Ketuntasan Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
Arsjad, Maidar G dan Mukti U.S. 2005. Pembinaan Kemampuan Bebicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dub, dubbing ICT. (2011, 28 Februari). Dub Dubbing. Diunduh pada Hari
Selasa, 10 Januari 2017,
darihttp://chartv.blogspot.co.id/2011/02/dub-Dubbing.html.
Effendi, M. 1986. Manajemen: Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Agama Islam. Jakarta: Bharatara Karya Aksara.
Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama Apresiasi, Ekspresi dan Pengkajian. Yogyakarta : CAPS.
Everything about me. (2013, 15 Desember). Pengertian dan Teknik Dubbing. Diunduh pada Hari Selasa, 10 Januari 2017, dari
http://navalif.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-dan-teknik-dubbing.html
Gintings, A. 2008. Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran.
Bandung:Humaniora.
Iskandarwassid & Dadang Sunendar. 2011. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Irawan, I Putu Ari Utama, dkk. 2014. Penggunaan Film Bisu dengan Teknik Dubbing untuk Meningkatkan Kemampuan Menyampaikan Dialog dalam Drama Siswa Kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 2
Minderop, Albertine. 2005. Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta:
Yayasan Obor.
Moleong, L.J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Mudini & Salamat Purba. 2009. Pembelajaran Berbicara. Jakarta:
Depdiknas.
Muslich, Masnur. 2011. Melaksanakan PTK Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
77
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta:
BPFE- Yogyakarta.
Rahayu, Sri. 2014. Efektivitas Metode Bermain Peran terhadap Kemampuan Mengekspresikan Dialog dalam Pementasan Drama pada Siswa Kelas XI SMA Laksamana Martadinata Medan Tahun Ajaran 2013/2014. Vol: 3 No: 4 Tahun 2014 Diunduh pada hari
Selasa, 10 Januari 2017, dari
http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/ajs/article/view/1571 Rohmah, Siti Muzayati. 2014. Peningkatan Kemampuan Mengekspresikan
Dialog Drama Menggunakan Teknik Role Play. Vol: 3 No: 7 Tahun 2014 Diunduh pada Hari Selasa, 10 Januari 2017, dari https://www.academia.edu/11171683/PENINGKATAN_KEMAMPU AN_MENGEKSPRESIKAN_DIALOG_DRAMA_MENGGUNAKAN _TEKNIK_ROLE_PLAY
Saddhono, Kundharu dan St. Y. Slamet. 2012.Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia (Teori dan Aplikasi). Bandung: Karya Putra Darti.
Soeparno. 2008. Media Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: PTIntan Pariwara.
Sudaryanto. 2003. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa.
Yogyakarta: Duta Wacana University Press Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sukarta, I Wayan. 2012.Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Apresiasi Drama pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt.Vol: 7 No: 2 Tahun:2017Diunduh pada hari
Selasa, 10 Januari 2017, dari
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/viewFile/11 576/7401.
Syafi’ie, Imam. 1993. Terampil Berbahasa Indonesia I Petunjuk Guru Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Tarigan, Djago, danTarigan, Henry Guntur.2008. Pengembangan Keterampilan Berbicara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Waluyo, Herman J. 2006. Pengkajian dan Apresiasi Prosa Fiksi.
Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Wiyono, Eko Hardi. 2007. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap Disertai EYD (Ejaan yang Disempurnakan).Jakarta : Palanta.
Yuniawan, Tommi. 2002. Paparan Perkuliahan Retorika/ Berbicara.
Semarang: Unnes
Yulianty, Tri Lora, dkk. 2014. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Dialog Pementasan Drama Menggunakan Teknik Savi Di Sma Santun Untan. Vol: 3 No: 12 Tahun 2014 Diunduh pada Hari Selasa,10Januari2017,darihttp://id.portalgaruda.org/index.php?ref
=browse&mod=viewarticle&article=278539.
