• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PUPUK

DAFTAR PUSTAKA

Andari, TT. 2001. Dampak Penghapusan Subsidi Pupuk Terhadap Permintaan Pupuk dan Produksi Padi di Jawa Barat. Ilmu Ekonomi Pertanian, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. 2011. Memahami Sistem Ketahanan Pangan. Jakarta

Badan Pusat Statistik. 2011. Data Strategis BPS

. 2009. Indikator Ekonomi Provinsi Lampung. Lampung. . 2008. Lampung Dalam Angka.

. 2011. Lampung Dalam Angka.

. 2011. Produksi Padi di Indonesia Menurut Provinsi Tahun 1992-2011.

. 2008. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia . 2010. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia . 2012. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Badan Pusat Statistik Lampung. 2009. PDRB Provinsi Lampung

. 2010. Statistik Daerah Provinsi Lampung

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Utara. 2010. Statistik Daerah Kabupaten Lampung Utara.

Bahmanziari. 2003. Is Trust Important In Technology Adoption? A Policy Capturing Approach. The journal of Computer Information Systems.

Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor.

Dasanto, DB. 1992. Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Metode Regresi Logistik (Studi kasus:Kabupaten Batanghari, Jambi). Staf Pengajar Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

Departemen Pertanian. 2008. Rancangan Model Subsidi Terpadu Sektor Pertanian.

Firdaus M, Osario GC, Abriningrum ED dan Armas BE. Who is Benefiting from

http://elibrary.worldbank.org/docserver/download/5758.pdf?expires=1338526598 &id=id&accname=guest&checksum=828241CA621D5E669233673321DEB96F [1 juni 2012]

Gujarati, ND dan Porter, CD. 2010. Essentials of Econometrics Fourth Edition. The McGraw-Hill Companies, New York.

Handoko, R dan Patriadi. P. 2005. Evaluasi Kebijakan Subsidi NonBBM. Kajian

Ekonomi dan Keuangan Volume 9 Nomor 4. http://www.

litbang.deptan.go.id/studi-komprehensif-kebijakan-subsidi-pupuk-di- indonesia.pdf [27 april 2012]

Ilham, N. 2001. Dampak Kebijakan Tataniaga pupuk Terhadap Peran Koperasi Unit Desa sebagai Distributor Pupuk, Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.

Juanda, B. 2009. Ekonometrika: Pemodelan dan Pendugaan. IPB Press, Bogor. Juanda, B. 2009. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis Edisi Kedua. IPB

Press, Bogor.

Kapindo, RK. 2011. Analisis Pengaruh Subsidi Pupuk, Kredit Pangan, dan Pengeluaran Pemerintah Atas Infrastruktur terhadap Ketahanan Pangan Jawa Tengah. Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro Semarang.

Kementrian Keuangan. 2012. Nota Keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012.

Kementerian Pertanian. 2011. Pedoman Pelaksanaan Penyediaan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun 2011.

Koestiono, D. Syafrial dan Raharto, S. 2010. Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa di Jawa Timur. Soca vol. 10 No. 1. Halaman : 1-7. Manaf, SRD. 2000. Pengaruh Subsidi Harga Pupuk Terhadap Pendapatan Petani:

Analisis Sistem Neraca Sosial Ekonomi. Ilmu Ekonomi Pertanian, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Marisa, S. 2011. Analisis Efektivitas Kebijakan Subsidi Pupuk dan Pengaruhnya terhadap Produksi Padi (Studi Kasus : Kabupaten Bogor). Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Martiningtyas, NA. 2002. Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Padi Sawah Pada Dua Ordo Kesesuaian Lahan di Kabupaten Donggala. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Pattanayak EM. 1983. Taking Stuck of Agroforestry Adoption Studies. Journal Agriforestry Systems.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 37/ Permentan/SR 130/5/2010. Pedoman

Umum Bantuan Langsung Pupuk Tahun Anggaran 2010.

http://www.deptan.go.id/pengumuman/permentan_blp2011/Permentan22_tahu n2011_12_April2011.pdf [12 april 2012]

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor

42/Permentan/OT.140/09/2008.http://www.deptan.go.id/pengumuman/perment an42/permentan-no42-2008.pdf [Januari 2012]

Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 06/Permentan/SR.130/2/2011. http:// 2Fews.kemendag.go.id%2Fdownload.aspx/ [Januari 2012]

Peraturan Menteri Pertanian nomor : 16/Permentan/SR.130/3/2011. http://www.deptan.go.id/pengumuman/permentan_blp2011/Permentan16_Pedu m_BLP2011.pdf [25 april 2012]

Pindyck, SR and Rubinfield LD. 1991. Econometrics and economic forecast 3rd edition. McGraw Hill. New York.

