• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik RT Wilayah Ekonomi Tinggi

DAFTAR PUSTAKA

Abdurachman A, Mulyani A, Heryanti N, Irianto G. 2004. Analisis Potensi Sumberdaya Lahan dan Air dalam Mendukung Pemantapan Ketahanan Pangan. Di dalam: Soekirman, Ananto KS, Ning P, Drajat M, Mewa A, Indrus J, Hardinsyah, Dahrulsyah, Carunia MF, editor. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) VIII; Jakarta, 17-19 Mei 2004. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). hlm 245-263. Abel J, Thomson J. 2006. Food System Planning : A Guide For County Municipal

Planners, Extension Educators, And Community Organizations. http://www.kaic.psu.edu/chad/cbad2-4.htm [26 Februari 2007]

Andersen P. 1993. Policy Issues and Problem of Data Collection and Analysis dalam Data Nedds for Food Policy In Developing Countries, New Directions for Household Surveys. J, Braun, D. Puetz (eds) International Food Plicy Research Institute. Washington, D. C.

APA Divisions Council. 2006. Food System Planning – Why Is It a Planning Issue?. An Overview from APA’S Divisions Council. http://www.planning.org/divisions/initiatives/foodsystem.htm [26 Februari 2007]

Azwar A. 2004. Aspek Kesehatan dan Gizi Dalam Ketahanan Pangan. Di dalam: Soekirman, Ananto KS, Ning P, Drajat M, Mewa A, Indrus J, Hardinsyah, Dahrulsyah, Carunia MF, editor. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) VIII; Jakarta, 17-19 Mei 2004. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). hlm 101-109.

[BBKP] Badan Bimas Ketahanan Pangan. 2001. Rencana Strategis dan Program Kerja Pemantapan Ketahanan Pangan 2001-2004. Jakarta. Departemen Pertanian RI.

[BBKP] Badan Bimas Ketahanan Pangan. 2005. Pedoman Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM). Jakarta. Departemen Pertanian RI.

[BPS] Badan Pusat Statistik dan Bappeda kabupaten Nganjuk. 2004. Kabupaten Nganjuk dalam Angka 2004. Nganjuk. BPS.

Baliwati YF, K Roosita. 2004. Sistem Pangan dan Gizi dalam Pengantar Pangan dan Gizi. YF Baliwati, A Khomsan, CM Dwiariani (eds). Penebar Swadaya. Jakarta.

Braun J. 1993. Orientation of Data for Food Policy Needs dalam Data Nedds for Food Policy In Developing Countries, New Directions for Household Surveys. J, Braun, D. Puetz (eds) International Food Plicy Research Institute. Washington, D. C.

Regional Training Programme on Food and Nutrition Planning. Institute of Human Nutrition and Food. College of Human Ecologi. University of the Philippines Los Banos. 1999. Course Syllabus on Food and Nutrition Planning and Management. Laguna. Philippines.

Deshaliman. 2003. Arti Strategis Neraca Bahan Makanan Regional.

http://www.suarapembaruan.com/News/2003/07/08/index.html [12 November 2005]

[Depkes] Departemen Kesehatan. 1996. Pedoman Survei Konsumsi Gizi Tingkat Kecamatan. Ditjen Pembinaan Masyarakat, Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.

[Deptan] Departemen Pertanian. 2006. Rencana Pembangunan Pertanian 2005-2009. Jakrata. Departemen Pertanian.

[DKP] Dewan Ketahanan Pangan. 2006. Kebijakan Umum Ketahanan Pangan 2006-2009. Jakrata. Dewan Ketahanan Pangan.

Makarim AK. 2005. Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Pangan: Khususnya Padi Sawah. Di dalam: Seminar Rutin Puslitbang Tanaman Pangan; Bogor, 17 Maret 2005. Puslitbang Tanaman Pangan. Bogor.

[Disperta] Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur. 2005. Peternakan dalam Data Tahun 2005. Surabaya. Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur.

Ehrlich PR, Anne HE & Gretchen CD. 1993. Food Security, Population, and Environmnet. Population and Development Review 19, No : 1. Maret, 1993. Hakim A. 2004. Statistika Deskriptif untuk Ekonomi dan Bisnis. Penerbit

Ekonisia. Yogyakarta.

Hardinsyah, S. Madanijah, & Y. F. Baliwati. 2002. Analisis Neraca Bahan Makanan dan Pola Pangan Harapan untuk Perencanaan Ketersediaan Pangan. PSKPG-IPB & Pusat Pengembangan Ketersediaan Pangan, Departemen Pertanian RI. Jakarta.

Hardinsyah et al. 2003. Analisis Kebutuhan Konsumsi Pangan. PSKPG-IPB & Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan, BBKP-Deptan, Jakarta.

Handewi PS, Rachman , Mewa A. 2002. Ketahanan Pangan : Konsep, Pengukuran dan Strategi. FAE. Volume 20 No 1 : 12-24 www.litbang-deptan.go.id/ind//pdffiles/Mono26-4.pdf [14 Mei 2007]

Husodo SY, Tien RM. 2004. Alternatif Solusi Permasalahan Ketahanan Pangan. Di dalam: Soekirman, Ananto KS, Ning P, Drajat M, Mewa A, Indrus J, Hardinsyah, Dahrulsyah, Carunia MF, editor. Prosiding Widyakarya

141

Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) VIII; Jakarta, 17-19 Mei 2004. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). hlm 111-116.

Husodo SY. 2003. Membangun Kemandirian di Bidang Pangan : Suatu Kebutuhan Bagi Indonesia. Artikel – Tahun II. Nomor 6, September. Jurnal Ekonomi Rakyat.

Irawan B. 2003. Tipologi Kecamatan di Jawa Dalam Rangka Pencadangan Kawasan Produksi Pangan. Jurnal Agro Ekonomi Volume 21:145-174. [KUKP] Kantor Urusan Ketahanan Pangan Kabupaten Nganjuk. 2005. Peta

Wilayah Kerawanan Pangan dan Gizi Kabupaten Nganjuk. Nganjuk. Kantor Urusan Ketahanan Pangan.

Krisnamurti B. 2003. Penganekaragaman-Pangan : Pengalaman 40 Tahun dan Tantangan ke Depan. Artikel – Tahun II. No 7, Oktober. Jurnal Ekonomi Rakyat.

