Akbar, N. 2002. Zat Pewarna dan Pengawet Makanan Pemicu Sirosis Hepatis. http://www.tempo.co.id/medika/arsip/062002/fig-1.htm [23 Sep 2004]. Almatsier S. 1992. Pelayanan gizi rumah sakit dan perkembangan ilmu serta
teknologi. Gizi Indonesia 17: 97-104.
Almatsier S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Almatsier S, Jus’at I, Akmal N. 1992. Persepsi pasien terhadap makanan di
rumah sakit (Survei pada 10 rumah sakit di DKI Jakarta). Gizi Indonesia
17: 87-96.
[Anonim]. 2003. Pedoman Cairan Infus. Ed Rev VIII. Jakarta: Otsuka Indonesia.
[Anonim]. 2004. Sirosis: Merusak Semua Fungsi Hati. Sehat Plus 2(12): 24-27. [Bagian Gizi RSCM, Persagi] Bagian Gizi Rumah Sakit Dr. Cipto
Mangunkusumo dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2002. Penuntun Diit. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Budiarto E. 2003. Metodologi Penelitian Kedokteran: Sebuah Pengantar. Jakarta: EGC.
Budihusodo U. 2004. Liver Vailure and Clinical Nutrition. http://www.kalbe.co.id/kfportal.nsf/0/c09837f54f7f545047256e3000269f69 ?OpenDocument&Autoframed&Click= [ 23 Sep 2004].
Budiyanto MAK. 2002. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Chairulsjah. 2004. Prevalensi Hepatitis Masih Tinggi. http://www.sinarharapan.co.id/nasional/2004/s0405.html [25 Feb 2005] . Corwin EJ. 2001. Buku Saku Patofisiologi. Pendit BU, penerjemah); Jakarta:
EGC. Terjemahan dari: Handbook of Pathophysiology.
Dalimartha S. 2004. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Hepatitis. Jakarta: Penebar Swadaya.
[Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed ke-2. Jakarta: Balai Pustaka.
[Dir. BGM] Direktorat Bina Gizi Masyarakat. 1996. Laporan Akhir Survei Konsumsi Gizi Tahun 1995. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
[Dir. Jen. Yan. Medik] Direktorat Jendral Pelayanan Medik. 1999a. Pedoman Pencegahan Gizi Kurang di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
[Dir. Jen. Yan. Medik] Direktorat Jendral Pelayanan Medik. 1999b. Daftar Rumah Sakit Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
68
[Dir. Jen. Yan. Medik] Direktorat Jendral Pelayanan Medik. 2000. Statistik Rumah Sakit di Indonesia. Seri ke-3. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Djojodibroto RD. 1997. Kiat Mengelola Rumah Sakit. Jakarta: Hipokrates. Effendi, Y. H. 2002. Pengantar gizi kesehatan [diktat]. Bogor: Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Eschleman MM. 1996. Introductory Nutrition and Nutrition Therapy. Ed ke-3. Philapelphia: Lippincott.
Gibson RS. 1993. Nutritional Assessment: A Laboratory Manual. New York: Oxford Univ Pr.
Hardinsyah, Martianto D. 1992. Gizi Terapan. Bogor: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Hardinsyah, Setiawan B, Marliyati SA. 1988. Aspek Gizi dan Daya Terima Menu dengan Pangan Pokok Beragam dalam Upaya Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Bogor: Laboratorium Gizi Masyarakat, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Hartono A. 2000. Asuhan Nutrisi Rumah Sakit: Diagnosis, Konseling, dan Preskripsi. Jakarta: EGC.
Karsono S. 2000. Prinsip Terapi Cairan Intravena. Ed ke-1. Jakarta: Widatra Bhakti.
Lesmana LA, Hasan I. 2001. Sirosis hati. Di dalam: Simadibrata M et al., editor.
Pedoman Diagnosis dan Terapi di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. hlm 125-126.
Lieber CS. 1999. Nutrition in liver disorders. Di dalam: Shils ME, Olson JA, Shike M, Ross AC, editor. Modern Nutrition in Health and Disease. Ed ke-9. Pennsylvania: Williams & Wilkins. hlm 1177-1189.
