Adisarwanto, T. dan Rini Wudiyanto. 1999. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai di Lahan Sawah, Kering,dan Pasang Surut. Penebar Swadaya. Jakarta.
Adisarwanto, T. 2000. Teknologi Produksi Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
Adisarwanto, T. 2005. Kedelai, Budidaya dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar. Penebar swadaya. Jakarta.
BPS. 2008. Laporan Tahunan Rata - Rata Produksi Kedelai. Badan Pusat Statistik, Kabupaten Manokwari. Papua Barat.
Cahyono, Bambang. 2007. Kedelai, Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. C.V. Aneka Ilmu. Semarang.
Dajan, Anton. 1984. Pengantar Metode Statistik Jilid II. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerapan Ekonomi dan Sosial. Jakarta.
Ismunadji, M.; A. Syarifuddin Karama.; Justinus Soedjitno.; Mukelar Amir.; A. Widjono.; Atsushi Naito dan Shigero Naito. 1990. Petunjuk Bergambar Untuk Identifikasi Hama dan Penyakit Kedelai di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
Menden hall william dan James. E. Reinmuth, 1993. Statistik untuk Manajemen dan Ekonomi. Erlangga. Jakarta.
Oka, Nyoman Ida. 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sastrahidrat, R.I. dan D.S Soermarno. 1991. Budidaya Tanaman Tropika. Fakultas Pertanian, Universitas Malang.
Sugeng, H.R. 2001. Bercocok Tanam Palawijaya. C.V. Aneka Ilmu. Semarang. Sumarno. 1991. Kedelai dan Cara Budidaya. C.V. Yasaguna. Jakarta.
Tarumingkeng, R.C. 1994. Dinamika Populasi. Pustaka Sinar Harapan.
Untung, Kasumbogo. 1996. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Wamaer Marthina, 2004. Pengamatan Serangga Hama Belalang pada areal Pertanaman Kelapa Sawit Pirsus di Kampung Umbui Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Skripsi Sarjana (Tidak diterbitkan).
Lampiran. 1. Deskripsi Varietas Kedelai
1. CIKURAY (Kedelai Hitam)
Dilepas tahun : 3 November 1992 SK Mentan : 616/Kpts/TP.240/11/92 Nomor galur : 630/1343-4-1
Asal : Hasil seleksi keturunan persilangan kedelai No. 630 dan No. 1343 (Orba).
Hasil rata-rata : 1,7 t/ha biji kering Warna hipokotil : Ungu
Warna epikotil : Ungu Warna daun : Hijau muda Warna bulu : Coklat Warna bunga : Ungu
Warna kulit biji : Hitam mengkilat Warna polong tua : Coklat tua Warna hilum biji : Putih
Tipe tumbuh : Determinit, bentuk daun lebar Umur berbunga : 35 hari
Umur polong masak : 82–85 hari Tinggi tanaman : 60–65 cm Bobot 100 biji : 11–12 g Kandungan protein : 35% Kandungan lemak : 17% Kerebahan : Tahan rebah Ketahanan terhadap penyakit : Toleran karat daun
Keterangan : Polong masak tidak mudah pecah, beradap- tasi baik di dataran rendah, juga cocok
untuk ditanam di dataran tinggi, cukup baik untuk pertanaman di musim hujan atau musim kemarau.
Pemulia : Darman MA. dan Ono Sutrisno.
2. SINDORO
Dilepas tahun : 1995
Nomor asal : T4 (UNSOED 2)
Asal : Hasil persilangan Dempo x Wilis Hasil rata-rata : 2,03 t/ha
Warna hipokotil : Ungu Warna epikotil : Ungu
Warna daun : Hijau
Warna bulu : Coklat
Warna kulit biji : Kuning Warna polong masak : Coklat Warna hilum : Hitam Tipe tumbuh : Determinit Umur berbunga : 36 hari Umur polong masak : 86 hari Tinggi tanaman : 59 cm Bobot 100 biji : 12 g
Kandungan protein : 33% Kandungan minyak : 16% Kerebahan : Tahan rebah Ketahanan terhadap penyakit : Tahan karat daun
Keterangan : Sesuai untuk tanah masam Pemulia : Sunarto, Noor Farid, dan Suwarto.