Presiden Republik Indonesia. Bab 19 Revitalisasi Pertanian

http://www.bappenas.go.id%2Fget-file/ [Februari 2012]

Purba, MH. 2005. Analisis Pendapatan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Cabang Usahatani. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Purnama, R. 2006. Industri Pupuk Majemuk Untuk Ketahanan Pangan dan

Kesejahteraan Petani. Mutiara Bumi, Jakarta.

Purwono dan H. Purnamawati. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya, Depok.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementrian Pertanian. 2011. Buletin PDB Sektor Pertanian. Vol 11, No 3, September 2011.

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. 2010. Final Report Dampak Bantuan Langsung Pupuk dan Benih Unggul Terhadap Usahatani dan Perekonomian Indonesia. Institut Pertanian Bogor.

Rachman, B. 2009. Kebijakan Subsidi Pupuk : Tinjauan Terhadap Aspek Teknis, Manajemen dan Regulasi. Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 7 No. 2, Juni 2009. Hal : 131-146.

Rangkuti, AP. 2007. JAringan Komunikasi Petani dalam Adopsi Inovasi Teknologi Pertanian (Kasus Adopsi Inovasi Traktor Tanang di Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat). Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.

Rifin, A dan Anggraeni, L. 2010. The Contribution of Agricultural Sub-sector to Indonesian Economy. Soca vol.10 No. 1. Halaman 40-45.

Rini, PD. 2006. Analisis Pengaruh Pupuk Bersubsidi terhadap Kinerja Industri Pupuk di Indonesia. Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Rochmah, FH. 2009. Pengaruh Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.). Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Rogers, ME dan Shoemaker FF. 1971. Communication of Innovations: A Cross- Cultural Approach second edition. The Free Press. New York

Rusastra W, Saptana dan Djulin A. 2005. Road Map Pengembangan Pupuk

Organik dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia.

http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/Anjak_2005_VI_05.pdf [januari 2012]

Saragih, B. 2010. Suara Agribisnis Kumpulan Pemikiran Bungaran Saragih. PT Permata Wacana Lestari.

Simatupang, P dan Maulana, M. 2006. Prospek Penawaran dan Permintaan Pangan Utama : Analisis Masalah, Kendala dan Opsi Kebijakan Revitalisasi Produksi. Prosiding Seminar Revitalisasi Ketahanan Pangan : Membangun kemandirian pangan berbasis perdesaan. Jakarta, 13 november 2006. Halaman : 1-26.

Soekartawi. 2006. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta

Soekartawi, Soeharjo A, Dillon LJ dan Hardaker BJ. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Perkembnagan Petani Kecil. UI-Press, Jakarta.

Suharyanto. 2001. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adopsi Teknologi Tabela di Provinsi Bali. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.

Suratiyah, K. 2009. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta

Susila, RW. 2010. Kebijakan Subsidi Pupuk : Ditinjau Kembali. Jurnal Litbang Pertanian 29 Februari 2010, Bogor.

Tambunan, M. 2009. Orange Book Ketahanan Pangan vs Ketahanan Energi. Gramedia

Tarmana, D dan Sarasanti. 2009. Penggunaan Model Logit untuk Menduga Peluang Terjadinya Hujan (Studi kasus hujan di Banjarbaru - Kalimantan Selatan). Buletin Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol.5 no. 3 september 2009. Hal : 256-262.

Tasman, A. 2006. Ekonomi Produksi, Teori dan Aplikasi Edisi I. Chandra Pratama

Undang-Undang Indonesia Nomor 41 tahun 2009. [januari, 2012]

Walpole, ER. 1992. Pengantar Statistika Edisi ke-3. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Warlina, L. 2007. Model Perubahan Penggunaan Lahan untuk Penataan Ruang dalam Kerangka Pembangunan Wilayah Berkelanjutan (Studi Kasus Kabupaten Bandung). Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Winarno, WW. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews Edisi Kedua. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta.