Mahan LK, Arlin MT. 1992. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Ed ke-8. Philadelphia: WB Saunder.
Mansjoer A et al. 2002. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid ke-1. Ed ke-3. Jakarta: Media Aesculapius, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Moehyi S. 1986. Ilmu Gizi. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Moehyi S. 1992. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. Jakarta: Bhratara.
Moehyi S. 1997. Pengaturan Makanan dan Diit untuk Penyembuhan Penyakit. Jakarta: Gramedia.
Morgan MY, Heaton KW. 2000. Nutrition, the liver, and gallstones. Di dalam:Garrow JS, James WPT, Ralph A, editor. Human Nutrition and Dietetics. London: Churchill Livingstone. hlm 575-600.
69
Nasoetion A. 1988. Cara Penilaian Kualitas Hidangan dan Konsumsi Pangan. Bogor: Laboratorium Gizi Masyarakat, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Nasoetion A, Riyadi H, Mudjajanto ES. 1994. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Nelson JK, Moxness KE, Jensen MD, Gastineau CF. 1994. Mayo Clinic Diet Manual: A Handbook of Nutrition Practices. Ed ke-7. Philadelphia: Mosby.
Noer S. 2003. Gizi dan Penyakit Hati. http://www.papdi.or.id/nutrisi/Nutrisi%2011%20gizi_dan_penyakit_hati.ht m [23 Sep 2004].
Noras JU. 2000. Penilaian pasien terhadap pelayanan gizi di ruang rawat teratai RSUP Fatmawati Jakarta [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Papalia ED, Olds SW. 1986. Human Development. New Yoerk: McGraw-Hill. Pearce EC. 1999. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Handoyo SY,
penerjemah; Jakarta: Gramedia. Terjemahan dari: Anatomy & Physiology for Nurses.
Ratnasari L. 2003. Daya terima makanan dan tingkat konsumsi energi-protein pasien rawat inap penderita penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupatern Cilacap [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Rukmono, Manus MPB. 1989. Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. Di dalam: Tim Penyusun, editor. Sejarah & Perjuangan RSCM-FKUI. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. hlm. 15-25.
Shulman ST, Phair JP, Sommers HM. 1994. Dasar Biologis & Klinis Penyakit Infeksi. Wahab AS, penerjemah. Ed ke-4. Yogyakarta: Gajah Mada University Pr. Terjemahan dari: The Biological & Clinical Basis of Infectious Diseases.
Singarimbun M. 1995. Metode dan poses penelitian. Di dalam: Singarimbun M, Effendi S, editor. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. hlm 3-15. Soeprapto. 1985. Administrasi Rumah Sakit. Surabaya: Brata Jaya.
Sri L. 2004. Diet penyakit kanker. Di dalam: Almatsier S, editor. Penuntun Diet. Ed Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm 201-204.
Stump SE. 1997. Nutrition and Diagnosis Related Care. Ed ke-4. Baltimore: Willliams & Wilkims.
Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. Bogor: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
70
Suhardjo, Hardinsyah, Riyadi H. 1988. Survei Konsumsi Pangan. Bogor: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Sulaiman A, Julitasari. 1995. Hepatitis A. Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia. Sulaiman A, Kandun IN, Sastrosoewignjo RI, Budihusodo U. 1995. Hepatitis B.
Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia.
Supariasa IPN, Bakri B, Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC. Sutardjo S. 2004. Pedoman menuju gizi seimbang. Di dalam: Almatsier S,
editor. Penuntun Diet. Ed Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm 12-26.
Tjiptoherijanto P. 1999. Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Indonesia. Studi Indonesia 9:1 [terhubung berkala]. http://psi.ut.ac.id/jsi/91prijono.htm [25 Feb 2005].
Tortora GJ, Anagnostakos NP. 1992. Principles of Anatomy and Physiology. Ed ke-6. New York: Harper & Row.
Uripi V. 1993. Pengelolaan makanan di rumah sakit [diktat]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Uripi V. 2001. Menu untuk Penderita Hepatitis dan Gangguan Saluran Pencernaan. Jakarta: Puspa Swara.
