• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anaya, Surya et al. 2010. Sexual Networks in Men Who Have Sex With Men in Relation to HIV Transmission in Bali. School of Bublic Health. Udayana.

Anderson, R; Newman, J.1995. Societal and Individual Determinants of Medical Care Utilization in the United Stated. The Milbank Memorial Fund Quarterly: Health and Society, Vol.51, No.1, page: 95-144 F.J Bennet (1978)

Abara et al. 2017. “Prevalence and correlates of condom use among sexually active men who have sex with men in the United States: findings froCDm the National Survey of Family Growth, 2002, 2006-2010 and 2011-2013”.

pubmed.gov, 8 Juni 2017.

Abebe, 2006. Perception of High School Students towards Voluntary HIV Counseling and Testing, using Health Belief Model in Butajira, SNNPR.

Thesis, Master of Public Health, Addis Ababa University. Hal. 28–30, 44–

56.

Afridi, et.al. 2010. Factors affecting accessibility and acceptability of Voluntary Counselling and Testing among High Risk Group (HRG) for Human Immunodeficiency Virus (HIV) in NWFP Pakistan. Original Article: Vol.

60. No. 4, April 2010

Albery, I.P, et,al. 2008. Key Concepts in Health Psychology. London : Sage Publications

Ardhiyanti, Y. 2015. Bahan Ajar AIDS pada Asuhan Kebidanan. Yogyakarta:

Deepublish.

Bandura, Albert. 1986. Social Foundation of Thought and Action. A Social Cognitive . New York : Prentice Hall, Inc.

Bayner, et al. 2012. Health Education Planning a Diagnostic Approach. Mayfield Publishing Company.

Bennet F. J. 1987. Diagnosa Komunitas dan Program Kesehatan. Yayasan Essentia Medica.

Beyrer C, Wirtz A, Walker D, Johns B, Sifakis F, Baral S. The global HIV epidemics among men who have sex with men. Washington, DC: The World Bank; 2011.

Bimo, Walgito. 2002. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

Critelli, J.W, & Suire, D.M. 1998. Obstacles to condom use: The combination of other forms of birth control and short-term monogamy. Journal of American College Health, 46(5), 215–219.

Departemen Kesehatan RI. 2006. Analisis Perilaku Berisiko Terhadap HIV di Indonesia. Jakarta.

____. 2010. Analisis Kecenderungan Perilaku Berisiko Terhadap HIV di Indonesia; Laporan Survei Terpadu Biologis dan Perilaku Tahun 2007.

Direktorat Jenderal PP & PL. 2011. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia.

Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

____.2014. Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan I Tahun 2016. Jakarta:

Kementerian Kesehatan RI

____.2016. Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan I Tahun 2016. Jakarta:

Kementerian Kesehatan RI

____.2017. Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan IV Tahun 2017. Jakarta:

Kementerian Kesehatan RI

Eluwa, I.G, et al. 2015. HIV Risk Perception and Risk Behavior Among Man Who Have Sex with Man in Nigeria. AIDS and Clinical Research: Australia.

Fatmala, Risanita D. 2016. “Faktor Predisposing, Enabling, dan Reinforcing dalam Pemanfaatan VCT oleh Laki-Laki Seks dengan Laki-laki (LSL).”

Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 4, No. 1 Januari 2016: 138–150.

Fibriana, A I. 2013. Determinan Keikutsertaan Pelanggan Wanita Pekerja Seks dalam Program Voluntary Counselling and Testing (VCT). Jurnal Kesehatan Masyarakat , 08(02). 146-151.

Freud, Sigmund. (2006). Pengantar Umum Psikoanalisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Gerungan, W. A. 1996. Psikologi Sosial. (edisi kedua). Bandung : PT Refika Aditama.

Glick M, et,al.1994. Necrotizing ulcerative periodontitis: a marker for immune deterioration and a predictor for the diagnosis of AIDS. J. Periodontol. 65 (5): 393–7.