Muller CC. 1993. Information Needs for Food System : Conceptual Framework and Institutional dalam Data Nedds for Food Policy In Developing Countries, New Directions for Household Surveys. J, Braun, D. Puetz (eds) International Food Plicy Research Institute. Washington, D. C.

Mule H. 1993. Lingkages Between Food Policymaking, Policy Analysis, and Data Collection dalam Data Nedds for Food Policy In Developing Countries, New Directions for Household Surveys. J, Braun, D. Puetz (eds) International Food Plicy Research Institute. Washington, D. C.

Nagamine H. 1981. Human Need and Regional Development. United Nations Center for Regional Development. Nagoya. Japan.

Nainggolan K. 2005. Implikasi Hak Atas Kecukupan Pangan terhadap Kebijakan Ketahanan Pangan. Makalah Seminar Sehari Pemenuhan Hak Atas Kecukupan Pangan, Jakarta, 13 April.

Nikijuluw V, Abdurahman. 2004. Analisis Potensi Kelautan dalam Mendukung Pemantapan Ketahanan Pangan. Di dalam: Soekirman, Ananto KS, Ning P, Drajat M, Mewa A, Indrus J, Hardinsyah, Dahrulsyah, Carunia MF, editor. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) VIII; Jakarta, 17-19 Mei 2004. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). hlm 229-243.

[PSKPG IPB & BBKP] Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor & Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Bimas Ketahanan Pangan. 2001. Pengembangan Konsumsi Pangan dengan Pendekatan Pola Pangan Harapan. PSKPG & BBKP, Bogor.

Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan (PPKP) Deptan & GMSK IPB. 2005. Analisis Kebutuhan Konsumsi Pangan. GMSK IPB. Bogor.

Richard G. 2002. Human Carrying Capacity of Earth. ILEA Leaf.

http://www.unu.edu/unupress/unupbooks/uu03pe/uu03pe0b.htm [16 Februari 2007]

Riely F, Mock N, Cogill B, Bailey L & Kenefick E. 1999. Food Security Indicators and Framework for Use in the Monitoring and Evaluation of Food Aid Programs. Food and Nutrition Technical Assistance. USAID. http://www.fantaproject.otg/publications/fisind.shtml [13 Mei 2007]

Saliem HP et al. 2005. Analisis Diversifikasi Rumah Tangga Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Penanggulangan Kemiskinan. Laporan Hsil Penelitian Tahun 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertaian, Departemen Pertanian. Jakarta.

Saragih B. 2005. Kedaulatan Pangan, Tidak Sekedar Berkecukupan Pangan. Makalah Seminar Sehari Pemenuhan Hak Atas Kecukupan Pangan, Jakarta, 13 April.

Suratman. 2004. Perwilayahan Peternakan Mau Dibawa Kemana ?. Pusat Penelitian Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Suhardjo. 1989. Perencanaan Pangan dan Gizi. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Bogor.

Sumarwan U, Sukandar D. 1998. Identivikasi Indikator dan Variabel derta Kelaompok Sasaran dan Wilayah Rawan Pangan Nasional. Jurusan GMSK - Faperta IPB, UNICEF dan Biro Perencanaan, Departemen Pertanian RI. Widuri Press. Bogor.

Suryana A. 2001. Harmonisasi Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional dan Daerah dalam Prosiding Dialog dan Lokakarya Kebijakan dan Program pangan Prakarsa Swasta dan Pemerintah Daerah. P. Hariyadi, B. Krisnamurti, F. G Winarno (eds). Forum Kerja Penganekaragaman Pangan. Jakarta.

Suryana A. 2004. Ketahanan Pangan Indonesia. Di dalam: Soekirman, Ananto KS, Ning P, Drajat M, Mewa A, Indrus J, Hardinsyah, Dahrulsyah, Carunia MF, editor. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) VIII; Jakarta, 17-19 Mei 2004. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). hlm39-51.

Soekartawi A, Soeharjo, Dillon JL, Hardaker JB. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. UI Press. Jakarta.

Soetrisna N. 2005. Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan. Artikel – Tahun XIV. No 44, Januari. Majalah Pangan. Puslitbang Bulog. Jakarta.

143

Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. PT Raja Grafindo Perkasa. Jakarta.

Speth JG. 1993. Towards Sustainable Food Security. International Agricultural Research. Washington, D.C.

Syarief H. 1991. Studi Identifikasi Daerah Rawan Pangan. Kerjasama Proyek Pengembangan Diversifikasi Pangan dan Gizi, Departemen Pertanian RI dan Jurusan GMSK, IPB. Bogor.

Tilman D, Kenneth G, Cassman, Pamela A, Matson, Rosamond N & Stephen P. 2002. Agricultural Sustainability and Intensuve Production Practices. Nature Vol : 418. 8 Agustus. www.nature.com/nature [16 Februari 2007]

, Produksi Produk Unggulan Jawa Timur. http://www.disperta-jatim.org/produk-unggulan/index.html [23 Desember 2006]

, Pedoman Budidaya Sapi Potong. http://www.warintek-ristek.go.id/budidaya/sapipotong.htm [23 Desember 2006]

, Pedoman Budidaya Ayam Ras Petelur. http://www.warintek-ristek.go.id/budidaya/ayamraspetelur.htm [23 Desember 2006]

, 1994. Investing in Natural Capital : The Ecological Approach to Sustainability. The International Society for Ecological Economics & Island Press. http://dieoff.org/page112.htm [15 Februari 2007]

, Rekapitulasi Standart Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota Propinsi Jawa Timur Tahun 2005. www.dinkesjatim.go.id/images/datainfo/200606221512-DATA% [13 Mei 2007]

, Peta Kerawanan Pangan di Indonesia.

http://www.bkpjatim.or.id/pages/kewaspadaan-pangan/peta-kerawanan-pangan.php [13 Mei 2007]

, Sustainable Resource Use and Global Food Security.. http://www.ers.usda.gov/publications/areai/ah722/areai7_1/BDGen.htm [13 Mei 2007]

145

Lampiran 2 Klasifikasi Kecamatan di Wilayah Kabupaten Nganjuk Berdasarkan Tingkatan Ekonomi

