• Tidak ada hasil yang ditemukan

Andriansyah, Mochammad. 2015. Gedung Reskrim Polda Jatim Terbakar, Berkas Kasus Ludes. Diakses dari http://www.merdeka.com/peristiwa/gedung-reskrim-polda-jatim-terbakar-berkas-kasus-ludes.html diakses pada tanggal 1 agustus 2015 pukul 14.00 WIB

Badan Standarisasi Nasional SNI 03 3989 2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Springkler Otomatik untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung.

Badan Standarisasi Nasional SNI 03 3985 2000 tentang Tata Cara Perencanaan, Pemasangan dan Pengujian Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran untuk Pencegahan Bahaya kebakaran pada Bangunan Gedung.

Badan Standarisasi Nasional SNI 03 1745 2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak dan Slang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Budiman, n.d. Penelitian Kesehatan Jilid 1.

Burke, Robert. 2008. Fire Protection Systems And Response. New York. CRC Group

Denoël, François. 2007. Fire Safety and Concrete Structures. Brussels. FEBELCEM Federation of Belgian Cement Industry

Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI. (n.d.). Pengawasan K3 Penanggulangan Kebakaran. Jakarta.

Ferdianto, Riky. 2015. Ruang Kerja Ketua Kosgoro Hayono Isman Ikut Terbakar. Diakses dari http://metro.tempo.co/read/news/2015/03/09/214648502/ruang-kerja-ketua-kosgoro-hayono-isman-ikut-terbakar pada tanggal 1 agustus 2015 pukul 14.00. WIB

Ferguson et al, 2005. Fundamentals of Fire Protection for the Safety Professional. Oxford. Government Instituts

Firmansyah, Wahab. 2015. Dini Hari, Si Jago Merah Amuk Bank CIMB Niaga. diakses dari http://metro.sindonews.com/read/988915/170/dini-hari-si-jago-merah-amuk-bank-cimb-niaga-1428959198 pada hari jum’at 31 juli 2015 pukul 11.30 WIB.

Furness, Andrew dan Mucket, Martin. 2007. Introduction to Fire Safety Management. Burlington UK

Harjanto, et al. 2011. Manajemen Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun sebagai Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir – BATAN

Hesna, Yervi. et al. 2009. Evaluasi penerapan sistem keselamatan kebakaran pada bangunan gedung rumah sakit dr. M. Djamil padang. Jurnal. Universitas Andalas

Large U.S. Cities,

Iqbal, Muhammad. 2014. Office Boy Jadi Saksi Tunggal Kasus Kebakaran Gedung C Fisip UI. Diakses dari http://news.detik.com/berita/2459989/office-boy-jadi-saksi-tunggal-kasus-kebakaran-gedung-c-fisip-ui pada hari jum’at 31 juli 2015 pukul 11.35

Kennedy dan traister. 2002. Low Voltage Wiring , Security/Fire Alarm Systems. New York Laksito, Budi. 2014. Evaluasi Penerapan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Rumah

Sakit (Studi Kasus RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta). Jurnal. Universitas Sebelas Maret Solo.

Muhadi. 2009. Pencegahan Resiko Kebakaran Gedung: Peran dan Tindakan Pusat Layanan Kebakaran dan Pertolongan Département Rhone. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Noegroho, Ary. 2004. Peran Desain Sistem Proteksi Aktif sebagai Faktor Dalam Meningkatkan Keandalan Bangunan Tinggi Perkantoran Terhadap Bahaya Kebakaran. thesis. Universitas Indonesia.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor : 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan Dan Perawatan Bangunan Gedung

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

Priliawito, Eko. 2009.Gedung Bank IFI Pusat Terbakar. Diakses dari http://metro.news.viva.co.id/news/read/66612-gedung_bank_ifi_pusat_terbakar pada tanggal 31 juli 2015 pukul 11.35 WIB

Ramachandran. 2003. The Economics of Fire Protection. New York Ramli, Soehatman. 2010. Manajemen Kebakaran. Jakarta: Dian Rakyat

Safriandi, et al. 2013. Analisa Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan Terhadap Bahaya Kebakaran (Studi Kasus Gedung Surya Dumai Group Dan Bank Tabungan Negara Kota Pekanbaru). Jurnal. Universitas Riau

Saptaria, Erry et al. 2005. Pedoman Teknis Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran bangunan Gedung. Bandung: Puslitbang Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Departemen Pekerjaan Umum

Saut, Sagala et al. 2013. Analisis Upaya Pencegahan Bencana Kebakaran di Permukiman Padat Perkotaan Kota Bandung, Studi Kasus Kelurahan Sukahaji, Jurnal

Trikomara, Rian et al. 2012. Evaluasi Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung (Studi Kasus Gedung Kantor Bupati Indragiri Hilir). Jurnal. Universitas Riau UPT Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan. n.d. Modul Keselamatan,

Perlindungan Asset Bangunan dari Kebakaran pada Bangunan Tinggi Perkantoran di DKI Jakarta. Thesis, Universitas Indonesia.

