Aak. 2003. Tehnik Bercocok Tanaman Jagung. Yogyakarta : Kanisius.
Abas Tjakrawiralaksana . 1983. Usahatani. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.
Adiningsih, J.S. 1994. Soil testing and formulating fertilizer recommendation. Centre for Soil and Agriclimateresearch, AARD. Paper presented at Fertilizer MarketingTraining Program.Jakarta.
Adisarwanto T, dan Widyastuti E, 2000. Meningkatkan Produksi Jagung. Penebar Swadaya, Jakarta.
Aldila HF. 2013. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata) di Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Ali Faisal . 2005. Analisis Tingkat Pendapatan dan Kepuasan Petani Terhadap Pelaksanaan Kemintraan Jagung Manis di Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat [skripsi]. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Anonymous. 2005. Pedoman Umum PRIMATANI. Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014. Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai (Angka Tetap 2013 dan Angka Ramalan I 2014). Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.
[BPS] Badan Pusat Statistik dan Pemerintah Kabupaten Blitar. 2001. Kabupaten Blitar Dalam Angka.
Badan Ketahanan Pangan. 2006. Laporan Tahunan PIDRA. Deptan. Jakarta. Balai Penelitian Tanaman Serealia. 2002. Kinerja Usahatani dan Pemasaran
Jagung di Sentra Produksi. Jurnal Litbang Pertanian, 21
BKP-Departemen Pertanian. 2005. Program Pengembangan Lahan Kering Terpadu (PIDRA). Jakarta: Badan Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian.
[Deptan] Departemen Pertanian. 2009. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jagung. Jakarta: Departemen Pertanian.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar. 2003. Laporan Tahunan PelaksanaanProgram PIDRA Tahun 2002 Kabupaten Blitar. Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rainfed Areas).
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur, 2007. Laporan Dinas Pertanian Tanaman pangan Jawa Timur.
Dinas Pertanian Jawa Timur. 2010. Perkembangan Produksi Per Kelas Benih, per Varietas dan per Status Produsen Padi dan Jagung di Provinsi Jawa Timur.
Jawa Timur.
Direktorat Jendral Tanaman Pangan.2009. Percepatan Pengembangan Kawasan Agribisnis Jagung 2009. Jakarta.
Djulin, A, Syafa’at N, Kasryno F. 2005. Perkembangan Sistem Usahatani Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
33
Gurdev S. khush. 2002. Food Security By Design: Improving The Rice Plant in Partnership With NARS. Makalah disampaikan Pada Seminar IPTEK padi Pekan Padi Nasional di Sukamandi 22 Maret 2002
Hernanto F. 1989. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kamiliah W. 2009. Imbalan bagi faktor-faktor produksi pada usahatani sayuran di Desa Batulicin Irigasi Kabupaten Tanah Laut. JIPI. 16(3):191-194.
Kariyasa, K. dan Bonar M. Sinaga. 2004. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pasar Jagung Di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Jakarta.
Kurniawan, H. T. 2011. Analisis Hubungan Dinamika Kelompok Tani Dengan Tingkat Adopsi Teknologi Pembenihan Jagung Hibrida Di Kabupaten Malang. Minor Thesis. Jurusan Agribisnis Fakultas Agrikultur. Universitas Brawijaya. Malang.
Kementerian Pertanian. 2014. Laporan Kinerja Kementerian Pertanian Tahun 2013. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.
[FAO] Food and Agriculture Organization. 2011. Guidelines for land-use planning. FAO Development Series (1):6.
Mejaya M.J, Marsum D dan Marcia P. 2006. Pola Heterosis dalam pembentukan varietas unggul jagung bersari bebas dan hibrida. Seminar rutin Puslitbang Tanaman Pangan. Bogor.
Moh. Nazir. 2005, Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor.
Parangin-Angin. 1999. Analisis Pendapatan Usahatani dan pemasaran Jagung.Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertaniaan Bogor.
Purnomo. M.S dan Hartono, 2005. Bertanam Jagung Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.
Putra IW. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung Manis di Desa Sukajadi Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Rahmat Rukmana. 1997. Usaha Tani Jagung. Penerbit Kanisius. Jogjakarta
Rachmawati I. 1995. Pelaksanaan Kerjasama antara Petani dan Pemasok, serta Strategi Bauran Pemasaran Jagung Manis (Sweet Corn) (Studi Kasus Kelompok Tani Jagung Manis (KTJM), Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat) [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Ridwan. 2008. Analisis usaha tani padi ramah lingkungan dan padi anorganik. Skripsi. Program Sarjana Eksitensi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Setiyanto A. 2008. Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Jagung (Studi Kasus di Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Soeharjo A., Patong D. 1973. Sendi-Sendi Pokok Ilmu Usahatani. Bogor: Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
34
Soekartawi, Dillon JL, Hardaker JB, Soeharjo A. 1984. Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Perkembangan Petani Kecil. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Soekartawi. 2006a. Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Soekartawi. 2006b. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: Universitas
Indonesia Press.