Williams SR. 1995. Basic Nutrition and Diet Therapy. Ed ke-10. St. Louise: Mosby.
Winarno FG. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Yuliati LN. 2001. Manajemen jasa makanan dan gizi [diktat]. Bogor: Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Yunahar, H. 2004. Diet penyakit hati. Di dalam: Almatsier S, editor. Penuntun Diet. Ed Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm 120-129.
72
Lampiran 1 Makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan pada makanan lunak
Golongan Bahan Makanan Makanan yang Boleh Diberikan Makanan yang Tidak Boleh Diberikan Sumber karbohidrat Beras ditim, dibubur; kentang
direbus atau dipuree; makaroni, mi, soun, misoa rebus; roti; tepung beras, maizena, hunkwee, havermout dibubur atau dibuat puding
Nasi goreng, beras ketan, bulgur, jagung, cantel, ubi, singkong, tales
Sumber protein hewani Daging sapi, kerbau, ikan, unggas direbus, dikukus, disemur, ditim, dipanggang; telur didadar, diceplok air, dicampur dalam makanan atau minuman; keju, yogurt, susu
Daging berlemak banyak; daging, ikan, telur digoreng; ikan banyak duri; bandeng, mujair, mas, selar, dan sebagainya
Sumber protein nabati Tahu, tempe, oncom, direbus, dikukus, dipanggang; kacang- kacangan: kacang hijau, kacang merah direbus dalam jumlah terbatas; sari kedelai
Dalam bentuk digoreng
Lemak Mentega, margarin, minyak goreng untuk menumis; santan encer
Untuk menggoreng, santan kental
Sayuran Sayuran yang tidak banyak serat dan dimasak: bayam, kangkung, kacang panjang, buncis muda, oyong muda dikupas, labu siam, labu kuning, labu air, tomat, terubuk, kembang kol dan ketimun yang dikupas dan dikeluarkan bijinya
Sayuran mentah; sayuran yang menimbulkan gas: kol, sawi, lobak; sayuran yang banyak serat: genjer, kapri, daun singkong, daun kelor, daun katuk, keluwih, melinjo, pare, nangka muda, krokot Buah-buahan Buah segar: pisang, pepaya, sari
sirsak, jeruk, mangga, sawo, dan alpukat; buah lain dimasak dengan menghilangkan kulit dan biji: nanas, jambu biji; buah dalam kaleng dan sari buah
Buah-buahan yang banyak mengandung serat dan/atau menimbulkan gas: nangka, durian, kedondong, nanas, dsb
Bumbu-bumbu Dalam jumlah terbatas: bumbu dapur, pala, kayu manis, asam, gula, garam
Cabe, merica, dan bumbu lainnya yang merangsang Minuman Teh encer, kopi encer, coklat,
susu, sirup
Minuman yang mengandung alkohol : bir, wiski; minuman yang mengandung gas: air soda, limun, coca cola,
orange crush, dan sebagainya Sumber: Bagian Gizi RSCM & Persagi (2002)
73
Lampiran 2 Makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan pada makanan saring
Golongan Bahan makanan Makanan yang Boleh Diberikan
Makanan yang Tidak Boleh Diberikan
Sumbet karbohidrat Beras dibubur saring atau dihaluskan; roti dipanggang; krakers, biskuit; tepung- tepungan: beras, maezena, sagu, hunkwe, havermout dibubur, dipuding, dsb; gula pasir, sirup
Beas ketan, bulgur, jagung, cantel, ubi, tales
Sumber protein hewani Daging giling saring atau dihaluskan; telur ayam direbus ½ masak, diceplok air atau dicampur dalam makanan atau minuman; susu
