• Tidak ada hasil yang ditemukan

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2011. Statistik Kabupaten Bogor. Jakarta: BPS Bahtiar ET. 2000. Penyusunan Model Penduga Kekuatan Kayu Konstruksi dalam

Format ASD (Allowable Stress Design) dan LRFD (Load and Resistance Factor Design ) untuk Pemilahan Sistem Penter [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Bahtiar ET, Naresworo N, Arinana, Atmawi D. 2012. Pendugaan Sisa Umur Pakai Komponen Cooling Tower di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit II Kamojang. Jurnal Teknik Sipil Vol. 19(2): 103-114. British Standar Institution. 1957. Methods of Testing Small Clear Specimens of

Timber. BS 373:1957. Decorporated by Royal Charter. London: British Standard House.

20

Hong TP, Djokowahjono FH. 2005. Konstruksi Kayu. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Hidayat T. 2012. Model Penduga Sisa Masa Pakai Kayu Komponen Menara Pendingin di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit II Kamojang (PT Indonesia Power) [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Himawan R dan Rahmat A. 2009. Simulasi Creep Pada Material Ss304 untuk Prediksi Lifetime. Prosiding Seminar Nasional ke-15 Teknologi dan Keselamatan PLTN Serta Fasilitas Nuklir Surakarta, 17 Oktober 2009 Iswanto D. 2007. Kajian Terhadap Struktur Rangka Atap Kayu Rumah Tahan

Gempa Bantuan P2KP. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman Vol. 6 No. 1. Maret 2007

Kasmudjo. 2010. Teknologi Hasil Hutan. Yogyakarta.: Cakrawala Media.

Mamlouk MS, Zaniewski JP . 2006. Materials For Civil And Construction Engineers Second Edition. Upper Saddle River New Jersey: Pearson Education, Inc.

Mandang YI, Pandit IKN. 2002. Pedoman Identifikasi Jenis Kayu di Lapangan. Bogor : Yayasan Prosea

MardikantoTR, Karlinasari L, Bahtiar ET. 2011.Sifat MekanisKayu. Bogor: IPB. Press

Newman A. 2001. Structural Renovation of buildings (Methods details, and Design Examples). New York: The McGraw-Hill Companies , Inc.

Setiawan DB. 2011. Modulus Of Repture Balok Laminasi Kayu Bangkirai. Jurnal Teknis Vol. 6 No.2 Agustus 2011 : 61 - 65

Sulaiman. 2005. Keterandalan Konstruksi Bangunan Pendidikan (Studi Kasus pada Gedung Sekolah Dasar) [Tesis]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Suryadi D. 2005. Kekokohan Konstruksi Bangunan Sekolah Dasar Negeri (Studi Kasus: Kec. Cibarusah Kab. Bekasi) [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Teknik Universitas Pakuan.

23

Lampiran 1 Kriteria pemberian nilai pada rumah sederhana tidak bertingkat

No Lingkup Pekerjaan

Hasil Pemeriksaan

Baik Sedang Rusak

Ringan Sedang Parah

A Pekerjaan Atap Bahan bangunan

memenuhi Standar Nasional Indonesia

Kemiringan atap sesuai dengan bahan penutup

Elemen penyusun pekerjaan atap masih berfungsi dengan baik

Adanya pemeliharaan

Kayu sesuai dengan ukuran normal, kelas kuat I dan II, kadar air <30%, dilapisi anti rayap, tidak terdapat cacat, sambungan sesuai dengan pedoman.

Bahan baja dilapisi anti korosi atau tidak berkorosi, sesuai pedoman

Bahan bangunan memenuhi Standar Nasional Indonesia

Kemiringan atap sesuai dengan bahan penutup

Elemen penyusun pekerjaan atap masih berfungsi dengan baik

Tidak adanya pemeliharaan

Kayu sesuai dengan ukuran normal, kelas kuat II dan III, kadar air <30%, tidak dilapisi anti rayap, tidak terdapat cacat, sambungan sesuai dengan pedoman.