Sri Adiningsih J., M. Soepartini, A. kusno, Mulyadi, dan Wiwik Hartati. 1994. Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Sawah dan Lahan Kering. Prosiding Temu Konsultasi Sumberdaya Lahan Untuk Pembangunan Kawasan Timur Indonesia di Palu 17 – 20 Januari 1994 Suroso. 2006. Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Usahatani Jagung (Kasus Desa Ukisari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Suryana, Achmad., Djoko S.D., Subandi, Ketut K., Zubachtirodin, Sani S., 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jagung. Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Jakarta
Suratiyah K. 2009. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Szymanek, M., B. Dobrzanski jr, I. Niedziolka, R. Rybczynski. 2006. Sweat Corn; Harvest and Tecnology, Physical Properties and Quality. B.Dobrzanski Institute of Agrophysic, Polish Academy of Sciences . ISBN: 83-89969- 55-6
35
Lampiran 1 Produksi jagung di seluruh Provinsi di Indonesia tahun 2011-2013
Provinsi
Tahun
2011 2012 2013
Produksi(Ton) Produksi(Ton) Produksi(Ton) Indonesia 17 643 250.00 19 387 022.00 18 511 853.00 Aceh 168 861.00 167 285.00 177 842.00 Sumatera Utara 1 294 645.00 1 347 124.00 1 183 011.00 Sumatera barat 471 849.00 495 497.00 54 7417.00 Riau 33 197.00 31 433.00 28 052.00 Jambi 25 521.00 25 571.00 25 690.00 Sumatera Selatan 125 688.00 112 917.00 167 457.00 Bengkulu 87 362.00 103 771.00 93 988.00 Lampung 1 817 906.00 1 760 275.00 1 760 278.00 Bangka Belitung 850.00 967.00 783.00 Kepulauan Riau 923.00 849.00 790.00 DKI Jakarta 23.00 6.00 0.00 Jawa Barat 945 104.00 1 028 653.00 1 101 998.00 Jawa Tengah 2 772 575.00 3 041 630.00 2 930 911.00 DI Yogyakarta 291 596.00 336 608.00 289 580.00 Jawa Timur 5 443 705.00 6 295 301.00 5 760 959.00 Banten 13 863.00 S9819.00 12 038.00 Bali 64 606.00 61 873.00 57 573.00
Nusa Tenggara Barat 456 915.00 642 674.00 633 773.00 Nusa Tenggara Timur 524 638.00 629 386.00 707 642.00 Kalimantan Barat 160 819.00 170 123.00 159 973.00 Kalimantan Tengah 9208.00 7947.00 6 217.00 Kalimantan Selatan 99 779.00 112 066.00 107 043.00 Kalimantan Timur 7 341.00 9940.00 4 864.00 Sulawesi Utara 438 504.00 440 308.00 973.00 Sulawesi Tengah 161 810.00 141 649.00 448 002.00 Sulawesi Selatan 1 420 154.00 1 515 329.00 139 266.00 Sulawesi Tenggara 67 997.00 78 447.00 1 250 202.00 Gorontalo 605 782.00 644 754.00 67 578.00 Sulawesi Barat 82 995.00 122 554.00 669 094.00 Maluku 13 875.00 18 281.00 128 327.00 Maluku Utara 26 149.00 25 543.00 11 940.00 Papua Barat 2 125.00 2 049.00 29 421.00 Papua 6 885.00 6 393.00 2 137.00
36
Lampiran 2 Hasil uji beda pendapatan atas biaya total Levene Test
for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pendapatan atas biaya total Equal variance assumed
.101 .753 1.221 28 .232 1.85308E6 1.51805E6 -1.25651E6 4.96267E6 Equal
variance not assumed
1.221 21.665 .235 1.85308E6 1.51805E6 -1.297991E6 5.00415E6
Lampiran 3 Hasil uji beda pendapatan atas biaya tunai Levene Test
for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pendapatan atas biaya tunai Equal variance assumed
.573 .455 0.693 28 .494 9.72943E5 1.40353E6 -1.90205E6 3.84794E6 Equal
variance not assumed
37
Lampiran 4 Hasil uji beda R/C atas biaya total Levene Test
for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper R/C atas biaya total Equal variance assumed 11.071 .002 3.620 28 .001 .99400 .27459 .43152 1.55648 Equal variance not assumed 3.620 20.834 .002 99400 .27459 .42268 1.56532
Lampiran 5 Hasil uji beda R/C atas biaya tunai Levene Test
for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper R/C atas biaya tunai Equal variance assumed 12.276 .002 3.882 28 .001 1.77267 .45664 .83728 2.70805 Equal variance not assumed 3.882 19.509 .001 1.77267 .45664 .82859 2.72674
38
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 19 Juni 1991. Penulis merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Bapak (alm) Welly Thomas dan Ibu Agustina Conggresco. Penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2003 di SDN 01 Cogreg Kecamatan Parung Kabupaten Bogor. Lalu pada tahun 2006, penulis lulus dari SMPN 1 Parung.
Selanjutnya penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Parung pada tahun 2009. Pada tahun yang sama, penulis diterima sebagai mahasiswa Diploma 3 pada Progam Keahlian Teknolgi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Institut Pertanian Bogor dengan jalur Ujian Seleksi Masuk IPB (USMI). Penulis menyelesaikan program diploma 3 pada tahun 2012, lalu pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa program Alih Jenis Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Selama menempuh pendidikan pada Program Alih Jenis Agribisnis, penulis aktif pada Organisasi Forum of Agribussiness Transfer Program Student (FASTER) IPB, selama satu periode kepengurusan. Periode kepengurusan 2013/2014 sebagai anggota HUMAS FASTER IPB.