Daging berlemak; daging digoreng; daging diawet; dendeng, daging asap; ikan diawet; ikan banyak duri: bandeng, mujahir, mas, selar, dsb; telur digoreng Sumber protein nabati Tahu giling, kacang hijau
saring atau dihaluskan; sari dele
Sumber protein nabati lain
Lemak Mentega atau margarin dalam jumlah terbatas
Santan, minyak Sayuran Sayurannyang rendah serat
dan disaring atau dihaluskan, seperti bayam, wortel, labu kuning, labu siam
Sayuran mentah; sayuran yang menimbulkan gas: kol, sawi, lobak; sayuran yang banyak serat: genjer, kapri, daun singkong, nangka muda, keluwih, dsb Buah-buahan Buah-buahan yang tidak
banyak dserat disaring atau dihaluskan, seperti pepaya, jeruk, dsb
Buah-buahan yang banyak serat dan/atau menimbulkan gas: nangka, durian, kedondonh, nanas, dsb Bumbu-bumbu Bumbu yang tidak merangsang
dalam jumlah terbatas
Lombok, merica, dan bumbu merangsang yang lain
Minuman Teh encer, kopi encer, coklat dalam jumlah terbatas
Minuman yang mengandung alkohol: bir, wiski; minuman yang mengandung gas: air soda, minumjan botol ringan (coca cola, fanta, dsb) Sumber: Bagian Gizi RSCM & Persagi (2002)
74
Lampiran 3 Makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan pada diet rendah garam
Golongan Bahan Makanan Makanan yang Boleh Diberikan Makanan yang Tidak Boleh Diberikan
Sumber karbohidrat Beras, bulgur, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwee, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti: makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue kering, dan sebagainya
Roti, biskuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda
Sumber protein hewani Daging dan ikan maksimum 100 g sehari; telur maksimum 1 butir sehari; susu maksimum 200 g sehari
Otak, ginjal, lidah, sarden, keju; daging, ikan, dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti: daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang, dan sebagainya Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan dan
hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam
Keju kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan natrium Lemak Minyak, margarin tanpa garam,
mentega tanpa garam
Margarin dan mentega biasa Sayuran Semua sayuran segar; sayuran
yang diawet tanpa garam dapur, natrium benzoat, dan soda
Sayuran yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar, dan sebagainya Buah-buahan Semua buah-buahan segar;
buah-buahan yang diawet tanpa garam dapur, natrium benzoat dan soda.
Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium
Bumbu-bumbu Semua bumbu-bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium
Garam dapur, baking powder, soda kue, vetsin dan bumbu- bumbu yang mengandung garam dapur seperti: kecap, terasi, maggi, saus tomat, petis, tauco
Minuman Teh, kopi, minuman botol ringan
Coklat Sumber: Bagian Gizi RSCM & Persagi (2002)
76
Lampiran 5 Struktur organisasi Unit Produksi Makanan Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
Direktur Sarana & Prasarana
Manager III UPM
Manager II Manager II Oprasional Perencanaan & Administrasi Pengolahan & Penyaluran Makanan