Bahan baja dilapisi anti korosi atau tidak berkorosi, sesuai pedoman

Kemiringan atap sesuai dengan bahan penutup

Elemen penyusun pekerjaan atap masih berfungsi

Tidak adanya pemeliharaan

Kayu sesuai dengan ukuran normal, kelas kuat III, kadar air >30%, tidak dilapisi anti rayap, terdapat cacat, sambungan sesuai dengan pedoman.

Bahan baja tidak dilapisi anti korosi atau tidak berkorosi, sesuai pedoman

Kemiringan atap sesuai dengan bahan penutup

Elemen penyusun pekerjaan atap masih berfungsi

Tidak adanya pemeliharaan

Kayu sesuai dengan ukuran normal, kelas kuat IV, kadar air >30%, tidak dilapisi anti rayap, terdapat cacat, sambungan sesuai dengan pedoman.

Kemiringan atap tidak sesuai dengan bahan penutup

Elemen penyusun pekerjaan atap tidak berfungsi

Tidak adanya pemeliharaan

Kayu tidak sesuai dengan ukuran normal, kelas kuat V, kadar air >30%, tidak dilapisi anti rayap, terdapat cacat, sambungan tidak sesuai dengan pedoman. 1 Kuda-Kuda

- Kaki kuda-kuda (Split) 6/12 - Tiang kuda-kuda (Hanger)

6/12

- Balok Penyokong (Skor) 6/12 - Balok Bin 6/12

- Balok Ikatan Angin 4/6 - Balok Gapit 6/12 2 Rangka Atap - Balok Nok 6/12 - Balok Gording 6/12 - Reng 3/5 - Usuk/Kaso 5/7 - Bubungan - Jurai

3 Bagian Pendukung Kuda-Kuda

- Lisplank 2/20 - Papan Reuter 2/20

4 Penutup Atap Genteng keramik KIA, genteng plentong, tidak bocor, warna masih asli, kuat walaupun diinjak

Genteng keramik KIA, genteng plentong, sebagian mulai rembes air, berubah warna, kuat walau diinjak

Genteng plentong, asbes gelombang, berubah warna, mulai retak, kerusakan sekitar 40% dari penutup atap

Genteng plentong, asbes gelombang, berubah warna, mulai retak, kerusakan sekitar 60% dari penutup atap

Genteng plentong, asbes gelombang, berubah warna, timbul jamur, retak patah, bocor, kerusakan sekitar 80% dari penutup atap

24

No Lingkup Pekerjaan

Hasil Pemeriksaan

Baik Sedang Rusak

Ringan Sedang Parah

B RANGKA BANGUNAN Kolom bata adukan 1:3

Kolom beton bertulang coran tebal >15 cm

Tidak retak/turun

Kolom bata adukan 1:3

Kolom beton bertulang coran tebal >15 cm

Mulai retak

Kolom bata bukan adukan 1:3

Kolom beton bertulang coran tebal >15 cm

Retak atau turun

Kolom bata bukan adukan 1:3

Kolom beton bertulang coran tebal <15 cm

Retak atau turun

Kolom bata bukan adukan 1:3

Kolom beton bertulang coran tebal <15 cm

Retak atau turun

Longgar dan menggangu fungsinya 1 Sloof 2 Kolom 3 Kolom Praktis 4 Ring Balk

C DINDING Bata merah pres mesin

atau batako

Adukan perekat 1:3

Tebal selimut 2.5 cm

Tinggi > 300 cm

Terdapat trasram

Cat belum terkelupas

Bata merah pres mesin atau batako Adukan perekat 1:3 Tebal selimut 2.5 cm Fungsinya mulai berkurang Cat terkelupas