Zainuddin. 1992. Materi Pokok Bahasa dan Sastra Indonesia. Rineka Cipta: Jakarta
No Nama
Kriteria Penilaian
Skor
(X2) Rata-rata (
) (X2 - ) (X2 - )2 Diksi Intonasi Artikulasi Kelancaran
Berbicara Ekspresi
∑ 65 74 68 68 76 351 34,4348
Mean ( 2) = Varians Data (S2)=
Standar deviasi (Sd 2) =
X
No Nama
Kriteria Penilaian
Skor
(X2) Rata-rata (
) (X2 - ) (X2 - )2 Diksi Intonasi Artikulasi Kelancaran
Berbicara Ekspresi
Mean ( 2 ) = Varians Data (S2 )=
Standar deviasi (Sd 2) =
= 1,126 X
No Nama
Kriteria Penilaian
Skor
(X1) Rata-rata (
) (X1 - ) (X1 - )2 Diksi Intonasi Artikulasi Kelancaran
Berbicara Ekspresi
24 Muhammad Qamil Rum 2 3 3 3 3 14 15,25 -1,25 1,5625
∑ 67 78 71 71 79 366 40,5
Mean ( 1) = Varians Data (S1)=
Standar Deviasi (SD 1) =
X
No Nama
Kriteria Penilaian
SKOR
(X1) Rata-rata (
) (X1 - ) (X1 - )2 Diksi Intonasi Artikulasi Kelancaran
Berbicara Ekspresi
24 Muhammad Qamil Rum 4 3 4 3 4 18 19,25 -1,25 1,5625
∑ 84 93 97 88 100 462 30,5
Mean ( 1) = Varians Data (S1)=
Standar deviasi (Sd 1) = X
* Tabel Pengujian Normalitas Data Pre-test N
o Kelas Interval Batas Kelas (BK) Nilai Z Z Tabel Luas Z Tabel O1 E1
1 18 17,5-18,5 1,70 dan 2,45 0,9554 dan 0,9929 0,0375 2 0,9 1,344
2 17 16,5-17,5 0,94 dan 1,70 0,8264 dan 0,9554 0,129 3 3,096 0.003
3 16 15,5-16,5 0,19 dan 0,94 0,4247 dan 0,8264 0,4017 3 9,6408 4,574
4 15 14,5-15,5 -0,57 dan 0,19 0,2843 dan 0,4247 0,1404 7 3,3696 3,911
5 14 13,5 - 14,5 -1,32 dan -0,57 0,0934 dan 0,2843 0,1909 9 4,5816 4,261
Jumlah 24 14,09
Jumlah Kelas Interval
= K = 1 + 3,3 log n Rentang Data =
R = skor tertinggi – skor terendah
1 + 3,3 (log 24) = 18 – 14
1 + 3,3 (1,38) = 4
1 + 4, 554
5, 554 = 5 Kelas Interval = Kelas interval dari skor terendah + Panjang kelas
= 14 + 1 = 15, 15 + 1 = 16, dsb
Nilai Z =
Panjang Kelas = = =
= 1
= = -1,32, dst
Batas Kelas = 14 - 0,5 = 13,5 (BK1) Menentukan taraf nyata (α) = BK2 = BK1 + Panjang Kelas
= 13,5 + 1 = 14,5 Derajat kebebasan (dk) = Banyaknya kelas - 3 = 5 - 3 = 2
Tarif signifikansi (α) = 0,05 E1 = Luas Z tabel × n (jumlah responden) X2 tabel =X2 (1 - α) (dk)
= 0,1909 x 24 X2 (1 - 0,05) (2)
= 4,5816, dst X2 (0,95) (2) = 5,99 ( dilihat pada tabel chi-kuadrat)
No Kelas Interval Batas Kelas (BK) Nilai Z Z Tabel Luas Z Tabel O1 E1
Kelas interval dari skor terendah + Panjang kelas
Batas Kelas = 17 - 0,5 = 16,5 (BK1) Menentukan taraf nyata (α) = BK2 = BK1 + Panjang Kelas
= 16,5 + 1 = 17,5 Derajat kebebasan (dk) = Banyaknya kelas - 3 = 5 - 3 = 2 Tarif signifikansi (α) = 0,05
E1 = Luas Z tabel × n (jumlah responden) X2 tabel =X2 (1 - α) (dk) = 0,0559 x 24 X2 (1 - 0,05) (2)
= 1,3416, dst X2 (0,95) (2) = 5,99 ( dilihat pada tabel chi-kuadrat)
* Tabel Pengujian Normalitas Data Pre-test
No Kelas Interval Batas Kelas (BK) Nilai Z Z Tabel Luas Z Tabel O1 E1
1 18 17,5-18,5 1,79 dan 2,59 0,9633 dan 0,9952 0,0319 1 0,734 0,097
2 17 16,5-17,5 0,99 dan 1,79 0,8389 dan 0,9633 0,1244 4 2,861 0,453
3 16 15,5-16,5 0,19 dan 0,99 0,5753 dan 0,8389 0,2636 3 6,063 1,547
4 15 14,5-15,5 -0,61 dan 0,19 0,2709 dan 0,5753 0,3044 7 7,001 0
5 14 13,5 - 14,5 -1,41 dan -0,61 0,0793 dan 0,2709 0,1916 8 4,407 5,21
