• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Rancangan Percobaan

V. KESIMPULAN DAN SARAN

3. DAFTAR PUSTAKA 4

5. Aban Kerdi. 2009. Ikan Tuna.

http://abankerdi.blogspot.com/2009/12/ikan-tuna.html (diakses pada tanggal 27 Januari 2010).

6.

7. Achmad Subagio, Wiwik Siti Windrati dan Yuli Witono. 2003. Pengaruh Penambahan Isolat Protein Koro Pedang (Canavalia Ensiformis L.) Terhadap Karakteristik Cake. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Vol. XIV, No. 2 Th. 2003 hal. 136-143. http://katalog.ipb.ac.id/jurnale/files/achmad_subagio-pengaruh.pdf (diakses pada tanggal 20 April 2009).

8.

9. Anonima. 2009. Kelayakan dan Teknologi Budidaya Koro Pedang (Canavalia Sp.) Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian.

http://www.puslittan.bogor.net/downloads/Budidayakacangkoro.pd f (diakses pada tanggal 04 Februari 2009).

10.

11. Anonimb. 2007. Perubahan Kandungan Senyawa Fitat Selama Pengolahan. http://www.geocities.com/meteorkita/egdp-fitat (diakses pada tanggal 27 Januari 2010).

12.

13. Anonimc. 2006. Karakteristik Kedelai Sebagai Bahan Pangan Fungsional.

http://www.4shared.com/get/116036942/8b9c3b5c/KEDELAI_SE BAGAI_PANGAN_FUNGSIONAL.html (diakses pada tanggal 19 Oktober 2009).

14.

15. Anonimd. 2008. Aman Makan Nugget, Sozziz dan Kornet. http://www.posmetropadang.com/content/view/2087/104/ (diakses pada tanggal 20 April 2009).

16.

17. Anonime. 2002. Cookies (Kue Kering). Tekno Pangan dan Agroindustri, Volume 1 Nomor 7 hal. 95-97. Jurusan Teknologi

Pangan dan Gizi IPB. Bogor.

http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/ipb/Co okies.pdf (diakses pada tanggal 22 Desember 2009).

18.

19. Anonimf. 2001. Daftar Penyakit Akibat Kurang Serat. Tabloid

Senior, Edisi No.107/27 Juli-2 Agustus 2001.

News&y=Cybermed|0|0|5|338 (diakses pada tanggal 19 Oktober 2009).

20.

21. Anonimg. 2008. Penentuan Profil Tekstural. http://www.geocities.com%2Fmeteorkita%2Fsensoris-tekstur.pdf (diakses pada tanggal 19 Oktober 2009).

22.

23. Ansori Rachman. 1989. Teknologi Fermentasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. Bogor. 24.

25. Anton Apriyantono, D. Fardiaz, N. L. Puspitasari, Sedarnawati dan S. Budiyanto. 1989. Analisis Pangan. IPB Press. Bogor.

26.

27. Anton Mawiansyah. 2006. Nugget Ikan.

http://antonifishmarket.blogspot.com/2009/06/nugget-ikan.html (diakses pada tanggal 27 Juni 2009).

28.

29. Badan Standarisasi Nasional, SNI Chicken Nugget (SNI 01-6683-2002).

30.

31. Badan Standarisasi Nasional, SNI Tempe Kedelai (SNI 01-3144-1992).

32.

33. Bambang Kartika, Pudji Hastuti dan Wahyu Supartono. 1988.

Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta.

34.

35. Bambang Kuswijayanto. 1990. Aktivitas Tripsin Inhibitor Selama Proses Pembuatan Tempe Kara Benguk (Mucuna pruriens), Tolo Putih (Vigna unguiculata), dan Gude (Cajanus cajan). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Yogyakarta.

36.

37. Bayu Kanetro dan Setyo Hastuti. 2006. Ragam Produk Olahan

Kacang-kacangan. Universitas Wangsa Manggala Press.

Yogyakarta. 38.

39. Budi Widianarko, Rika P. dan Retnaningsih. 2000. Tempe, Makanan Populer dan Bergizi Tinggi. Seri Iptek Pangan Volume 1: Teknologi, Produk, Nutrisi dan Keamanan Pangan. Jurusan Teknologi Pangan. Unika Soegijapranata. Semarang.

40.

41. Cahyo Saparinto dan Diana Hidayati. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Kanisius. Yogyakarta.

42.