Bata merah atau batako

Adukan perekat 1:3

Selimut terkelupas

Trasram tidak sehingga terjadi damp

Bila diketok bunyi

Batako, mulai ada yang bolong, retak dan pecah

Cat tidak ada

Selimut coran terkelupas

Dinding mulai bergetar bila ada yang

mengenainya

Batako, mulai ada yang bolong, retak dan pecah

Cat tidak ada

Selimut coran terkelupas

Dinding mulai bergetar bila ada yang mengenainya

Tidak bisa diperbaiki, perlu diganti

D KUSEN/DAUN Kayu solid/ kayu lapis

kelas kuat I dan II

Sesuai dengan ukuran standar

Kayu lapis kelas kuat II dan III

Sesuai dengan ukuran standar

Terdapat lobang penggerek

Kayu lapis kelas kuat III

Pintu mulai rusak dan tidak bisa ditutupi

Kusen mulai diserang oleh rayap

Terdapat lobang penggerek

Kayu lapis kelas kuat III

Pintu rusak dan tidak bisa ditutupi

Kusen mulai diserang oleh rayap

Terdapat lobang penggerek

Kusen/daun jendela dan pintu tidak berfungsi sama sekali dan harus diganti 1 Pintu

25

No Lingkup Pekerjaan

Hasil Pemeriksaan

Baik Sedang Rusak

Ringan Sedang Parah

E LANGIT-LANGIT Kayu kelas kuat II, belum

dirusak oleh unsur perusak kayu, dilapisi anti rayap

Kayu kelas kuat II-III, belum dirusak oleh unsur perusak kayu, tidak ada perawatan, tidak dilapisi anti rayap

Kayu kelas kuat III, jenis kayu heterogen, terdapat lubang penggerek, sambungan mulai lepas, sudah mengganggu fungsinya

Jenis kayu heterogen, terdapat rayap, beberapasambungan mulai lepas, sudah mengganggu fungsinya

Tidak terdapat plafon, jenis kayu heterogen, terdapat lubang rayap, sambungan banyak yang lepas, sudah mengganggu fungsinya dan harus diganti

1 Rangka Plafon - Balok Induk 6/12 - Balok Anak 5/7 - Penggantung 5/7

2 Plafon Bahan eternity, asbes, kayu lapis, masih utuh, dilapisi cat, tidak berubah warna oleh jamur

Bahan eternity, asbes, kayu lapis, masih utuh, tidak dicat/dipelihara, tidak berubah warna oleh jamur

Bahan eternity, asbes, kayu lapis, mulai rusak/bolong, warna berubah, kotor, jamur

Bahan eternity, asbes, kayu lapis, banyak yang rusak/bolong, warna berubah, kotor, jamur

Tidak berfungsi sama sekali

F LANTAI Bahan

keramikgranit/marmer, adukan/perekat sesuai dengan bahan, tidak rusak

Bahan kerami, ubin PC, adukan/perekat sesuai dengan bahan, tidak rusak, tidak dipelihara

Bahan keramik, ubin PC, adukan sesuai dengan bahan, mulai rusak, tidak dipelihara

Memakai bahan keramik, ubin PC, adukan tidak sesuai, beberapa bagian rusak, terlepas, bergelembung, tidak dipelihara

Tidak berfungsi

G PONDASI Pondasi menerus, diatas

tanah keras, bahan dari batu kali 1:1:2, kedalaman 80-130 cm, lebar > 25 cm

Pondasi menerus, diatas tanah keras, bahan dari batu kali 1:1:2, lebarnya tidak mencukupi

Pondasi menerus, di atas tanah keras, bahan dari batu kali, mulai turun, retak, lebar tidak mencukupi

Pondasi menerus, di atas tanah keras, bahan dari batu kali, mulai turun, retak,adukan tidak sesuai, lebar tidak mencukupi

Tidak berfungsi lagi

H DRAINASE

1 Alat Penerima Air Buangan

- Kamar Mandi Ada dan masih berfungsi Tidak ada perawatan Mulai rusak pada beberapa bagian