Yudha, Setiawan. 2006. Kebakaran Kampus Perbanas Diduga Akibat Arus Pendek . Diakses dari http://tempo.co.id/hg/jakarta/2006/01/24/brk,20060124-72840,id.html pada tanggal 31 juli 2015 pukul 11.35 WIB

Yuli, 2010. Ada 4 Ledakan Saat Kampus UNRI Terbakar. Diakses dari http://regional.kompas.com/read/2010/09/27/06154533/Ada.4.Ledakan.Saat.Kampus.U NRI.Terbakar pada tanggal 31 juli 2015 pukul 11.35 WIB

No SNI 03-3985-2000 Kondisi Aktual Sesuai/tidak sesuai 1 Alarm berbunyi khas

hingga mudah dikenal sebagai alarm kebakaran 2 Pada semua lokasi panel

control dan panel bantu terpasang alarm kebakaran. 3 Semua bagian ruangan

dalam bangunan harus dapat dijangkau oleh sistem alarm kebakaran dengan tingkat kekerasan bunyi alarm.

4 Panel control dapat menunjukkan asal lokasi kebakaran

5 Panel control mampu membantu kerja detektor

Check list detektor kebakaran

No SNI 03-3985-2000 Kondisi Aktual Sesuai/tida

k sesuai 1 Semua peralatan deteksi

kebakaran terdaftar dalam unit control

2 Terdapat informasi lengkap tentang detektor kebakaran, termasuk persyaratan teknis dan gambar denah.

3 Detektor terproteksi terhadap kemungkinan rusak karena gangguan mekanis.

4 Detektor tidak terpasang dengan cara masuk kedalam permukaan langit-langit. 5 Detektor terpasang pada

seluruh ruangan

6 Setiap detektor yang terpasang dapat dijangkau untuk pemeliharaan dan untuk pengujian secara periodic 7 Dilakukan inspeksi, pengujian

dan pemeliharaan

8 Dokumen hasil inspeksi disimpan untuk waktu 5 tahun, untuk pengecekan oleh instansi yang berwwenang

No PermenPU No.26/PRT/M/2008 Kondisi Aktual Sesuai/tidak sesuai 1 Terdapat klasifikasi APAR yang terdiri

dari huruf yang menunjukkan kelas api dimana APAR tersebut terbukti efektif. 2 APAR selalu dipelihara dalam kondisi

penuh dan siap dioperasikan

3 APAR diletakkan di tempat yang terlihat mata, mudah dijangkau dan siap dipakai. 4 APAR tampak jelas dan tidak terhalangi. 5 APAR selainjenis APAR beroda dipasang

kokoh pada pengg antung, atau pengikat buatan manufaktur APAR, atau pengikat yang terdaftar yang disetujui untuk tujuan tersebut,

6 Instruksi pengoperasian harus ditempatkan pada bagian de pan dari APAR dan harus terlihat jelas.

7 Label pemeliharaan enambulan, label uji hidrostatik, atau label lain harus tidak boleh ditempatkan pada bagian depan dari APAR atau ditempelkan pada bagian depanAPAR.

8 APAR diinspeksi secara manual atau dimonitor secara elektronik

9 APAR diinspeksi pada setiap interval waktukira-kira 30 hari

10 Arsip dari semua APAR yang diperiksa (termasuk tindakan korektif yang dilakukan) disimpan

11 Sekurang-kurangnya sebulan sekali pemeriksaan dilakukan dan tanggal, nama petugas yang melakukan pemerikaan harus tercatat

12 Setiap APAR mempunyai kartu atau label yang dilekatkan dengan kokoh yang menunjukkan bulan dan tahun dilakukannya pemeliharaan

13

Pada label pemeliharaan terdapat identifikasi petugas yang melakukan pemeliharaan.

No SNI 03-3985-2000 Kondisi Aktual Sesuai/ tidak sesuai 1 Lemari hidran hanya digunakan

untuk menempatkan peralatan kebakaran

2 Setiap lemari hidran di cat dengan warna yang menyolok mata 3 Setiap sambungan slang dan kotak

hidran tidak boleeh terhalang 4 slang kebakaran dilekatkan dan

siap untuk digunakan

5 Setiap kotak slang dipasang dengan rak yang terdaftar atau fasilitas penyimpanan lain yang disetujui.

6 Terdapat nozel

7 Masing-masing rak atau fasilitas penyimpanan untuk slang dibuatkan label dengan tulisan berbunyi “ Slang kebakaran untuk digunakan penghuni”

8 Terdapat instruksi pemakaiannya 9 Sambungan slang mempunyai ulir

sesuai ketentuan yang berlaku. 10 Sambungan slang dipasang

dengan tutup (cap) untuk melindungi ulir slang

11 Terdapat hidran halaman

12 Hidran halaman diletakan di sepanjang jalur akses mobil pemadam kebakaran

13 Jarak hidran dengan sepanjang akses mobil pemadam kebakaran ≤ 50 meter dari hidran

Dokumen terkait