GWL INA. 2012. Sejarah dan Perkembangan Jaringan Gay, Waria, dan LSL lain di Indonesia (On line). GWL-INA Online: http://www.gwl-ina.or.id.

Huber, D.J,et,al. 2008. Sexual Orientation Identification of Man Who Have Sex with Man in Public Setting in Canada.Journal of Homosexual. Hlm.1-42.

Helman, Cecil. 1990. Culture, health, and illness: An introduction for health professionals. Wright:London and Boston.

Imbalo, Pohan. 2002. Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Kahle. 2018. HIV Prioritization and Risk Perception Among an Online Sample of Men Who Have Sex With Men in the United States. Am J Mens Health : USA

Kartono, K. 1989. Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual. Bandung:

Mandar Maju.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Estimasi Populasi Dewasa Rawan Terinfeksi HIV tahun 2009. Kementerian kesehatan RI: Jakarta.

Kemenkes RI. 2007. Laporan Survei Terpadu Biologis dan Perilaku 2015.

Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI.

____. 2013. Pedoman Nasional Tes dan Konseling HIV.Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

____. 2014. Situasi dan Analisis HIV/AIDS. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI ___. 2015. PMK RI Nomor 87 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengobatan

Antiretroviral. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

___. 2017. Laporan Survei Terpadu Biologis dan Perilaku 2015. Jakarta:

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI.

Kenyon C, Zondo S, Badri M. 2010. Determinants of self-perceived HIV risk inyoung South Africans engaged in concurrent sexual relationship. Afr J Reprod Health 14: 171-181.

Khalid, Idham. 2011. Pengaruh Self Esteem dan Dukungan Sosial Terhadap Optimisme Hidup Penderita HIV/AIDS.Pone journal.

Kirnan, DJ. 2013. Health care access and health behaviors among men who have sex with men: the cost of health disparities. Journal Online. No: 40(1):32-41.

King M, Jolly R. 1966. The organization of health services. In: King M, (ed.).

Medical Care in Developing Countries. Oxford: Oxford University Press.

Klein H, Tilley D.L. 2012. Perceptions of HIV Risk Among Internet-Using, Hivnegative Bare Backing Men. Am J Mens Health 6: 280-293.

Koblin et al. 2006. Risk Factors for HIV Infection among Men Who Have Sex with Men. AIDS, Vol 20, No 5.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. 2008. Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS. Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia: Jakarta.

_____. 2010. Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS tahun 2010-2014. Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia: Jakarta.

_____2013. Laporan Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS. Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia: Jakarta.

Krueger EA, et,al.2016. HIV testing among social media-using Peruvian men who have sex with men: correlates and social context:AIDS Care.

Lokollo, F. 2009. Wanita Pekerja Seks Tidak langsung dalam pencegahan ims , hiv dan di kota semarang program studi magister promosi kesehatan program pascasarjana universitas diponegoro[Tesis]. Semarang:

Universitas Diponegoro (Sangiwa, 1998).

Lau TJ, Gu J, Tsui HY and Wang Z. 2013. Prevalence and associated faktors of intention to participate in HIV voluntary counseling and testing for the first time among men who have sex with men in Hong Kong, China. Preventive Medicine Vol. 57 Issue 6 December 2013, pages 813-818.

Lestari, Heni Eka Puji. 2017. Pengaruh Pengetahuan dan Perceived Behavior Control terhadap Niat Laki yang Berhubungan Seksual dengan

Laki-Laki (LSL) untuk Melakukan VCT di Kabupaten Madiun. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 10 :No. 1.

Lin et al. 2015. “High Prevalence of HIV Infection and Bisexual Network among a sample of Man Who Have Sex With Men in Eastern China.” PLOS ONE.

DOI:10.1371/journal.pone.0129300.

Medhi, G.K. et.al. 2012. Factors Associated with Ever HIV Testing Among Injecting Drug Users (IDUs) in Two HIV High Prevalent States of India.