3. TANGGAMUS
Dilepas tahun : 22 Oktober 2001
SK Mentan : 536/Kpts/TP.240/10/2001 Nomor induk : K3911-66
Asal : Hibrida (persilangan tunggal): Kerinci x No. 3911
Hasil rata-rata : 1,22 t/ha Warna hipokotil : Ungu Warna epikotil : Hijau Warna kotiledon : Kuning
Warna bulu : Coklat
Warna bunga : Ungu Warna kulit biji : Kuning Warna polong masak : Coklat Warna hilum : Coklat tua Bentuk biji : Oval Bentuk daun : Lanceolate Tipe tumbuh : Determinit Umur berbunga : 35 hari Umur saat panen : 88 hari Tinggi tanaman : 67 cm Percabangan : 3–4 cabang Bobot 100 biji : 11,0 g Ukuran biji : Sedang Kandungan protein : 44,5% Kandungan lemak : 12,9% Kandungan air : 6,1% Kerebahan : Tahan rebah Ketahanan terhadap penyakit : Moderat karat daun Sifat-sifat lain : Polong tidak mudah pecah Wilayah adaptasi : Lahan kering masam
Pemulia : Darman MA., M. Muchlish Adie, Heru Kuswantoro, dan Purwantoro
4. ANJASMORO
Dilepas tahun : 22 Oktober 2001
SK Mentan : 537/Kpts/TP.240/10/2001 Nomor galur : Mansuria 395-49-4
Asal : Seleksi massa dari populasi galur murni Mansuria
Daya hasil : 2,03–2,25 t/ha Warna hipokotil : Ungu
Warna epikotil : Ungu Warna daun : Hijau Warna bulu : Putih
Warna bunga : Ungu Warna kulit biji : Kuning Warna polong masak : Coklat muda Warna hilum : Kuning kecoklatan Bentuk daun : Oval
Ukuran daun : Lebar Tipe tumbuh : Determinit Umur berbunga : 35,7–39,4 hari Umur polong masak : 82,5–92,5 hari Tinggi tanaman : 64 - 68 cm Percabangan : 2,9–5,6 cabang Jml. buku batang utama : 12,9–14,8 Bobot 100 biji : 14,8–15,3 g Kandungan protein : 41,8–42,1% Kandungan lemak : 17,2–18,6% Kerebahan : Tahan rebah
Ketahanan terhadap penyakit : Moderat terhadap karat daun Sifat-sifat lain : Polong tidak mudah pecah
Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M.,Susanto, Darman M.A., dan M. Muchlish Adie.
5. GROBOGAN
Dilepas tahun : 2008
SK Mentan : 238/Kpts/SR.120/3/2008
Asal : Pemurnian populasi Lokal Malabar Grobogan Tipe pertumbuhan : determinit
Warna hipokotil : ungu Warna epikotil : ungu
Warna daun : hijau agak tua Warna bulu batang : coklat
Warna bunga : ungu
Warna kulit biji : kuning muda Warna polong tua : coklat Warna hilum biji : coklat Bentuk daun : lanceolate
Percabangan : -
Umur berbunga : 30-32 hari Umur polong masak : ± 76 hari Tinggi tanaman : 50–60 cm Bobot biji : ± 18 g/100 biji Rata-rata hasil : 2,77 ton/ha Potensi hasil : 3,40 ton/ha Kandungan protein : 43,9% Kandungan lemak : 18,4%
Daerah sebaran : Beradaptasi baik pada beberapa kondisi lingkungan tumbuh yang berbeda cukup besar, pada musim hujan dan daerah beririgasi baik.
Sifat lain : Polong masak tidak mudah pecah, dan pada saat panen daun luruh 95–100%, saat
panen > 95 % daunnya telah luruh. Pemulia : Suhartina, M. Muclish Adie
Peneliti : T. Adisarwanto, Sumarsono,
Sunardi, Tjandramukti, Ali Muchtar, Sihono, SB. Purwanto, Siti Khawariyah,
Murbantoro, Alrodi, Tino Vihara, Farid Mufhti, dan Suharno.