No Kecamatan Proporsi Keluarga Miskin (%) Klasifikasi Ekonomi

1 Sawahan 47,35 Rendah 2 Ngetos 42,47 Rendah 3 Berbek 39,21 Sedang 4 Loceret 36,53 Sedang 5 Pace 31,58 Sedang 6 Tanjunganom 34,05 Sedang 7 Prambon 19,09 Tinggi 8 Ngronggot 24,79 Tinggi 9 Kertosono 23,43 Tinggi 10 Patianrowo 38,73 Sedang 11 Baron 36,09 Sedang 12 Gondang 39,86 Sedang 13 Sukomoro 45,75 Rendah 14 Nganjuk 28,4 Tinggi 15 Bagor 24,43 Tinggi 16 Wilangan 35,64 Sedang 17 Rejoso 32,09 Sedang 18 Ngluyu 45,45 Rendah 19 Lengkong 40,67 Rendah 20 Jatikalen 51,16 Rendah

Ket : < 30 % = tinggi ; 30 – 40 % = sedang ; > 40 % = rendah

Lampiran 3 Daftar Ukuran Rumah Tangga (URT) di Kabupaten Nganjuk

No Jenis Bahan Pangan URT (Gram) Berat Harga 1 Daun Ubi Jalar 1 ikat 200 Rp 100,-2 Daun Ketela Pohon 1 ikat 175 Rp 200,-3 Daun Kenikir 1 ikat 125 Rp 200,-4 Daun Pepaya 1 ikat 125 Rp 200,-5 Gambas (Oyong) 1 buah (sedang) 150 Rp 400,-6 Kacang Panjang 1 ikat (kecil) 125 Rp 250,-7 Daun Bayam 1 ikat (kecil) 75 Rp

250,-8 Kangkung 1 ikat 250 Rp

250,-9 Daun Kemangi 1 ikat 25 Rp 100,-10 Sawi Hijau 1 ikat 125 Rp

400,-11 Kecipir 1ikat 300 Rp

300,-12 Sawi Daging 1 ikat 225 Rp 3.500,-/kg 13 Sawi Putih 1 buah (sedang) 275 Rp 500,-14 Kelapa 1 butir (besar) 400 Rp 2.000,-1 butir (kecil) 300 Rp 1.000,-15 Bistru 1 buah (sedang) 250 Rp 1.500,-/kg 16 Ketimun 1 buah (sedang) 300

17 Nangka Muda/ Tewel 1/2 buah (sedang) 600

1 bungkus (kecil) 75 Rp 300,-18 Jagung Muda 1 buah (sedang) 100 Rp

250,-1 bungkus (pipil) 75

19 Pepaya Muda 1 buah (sedang) 750 Rp 1.500,-/kg

1 bungkus 150

20 Kelewih 1 buah (sedang) 375

21 Lamtoro 1 bungkus (kecil) 25 Rp 100,-22 Kembang Turi 1 bungkus 250 Rp 200,-23 Jantung Pisang 1 buah (sedang) 750 Rp 2.000,-/kg 24 Terong Bulat 1 bungkus 250 Rp 400,-25 Rebung 1 bungkus 350 Rp 1.000,-26 Bligo 1 buah (sedang) 825 Rp 1.000,-27 Manisa/ Gondes 1 buah (sedang) 325 Rp 1.500,-/kg

1 buah (besar) 612,5

28 Ketang 1 buah (besar) 150 Rp 4.000,-/kg 1 buah (kecil) 75

147

Lanjutan Lampiran 3

No Jenis Bahan Pangan URT (Gram) Berat Harga 30 Labu Panjang 1 buah (besar) 1.500 Rp 2.500,-31 Toge Kacang Hijau 1 bungkus 125 Rp 300,-32 Toge Kedelai 1 bungkus 50

33 Wortel 1 buah 50 Rp 2.500,-/kg

1 bungkus 150

34 Buncis 1 buah 12,5 Rp 2.500,-/kg 35 Terong Ungu 1 buah (sedang) 350 Rp 2.000,-/kg

1 buah (kecil) 100

36 Kubis 1/4 bagian 150

37 Tempe Kedelai 1 potong (kecil) 50 Rp 350,-1 potong (sedang) 75 Rp 700,-1 potong (besar) 125 Rp 1.000,-38 Tahu Putih 1 buah (besar) 175 Rp 300,-1 buah (kecil) 50 Rp 100,-39 Tahu Kuning 1 buah (besar) 125 Rp 1.100,-40 Pindang 1 besek (3 ekor) 25 gr/ekor Rp 1.250,-1 besek (2 ekor) 100 gr/ekor Rp 2.500,-41 Bothok Wader 1 bungkus 50 Rp 500,-42 Nasi Pecel (Nasi) 1 bungkus 250

Rp 1.500,-/kg Tahu Goreng 1 potong 50

Tempe Goreng 1 potong 25

Rempeyek 2 buah 25

Kacang Panjang 1 sdm 25 Toge Kacang Hijau 1 sdm 25

43 Pisang Goreng 1 buah 100 Rp

500,-44 Tahu Isi 1 buah 75 Rp

500,-45 Tape Goreng 1 buah 75 Rp 500,-46 Singkong Goreng 1 buah 150 Rp 500,-47 Donat 1 buah (kecil) 20

48 Ote-ote / Bakwan 1 buah 75 Rp 500,-49 Kue Pukis 1 buah 12,5

50 Kemplang 1 buah 37,5

51 Pepaya Buah 1 buah (kecil) 1.075 52 Pisang Susu 1 sisir 950

Lampiran 4 Metode Pengali Spargue (Sprague Multiples) untuk Memecah Kelompok Umur Demografi menjadi Kelompok Umur Kecukupan Gizi

Data penduduk berdasarkan kelompok umur demografi dikelompokkan kembali berdasarkan kebutuhan perhitungan yaitu dengan menjumlahkan kelompok umur 20 sampai 29 tahun dan kelompok umur 30 sampai 59 tahun, kemudian dihitung persentasenya berdasarkan kelompok umur tersebut. Prinsip metode pengali spague adalah memecah jumlah penduduk menururt kelompok umur lima tahunan menjadi jumlah penduduk umur tunggal dengan menggunakan Faktor Pengali Sprague (FPS). Kelompok umur demografi yang perlu dipecah menjadi umur tunggal untuk menghitung AKE penduduk sebagai berikut :

1. Kelompok umur (0-4) tahun menjadi umur 0 dan 4 tahun, tanpa membedakan jenis kelamin. Sisanya umur (1-3) tahun.

2. Kelompok umur (5-9) tahun menjadi umur 5 dan 6 tahun, tanpa membedakan jenis kelamin. Sisabya umur (7-9) tahun.

3. Kelompok umur (10-14) tahun menjadi umur 13 dan 14 tahun, yang dibedakan menururt jenis kelamin. Sisanya umur (10-12) tahun.