Pelaksana V Pelaksana IV Pelaksana IV Pelaksana V Pelaksana V Pelaksana V Pelaksana V Pelaksana IV Pelaksana IV Pj Pj Pj Pj Pj Pj Pj Pj Pj Makanan Kepegawaian Sarana & Pengembangan Penyediaan Pengolahan Pengolahan Pengolahan Pengolahan Swadana Inventaris Alat Resep Makanan & Persiapan & Distribusi & Mutu Higiene & Makanan Sanitasi Pegawai Sumber: UPM Perjan RSCM (2004)
77
Lampiran 6 Menu kelas III masakan diet dan masakan saring Perjan RSCM Waktu Makan
Siklus
Menu Pagi Siang Sore
Hari ke-I
Bubur sumsum+saus gula merah (B, L, S) Telur rebus (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur havermout+saus santan (S)
Daging bumbu sate manis (B, L), Telur rebus (S)
Bihun goreng (B, L) Cah wortel (B, L) Pisang Ambon (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Ayam bumbu opor (B, L), Telur rebus (S)
Tempe tumis (B, L) Sayur bening bayam (B, L) Pepaya (B, L, S)
Hari ke-II
Roti+gula aren (B, L) Bubur sumsum+saus gula merah (S)
Telur rebus (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur havermout+saus santan (S)
Ikan panggang bumbu kuning (B, L), Telur rebus (S) Tahu bumbu tumis tanpa cabe (B, L)
Sayur asem (B, L) Jeruk (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Telur bumbu semur (B, L), Telur rebus (S)
Tempe bumbu tomat (B, L) Tumis kacang panjang+toge (B, L)
Pisang ambon (B, L, S) Hari
ke-III
Bubur ayam (B, L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Bawang goring, tongcay, daun seledri (B, L) Ayam bumbu semur (B, L), Telur rebus (S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur havermout+saus santan (S) Ayam laksa+kemangi (B, L), Telur rebus (S) Tempe bacem (B, L) Sup sayuran (B, L) Pepaya (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Ikan panggang bumbu kuning (B, L), Telur rebus (S) Tahu semur (B, L) Sayur lodeh (B, L) Jeruk (B, L, S) Hari ke-IV
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Telur dadar (B, L), Telur rebus (S)
Tumis kacang panjang (B, L)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur havermout+saus santan (S)
Daging empal basah (B, L), Telur rebus (S)
Tempe bacem (B, L) Tumis buncis (B, L) Pepaya (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Telur bumbu kuning (B, L), Telur rebus (S) Mie goreng (B, L) Bening bayam (B, L) Pisang ambon (B, L, S) Hari ke-V
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Daging bumbu semur ( B, L), Telur rebus (S) Cah wortel (B, L)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur havermout+saus santan (S)
Ayam bumbu sapit (B, L), Telur rebus (S)
Tahu bacem (B, L)
Tumis kacang panjang (B, L) Jeruk (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Daging bumbu malbi (B, L), Telur rebus (S) Mie goreng (B, L) Sup sayuran (B, L, S) Pisang ambon (B, L, S) Hari ke- XXXI
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Telur dadar (B, L), Telur rebus (S)
Tumis kacang panjang (B, L)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur havermout+saus santan (S)
Semur hati (B, L), Telur rebus (S)
Tumis tempe (B, L) Sayur kerry (B, L) Pepaya (B, L, S)
Nasi (B), Bubur nasi (L), Bubur sumsum+saus gula merah/Bubur
havermout+saus santan (S) Ayam waikiki (B, L), Telur rebus (S)
Bihun goreng (B, L) Gulai manis labu siam (B, L) Jeruk (B, L, S)
Sumber: UPM Perjan RSCM (2001) Keterangan : B = Diet Hati III Biasa L = Diet Hati III Lunak S = Diet Hati II Saring