Indian J Med Res 136.

Milstein, R.L.et,al. 2001. Hygeia's constellation: navigating health futures in a dynamic and democratic world. ProQuest

Mulyana, Deddy. 2001. Komunikasi Organisasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Mujiati. 2014. Perception And Attitude Factors In Utilization Of Voluntary Counseling And Testing (Vct) Services By Groups At Risk Of Hiv/Aids In Bandung City, 2013. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 5 No 1, April 2014 : 49–57.

Munro HL, et,al. 2008. National study of HIV testing in men who have sex with men attending genitourinary clinics in the United Kingdom. Sex Transm Infect 84(4):265–70. PMID: 18096649

Najmah. 2015. Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: Trans Info Media.

Nasution, R.H & Putra D. (2000). AIDS dan narkoba dikenal untuk dihindari.

Medan. Yayasan Humaniora.

Niken, Ariska. 2018. Faktor Pendorong Pemanfaatan Layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) oleh Lelaki Suka dengan Lelaki (LSL) di LSM Gaya Nusantara. Jurnal Ners dan Kebidanan. Volume 5, No.2 Page 129-136.

Noble, Meredith,et.al. 2017. HIV Testing Among Internet-Using MSM in the United States: Systematic Review. Published in final edited form as: AIDS Behav. 21(2): 561–575. doi:10.1007/s10461-016-1506-7.

Notoatmodjo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta:

Jakarta

_____. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

_____. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Noviana, Nana. 2016. Konsep HIV/AIDS Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi.

Jakarta: Trans Info Media.

Nurhayati, G.et,al. 2011. Sexual Risk Taking, STI and HIV Prevalence Among Men Who Have Sex With Men in Six Indonesian Cities. AIDS Behavior:1033-1044.

Park JN et al. 2014. “HIV Prevalence and Factors Associated with HIV Infection among Men Who Have Sex with Men in Cameroon.” Journal of the International AIDS Society 2013.

Paryati, Tri dan Ardini S. Raksanagara. 2010. Gambaran Gaya Hidup (Life Style) Berisiko di Kalangan Kaum Homoseksual (Gay) di Kota Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol.01, No.02 hal 111. Medan: Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU

Persson, K. I., et,al.2018. Perceptions and Experiences of sex among Swedish Men Who Have Sex With Men in Berlin. Karolinska Institutet : 978-91-7831-075-3.

Purwaningsih, et.al. 2011. Analisis Faktor Pemanfaatan VCT pada Orang Risiko Tinggi HIV/AIDS.Jurnal Ners: Vol.6 No.1 April 2011

Puspaningrum, Deaselia C. 2017. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik skrining IMS oleh lelaki seks lelaki (LSL) sebagai upaya pencegahan penularan HIV. Jurnal Kesehatan Masyarakat,Volume 5, Nomor 3, Juli (ISSN: 2356-3346)

Ramadhani, R. 2010. Sikap Remaja Terhadap Perilaku Seksual Pranikah ditinjau Dari Tingkat Penalaran Moral. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surkarta.

Rumana, Nanda Aula. 2013. “Infeksi Menular Seksual pada Gay di Tangerang, Jogjakarta dan Makasar tahun 2009 (Aspek Rekam Medis pada Analisis Data STBP).” Jurnal Forum Ilmiah Volume 10 Nomor 3.

Rosenstock. 2006. Why People Use Health Services. The Milbank Quartely, Vol.

83, No. 4. hlm.69.

Sangiwa G, Moses P. (1998). “New Start: Voluntary and Counselling and Testing for HIV Prevention in Zimbabwe: Effectivities and Reaching Target Population. Persented in International HIV/AIDS. South Africa.

Saputra, . 2016. Perilaku Tes HIV pada Laki-Laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-Laki (LSL) di Provinsi Bali. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol.