Windyastuti, WP. 2000. Analisis Pendapatan dan Efisiensi Penggunaan Faktor- faktor Produksi Usahatani Jamur Tiram Putih (studi kasus di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabuapaten Bogor, Provinsi Jawa Barat). Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Wonnacott, JR and Wonnacott, HT. 1978. Econometrics Second Edition. USA. Yuliarmi. 2006. Analisis Produksi dan Faktor-faktor Penentu Adopsi Teknologi

Pemupukan Berimbang Pada Usahatani Padi. Ilmu Ekonomi Pertanian, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Zamroni, Adi W, Nugroho EA, Appl M, Astuti DI, Lestari E. 2004. Dampak Pengurangan Subsidi BBM terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat. http://www.ekonomi.lipi.go.id/informasi/publikasi/publikasi_detil2.asp?Vnom o=129 [27 april 2012]

DAN PENDAPAT

YANG MEMPENGARUH

DEPARTEMEN ILMU EKONOM

FAKULTAS EKONOMI DAN MANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

DAN PENDAPATAN PADI SERTA FAKTOR-FAKTOR

YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PUPUK

ORGANIK DI PROVINSI LAMPUNG

OLEH

PUSPASARI AISAH PRAYITNO H14080076

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

FAKTOR

YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PUPUK

PUSPASARI AISAH PRAYITNO. Dampak Subsidi Pupuk Organik terhadap Produksi dan Pendapatan Padi serta Faktor-fator yang Mempengaruhi Adopsi

Pupuk Organik Provinsi Lampung (dibimbing oleh LUKYTAWATI

ANGGRAENI).

Sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap PDB Indonesia sehingga sektor pertanian bukan lagi menjadi sektor utama perekonomian Indonesia. Terjadinya degradasi mutu lahan di sejumlah lahan pertanian intensif merupakan salah satu penyebab turunnya produksi sektor pertanian. Sehingga fungsi utama sektor pertanian sebagai penyokong ketahanan pangan tidak dapat tercapai.

Pertanian organik dianggap sebagai solusi yang tepat karena dapat memperbaiki unsur hara tanah dan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Pemerintah mulai memberikan subsidi pupuk organik di tahun 2008 yang berfokus pada sub-sektor tanaman pangan agar ketahanan pangan dapat tercipta. Provinsi Lampung dipilih sebagai wilayah penelitian dengan jumlah responden sebanyak 60 petani responden.

Petani ragu untuk mengadopsi pupuk organik karena selain dari sisi biaya produksi yang tinggi juga masih banyak petani belum mengetahui manfaat ekonomi dan lingkungan dari pupuk organik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh subsidi pupuk terhadap produksi, produktivitas dan pendapatan usahatani padi di Provinsi Lampung serta mengetahui faktor- faktor penentu pengadopsian pupuk organik di tingkat petani.

Alat analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan metode logit. Hasil analisis usahatani dilakukan dari data usahatani sebelum menggunakan BLP (Bantuan Langsung Pupuk) Organik dan sesudah menggunakan BLP Organik menunjukkan adanya peningkatan produksi padi sebesar 22,26 persen dan peningkatan biaya yang cukup besar yaitu 15,35 persen namun keuntungan petani tetap meningkat sebesar 45 persen.

Hasil model logit menunjukkan variabel luas lahan, jumlah persil lahan dan total biaya merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi pupuk organik. Variabel yang sangat mempengaruhi tingkat pengadopsian pupuk organik yaitu luas lahan dengan hasil Odds Ratio22,535.

Produksi dan pendapatan petani yang meningkat menjadi bukti bahwa program subsidi pupuk organik memberikan dampak positif terhadap produksi dan pendapatan. Subsidi pupuk organik sebaiknya tetap diberikan dan perlu dilakukan peninjauan lebih lanjut serta pembinaan kepada petani agar dapat memproduksi pupuk organik secara swadaya, sehingga petani dapat terus mengadopsi pupuk organik walaupun tanpa subsidi.

YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PUPUK

ORGANIK DI PROVINSI LAMPUNG

Oleh

PUSPASARI AISAH PRAYITNO H14080076

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

Dokumen terkait