4. Kelompok umur (15-19) tahun menjadi umur 15 tahun yang dibedakan menurut jenis kelamin. Sisanya umur (16-19) tahun.

Setelah empat kelompok umur di atas dipecah, kemudian disusun dan dihitung jumlah (presentase) penduduk menurut umur kecukupan gizi. Secara umum perhitungan jumlah penduduk menggunakan Metode Multiple Sprague dirumuskan sebagai menurut :

nj = ∑ (FPSi) (Ni)

dimana :

nj = jumlah penduduk umur satu tahunan (umur tunggal) pada umur j, dimana j = umur tungal

FPSi = Faktor Pengali Sprague pada kelompok umur lima tahunan yang ke-i Ni = jumlah penduduk kelompok umur lima tahunan pada kelompok umur

149

FPS dikelompokkan menjadi lima kelompok, yaitu First End Panel (FEP), First Next to End Panel (FNEP), Mid Panel (MP), Last Next to End Panel (LNEP) dan Last End Panel (LEP). FPS mana yang akan digunakan tergantung pada kelompok mana yang akan dipecah. Bila kelompok umur lima tahunan pertama (N1) yang akan dipecah maka digunakan FPS FEP, bila kelompok umur lima tahunan kedua (N2) yang akan dipecah maka digunakan FPS FNEP, bila kelompok umur lima tahunan ketiga (N3) dan keempat (N4) yang akan dipecah maka digunakan FPS MP.

Tabel 1 Faktor Pengali Sprague (FPS) untuk memecah kelompok umur demografi (lima tahunan) menjadi kelompok umur tunggal

Umur

Tunggal (nj) Kelompok Umur Interval Lima Tahunan (Ni)

N1 N2 N3 N4 N5

First End Panel (FEP)

n0 +0,3616 -0,2768 +0,1488 -0,0366 - n1 +0,2640 -0,0760 +0,0400 -0,0080 - n2 +0,1840 +0,0400 -0,0320 +0,0080 - n3 +0,1200 +0,1360 -0,0720 +0,0160 - n4 +0,0704 +0,1968 -0,0848 +0,0176 -

First Next to End Panel (FNEP)

n0 +0,0336 +0,2272 -0,0752 +0,0144 - n1 +0,0086 +0,2320 -0,0480 +0,0080 - n2 -0,0086 +0,2160 -0,0080 +0,0000 - n3 -0,0160 +0,1840 +0,0400 -0,0080 - n4 -0,0176 +0,1408 +0,0912 -0,0144 - Mid Panel n0 -0,0128 +0,0848 +0,1504 -0,0240 +0,0144 n1 -0,0016 +0,0144 +0,2224 -0,0416 +0,0080 n2 +0,0064 -0,0336 +0,2544 -0,0336 +0,0000 n3 +0,0064 -0,0416 +0,2224 +0,0144 -0,0080 n4 +0,0016 -0,0240 +0,1504 +0,0848 -0,0144

Last Next to End Panel (LNEP)

n0 -0,0144 +0,0912 +0,1408 -0,0176 - n1 -0,0080 +0,0400 +0,1840 -0,0160 - n2 +0,0000 -0,0080 +0,2160 -0,0080 - n3 +0,0080 -0,0480 +0,2320 +0,0080 - n4 +0,0144 -0,0752 +0,2272 +0,0336 -

Last End Panel (LEP)

n0 +0,0176 -0,0848 +0,1668 +0,0704 - n1 +0,0160 -0,0720 +0,1360 +0,1200 - n2 +0,0080 -0,0400 +0,0400 +0,1840 - n3 -0,0080 -0,0960 -0,0960 +0,2640 - n4 -0,0144 -0,2758 -0,2768 0,3616 -

Lampiran 5 Komposisi Penduduk Jawa Timur Menururt Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2000 dan 2004

Tabel 1 Komposisi Penduduk Jawa Timur Menururt Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2000

Golongan Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 00-04 1.515.882 1.439.228 2.955.110 05-09 1.675.016 1.552.540 3.227.556 10-14 1.637.129 1.547.811 3.184.940 15-19 1.524.813 1.429.729 2.954.542 20-24 1.544.683 1.594.519 3.139.202 25-29 1.397.461 1.557.082 2.954.543 30-34 1.423.671 1.436.201 2.859.872 35-39 1.373.786 1.383.947 2.757.733 40-44 1.172.117 1.381.340 2.553.457 45-49 1.017.694 1.025.073 2.042.767 50-54 825.257 816.498 1.641.755 55-59 537.377 571.549 1.108.926 60-64 546.569 663.198 1.209.767 65-69 898.159 1.171.119 2.069.278 Jumlah 17.089.614 17.709.834 34.709.448

151

Lanjutan Lampiran 5

Tabel 2 Komposisi Penduduk Jawa Timur Menururt Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2004

Golongan Umur Laki-laki (jiwa)

Perempuan

(jiwa) Jumlah (jiwa) 00-04 1.467.486 1.393.278 2.860.764 05-09 1.655.228 1.534.008 3.189.236 10-14 1.617.692 1.529.434 3.147.126 15-19 1.544.367 1.426.630 2.970.997 20-24 1.526.130 1.575.367 3.101.497 25-29 1.408.099 1.568.935 2.977.034 30-34 1.512.234 1.611.063 3.123.297 35-39 1.461.259 1.560.225 3.021.484 40-44 1.373.497 1.410.421 2.783.918 45-49 1.133.423 1.125.526 2.258.949 50-54 987.007 943.789 1.930.796 55-59 644.058 660.189 1.304.247 60-64 642.071 727.716 1.364.787 65-69 1.008.712 1.353.501 2.362.213 Jumlah 17.981.263 18.415.082 36.396.345

Lampiran 6 Pola Konsumsi Pangan dan Tingkat Kecukupan Energi Penduduk Kabupaten Nganjuk Tahun 2006