78
Lampiran 7 Menu selingan kelas III masakan diet dan masakan saring Perjan RSCM
Waktu Makan Jenis
Masakan Siklus Menu Siang Malam
Hari ke-I Agar-agar srikaya bumbu spekuk
Cake tape Malkis Hari ke-II Bubur kacang hijau Puding sagu ambon Biskuit Hari ke-III Agar-agar coklat Lapis basah Roti bagelen Hari ke-IV Puding maizena Zantar isi buah Malkis Hari ke-V Bubur kacang hijau Balu zebra Roti bagelen Masakan
Saring
Hari ke-XXXI Agar-agar srikaya bumbu spekuk
Biskuat Creekers Hari ke-I Puding agar-agar bumbu
spekuk
Pisang raja - Hari ke-II Sus isi vla Pisang ambon - Hari ke-III Agar-agar buah Cake marmer - Hari ke-IV Puding maizena Jeruk - Hari ke-V Puding cocktail Pepaya - Masakan
Diet
Hari ke-XXXI Pepaya Puding cocktai -
Sumber: UPM Perjan RSCM (2001) Keterangan :
• Menu selingan masakan saring untuk Diet Hati II Saring
• Menu selingan masakan diet untuk Diet Hati III Lunak dan Diet Hati III Biasa
79
Lampiran 8 Standar makanan cair diet hati Perjan RSCM
Bahan Makanan Satuan DH I DH II DH III DH IV
Susu full cream gram - 80 40 150
Susu skim gram - - 80 150
Gula pasir gram 150 200 160 150
Maizena gram 20 20 20 20
Telur ayam butir - 1 1 -
Sirup gram 50 - - - Nilai Gizi Kalori Kkal 723 1296 1240 1910 Protein gram 1,83 30,3 48,4 94,2 Lemak gram 0,78 30,1 19,7 56,3 Karbohidrat gram 183 231,8 221,4 276
80
Lampiran 9 Data kebutuhan energi-protein contoh berdasarkan jenis kelamin
Kebutuhan
Energi Protein
Contoh
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1 2400 - 57.6 - 2 2300 - 74.3 - 3 2700 - 94.5 - 4 2300 - 54.0 - 5 2300 - 75.6 - 6 2700 - 98.6 - 7 2700 - 87.8 - 8 2900 - 97.2 - 9 - 1900 71.6 10 - 1800 71.6 11 - 2200 49.5 12 2400 - 81.0 - 13 2200 - 81.0 - 14 2700 - 87.8 - 15 2500 - 82.4 - 16 2800 - 93.2 - 17 2400 - 75.6 - 18 1900 - 75.6 - 19 2300 - 98.6 - 20 2300 - 52.2 - Rata-rata 2457 1900 81.5 72.0 Nilai maksimum 2900 2200 98.6 71.6 Nilai minimum 1900 1800 52.2 49.5 Standar deviasi 274 208 14.6 13.0
81
Lampiran 10 Data ketersediaan dan konsumsi energi-protein contoh dari diet hati
Ketersediaan Diet Hati Konsumsi Diet Hati Jenis Diet Hati
Energi Protein Energi Protein
Con- toh
Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3
1 DH II Saring DH II Saring DH II Saring 1863 1977 1768 59.2 57.5 57.2 1308 1308 1124 42.5 37.6 38.7
2 DH III Lunak DH III Lunak DH III Lunak 2004 1690 1749 75.0 58.2 61.0 701 405 449 33.7 18.4 15.8
3 DH III Biasa DH III Biasa DH III Biasa 2076 1973 1861 65.7 61.2 65.8 1590 1829 1846 48.0 55.5 64.1
4 DH II Saring DH II Saring DH II Saring 1970 1927 1999 54.4 52.8 53.7 1397 1363 1068 36.1 37.1 21.4
5 DH III Lunak DH III Lunak DH III Biasa 1839 1875 1894 62.4 67.4 63.4 1182 1421 914 26.5 54.2 24.4
6 DH II Saring DH III Lunak DH III Lunak 2018 1794 1760 62.3 60.4 51.4 648 997 1066 15.8 44.8 35.2
7 DH III Lunak DH III Lunak DH III Lunak 1780 1631 1752 59.5 64.5 69.8 1507 1631 1626 54.9 64.5 67.5
8 DH II Saring DH II Saring DH III Lunak 1875 1899 1771 52.6 52.4 61.4 1148 1285 1307 30.0 33.3 38.7
9 DH II Saring DH II Saring DH II Saring 1910 1790 1990 53.4 50.0 53.0 1097 1011 997 25.9 21.2 20.6
10 DH III Biasa DH III Biasa DH III Biasa 1926 1924 1838 73.0 74.3 62.9 1143 1210 1212 43.8 35.0 37.4