Pengusul : Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan,
BPSB JawaTengah, Pemerintah Daerah Prov Jawa Tengah. 6. WILIS
Dilepas tahun : 21 Juli 1983
SK Mentan : TP240/519/Kpts/7/1983 Nomor induk : B 3034
Asal : Hasil seleksi keturunan persilangan Orba x No. 1682
Hasil rata-rata : 1,6 t/ha Warna hipokotil : Ungu Warna batang : Hijau
Warna daun : Hijau - hijau tua Warna bulu : Coklat tua Warna bunga : Ungu Warna kulit biji : Kuning Warna polong tua : Coklat tua Warna hylum : Coklat tua Tipe tumbuh : Determit Umur berbunga : ± 39 hari Umur matang : 85–90 hari Tinggi tanaman : ± 50 cm Bentuk biji : Oval, agak pipih Bobot 100 biji : ± 10 g
Kandungan protein : 37,0% Kandungan minyak : 18,0% Kerebahan : Tahan rebah
Ketahanan terhadap penyakit : Agak tahan karat daun dan virus
Benih penjenis : Dipertahankan di Balittan Bogor dan Balittan Malang Pemulia : Sumarno, Darman M Arsyad.,Rodiah, dan
Ono Sutrisno.
7. SINABUNG
Dilepas tahun : 22 Oktober 2001
SK Mentan : 533/Kpts/TP.240/10/2001 Nomor galur : MSC 9526-IV-C-4 Asal : Silang ganda 16 tetua Hasil rata-rata : 2,16 t/ha
Warna hipokotil : Ungu Warna epikotil : Hijau Warna bulu : Coklat
Warna bunga : Ungu
Warna kulit biji : Kuning Warna polong masak : Coklat Warna hilum : Coklat Bentuk biji : Lonjong Tipe tumbuh : Determinit Umur berbunga : 35 hari
Umur saat panen : 88 hari Tinggi tanaman : 66 cm Bobot 100 biji : 10,68 g Ukuran biji : sedang Kandungan protein : 46,0% Kandungan lemak : 13,0% Kerebahan : Tahan rebah
Ketahanan terhadap penyakit : Agak tahan karat daun Sifat-sifat lain : Polong tidak mudah pecah Wilayah adaptasi : Lahan sawah
Pemulia : M. Muchlish Adie, Soegito, Darman MA., dan Arifin.
8. ARGO MULYO
Dilepas tahun : 1998
Nomor galur : -
Asal : Introduksi dari Thailand, oleh PT .Nestle Indonesia pada tahun 1988 Nama asal : Nakhon sawan 1
Daya hasil : 1,5–2,0 t/ha Warna hipokotil : Ungu Warna bulu : Coklat
Warna bunga : Ungu
Warna kulit biji : Kuning Warna hilum : Putih terang Tipe tumbuh : Determinit Umur berbunga : 35 hari Umur saat panen : 80–82 hari Tinggi tanaman : 40 cm
Percabangan : 3–4 cabang dari batang utama Bobot 100 biji : 16,0 g
Kandungan protein : 39,4% Kandungan minyak : 20,8%
Kerebahan : Tahan rebah
Ketahanan terhadap penyakit : Toleran karat daun Keterangan Sesuai untuk : Bahan baku susu Kedelai Pemulia : Rodiah S., C. Ismail, Gatot
Sunyoto, dan Sumarno.
Benih Penjenis (BS) : Dirawat dan diperbanyak oleh BP Karangploso, Malang.