Mulai rusak pada beberapa bagian, masih bisa diperbaiki

Tidak berfungsi - WC

- Talang Air Hujan

2 Saluran Pembuangan Tidak bocor dan dirawat Tidak ada perawatan Pipa pembuangan bocor Bocor dan masih bisa diperbaiki

26

No Lingkup Pekerjaan

Hasil Pemeriksaan

Baik Sedang Rusak

Ringan Sedang Parah

3 Tempat Pembuangan

Sungai Tersedia luas dan bersih Kotor tidak dibersihkan Tidak mengalir Kecil Tidak terdapat Peresapan Buatan Tersedia masih berfungsi

Septic tank Tersedia dan memenuhi ukuran standar

4 Jalan Aspal/coran semen Aspal mulai rusak Bukan aspal Becek Tidak ada

H UTILITAS

1 Penerangan Tersedia listrik/ aman darn penerangan alami

Tersedia listrik, tidak ada perawatan dan penerangan alami

Tersedia listrik tapi tidak berfungsi dan penerangan alami kurang

Tidak tersedia listrik, caha matahari kurang

Gelap

2 Air Tersedia/mencukupi dan

memenuhi standar

Air sumur kurang bersih Kotor Tidak ada Tidak ada

3 Pengatur Udara/ Suhu Ventilasi tersedia cukup unutk sirkulasi udara

Ventilasi tersedia cukup untuk sirkulasi udara tapi tidak ada perawatan

Pada bagian tertentu mulai rusak

4 Telekomunikasi Tersedia dan berfungsi baik

Tersedia tapi tidak dirawat Tidak ada tapi tersedia link

Tidak ada dan tidak tersedia link

Tidak ada, tidak tersedia link , dan tidak dapat dipasang

27

Lampiran 2 Hasil Penilaian Komponen Bangunan

No Objek yang Diamati

Bobot Kepentingan (BK) % Nilai (Sn) BKxSn Nilai (Sn) BKxSn I II XI XII XI XII A PEKERJAAN ATAP 27 1 Kuda-kuda 9 Kaki kuda-kuda 6/12 1.5 4 6 4 6 Balok penggantung 6/12 1.5 2 3 4 6

Balok penyokong (skoor) 6/12 1.5 0 0 4 6

Balok bin 6/12 1.5 4 6 4 6

Balok Ikatan angin 4/6 1.5 4 6 4 6

Balok gapit 6/12 1.5 0 0 4 6 2 Rangka Atap 10 Balok nok 6/12 1 4 4 4 4 Bubungan 1.5 4 6 4 6 Jurai 1.5 4 6 4 6 Balok Gording 6/12 2 4 8 4 8 Reng 3/5 2 4 8 4 8 Kaso 5/7 2 4 8 4 8

3 Bagian Pendukung Kuda-kuda 1

Lis plank 2/20 0.5 2 1 4 2 Papan reuter 2/20 0.5 3 1.5 3 1.5 4 Penutup atap 7 3 21 4 28 B PONDASI 21 3 63 4 84 C RANGKA DINDING 19 Balok sloof 5 5 25 5 25 Kolom 5 5 25 5 25 kolom praktis 4 5 20 5 20

balok atas/ ring beton 5 5 25 5 25

D LANGIT-LANGIT 10 1 Rangka plafon 6 balok induk 6/12 2 4 8 4 8 balok anak 5/7 2 4 8 4 8 penggantung 5/7 2 0 0 0 0 2 Plafon 4 2 8 3 12 E DINDING 9 3 27 4 36 F KUSEN/DAUN 6 Pintu 3 2 6 2 6 Jendela 3 2 6 4 12 G LANTAI 4 4 16 4 16 H DRAINASE 3

1 Alat penerima air buangan 0.75

kamar mandi 0.25 4 1 4 1

WC 0.25 4 1 4 1

Talang air hujan 0.25 3 0.75 3 0.75

2 Saluran Pembuangan 0.75 4 3 4 3 3 Tempat pembuangan 0.75 Sungai 0.25 2 0.5 2 0.5 Peresapan buatan 0.25 4 1 4 1 Septic tank 0.25 5 1.25 5 1.25 4 Jalan 0.75 5 3.75 5 3.75 I UTILITAS 1 Penerangan 0.25 5 1.25 5 1.25 Air 0.25 5 1.25 5 1.25