No Kelompok/Jenis Pangan Konsumsi Energi (kkal/kap/hari) Kecukupan Energi (kkal/kap/hari) Tingkat Kecukupan Energi (%) Kabupaten Nganjuk 1603,8 2008,4 79,9 1 Padi-padian 946,4 1004,2 94,2 Beras giling 920,9 Jagung Pipilan 2,2 Tepung Terigu 23,3 2 Umbi-umbian 63,5 120,5 52,7 Ketela Pohon 49,7 Ubi Jalar 3,9 Sagu 0,0 Kentang 5,8 Talas 4,0 3 Pangan Hewani 79,6 241,0 33,0 Daging Ruminansia 3,5 Daging Unggas 12,2 Telur 11,9 Susu 15,6 Ikan 36,5 4 Minyak dan Lemak 185,4 200,8 92,3

Minyak Kelapa 0,0 Minyak Sawit 185,4 Lemak 0,0 Minyak Lain 0,0 5 Buah/Biji Berminyak 54,7 60,3 90,8 Kelapa 54,1 Kemiri 0,6

Biji Jambu Mete 0,0

Melinjo 0,0 6 Kacang-kacangan 128,7 100,4 128,2 Kacang Tanah 27,4 Kacang Kedelai 95,4 Kacang Hijau 1,0 Kacang Merah 5,0 7 Gula 33,2 100,4 33,1 Gula Pasir 23,7 Gula Aren 0,0 Gula Kelapa 9,5

8 Sayur dan Buah 111,4 120,5 92,4

Sayur-Sayuran 52,1 Buah-Buahan 59,3 9 Lain-Lain 0,9 60,3 1,5 Minuman 0,0 Bumbu 0,9 Lainnya 0,0

153

Lampiran 7 Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Nganjuk berdasarkan pembagian wilayah ekonomi Tahun 2006

Tabel 1 Pola Pangan Harapan (PPH) wilayah ekonomi tinggi

No Kelompok Pangan Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH)

Kalori % AKE*) % Bobot Aktual Skor AKE Skor Maks Skor Skor PPH 1. Padi-padian 857,1 51,7 43,3 0,5 25,8 21,6 25,0 21,6 2. Umbi-umbian 54,1 3,3 2,7 0,5 1,6 1,4 2,5 1,4 3. Pangan Hewani 95,5 5,8 4,8 2,0 11,5 9,6 24,0 9,6 4. Minyak dan Lemak 263,7 15,9 13,3 0,5 8,0 6,7 5,0 5,0 5. Buah/Biji Berminyak 53,6 3,2 2,7 0,5 1,6 1,4 1,0 1,0 6. Kacang-kacangan 153,8 9,3 7,8 2,0 18,6 15,5 10,0 10,0 7. Gula 35,8 2,2 1,8 0,5 1,1 0,9 2,5 0,9 8. Sayur dan Buah 140,8 8,5 7,1 5,0 42,5 35,6 30,0 30,0 9. Lain-lain 3,5 0,2 0,2 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Total 1657,9 100,0 83,7 11,5 110,7 92,6 100,0 79,5 Ket : *) AKE = 1.981 kkal/kap/hari

Tabel 2 Pola Pangan Harapan (PPH) wilayah ekonomi sedang

No Kelompok Pangan Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH)

Kalori % AKE*) % Bobot Aktual Skor AKE Skor Maks Skor Skor PPH 1. Padi-padian 911,6 60,8 45,3 0,5 30,4 22,7 25,0 22,7 2. Umbi-umbian 61,3 4,1 3,0 0,5 2,0 1,5 2,5 1,5 3. Pangan Hewani 70,1 4,7 3,5 2,0 9,3 7,0 24,0 7,0 4. Minyak dan Lemak 139,3 9,3 6,9 0,5 4,6 3,5 5,0 3,5 5. Buah/Biji Berminyak 50,6 3,4 2,5 0,5 1,7 1,3 1,0 1,0 6. Kacang-kacangan 131,0 8,7 6,5 2,0 17,5 13,0 10,0 10,0 7. Gula 32,7 2,2 1,6 0,5 1,1 0,8 2,5 0,8 8. Sayur dan Buah 103,2 6,9 5,1 5,0 34,4 25,7 30,0 25,7 9. Lain-lain 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Total 1499,7 100,0 74,5 11,5 101,1 75,3 100,0 72,1 Ket : *) AKE = 2.012 kkal/kap/hari

Tabel 3 Pola Pangan Harapan (PPH) wilayah ekonomi rendah

No Kelompok Pangan Perhitungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kalori % % AKE*) Bobot Skor Aktual Skor AKE Skor Maks Skor PPH 1. Padi-padian 1087,9 63,8 53,6 0,5 31,9 26,8 25,0 25,0 2. Umbi-umbian 77,4 4,5 3,8 0,5 2,3 1,9 2,5 1,9 3. Pangan Hewani 76,7 4,5 3,8 2,0 9,0 7,6 24,0 7,6 4. Minyak dan Lemak 176,4 10,3 8,7 0,5 5,2 4,3 5,0 4,3 5. Buah/Biji Berminyak 62,0 3,6 3,1 0,5 1,8 1,5 1,0 1,0 6. Kacang-kacangan 100,3 5,9 4,9 2,0 11,8 9,9 10,0 9,9 7. Gula 31,3 1,8 1,5 0,5 0,9 0,8 2,5 0,8 8. Sayur dan Buah 93,9 5,5 4,6 5,0 27,5 23,1 30,0 23,1 9. Lain-lain 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Total 1706,0 100,0 84,0 11,5 90,3 75,9 100,0 73,6 Ket : *) AKE = 2.031 kkal/kap/hari

Lampiran 8 Proyeksi dan Gap Kebutuhan Pangan Tahun 2008 dan 2010

No Kelompok Pangan

Proyeksi Kebutuhan Pangan

Tahun 2008 Tahun 2010 Tahun 2020 Kebt Pangan

(ton) Gap (ton)

Kebt Pangan

(ton) Gap (ton)

