• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

Abas, M.Y.P.P.R. 2006. Pengaruh Klon dan Dosis Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ubi jalar. Skripsi. Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 60 hal.

Agbede, T. M. 2010. Tillage and fertilizer effects on some soil properties, leaf nutrients concentrations , growth, and sweet potato yield on an Alfisol in Southwestern Nigeria. Soil and Tillage Research. 110:25-32.

Agustina, L. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. PT Renika Cipta. Jakarta. 81 hal. Amarasiri, S.L. and K. Wickremasinge. 1977. Use of rice straw as a fertilizer

material. Trop. Agric. 133 : 39 – 49.

Atmojo, S. W. 2003. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Sebelas Maret University Press. Surakarta. 36 hal. Badan Pusat Statistik. 2009. Data Tahun 2009 Angka Ramalan III.

[www.bps.go.id][akses 25 Desember 2009].

Bailey, J.S, Ramakrisna A., dan Kirchhof G. 2009. An Evaluation of nutritional constrains on sweet potato (Ipomoea batatas) production in Central Highlands of Papua New Guinea. Plan Soil. 316:97-105.

Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian [Balitkabi]. 2005. Laporan Tahunan 2005. Malang.

Dwidjoseputro, D. 1986. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta. 232 hal.

Edmond, J.B. and Sefick, H.J. 1938. A Description of certain nutrient deficiency symptoms of Porto Rico sweetpotato Proc. Amer Soc. Hort Sci. 36 : 544 – 549.

Eviati dan Sulaeman. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Hall, R. 2008. Soil Essential. Australia. Landlinks Press. 182p.

Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 358 hal.

Ismail, B. 2002. Pengaruh Dosis Pemupukan Kalium terhadap Produksi Dua Varietas Ubi jalar. Skripsi. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 22 hal.

Ignatief, V and H.J. Page. 1958. Efficient Use of Fertilizer. FAO. Rome.

Jacob, A. and H.V. Uexkull. 1960. Fertilizer Use. Nutrition and Manuaring of Tropical Crops. Verlagsgesellschaft fur Ackerbau mbH. Hannover. 491p. Juanda, D.J.S. dan B. Cahyono. 2002. Ubi jalar : Budidaya dan Analisis Usaha

Tani. Kanisius. Yogyakarta. 92 hal.

Junaedi, E. 2005. Pengaruh Pupuk N-P-K terhadap Status Nitrat dan Kalium Tajuk serta Pertumbuhan dan Produksi Ubi jalar (Ipomoea batatas). Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 55 hal.

Lakitan, B. 2007. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. 206 hal.

Leiwakbessy, F.M., Wahjudin, U.M., dan Suwarno. 2003. Kesuburan Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. Bogor.124 hal.

Lingga, P. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta. 165 hal. Makarim, A.K., Sumarno, dan Suyamto.2007. Jerami Padi:Pengelolaan dan Pemanfaatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. 61 hal.

Marsono dan P. Sigit. 2002. Pupuk Akar : Jenis dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta. 96 hal.

Nielson, D. R. and J. C. Mac Donald. 1978. Soil-plant-nitrogen relationships. nitrogen in the environment. Vol 2. Department of Land and Water Resources. University of California. Davis. California.

O’Sullivan J. N., C.J. Asher and F.P.C. Blamey.1997. Nutrient Disorders of Sweet Potato. Australian Centre for International Agricultural Research Monograph No 48. Canberra. 136p.

Priangani, H.A. 2007. Pengaruh Klon dan Sumber Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ubi jalar (Ipomoea batatas L. Lam). Skripsi. Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian,Institut Pertanian Bogor. Bogor. 56 hal. Purwono dan Heni P. 2008. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar

Swadaya. Jakarta. 144 hal.

Rinsema. 1983. Pupuk dan Cara Pemupukan. Bhatara Karya Aksara. Jakarta. Rubatzky, V.E dan M. Yamaguci. 1998. Sayuran Dunia I Prinsip Produksi dan

Rukmana , R. 1997. Ubi jalar : Budidaya dan Pascapanen. Kanisius. Yogyakarta. Sarwono, B. 2005. Ubi jalar : Cara Budidaya yang Tepat, Efisien, dan Ekonomis.

Penebar Swadaya. Jakarta. 85 hal.

Steinbauer, C.B. and L.J. Kushman. 1971. Sweetpotato Culture and Disease. Agric. Res. Service. USDA. Washington. 74 p.

Sumarno. 1985. Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk Urea pada Tanah Aluvial dan Mediteran terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ubi jalar Varietas Lokal Grompol dan Unggul Daya. Univ. Brawijaya. Malang.74 hal.

Suparman. 2006. Bercocok Tanam Ubi jalar. Ganeca. Jakarta. 43 hal.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik : Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Kanisius. Yogyakarta. 219 hal.

Tisdale, S.I. and Nelson, W.L. 1965. Soil Fertility and Fertilizer. The Mac Millan C., New York. 430p.