Pengatur Udara/ Suhu 0.25 3 0.75 3 0.75

Telekomunikasi 0.25 4 1 4 1

Jumlah 338 401

21 28

Lampiran 3 Hasil pengujian sifat fisis

No BB (g) BKT (g) Volume (cm2) KA (%) BJ RD RB KD KB RD RB KD KB RD RB KD KB RD RB KD KB RD RB KD KB 1 5.13 4.66 7.05 3.61 4.53 4.15 6.27 3.23 8.91 8.26 10.42 8.21 13.25 12.33 12.51 11.82 0.51 0.50 0.60 0.39 2 4.57 4.46 6.93 4.03 4.05 3.97 6.17 3.61 8.98 8.32 9.81 8.98 12.79 12.44 12.29 11.68 0.45 0.48 0.63 0.40 3 5.07 4.62 6.79 3.63 4.49 4.11 6.07 3.24 9.92 8.51 9.73 7.97 12.80 12.35 11.91 11.94 0.45 0.48 0.62 0.41 4 5.18 4.35 8.45 4.25 4.58 3.85 7.53 3.78 9.47 9.29 10.27 9.69 13.00 13.00 12.21 12.41 0.48 0.41 0.73 0.39 5 5.74 4.68 6.92 3.94 5.09 4.16 6.16 3.51 9.14 8.61 10.18 9.56 12.73 12.61 12.31 12.33 0.56 0.48 0.61 0.37 6 6.06 4.78 6.76 4.12 5.37 4.23 5.98 3.66 9.71 7.73 9.64 9.71 12.91 12.92 13.04 12.44 0.55 0.55 0.62 0.38 7 7.04 3.83 6.24 3.42 9.87 9.20 12.84 12.14 0.63 0.37 8 7.39 3.78 6.55 3.38 10.00 9.10 12.80 11.99 0.65 0.37 9 7.19 3.64 6.42 3.23 10.29 8.85 11.92 12.57 0.62 0.37 10 7.01 3.60 6.19 3.20 10.08 8.66 13.23 12.40 0.61 0.37 Rata-rata 12.91 12.61 12.51 12.17 0.50 0.48 0.63 0.38

29

Lampiran 4 Hasil pengujian lentur statis Jenis Contoh uji ulan g an (P/∆)

Max Load Span (cm)

Width (cm)

Depth

(cm) MOR MOE Defleksi

Defleksi saat patah (Pmax) Rata-rata (l) (b) (h) (kg/cm 3 ) Rata-rata (kg/cm 3

) Rata-rata Awal Akhir (cm) Rata-rata (mm) RD 1 402.33 178.86 140.35 28 2.08 2.05 859.41 668.90 123 217.24 104 549.18 0.10 0.84 0.74 7.43 2 275.14 96.77 28 2.07 2.07 460.45 82 839.44 0.09 0.86 0.76 3 360.82 145.40 28 2.08 2.07 686.84 107 590.87 0.09 0.82 0.73 RB 1 353.93 98.48 79.93 27 2.03 1.82 596.44 437.32 143 490.37 126 751.40 0.11 0.65 0.54 4.40 2 421.35 58.98 27 1.73 2.14 301.48 122 288.85 0.11 0.45 0.34 3 399.04 82.33 27 1.78 2.13 414.06 114 474.98 0.09 0.53 0.44 KD 1 362.79 126.65 121.21 28 2.08 2.08 592.51 537.34 106 625.52 91 203.85 0.09 0.47 0.38 4.01 2 286.78 96.45 28 2.13 2.15 413.35 74 868.88 0.11 0.46 0.35 3 360.78 103.18 28 2.07 2.08 487.41 107 320.34 0.09 0.42 0.32 4 294.41 135.39 28 2.16 2.14 576.17 76 502.90 0.09 0.59 0.50 5 349.04 144.37 28 2.13 2.15 617.27 90 701.58 0.08 0.54 0.45 KB 1 222.46 114.42 114.71 28 2.06 2.03 56747 590.29 71 017.59 74 265.49 0.08 0.98 0.90 9.21 2 221.34 112.55 28 2.05 2.04 556.84 70 311.57 0.10 1.04 0.93 3 227.18 117.12 28 2.05 2.03 582.28 72 701.28 0.07 0.93 0.86 4 237.90 127.36 28 2.03 2.04 637.85 76 505.06 0.08 1.07 0.99 5 194.46 102.09 28 2.02 1.87 607.01 80 791.94 0.07 1.00 0.93

