. 2006. Karang Biologi Reproduksi dan Ekologi. Minamandiri Pres., Pekanbaru.

Tomascik, T., Anmarie J.M.,A. Nontji, dan Moh. Kasim M. 1997. The ecology of the indonesian seas. Vol. VII. Periplus Editions (HK) Ltd.

Waldichuck, M., 1974. Some biological concern in metal pollution in F.S. Venverg and Venberg (ads). Pollution and Physioplogy of Marine Organism. London. P1-15

Widowati, W., Sationo, A.,Jusuf, R,. 2008. Efek Toksik Logam Pencegahan Dan Penanggulangan Pencemaran. Penerbit Andi Yogyakarta. Edisi 1. Yanney. 2001. Ekologi tropika. Penelitian ITB. Bandung

Dokumen terkait