43. Cattlemen’s Beef Board and National Cattlemen’s Beef Association. 2008. Taco Beef Nuggets with Tejano Dipping Sauce.

lxii

http://www.kansasbeef.org/CMImages/Kansas/Taco%20Beef%20 Nuggets%20with%20Tejano%20Dipping%20Sauce.pdf (diakses pada tanggal 14 Januari 2010).

44.

45. Deddy Muchtadi, Nurheni Sri Palupi dan Made Astawan. 1992.

Petunjuk Laboratorium Metoda Kimia Biokimia dan Biologi dalam Evaluasi Nilai Gizi Pangan Olahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. Bogor.

46. Dedi Fardiaz, Nuri Andarwulan, Hanny Wijaya dan Ni Luh Puspitasari. 1992. Petunjuk Laboratorium Teknik Analisis Sifat

Kimia dan Fungsional Komponen Pangan. Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. Bogor. 47.

48. Djagal Wiseso Marseno. 1998. Hand Out Mata Kuliah Kimia Hasil Pertanian (TPH 253) Air, Protein dan Enzim. Jurusan teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Yogyakarta.

49.

50. Kasmidjo, R. B. 1990. Tempe : Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan serta Pemanfaatannya. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta.

51.

52. Laela Nur Rokhmah. 2008. Kajian Kadar Asam Fitat dan Kadar Protein Selama Pembuatan Tempe Kara Benguk (Mucuna Pruriens) dengan Variasi Pengecilan Ukuran dan Lama Fermentasi. Skripsi. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

53.

54. Made Astawan. 2008. Nugget Ayam Bukan Makanan Sampah. http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=081128 170834 (diakses pada tanggal 04 Februari 2009).

55.

56. Marwanti dan Mutiara Nugraheni. 2006. Teknik Pembuatan Nugget dan Kerupuk Ikan di Pesisir Srandakan Kabupaten Bantul.

JurnalInotek, Volume 10 Nomor 2, Agustus 2006 hal. 167-182. 57.

58. Meta Mahendradatta. 1990. Aktivitas Fitase Selama Proses Pembuatan Tempe Kara Benguk, Gude, dan Kara Putih Menggunakan Inokulum Tradisional (Usar). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Yogyakarta.

59.

60. Meuthi An-Nisa Novizar. 2009. Inovasi dalam Bidang Pertanian. http://thianovceria.blogspot.com/ (diakses pada tanggal 27 Juni 2009).

62. Nasution, M. Syurbainy. 2008. Kacang Koro Bisa Jadi Substitusi Kedelai. http://groups.yahoo.com/group/sa-roha/message/1288 (diakses pada tanggal 04 Februari 2009).

63.

64. Nebraska Health and Human Services System. 2007. Nebraska

Food Distribution Processed Commodity Fact Sheet.

http://www.hhss.ne.gov/fia/fooddistribution/docs/Chicken/Chicke n,%20Nugget%20Pilgrim.pdf (diakses pada tanggal 21 April 2009).

65.

66. Nur Hidayat, Masdiana C. Padaga dan Sri Suhartini. 2006.

Mikrobiologi Industri. Andi. Yogyakarta. 67.

68. Poerwo Soedarmo dan Achmad Djaeni Sediaoetama. 1977. Ilmu Gizi. Dian Rakyat. Jakarta.

69.

70. Purwadaksi. 2007. Membuat Tempe dan Tahu. Agromedia Pustaka. Jakarta dalam Laela Nur Rokhmah. 2008. Kajian Kadar Asam Fitat dan Kadar Protein Selama Pembuatan Tempe Kara Benguk (Mucuna Pruriens) dengan Variasi Pengecilan Ukuran dan Lama Fermentasi. Skripsi. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta. 71.

72. Rika. 2008. Mengenal Tempe Bergizi Tinggi. http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&do_p df=1&id=14839 (diakses pada tanggal 04 Februari 2009).

73.

74. Rika Dwi Hapsari. 2002. Pengolahan Daging Ikan Patin (Pangasius pangasius) Menjadi Bakso, Sosis, Nugget dan Pemanfaatan Limbahnya Menjadi Tepung Ikan. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor.

75.

76. Sadikin Somaatmadja, M. Ismunadji, Sumarno, Mahyuddin Syam, S. O. Manurung dan Yuswadi. 1985. Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

77.

78. Sarwono, B. 2000. Membuat Tempe dan Oncom. Penebar Swadaya. Jakarta.

79.