Kebt Pangan (ton) Total Pangan 279.763 99.930 295.866 83.827 379.693 1 Padi-padian 112.810 10.032 114.437 8.404 122.842 Beras giling 109.774 9.762 111.357 8.178 119.536 Jagung Pipilan 263 23 267 20 286 Tepung Terigu 2.773 247 2.813 207 3.020 2 Umbi-umbian 26.677 13.526 28.855 11.348 40.203 Ketela Pohon 20.888 10.591 22.594 8.886 31.479 Ubi Jalar 1.650 837 1.785 702 2.487 Sagu 0 0 0 0 0 Kentang 2.437 1.236 2.636 1.037 3.673 Talas 1.701 863 1.840 724 2.564 3 Pangan Hewani 28.486 34.052 33.965 28.573 62.538 Daging Ruminansia 1.239 1.481 1.478 1.243 2.721 Daging Unggas 4.352 5.203 5.190 4.366 9.555 Telur 4.256 5.087 5.074 4.269 9.343 Susu 5.571 6.659 6.642 5.588 12.230 Ikan 13.068 15.621 15.581 13.108 28.688

4 Minyak dan Lemak 9.312 1.855 9.612 1.556 11.167

Minyak Kelapa 0 0 0 0 0 Minyak Sawit 9.312 1.855 9.612 1.556 11.167 Lemak 0 0 0 0 0 Minyak Lain 0 0 0 0 0 5 Buah/Biji Berminyak 11.113 -6.646 10.046 -5.579 4.467 Kelapa 10.985 -6.569 9.930 -5.514 4.416 Kemiri 128 -76 115 -64 51

Biji Jambu Mete 0 0 0 0 0

Melinjo 0 0 0 0 0 6 Kacang-kacangan 16.343 -709 16.231 -597 15.634 Kacang Tanah 3.473 -151 3.449 -127 3.322 Kacang Kedelai 12.111 -525 12.028 -442 11.585 Kacang Hijau 130 -6 129 -5 125 Kacang Merah 630 -27 625 -23 602 7 Gula 5.164 8.237 6.489 6.912 13.401 Gula Pasir 3.685 5.878 4.630 4.932 9.563 Gula Aren 0 0 0 0 0 Gula Kelapa 1.479 2.359 1.859 1.980 3.838

8 Sayur dan Buah 68.847 33.893 74.306 28.435 102.740 Sayur-Sayuran 32.188 15.846 34.740 13.294 48.034 Buah-Buahan 36.659 18.047 39.565 15.141 54.706 9 Lain-Lain 1.011 5.689 1.926 4.774 6.700 Minuman 0 0 0 0 0 Bumbu 1.011 5.689 1.926 4.774 6.700 Lainnya 0 0 0 0 0

155

Lampiran 9 Produksi Pangan Nabati di Kabupaten Nganjuk

Tabel 1 Produksi padi, jagung dan kacang-kacangan tahun 1996 sampai 2005 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Produksi (ton)

1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1 Padi (GKG) 355.051 357.033 363.172 363.200 342.264 351.876 356.533 378.822 390.232 388.628 2 Jagung 119.792 113.313 112.577 117.472 119.564 118.901 148.678 145.369 168.254 185.130 3 Ketela Pohon 88.495 83.282 81.654 81.973 89.730 93.508 75.679 65.584 77.692 81.927 4 Ubi Jalar 4.130 4.247 3.415 6.701 4.522 5.240 3.009 2.327 2.403 3.298 5 Kacang Tanah 813 994 771 1.130 1.089 1.031 2.592 2.388 3.290 3.419 6 Kedelai 23.365 27.874 24.002 23.225 25.809 18.134 15.933 11.836 13.997 14.156 7 Kacang Hijau 482 333 168 801 674 1.046 838 1.116 1.300 1.413

Tabel 2 Produksi komoditas perkebunan tahun 1997 sampai 2005 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Produksi (ton)

1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1 Kelapa 2.559 2.473 1.649 4.055 1.300 2.548 2.413 3.214 3.755 2 Kopi 102 92 91 61 54 146 149 66 70 3 Cengkeh 1.539 2.573 642 354 379 3.104 2.360 773 475 4 Jambu Mete 196 253 342 228 141 111 148 129 168 5 Tebu 19.635 28.520 14.221 42.556 6.486 10.659 13.288 15.615 17.987 6 Wijen 168 252 425 508 391 105 119 164 206

Tabel 3 Produksi komoditas sayur-sayuran tahun 1997 sampai 2005 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Produksi (ton)

1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1 Tomat 65,0 19,7 15,2 12,7 16,7 9,1 28,3 50,1 24,6 2 Bawang Merah 56.840 18.239 28.685 25.597 45.717 50.563 68.034 72.593 78.207 3 Cabai 1.999 1.049 3.466 4.630 1.636 2.573 2.436 2.710 1.094 4 Kacang Panjang 594,4 680,8 225,0 693,4 1.185,0 566,0 761,3 761,3 625,3 5 Terong 33,7 15,9 41,2 38,3 14,6 62,2 22,9 38,2 44,6 6 Bayam 37,6 49,5 24,1 26,3 19,8 18,9 15,3 30,9 17,7 7 Ketimun 16,5 34,3 22,5 19,7 26,4 30,3 26,4 48,1 48,1

Tabel 4 Produksi buah-buahan tahun 1997 sampai 2005 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Produksi (ton)

1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1 Alpokad 521,4 416,3 339,0 2.206,8 281,2 288,6 467,8 224,2 431,0 2 Mangga 10.874 14.235 31.451 11.105 42.104 7.444 60.844 14.795 5.984 3 Rambutan 856 328 1.709 1.994 1.796 981 1.289 218 516 4 Duku/Langsep 53,5 51,5 44,1 65,6 192,1 171,7 130,1 19,7 146,8 5 Durian 469,3 549,5 310,2 7.106,0 446,4 247,9 397,5 126,2 703,9 6 Jambu Air/Biji 572 493 617 738 884 3.032 5.124 3.416 2.565 7 Sawo 183,5 127,5 250,0 647,3 316,2 379,5 430,7 460,3 794,5 8 Pepaya 3.622 4.587 1.155 1.112 2.263 1.960 1.503 5.435 2.563 9 Pisang 23.579 28.992 10.993 57.086 16.304 16.036 28.824 23.211 30.202 10 Salak 102,4 35,5 302,1 32,4 204,1 139,4 64,4 43,5 162,0

157

Lampiran 10 Produksi Pangan Hewani di Kabupaten Nganjuk

Tabel 1 Produksi pangan hewani dari petenakan tahun 1996/1997 sampai tahun 2005 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Produksi (ton)