30

Lampiran 5 Hasil pengujian degradasi kerapatan

Jenis Serutan berat Lebar Tinggi Panjang Volume Kedalaman Kerapatan Contoh uji ke-i (g) (cm) (cm) (cm) (cm3) (mm) (g/cm3) RD O 270 2.74 3.31 50 454.02 0.00 - I 260 2.67 3.21 50 428.62 0.43 0.39 II 232 2.47 3.05 50 377.09 1.33 0.54 III 204 2.30 2.86 50 328.04 2.25 0.57 IV 176 2.13 2.65 50 282.31 3.18 0.61 V 158 1.97 2.57 50 253.15 4.00 0.62 RB O 344 2.83 4.36 57 702.77 0.00 - I 316 2.71 4.08 57 631.01 0.98 0.39 II 292 2.54 3.98 57 576.22 1.67 0.44 III 268 2.37 3.90 57 527.59 2.28 0.49 IV 230 2.20 3.61 57 452.69 3.44 0.51 V 170 1.77 3.33 57 335.96 5.59 0.51 KD O 2 400 4.64 6.17 156.97 4 490.54 0.00 - I 2 214 4.19 5.98 156.97 3 938.31 1.58 0.34 II 2 036 3.95 5.73 156.97 3 554.77 2.81 0.46 III 1 856 3.69 5.56 156.97 3 217.48 3.90 0.53 IV 1 586 3.33 5.22 156.97 2 724.02 5.66 0.55 V 1 382 3.17 4.76 156.97 2 366.01 6.46 0.57 KB O 1 280 4.36 7.20 94 2 947.23 0.00 - I 1 092 3.85 6.90 94 2 500.48 1.99 0.42 II 956 3.55 6.54 94 2 182.40 3.66 0.43 III 854 3.28 6.31 94 1 944.47 4.92 0.43 IV 710 2.88 5.96 94 1 614.46 6.78 0.44 V 610 2.58 5.72 94 1 388.20 8.28 0.44

31 Lampiran 6 Hasil pengujian creep pada kayu saninten sebagai reng komponen rumah

depan

Lampiran 7 Hasil pengujian creep pada kayu kamper sebagai kaso komponen rumah depan y = 0.2623ln(x) + 0.9397 R² = 0.7216 y = 0.3805ln(x) + 0.9409 R² = 0.7777 y = 0.2822ln(x) + 1.8526 R² = 0.9019 y = 0.4638ln(x) + 1.9323 R² = 0.8757 y = 1.3521ln(x) + 2.1622 R² = 0.9501 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 0 50 100 150 200 250 300 350 D e fl e k si ( m m )

Jangka waktu pembebanan (jam)

20 kgf 30 kgf 40 kgf 50 kgf 60 kgf

Log. (20 kgf) Log. (30 kgf) Log. (40 kgf) Log. (50 kgf) Log. (60 kgf)

y = 0.0127ln(x) + 0.1367 R² = 0.4613 y = 0.0344ln(x) + 0.2149 R² = 0.5311 y = 0.0868ln(x) + 0.3159 R² = 0.526 y = 0.0931ln(x) + 0.3783 R² = 0.6246 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 0 50 100 150 200 250 300 D e fl e k si ( m m )