80. Shurtleff, W. dan A. Aoyagi. 1979. The Book of Tempe. Harper Ang Row Publisher. New York dalam Laela Nur Rokhmah. 2008. Kajian Kadar Asam Fitat dan Kadar Protein Selama Pembuatan Tempe Kara Benguk (Mucuna Pruriens) dengan Variasi Pengecilan Ukuran dan Lama Fermentasi. Skripsi. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

lxiv

82. Slamet Sudarmadji, Bambang Haryono dan Suhardi. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

83.

84. Sri Handajani, Dian Rachmawati dan Dian Sri Pramita. 2008. Studi Pendahuluan Karakteristik Kimia (HCN, Antioksidan, dan Asam Fitat) Beberapa Jenis Koro Lokal dengan Berbagai Perlakuan Pendahuluan. Disampaikan pada Widyakarya Nasional Pangan

dan Gizi. Jakarta. Agustus 2008.

http://www.wnpg.org/frm_index.php?pg=informasi/info_makalah. php&act=edit&id=50 (diakses pada tanggal 04 Februari 2009). 85.

86. Sri Handajani, Supriyono, Eddy Triharyanto, Sri Marwanti, Ismi Dwi Astuti dan Bambang Pujiasmanto. 1996. Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Hasil Kacang-kacangan sebagai Usaha Produktif Wanita di Lahan Kering Daerah Tangkapan Hujan Waduk Kedung Ombo. Artikel Hasil Penelitian HB II/3. Pusat Studi Wanita Lembaga Penelitian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

87. Sri Retno Dwi Ariani dan Sri Handajani. 2008. Pengembangan Produk Tempe Generasi Ketiga Berkhasiat Antioksidan Berbahan Baku Koro Benguk (Mucuna pruriens L.D.C. var. utilis). Usul Penelitian Hibah Bersaing. Pusat Pengembangan Pangan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

88.

89. Stephens, James M. 1994. Bean, Jack -- Canavalia ensiformis (L.) D.C. Bean, Sword -- Canavalia gladiata (Jacq.) D.C. http://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/mv/mv02000.pdf (diakses pada tanggal 20 April 2009).

90.

91. Sugito dan Ari Hayati. 2006. Penambahan Daging Ikan Gabus (Ophicephallus strianus BLKR) dan Aplikasi Pembekuan pada Pembuatan Pempek Gluten. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia, Volume 8, No. 2, hal. 147-151.

92.

93. Suharyono A. S. dan Susilawati. 2006. Pengaruh Jenis Tempe dan Bahan Pengikat Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Produk Nugget Tempe. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,Universitas Lampung, 2006, hal 280-290. http://lemlit.unila.ac.id/file/Prosiding/ProsidingI2006.pdf (diakses pada tanggal 04 Februari 2009).

94.

95. Sutrisno Koswara. 1992. Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadikan Makanan Bermutu. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. 96.

97. Tien Ch. Tirtawinata. 2006. Makanan dalam Perspektif Al-Quran dan Ilmu Gizi. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

98.

99. Tri Margono, Detty Suryati dan Sri Hartinah. 1993. Tentang

Pengolahan Tepung Tapioka.

http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=6&doc=6b30 (diakses pada tanggal 07 November 2009).

100.

101. Tri Susanto dan Budi Saneto. 1994. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. PT Bina Ilmu. Surabaya.

102.

103. Widjang Herry Sisworo. 2008. Produktivitas Kedelai Rendah

Akibat Penanaman Tidak Intensif.

http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=155737 (diakses pada tanggal 11 April 2009).

104.

105. Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

106. 107.

108. Yanwar dan Saparsih. 1978. Selected Abstract on Traditional Fermented Food. National Scientific Documentation Center Indonesia Institute of Science. Jakarta dalam Laela Nur Rokhmah. 2008. Kajian Kadar Asam Fitat dan Kadar Protein Selama Pembuatan Tempe Kara Benguk (Mucuna Pruriens) dengan Variasi Pengecilan Ukuran dan Lama Fermentasi. Skripsi. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

109.

110. Zakiyatul Munawaroh. 2005. Studi Eksperimen Pemanfaatan Kacang Turi sebagai Bahan Dasar Pembuatan Nugget dengan Suplemen Ikan Mujahir. Skripsi. Teknologi Jasa dan Produksi, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Konsentrasi Tata Boga S1, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Semarang.

111. 112. 113. 114.

Dokumen terkait