1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005

1 Telur Ayam Buras 866 873 1.197 885 707 857 854 566 588 1.409

2 Telur Ayam Ras 1.500 596 446 554 680 448 1.028 1100 1.815 5.356

3 Telur Itik 479 453 407 415 221 418 342 249 438 343 4 Susu* 131 125 121 177 207 244 172 235 67 5 Daging Sapi 2.134 2.572 3.345 3.163 3.301 3.020 804 644 608 6 Daging Kerbau 64 73 50 46 44 39 1 1 1 7 Daging Kambing 1.364 1.125 899 904 990 744 1.406 1.411 126 8 Daging Domba 852 667 533 535 517 461 873 882 113 9 Daging Babi 19 23 18 21 14 7 1 1 0

10 Daging Ayam Buras 1.255 1.823 1.156 2.539 2.926 1.446 878 336 179

11 Daging Ayam Ras 1.130 1.004 987 2.571 2.338 1.311 10.344 10.348 1.700

12 Daging Itik 21 34 25 19 28 39 14 14 6

Keterangan : * = liter

Lanjutan Lampiran 10

Tabel 2 Produksi pangan hewani dari perikanan tahun 1997 sampai 2005 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Produksi (ton)

1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1 Mujaer 110 104 125 119 114 114 235 283 323 2 Tombro 18 21 17 25 26 41 85 110 90 3 Tawes 136 210 125 149 249 249 206 177 350 4 Lele 824,0 759 964 883 1.141 1.201 1.285 1.457 1.495 5 Gurame 108,0 112 127 117 136 141 106 129 130 6 Bandeng 0 0,7 0,5 1 1,7 1 2 2 3 7 Lain-lain 324 583 553 549 488 444 522 449 293

159

Lampiran 11 Hasil Proyeksi Produksi Pangan Menggunakan Metode Least Squares Model Linier

Tabel 1 Proyeksi produksi padi, jagung dan kacang-kacangan tahun 2006 sampai 2010 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Persamaan Garis Tren Proyeksi Produksi (ton)

2006 2007 2008 2009 2010 1 Padi Yi = 348 + 4 Xi 384.762 388.414 392.065 395.716 399.367 2 Jagung Yi = 101 + 7 Xi 175.890 183.342 190.793 198.245 205.697 3 Ketela Pohon Yi = 87 - 1,17 Xi 75.496 74.322 73.148 71.974 70.800 4 Ubi Jalar Yi = 4,9 - 0,22 Xi 2.723 2.503 2.284 2.065 1.845 5 Kacang Tanah Yi = 0,7 + 0,26 Xi 3.483 3.798 4.113 4.427 4.742 6 Kedelai Yi = 27,2 - 1,6 Xi 10.820 9.181 7.542 5.903 4.265 7 Kacang Hijau Yi = 0,26 + 0,12 Xi 1.496 1.620 1.743 1.867 1.990

Tabel 2 Proyeksi produksi komoditas sayur-sayuran tahun 2006 sampai 2010 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Persamaan Garis Tren

Proyeksi Produksi (ton)

2006 2007 2008 2009 2010 1 Bawang Merah Yi = 2.597 + 5.870 Xi 78.735 84.605 90.475 96.345 102.215 2 Cabai Yi = 2.582 - 46 Xi 2.170 2.124 2.078 2.033 1.987 3 Kacang Panjang Yi = 590 + 22 Xi 786 808 830 852 873 4 Terong Yi = 28,1 + 1,6 Xi 42,8 44,4 46,0 47,7 49,3 5 Bayam Yi = 37,4 - 2,7 Xi 13,3 10,6 8,0 5,3 2,6 6 Tomat Yi = 30 - 0,8 Xi 45,8 48,9 52,0 55,1 58,2 7 Ketimun Yi = 17,8 + 3,1 Xi 22,8 22,0 21,2 20,4 19,7

Tabel 3 Proyeksi produksi buah-buahan tahun 2006 sampai 2010 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Persamaan Garis Tren Proyeksi Produksi (ton)

2006 2007 2008 2009 2010 1 Alpokad Yi = 748 - 43,3 Xi 359 315 272 229 185 2 Mangga Yi = 19.610 + 621 Xi 25.197 25.817 26.438 27.059 27.680 3 Rambutan Yi = 1.313 - 59 Xi 781 722 663 604 545 4 Duku/Langsep Yi = 60,2 + 9,3 Xi 144 153 162 171 181 5 Durian Yi = 1.618 - 117 Xi 566 449 332 215 99 6 Jamu Air/Biji Yi = 68 + 467 Xi 4.275 4.743 5.210 5.678 6.145 7 Sawo Yi = 163 + 58,9 Xi 693 752 811 870 929 8 Pepaya Yi = 2.699 - 2,5 Xi 2.676 2.674 2.671 2.669 2.666 9 Pisang Yi = 25.886 + 62,6 Xi 26.450 26.512 26.575 26.638 26.700 10 Salak Yi = 128 - 1,8 Xi 112 110 108 107 105

Lanjutan Lampira 11

Tabel 4 Proyeksi produksi komoditas perkebunan tahun 2006 sampai 2010 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Persamaan Garis Tren

Proyeksi Produksi (ton)

2006 2007 2008 2009 2010 1 Kelapa Yi = 2.195 + 117 Xi 3.249 3.366 3.483 3.600 3.717 2 Kopi Yi = 92,8 - 0,1 Xi 92 92 92 92 92 3 Cengkeh Yi = 1.587 - 58 Xi 1.066 1.008 951 893 835 4 Jambu Mete Yi = 257 - 16,5 Xi 108 92 75 59 42 5 Tebu* Yi = 18.392 - 746 Xi 12.185 10.867 9.549 8.231 6.914 6 Wijen Yi = 335 - 18,8 Xi 166 147 128 110 91

Keterangan : * = kristal gula (hablur)

Tabel 5 Proyeksi produksi komoditas peternakan tahun 2006 sampai 2010 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Persamaan Garis Tren

Proyeksi Produksi (ton)