Jangka Waktu Pembebanan (tahun)

10 kgf 30 kgf 50 kgf 60 kgf

32

Lampiran 8 Hasil pengujian creep pada kayu bentawas sebagai reng komponen rumah belakang

Lampiran 9 Hasil pengujian creep pada kayu meranti merah sebagai kaso komponen rumah belakang y = 0.0135ln(x) + 2.5094 R² = 0.518 y = 0.0168ln(x) + 2.983 R² = 0.7563 y = 1.444ln(x) + 1.8501 R² = 0.9201 y = 5.7447ln(x) - 3.1755 R² = 0.8791 -10.00 -5.00 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 0 50 100 150 200 250 300 D e fl e k si ( m m )

Jangka Waktu Pembebanan (jam)

30 kgf 40 kgf 50 kgf 60 kgf

Log. (30 kgf) Log. (40 kgf) Log. (50 kgf) Log. (60 kgf)

y = 0.1038ln(x) + 1.0917 R² = 0.5141 y = 0.297ln(x) + 1.8726 R² = 0.8621 y = 0.2484ln(x) + 2.4149 R² = 0.868 y = 1.053ln(x) + 2.7358 R² = 0.9655 y = 1.3347ln(x) + 3.6059 R² = 0.9761 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 0 50 100 150 200 250 300 D e fl e k si ( m m )

Jangka Waktu Pembebanan (jam)

10 kgf 30 kgf 40 kgf 50 kgf 60 kgf

33 Lampiran 10 Denah rumah Blok E213 Perumahan Alam Sinar Sari IPB Bogor

34

Lampiran 11 Dokumentasi Penelitian

Pengujian Rangkak (Creep) Pengukuran Suhu dan Kelembaban

Alat oven yang digunakan Degradasi contoh uji

Pengovenan contoh uji hingga Berat

Kering Tanur Pengujian Lentur

35 RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 18 November 1990. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Maman Rosidi, SH dan Ibu Desi Kartika. Penulis memulai pendidikan pada tahun 1997 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Bambu Kuning. Penulis melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah sejak tahun 2002, dan pindah pada tahun 2005 ke Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ummul Quro, kemudian menempuh pendidikan menengah atas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Bogor dari tahun 2006 sampai tahun 2009. Pada tahun yang sama (2009), penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dengan mayor Teknologi Hasil Hutan. Pada tahun 2012 penulis mengambil minat studi di Laboratorium Teknik Peningkatan Mutu Kayu (TPMK).

Selama menjadi mahasiswa Departemen Hasil Hutan, penulis merupakan anggota dan pengurus HIMASILTAN periode 2010/2011 dan 2011/2012, aktif dalam kepanitiaan kegiatan kampus, menjadi anggota 2 Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dan anggota Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan

Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan Nasional dengan judul “Browta :

Brownies Berbahan Baku Tepung Resisten Komposit Berbasis Talas dan Kedelai yang Memiliki Gizi Seimbang dan Mengandung Probiotik”, “Ez (Es Krim Talas) Khas Bogor dari Talas Bogor Sebagai Pengembangan Produk Turunan Talas dan

Alternatif Jajanan Sehat”, dan judul penelitian “Bioadhesive Papan Komposit dari Lindi Hitam Produksi Pulp Proses Kraft”. Selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan, penulis juga mengikuti Praktek Pengenalan Ekositem Hutan (PPEH) pada tahun 2011 di Pangandaran-Gunung Sawal, Ciamis. Pada tahun 2012, penulis mengikuti Praktek Pengelolaan Hutan (PPH) di Sukabumi, kemudian tahun 2013 Praktek Kerja Lapang (PKL) di Madani Corp (Violin Handmade and Eco-Woodship), Bogor, Jawa Barat .

Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kehutanan, penulis

melakukan penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul “Indek Kondisi

Bangunan dan Sisa Masa Pakai Kayu Komponen Rumah Tinggal Sederhana“ di

Dokumen terkait