11 DH III Lunak DH III Lunak DH III Lunak 1679 1635 1935 57.7 60.2 76.3 1496 974 1042 55.4 40.8 42.5
12 DH II Saring DH II Saring DH II Saring 1946 1849 1975 57.1 57.8 53.9 1535 1540 1975 45.6 45.8 53.9
13 DH III Biasa DH III Biasa DH III Biasa 2023 1739 1693 63.8 65.5 57.1 1946 1323 1510 62.3 50.6 55.1
14 DH II Saring DH III Biasa DH III Lunak 1898 1734 1597 56.2 64.9 58.6 1298 1377 1037 40.8 43.7 37.1
15 DH II Saring DH II Saring DH III Lunak 1623 1341 1530 49.0 36.5 61.2 1451 759 1384 60.2 23.2 45.1
16 DH II Saring DHRG III Lunak DHRG III Lunak 2111 1649 1848 59.1 63.5 69.1 1547 915 706 47.1 31.9 14.6
17 DHRG III Lunak DHRG III Lunak DHRG III Lunak 1749 1696 1865 55.3 62.5 69.6 1421 1202 1098 49.6 52.5 57.2
18 DH III Lunak DH III Lunak DH III Lunak 1791 1610 1899 59.7 64.0 71.5 1607 1536 1899 57.7 63.1 71.5
19 DHRG III Biasa DHRG III Biasa DHRG III Biasa 2120 1905 1904 66.8 62.4 67.6 2120 1816 1904 66.8 61.3 67.6
20 DH III Lunak DH III Lunak DH III Lunak 1306 1779 1570 40.1 60.9 57.4 895 1410 1078 35.0 54.6 37.8
Rata-rata Diet Hati 1819 60.3 1293 43.2
Standar Deviasi Diet Hati 166 7.5 374 14.9
Rata-rata Diet Hati II Saring 1884 54.1 1299 35.3
Standar Deviasi Diet Hati II Saring 164 5.4 337 10.9
Rata-rata Diet Hati III Lunak 1733 62.2 1145 44.7
Standar Deviasi Diet Hati III Lunak 143 7.3 343 16.1
Rata-rata Diet Hati III Biasa 1901 65.3 1572 51.3
82
Lampiran 11 Data konsumsi energi-protein contoh dari makanan luar
Konsumsi Makanan Luar
Energi Protein Contoh Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 1 93 93 93 7.7 7.7 7.7 2 0 53 379 0.0 2.0 14.7 3 215 379 252 2.8 5.0 6.2 4 0 19 0 0.0 0.3 0.0 5 669 156 0 13.2 2.3 0.0 6 0 172 136 0.0 6.6 5.4 7 496 496 496 16.0 16.0 16.0 8 209 187 320 8.7 12.6 7.3 9 0 0 0 0.0 0.0 0.0 10 0 281 0 0.0 13.8 0.0 11 183 206 0 2.8 6.6 0.0 12 134 0 0 3.3 0.0 0.0 13 297 481 265 4.6 12.2 4.2 14 0 0 0 0.0 0.0 0.0 15 0 298 485 0.0 2.8 4.8 16 0 257 0 0.0 3.8 0.0 17 574 392 338 13.8 10.8 10.2 18 438 429 429 17.2 16.1 16.1 19 382 829 594 14.6 25.4 22.4 20 0 0 0 0.0 0.0 0.0 Rata-rata 203 6.1 Standar Deviasi 213 6.7
83
Lampiran 12 Data konsumsi energi-protein contoh dari cairan infus
Konsumsi Cairan Infus Jenis Cairan Infus
Energi Protein Contoh
Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3
1 NaCl 0.9% NaCl 0.9% NaCl 0.9% 0 0 0 0 0 0
2 - - - 0 0 0 0 0 0
3 NaCl 0.9% NaCl 0.9% - 0 0 0 0 0 0
4 NaCl 0.9% - NaCl 0.9% 0 0 0 0 0 0
5 - - - 0 0 0 0 0 0
6 NaCl 0.9% - Albumin 20% 0 0 0 0 0 20
7 NaCl 0.9%+Dextrose 5% NaCl 0.9%+Dextrose 5% NaCl 0.9%+Dextrose 5% 200 200 200 0 0 0
8 NaCl 0.9% NaCl 0.9%+Dextrose 5% Dextrose 5% 0 200 200 0 0 0
9 NaCl 0.9%+Triofusin 500 - NaCl 0.9% 250 0 0 0 0 0
10 Asering - - 0 0 0 0 0 0
11 - - - 0 0 0 0 0 0
12 - - - 0 0 0 0 0 0
13 - - - 0 0 0 0 0 0
14 - - - 0 0 0 0 0 0
15 Dextrose 5% Dextrose 5% Dextrose 5% 200 200 200 0 0 0
16 - Albumin 20%+NaCl 0.9% Albumin 20%+NaCl 0.9% 0 0 0 0 20 20
17 KAEN 3B KAEN 3B KAEN 3B 216 324 216 0 0 0
18 NaCl 0.9%+Dextrose 5% - NaCl 0.9% 400 0 0 0 0 0
19 - - - 0 0 0 0 0 0
20 NaCl 0.9%+Triofusin E 1000 KAEN 3B+Dextrose 5% KAEN 3B+Dextrose 5% 500 308 308 0 0 0
Rata-rata 69 1.0