Tsuno, Y. 1972. Sweet Potato. Nutrient and Cultivation. International Potash Institude. Berne.

Wardhana, W. 2010. Penagruh Waktu Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Ptoduksi Pada Sistem Tanam Tumpangsari Ubi jalar dan Jagung Manis. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 61 hal.

Wargiono, J. 1980. Ubi jalar dan Cara Bercocok Tanamnya. Buletin Teknik. No 5. Lembaga Pusat Penelitian Bogor. 37 hal.

Widodo,Y. 1987. Pengaruh pembenaman jerami dan saat pengguludan terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar. Penelitian Palawija. 2(1) : 26-32.

Widodo, Y, B. Guritno and Sumarno. 1993. Technology Development for Root Crops Production in Indonesia. Brawijaya University. Malang.

Winarto, A., Yudi W., Sri S.A., Hanudji P., dan Sumarsono. 1994. Risalah Seminar Penerapan Teknologi Produksi dan Pasca Panen Ubi jalar Mendukung Agroindustri. Balai Penelitian Tanaman Pangan. Malang. No.3.

Lampiran 1. Deskripsi Ubi Jalar Klon Ayamurashake Asal

Tipe tanaman Diameter buku ruas Panjang buku ruas Warna dominan sulur Bentuk kerangka daun Kedalaman cuping daun Jumlah cuping daun Bentuk cuping pusat Ukuran daun dewasa Warna daun dewasa Warna daun muda Panjang tangkai daun Bentuk umbi

Warna kulit umbi Warna daging umbi Rasa umbi

Potensi hasil

Persilangan “Kyushu-109” dan “Satsumahikari” Semi kompak

Sedang Pendek

Hijau muda sampai hijau Berbentuk hati sampai cuping Tepi daun berlekuk sedang Berjumlah satu sampai tiga Elips Sedang Hijau Hijau Pendek Elips membulat Ungu Ungu Enak 20 ton/ha

K1J1 K1J0 K0J0 K0J1

K0J1 K0J0 K1J0 K1J1

K0J0 K0J1 K1J1 K1J0

Lampiran 2. Denah Letak Penelitian Ulangan 1

Ulangan 2

Ulangan 3

Keterangan:

K0J0 = Tanpa pemupukan KCl kedua dan tanpa pemberian jerami K1J0 = Pemupukan KCl kedua tanpa pemberian jerami

K0J1 = Tanpa pemupukan KCl kedua tetapi diberikan jerami K1J1 = Pemupukan KCl kedua dan pemberian jerami

Lampiran 3. Data Curah Hujan dan Kelembaban Wilayah Dramaga

Bulan Curah hujan (mm)* Kelembaban (%)*

Desember 260.2 88

Januari 235.0 88

Februari 475.0 88

Maret 387.5 86

Sumber :*) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dramaga Bogor Tahun 2010

Lampiran 4. Data Analisis Tanah awal

Unsur Kandungan* Keterangan**

N 0.17 (%) Rendah

K 163.8 (ppm) Tinggi

P 11.5 (ppm) Sedang

pH 6.30 Agak masam cenderung netral

C-org 1.71 (%) Rendah Pasir 4.78 – 6.48 (%) - Debu 24.10 – 32.38 (%) - Liat C/N 62.84 – 69.42 (%) 10.05 - Sedang

Sumber : *) Laboratorium Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian IPB Tahun 2010

**) Eviati dan Sulaeman (2009)

Lampiran 5. Data Analisis Jerami Terhadap contoh kering 105oC

Unsur Kandungan*

N 0.41 %

K 0.14 %

P 0.06 %

Sumber : *) Laboratorium Tanah Balai Penelitian Tanah Departemen Pertanian Tahun 2010.

Lampiran 6. Data Analisis Tanah Setelah Penelitian

Unsur Kandungan* Keterangan**

N 0.08 (%) Sangat rendah

K 154.2 (ppm) Tinggi

P 15.9 (ppm) Sangat tinggi

pH 5.4 Agak masam

C-org 0.79 (%) Sangat rendah

C/N 9.75 Sedang

Sumber : *) Laboratorium Tanah Balai Penelitian Tanah Departemen Pertanian Tahun 2010

Lampiran 7. Pertumbuhan Ubi jalar

Umur 1 BSA perlakuan K0J0 Umur 1 BSA perlakuan K1J0

Umur 1 BSA perlakuan K0J1 Umur 1 BSA perlakuan K1J1

Umur 3 BSA perlakuan K0J0 Umur 3 BSA perlakuan K1J0

Lampiran 8. Pembalikan dan Pemberian Jerami

Pemberian Jerami Penutupan Jerami

Sebelum pembalikan Sesudah pembalikan

Lampiran 9. Panen Ubi jalar

Lampiran 9. Panen Ubi jalar (Lanjutan)

Umbi dari masing-masing perlakuan Umbi terkena Hama boleng

Umbi Panen Perlakuan K0J0 Umbi Panen Perlakuan K1J0

Dokumen terkait