Lampiran 2. Hasil Penelitian Selang Kepercayaan 95 % Polong Hampa
Diketahui : n (Banyak sampel yang diamati) 10 varietas uji. Ditanya : Selang kepercayaan (SK) 95 %
Penyelesaian : Cari : atau 8,60+5,70+7,00+6,60+4,20+2,20+5,50+4,50+1,90+1,70 10 47,9 10 4,79 Cari : atau (8,60-4,79)²+(5,70-4,79)²+(7,00-4,79)²+(6,60-4,79)²+(4,20-4,79)² + (2,20-4,79)²+ (5,50- 4,79)²+(4,50-4,79)²+(1,90-4,79)²+ (1,70-4,79)² 9 = (3.81)²+(0,91)²+(2,21)²+(1,81)²+(-0,59)²+(-2,59)²+(0,71)²+ (-0,29)²+ (-2,89)²+(-3,09)² 9 = 14,51+0,82+4,88+3,27+0,34+6,70+0,50+0,68+8,35+9,54 9 = 48,99 9 =
Jadi untuk selang kepercayaan 95 % 100 % - 95 % = 5 % = 0,05
4,79 – 2,262 . 0,73 4,79+2,262 . 0,73
4,79 – 1,65 4,79+ 1,65
3,14 6,44
Lampiran 3. Hasil Perhitungan Selang Kepercayaan 95 % Berat Polong
Diketahui : n (Banyak sampel yang diamati) 10 varietas uji Ditanya : Selang kepercayaan (SK) 95 %
Penyelesaian : Cari : atau 27,07+46,50+26,80+37,00+28,00+14,33 +26,00+13,97+15,50+10,00 10 245,17 10 24,517 Cari : atau (27,07-24,517)²+(46,50-24,517)²+(26,80- 24,517)²+(37,024,517)²+(28,00-24,517)²+(14,33-24,517)² +(26,00 -24,517)²+(13,97 -24,517)²+(15,50 -24,517)² + (10,00 -24,517)² 9 = (2,553)²+(21,983)²+(2,283)²+(12,483)²+(3,483)²+(10,187)² + (1,483)²+(-10,54 7)²+(- 9,017)²+(-14,517)² 9 = 6,51+483,25+5,21+155,82+12,13+103,77+2,19 + 111,23+81,30+210,74 9 = 1172,15 9 =
Jadi untuk selang kepercayaan 95 % 100 % - 95 % = 5 % = 0,05
– 2,262 . 3,60 +2,262 . 3,60
– 8,143 + 8,143
16,37 32,66
Lampiran 4. Hasil Perhitungan Selang Kepercayaan 95 % Jumlah Gerekan
Diketahui : n (Banyak sampel yang diamati) 10 varietas uji Ditanya : Selang kepercayaan (SK) 95 %
Penyelesaian : Cari : atau 4,30+4,60+3,80+2,60+6,40+0,40+1,60+3,20+2,20+1,00 10 30,1 10 3,01 Cari : atau (4,30-3,01)²+ (4,60 -3,01)²+ (3,80 -3,01)²+ (2,60 -3,01)²+ (6,40-3,01)² + (0,40-3,01)²+ (1,60 -3,01)²+ (3,20 -3,01)²+ (2,20-3,01)² + (1,00 -3,01)² 9 = (1,29)²+(1,59)²+(0,79)²+(-0,41)²+(3,39)²+(-2,61)² + (-1,41)²+(0,19)²+ (- 0,81)²+(-2,01)² 9 = 1,66+2,52+0,62+0,16+11,49+6,81+1,98+0,03+0,65+4,04 9 = 29,96 9 =
Jadi untuk selang kepercayaan 95 % 100 % - 95 % = 5 % = 0,05
– 0,025 : 9. 0,57 +0,025 : 9. 0,57
– 2,262 . 0,57 +2,262 . 0,57
–1,289 + 1,289
1,7 4,299
Jadi selang kepercayaan 95 % bagi adalah 1,7 4,299
S
Lampiran. 5. Denah Lapangan 30,4 m
12,1 m B Wilis Lokal Prafi (X ) 4 Varietas Sinabung (X) Anjasmoro Tanggamus Argomulyo Lokal Kaba Jayapura
Sindoro (X) Tanggamus Grobogan (X) Wilis Anjasmoro Cikuray U T 15,2 m Keterangan : ( X ) : Varietas yang tidak diamati. Luas lahan : 2574,88 m2 (84,7mx 30,4m) Luas petak : 183,92 m2 (15,2m X 12,1m ) 84,7 ms B
Lampiran 6. Denah Petak Tanaman Contoh 1 m 12, 1 m 15,2 m X X X X X X X X X X 0,5 m 0,5m mmmm m 2,8 m 2,4 m