2006 2007 2008 2009 2010 1 Telur Ayam Buras Yi = 886 - 1,2 Xi 873,3 872,1 870,8 869,6 868,3 2 Telur Ayam Ras Yi = 51,47 + 289 Xi 2.942,2 3.231,3 3.520,3 3.809,4 4.098,5 3 Telur Itik Yi = 435 - 13 Xi 305,1 292,2 279,2 266,2 253,2 4 Susu* Yi = 148 + 4,1 Xi 184,8 188,8 192,9 197,0 201,0 5 Daging Sapi Yi = 3.318 - 285 Xi 750,7 465,5 180,3 -105,0 -390,2 6 Daging Kerbau Yi = 74 - 9,6 Xi -12,3 -21,9 -31,4 -41,0 -50,5 7 Daging Kambing Yi = 1.213 - 54 Xi 726,6 672,6 618,6 564,6 510,6 8 Daging Domba Yi = 717 - 28,4 Xi 461,6 433,2 404,8 376,3 347,9 9 Daging Babi Yi = 24 - 3,2 Xi -4,3 -7,4 -10,6 -13,8 -16,9 10 Daging Ayam Buras Yi = 2.087 - 174 Xi 525,3 351,7 178,1 4,6 -169,0 11 Daging Ayam Ras Yi = 342 + 796 Xi 7.506,4 8.302,5 9.098,6 9.894,7 10.690,8 12 Daging Itik Yi = 30,4 - 2 Xi 12,1 10,0 8,0 6,0 3,9

Keterangan : * = ribu liter

Tabel 6 Proyeksi produksi komoditas perikanan tahun 2006 sampai 2010 di Kabupaten Nganjuk

No Komoditas Pangan Persamaan Garis Tren

Proyeksi Produksi (ton)

2006 2007 2008 2009 2010 1 Mujaer Yi = 62,7 + 26,7 Xi 303,3 330,1 356,8 383,5 410,3 2 Tombro Yi = 1 + 11,8 Xi 107,0 118,8 130,6 142,4 154,2 3 Tawes Yi = 137,7 + 17 Xi 290,6 307,6 324,6 341,5 358,5 4 Lele Yi = 729,6 + 95,6 Xi 1.590,3 1.685,9 1.781,5 1.877,2 1.972,8 5 Gurame Yi = 114,8 + 2 Xi 133,0 135,0 137,0 139,0 141,0 6 Lain-lain Yi = 513,4 - 11,6 Xi 409,5 397,9 386,4 374,8 363,3 7 Bandeng Yi = 0,1 + 0,3 Xi 2,9 3,2 3,5 3,8 4,2

161

Lampiran 12 Perbandingan antara Ketersediaan dan Kebutuhan Lahan

Tabel 1 Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan sawah untuk komoditas padi, jagung, kacang-kacangan dan sayuran tahun 2008 dan 2010 di Kabupaten Nganjuk

Tahun Ketersediaan Lahan

Sawah (ha)

Ditanami Padi 2x Ditanami Padi 1x Luas Tanam

Tersedia (ha) Kebuth Luas Tanam (ha) % ha % ha 2008 42.230 66 27.872 33 13.936 69.680 30.691 2010 42.067 66 27.764 33 13.882 69.411 31.358

Tahun Ketersediaan Lahan

Sawah (ha)

Kebutuhan Lahan unt Jagung (ha)

2008 42.230 423

2010 42.067 428

Tahun Ketersediaan Lahan Sawah (ha) untuk Sayuran (ha) Kebutuhan Lahan untuk Kacang-kacangan (ha) Kebutuhan Lahan Kebutuhan Total (ha)

2008 42.230 5.702 7.565 13.267

2010 42.067 6.406 8.421 14.827

Tabel 2 Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan kering untuk komoditas umbi-umbian, buah-buahan, kelapa dan tebu tahun 2008 dan 2010 di Kabupaten Nganjuk

Tahun Ketersediaan Lahan

Kering (ha)

Tegal Kebutuhan Lahan

Ketela Pohon & Ubi Jalar (ha)

Pekarangan Kebutuhan Lahan

Pisang & Kelapa (ha)

% ha % ha

2008 31.196 30 9.359 1.336 50 15.598 3.918

2010 30.941 30 9.282 1.506 50 15.471 8.007

Tahun Ketersediaan Lahan

Kering (ha)

Perkebunan Kebutuhan Lahan

Tebu (ha) % ha

2008 31.196 20 6.239 616

Lampiran 13 Analisis Usahatani on farm Pangan Nabati

Analisis Usahatani Padi Sawah (per ha)

a. Biaya produksi 1. Sewa lahan Rp. 875.000,- 2. Bibit: benih 25 kg @ Rp. 3.500,- Rp. 87.500,- 3. Pupuk - Urea: 300 kg @ Rp. 1.300,- Rp. 390.000,- - ZA: 200 kg @ Rp. 1.040,- Rp. 208.000,- - SP-36: 200 kg @ Rp. 1.480,- Rp. 296.000,- − KCI: 150 kg @ Rp. 2.900,- Rp. 435.000,- - Ponska : 200 kg @ Rp. 1.700,- Rp. 340.000,- 4. Pestisida Rp. 366.000,- 5. Tenaga kerja − Persemaian 5 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000,- - Pengolahan tanah dengan mesin 15 HOK @ Rp. 20.000,- Rp. 300.000,- - Menanam 20 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 200.000,- - Penyiangan 15 HOK @ Rp. 15.000,- Rp. 225.000,- - Pemupukan 9 HOK @ Rp. 15.000,- Rp. 135.000,- - Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp. 15.000,- Rp. 60.000,- 6. Panen dan pascapanen

− Merontok, mengeringkan, angkut 72 HOK@ Rp. 20.000,-Rp. 1.440.000,- − Ongos angkut ke pasar Rp. 300.000,- Jumlah biaya produksi Rp 5.707.500,- b. Pendapatan 5.600 kg (GKG) @ Rp. 1.600,- Rp. 8.960.000,-

c. Keuntungan Rp. 3.252.500,-

d_ Parameter kelayakan usaha

163

Analisis Usahatani Kacang Tanah Per Ha

Biaya produksi

1. Sewa lahan 1 musim tanam Rp. 500.000,- 2. Bibit: benih 200 kg @ Rp 5.000,- Rp. 1.000.000,- 3. Pupuk − Urea: 200 kg @ Rp. 1.300,- Rp. 260.000,- − TSP: 150 kg @ Rp. 1.700,- Rp. 255.000,- − KCL: 100 kg @ Rp. 2.900,- Rp. 290.000,- 4. Pestisida: 2 liter @ Rp. 65.000,- Rp. 130.000,- 5. Peralatan Rp. 300.000,- 6. Tenaga kerja - Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 15.000,- Rp. 750.000,- - Penanaman dan pemupukan 20 HOK @ Rp 15.000,- Rp. 300.000,-

Dokumen terkait