11.No. 2

Sarwono, E.P. (1993). Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: PT. Gramedia Widiasmara.

Sethlhare, Keamogetse. 2017. Factors Associated with HIV Testing among female sex workers in Bostwana. Journal of AIDS and HIV Reaserch: ISSN 2141-2359

Setyoadi dan Triyanto E, 2012. Strategi Pelayanan Perawatan bagi Penderita AIDS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sheeran P, Harris PR, Epton T.2014. Does heightening risk appraisals change people's intentions and behavior? A meta-analysis of experimental studies.

Psychol Bull 140: 511-543.

Shiffman, S. 1993. Assessing Smoking Patterns and Motives. Journal Consulting and Clinical Psychology, Vol.61, 732-742.

Siti, Komala. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Voluntary Counseling And Testing (Vct) Hiv/Aids Pada Kelompok Laki-Laki Yang Berhubungan Seks Dengan Laki-Laki (Lsl) Di Kota Semarang. Studi Kasus Semarang Gay: Yogyakarta.

Sjoberg, L. & af Wahlberg, A. (2002). Risk perception and new ages beliefs. Risk Analysis, 22, 751-764.

Slovic, P. 2000. The perception of risk. London: Earthscan

Smet. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Wagenaar BH, Sullivan PS, Stephenson R. 2016. HIV knowledge and associated factors among internet-using men who have sex with men (MSM) in South Africa and the United States. Journal Online.

Susilowati, Tana. 2011. Modul Pengobatan dan Perawatan Pasien HIV dan AIDS Panduan Pelatihan Klinis Bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas dalam Pengobatan dan Perawatan Orang yang Terinfeksi HIV Bagian A (Bab I-V). Center for Health Policy and Social Change (CHPSC): Yogyakarta.

UNAIDS. 2000. AIDS Epidemic update 2000. Switzerland _______. 2006. Men who have sex with men 2006. Switzerland

_______. 2016. Global AIDS Update 2016. Switzerland _______. 2018. Men Who Have Sex With Men. Geneva

Wei Chongyi , et.al. 2014. Accessing HIV testing and treatment among men who have sex with men in China: A qualitative study. AIDS Care, 2014 Vol. 26, No. 3, 372–378,

Weber T.I, et,al. 2006. Ultra-high resolution crystal structure of HIV-1 protease mutant reveals two binding sites for clinical inhibitor TMC114. J Mol Biol 363:161–173.

WHO.2010.Sexually Transmited Infections. World Health Organization. www.

who.int

____. 2012. Guidance on couples HIV testing and counselling - including antiretroviral therapy for treatment and prevention in serodiscordant couples. World Health Organization. www. who.int

_____.2013.Sexually Transmited Infections. World Health Organization. www.

who.int

_____.2016.Sexually Transmited Infections. World Health Organization. www.

who.int

_____.2017.Kajian Nasional Review HIV di Bidang Kesehatan Republik Indonesia.www.searo.who.int

Widoyono, 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.

WWW.cdc.gov/healthyouth/sexualbehavior/pdf. HIV and Young Men Who have Sex with Men.

WWW.cdc.gov/hiv/risk/gender/msm/index/html. Guy, Bisexual and other Men Who have Sex With Men, Mei 2012

WWW.cdc.gov/hiv/risk/racialethnic/bmsm/facts/index/ html. HIV Among Black/African American Gay, Bisexual and Other Men Who have Sex With men.

WWW.cdc.gov/hiv/risk/racialethnic/bmsm/facts/index/ html. Young Black African American MSM Accounted fo the Highest Number of New Infection In 2010 Among MSM.

WWW.cdc.gov/hiv/risk/racialethnic/bmsm/facts/index/ html. Sex Relationship With Older Men May Increase Risk for Exposure Among Young Black MSM.

Zhang L, et al. 2013. Predictors of HIV testing among men who have sex with men in a large Chinese city. Sex Transm Dis:National Center for HIV.

Dokumen terkait