Jumlah 23 7,307
Jumlah Kelas Interval = K = 1 + 3,3 log n Rentang Data = R = skor tertinggi – skor terendah
1 + 3,3 (log 23) = 18 – 14
1 + 3,3 (1,36) = 4
1 + 4, 488
5, 488 = 5 Kelas Interval = Kelas interval dari skor terendah + Panjang kelas
= 14 + 1 = 15, 15 + 1 = 16, dsb
Nilai Z = Panjang Kelas = =
=
= 1
= -1,41, dst
BK2 = BK1 + Panjang Kelas
= 13,5 + 1 = 14,5 Derajat kebebasan (dk) = Banyaknya kelas - 3 = 5 - 3 = 2 Tarif signifikansi (α) = 0,05
E1 = Luas Z tabel × n (jumlah responden) X2 tabel =X2 (1 - α) (dk) = 0,1916 x 23 X2 (1 - 0,05) (2)
= 4,407, dst X2 (0,95) (2) = 5,99 ( dilihat pada tabel chi-kuadrat)
No Kelas Interval Batas Kelas (BK) Nilai Z Z Tabel Luas Z Tabel O1 E1
1 20 19,5-20,5 1,14 dan 2,02 0,8729 dan 0,9783 0,1054 3 2,424 0,138
2 19 18,5-19,5 0,25 dan 1,14 0,5987 dan 0,8729 0,2742 6 6,307 0,015
3 18 17,5-18,5 -0,64 dan 0,25 0,2611 dan 0,5987 0,3376 9 7,765 0,197
4 17 16,5-17,5 -1,53 dan -0,64 0,0630 dan 0,2611 0,1981 3 4,556 0,533
5 16 15,5-16,5 -2,42 dan -1,53 0,0078 dan 0,0630 0,0552 2 1,27 0,42
Jumlah 23 1,303
Jumlah Kelas Interval = K = 1 + 3,3 log n Rentang Data = R = skor tertinggi – skor terendah
1 + 3,3 (log 23) = 20 – 16
1 + 3,3 (1,36) = 4
1 + 4, 488
5, 488 = 5 Kelas Interval = Kelas interval dari skor terendah + Panjang kelas
= 16 + 1 = 17, 17 + 1 = 18, dsb Nilai Z =
Panjang Kelas = =
=
= 1
= -2,42, dst
BK2 = BK1 + Panjang Kelas
= 15,5 + 1 = 16,5 Derajat kebebasan (dk) = Banyaknya kelas - 3 = 5 - 3 = 2
Tarif signifikansi (α) = 0,05 E1 = Luas Z tabel × n (jumlah responden) X2 tabel =X2 (1 - α) (dk) = 0,0552 x 23 X2 (1 - 0,05) (2)
= 1,27, dst X2 (0,95) (2) = 5,99 ( dilihat pada tabel chi-kuadrat)
F hitung =
F tabel = F (α) (db1/db2) db1 = 24-1 = 23 db2 = 23-1 = 22
T (0,05) (23/22) = 2,04
Jadi, F tabel = (α) (db1/db2) = F (0,05) (23/22) = 2,04
Karena F hitung < F tabel maka varians data dinyatakan homogen b. Post-est
F hitung =
Jadi, F tabel = (α) (db1/db2) = F (0,05) (23/22) = 2,04
Karena F hitung < F tabel maka varians data dinyatakan homogen
F hitung =
F tabel = F (α) (db1/db2) db1 =
24-1 = 23 db2 =
23-1 = 22
T (0,05) (23/22) = 2,04
Jadi, F tabel = (α) (db1/db2) = F (0,05) (23/22) = 2,04
Karena F hitung < F tabel maka varians data dinyatakan homogen
Pengujian hipotesis menggunakan t hitung, yaitu
t
hitung
Dari selisisih data pre-test dan post-test diperoleh
1 (Kelas Eksperimen) = 4
2 (Kelas Kontrol) = 2,922
S1 (Varians Data) = 0,175
S2 (Varians Data) = 0,124
Deviasi standar gabungan (Dsg) X
X
t hitung =
Db = n1+ n2 – 2
= 24 + 23 - 2
= 45
= 0,05
t tabel = t (1- )(db)
= t (1-0,05) (45)
= (0,95) (45)
= 2,01
Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung > t tabel sehingga H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah penggunaan film bisu dengan teknik dubbing dalam keterampilan berbicara lebih efektif dibandingkan dengan tidak menggunakan film bisu dengan teknik dubbing.
Gambar 4. Siswa Pada Saat Menonton Film Bisu
Gambar 5. Siswa Pada Saat Mengamati Film Bisu
Gambar 6. Siswa Pada Berdiskusi Menentukan Tokoh yang ada Film Bisu
Gambar 7. Siswa Pada Saat Men-dubbing Film Bisu