• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adzan, N.K. 2014. Pembelajaran Tari Kreasi Lampung Melalui Koreografi di SMA N. 5 Bandar Lampung. Jurnal Penelitian (Diakses pada tanggal 25 Januari 2016).

Amsari, Uli. 2015. Makna Simbolik Tari Sigeh Penguten Lampung. Skripsi pada Program Studi Pendidikan Seni Tari FBS Semarang: UNNES (Diakses pada tanggal 2 Maret 2016).

Aprilina, Finta A.D. 2014. Rekonstruksi Tari Kuntulan Sebagai Salah Satu Identitas Kesenian Kabupaten Tegal. Jurnal Seni Tari. Volume 3, No. 1, (Diakses pada tanggal 31 Oktober 2015).

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Baharuddin dan Nurwahyuni, Esa. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. ArRuzz Media. Yogjakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat.Jakarta: Balai Pustaka.

Dirman dan Juarsih, C. 2014. Penilaian dan Evaluasi: dalam Rangka Implementasi Standar Proses Pendidikan Siswa. Jakarta: PT Rineka Cipta. Fadlillah. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 (dalam Pembelajaran SD/MI,

SMP/MTs, SMA/MA). Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Mencipta Lewat Tari. Yogyakarta: Manthili Yogyakarta.

. 2007.Kajian Tari: Teks dan Konteks.Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

. 2011. Koreografi: Bentuk-Teknik-Isi. Yogyakarta: Cipta Media.

Meningkatkan Kreativitas Gerak Tari pada Siswa Kelas V di SDN 1 Curug Agung Padalarang Kabupaten Bandung. Skripsi pada Program Studi Pendidikan Seni Tari FPBS Bandung: UPI Bandung.

Jihad, A. dan Haris, A. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 62 tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khutniah, N. dan Iryanti V.E. 2012. Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Krida Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara.Jurnal Seni Tari. Volume 1, No. 1,(Diakses pada tanggal 31 Oktober 2015).

Kurniawan, Agung Hudi. 2012. Pengaruh Kemampuan Kognitif Terhadap Kemampuan Psikomotorik pada Mata Pelajaran Produktif Alat Ukur Siswa Kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Muhamadiyah Prambanan. Skripsi pada Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNY: Universitas Negeri Yogyakarta (Diakses pada tanggal 24 Maret 2016).

Kusaeri. 2014. Acuan & Teknik Penilaian Proses & Hasil Belajar dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mustika, I Wayan. 2012. Teknik Dasar Gerak Tari Lampung. Bandar Lampung: AURA.

Priyanto, Wien Puji. 2005. Pembelajaran Tari Kreasi Baru di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Yogyakarta. Cakrawala Pendidikan. Volume 24, No. 2,(Diakses pada tanggal 27 Februari 2016).

Republik Indonesia. 2003.Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 20 Tahun 2003, LN No. 78 Tahun 2003.

Sadiman, A.S. Et al. 2010. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya.Jakarta: Rajawali Pers.

Sakti, Indra. 2011. Korelasi Pengetahuan Alat Praktikum Fisika dengan Kemampuan Psikomotor siswa di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Jurnal Exacta. Volume 9, No. 1,(Diakses pada tanggal 24 Maret 2016).

Soedarsono. 1978. Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari. Yogyakarta: ASTI Yogyakarta.

Sopiatin, Popi. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabet.

Sujana, Anis. 2007. Mengamati Aspek-Aspek Visual Pertunjukan Tari sebagai Pengayaan Kajian Seni Rupa.Jurnal Visual Art and Design. Volume 1, No. 2,(Diakses pada tanggal 20 Februari 2016).

Sustiawati, N.L, Sulistyani dan Yulinis. 2013. Pendidikan dan Manajemen Pelatihan Tari Nusantara: dari Analisis Kebutuhan sampai Evaluasi Program Pelatihan. Denpasar: UPT Penerbitan ISI Denpasar.

Thobroni. 2015. Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Tim.2007.Seni Budaya Jilid 2 untuk SMP Kelas VIII.Jakarta: Erlangga.

Winataputra, U.S. Et al. 2012. Teori Belajar dan Pembelajaran. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Yaumi, Mummad. 2013.Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sumber Wawancara:

Diantori interview. 2016. “Wawancara Tentang Pembelajaran Tari Kreasi Lampung Memakai Properti”. Bandar Lampung (Hasil wawancara tanggal 2 Mei 2016 pukul 13.12 WIB).

Abilities : Kemampuan

Attitudes : Sikap

Bakul : Wadah atau tempat yang terbuat dari anyaman bambu atau rotan dengan mulut berbentuk lingkaran, bagian bawahnya berbentuk segi empat yang ukurannya lebih kecil daripada ukuran bagian mulutnya.

Bedana : Tarian yang hidup dan berkembang di daerah Lampung seiring dengan masuknya agama islam. Tarian ini sebagai simbol tradisi yang terbuka dan ramah tamah.

Camera Handphone : Kamera telepon genggam

Candik Ayu : Tari kreasi baru yang berasal dari Surakarta, memiliki arti sekelompok anak-anak yang masih polos dalam gerak dan langkahnya sedang bermain dan bergembira ria dikala langit memerah di ufuk barat Jawa.

Competencies : Kompetensi Dance Pro : Properti tari

Legong : Tarian yang berasal dari Bali, menampilkan gerak tari yang luwes dan lentur diiringi musik gamelan bernama Gamelan Semar Pagulingan.

Mendhak : Bentuk dasar kaki yang paling dominan yaitu posisi lutut kaki ditekuk (merendah).

Muli Siger : Tari kreasi Lampung yang bertemakan tentang gadis-gadis cantik Lampung sedang berhias dengan

menggunakan siger emas sebagai lambang kehormatan. Multi-layer : Berlapis-lapis

Ngecum : Gerak tangan dengan posisi ibu jari disentuhkan dengan jari tengah membentuk lingkaran sedangkan jari yang lain dalam posisi tegak lurus.

Pakarena : Tari tradisional dari Sulawesi Selatan, diiringi dengan dua kepala drum (gandrang) dan sepasang instrumen alat sulit (puik-puik).

Paper : Kertas

Pendet : Tari penyambutan yang berasal dari Bali, ditarikan oleh Beberapa remaja putri yang membawa mangkuk berisi bunga.

Person : Orang

Place : Tempat

Recorder Handphone : Alat perekam suara pada telepon genggam

Sigeh Penguten : Tarian ini berasal dari daerah Lampung yang mempunyai fungsi sebagai tari pembuka, ucapan selamat datang, dan terima kasih dari tuan rumah kepada tamu yang hadir pada hadirin yang datang pada acara tertentu.

Skills : Keterampilan

Srimpi : Bentuk repertoar (penyajian) tari Jawa klasik dari tradisi Kraton Kesultanan Mataram dan dilanjutkan pelestariannya oleh istana di Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta. Tarian yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemahlembutan yang ditunjukkan dari gerak pelan dan anggun diiringi musik gamelan.

Stage : Panggung

Stage Action : Aksi panggung

Ukel : Gerakan tangan dengan memutar pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam, dengan posisi ibu jari

menempel pada jari tengah membentuk bulatan, sedangkan jari yang lain ditekuk/melengkung ke bawah.

Dokumen terkait