• Tidak ada hasil yang ditemukan

Almatsier S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta(ID): Gramedia Pustaka Utama. Ambarita EM, Madanijah S, Nurdin NM. 2014. Hubungan Asupan Serat Makanan Dan Air Dengan Pola Defekasi Anak Sekolah Dasar Di Kota Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan. 9(1):7-14.

Anwar K et al. 2006. Faktor Resiko Kejadian Gizi Buruk Di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2(3). Ariningsih E. 2002. Perilaku Konsumsi Pangan Sumber Protein Hewani dan Nabati

Sebelum dan Pada Masa Krisis Ekonomi di Jawa. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Armstrong LE, Maresh CM, Castellani JW, Bergeron MF, Kenefick RW, LaGasse KE, Riebe D. 1994. Urinary indices of hydration status. Int. J. Sport Nutr. (4): 265-279.

ASEANFOODS Regional Centre and INFOODS Regional Database Centre. 2014. ASEAN food composition tables. Thailand (TH): Institute of Nutrition, Mahidol University.

Asian Food Information Centre. 2002. Fluid: the forgotten factor. Singapore (SG): Asian Food Information Centre.

Astawan M, Wresdiyati T. 2004. Diet Sehat dengan Makanan Berserat. Solo (ID): Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Aziz MFA dan Devi MN. 2012. Nutritional status and eating practices among children aged 4-6 years old in selected urban and rural kindergarten in Selangor, Malaysia. Asian J Clin Nutr. 4(4): 116-131.

Batmanghelidj F. 2007. Air untuk Menjaga Kesehatan dan Menyembuhkan Penyakit. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

Benton D, Burgess N. 2009. The effect of the consumption of water on the memory and attention of children. Appetite. 53: 143-146.

[BKKBN] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. 1998. Gerakan Keluarga Berencana Nasional. Jakarta (ID): Kantor Menteri Negara Kependudukan.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015.Garis Kemiskinan Menurut Provinsi, 2013-2015. Jawa Barat (ID): BPS.

Briawan D, Rachma P, Annisa K. 2011. Kebiasaan konsumsi minuman dan asupan cairan pada anak usia sekolah di perkotaan. Jurnal Gizi dan Pangan. 6(3): 186-191.

[Depkes] Departemen Kesehatan. 1996. Pedoman Praktis Pemantauan Gizi Orang Dewasa. Jakarta (ID): Depkes.

___________________________. 2007. Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta(ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

___________________________. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Devi N. 2012. Gizi Anak Sekolah. Jakarta (ID): Kompas Media Nusantara.

Drewnowski A, Rehm CD, Constant F. 2013. Water and beverages consumption among children age 4-13y in the United States: analyses of 2005-2010 NHANES data. Nutrition Journal. (12):85.

Fibrihirzani H. 2012. Hubungan antara karakteristik individu, orang tua, dan lingkungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN Beji 5 dan 7 Depok [skripsi]. Depok (ID): Universitas Indonesia.

Gale EA. 2002. The rise of childhood type 1 diabetes in the 20th century. Diabetes. 51(12): 3353-3361.

Grandjean AC, Grandjean NR. 2007. Dehydration and Cognitive Performance. JACN. 26(905): 549S-554S.

Hardinsyah, Briawan D. 1994. Penilaian dan Perencanaan Konsumsi Pangan. Bogor (ID): Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

_________, Soenaryo ES, Briawan D, Damayanthi E, Dwiriani CM, Effendi YH, Dewi M, Aries M. 2009. Kebiasaan Minum & Status Hidrasi pada Remaja dan Dewasa di Dua Wilayah Ekologi yang Berbeda. Bogor (ID): Perhimpunan Peminat Gizi & Pangan Indonesia (PERGIZI PANGAN INDONESIA), Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB.

Hellert W, Kerstino M dan Manz F. 2001. Fifteen Year Trends in Water Intake in Germany childeer and adolescents: Result of the DONALD study. Acta Ped. (90): 732-737.

Indriani W. 2016. Konsumsi pangan, aktivitas fisik, dan status gizi saat puasa dan tidak puasa siswa di SDN Cihideung Ilir 05 Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Kant AK, Graubard BI. 2010. Contributors of water intake in US children and adolescents: associations with dietary and meal characteristics-National Health and Nutrition Examination Survey 2005–2006. Am J Clin Nutr (92): 887-896.

[Kemenkes] Kementerian Kesehatan RI. 2014. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Jakarta (ID): Direktorat Bina Gizi, Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

__________________________________. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta (ID): Direktorat Bina Gizi, Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Kempton MJ, Ettinger U, Foster R, Williams SC, Calvert GA, Hampshire A, Zelaya FO, O’Gorman RL, McMorris T, Owen AM, Smith MS. 2011. Dehydration affects brain structure and function in healthy adolescents. Hum Brain Mapp (32): 71-79.

Kranz S, Brauchla M, Slavin JL, dan Miller KB. 2012. What do we know about dietary fiber intake in children and health? The effects of fiber intake on constipation, obesity, and diabetes in children. Advances in Nutrition. (3): 47-53.

Kustiyah L, Syarief H, Hardinsyah, Rimbawan, Suradijono SH. 2006. Pengaruh intervensi makanan kudapan terhadap peningkatan kadar glukosa darah dan daya ingat anak Sekolah Dasar. M Gizi dan Keluarga. 30(1): 42-57.

Lemeshow S, Hosmer DW, Klar J dan Lwanga SK. 1997. Besar sampel dalam penelitian kesehatan. Yogyakarta (ID): Gajahmada University Press. Linorita I. 2011. Analisis asupan air dan mutu gizi asupan pangan pada remaja di

Indonesia [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Lock K, Pomerleau J, Causer L, Altmann DR, Mckee M. 2005. The global burden of disease attribute to low consumption of fruit and vegetables: implications for the global strategy on diet. Bull World Organ. 83(2):100-8.

Mahan LK dan Esscot-Stump S. 2008. Food, Nutrition, & Diet Therapy 12th

Edition. USA (US): WB Saunders.

Manz F, A Wentz. 2005. Hydration status in the United States and Germany. Nutr Rev. (63): S55-S61.

Marliyati SA, Nugraha A, Anwar F. 2014. Asupan vitamin A, status vitamin A, dan status gizi anak sekolah dasar di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. J Gizi Pangan. 9(2): 109-116.

Mohammad A, Madanijah S. 2015. Konsumsi buah dan sayur anak usia sekolah dasar di Bogor. J Gizi Pangan. 10(1): 71-76.

Montenegro-Bethancourt G, Johner SA, dan Remer T. 2013. Contribution of fruit and vegetable intake to hydration status in schoolchildren. Am J Clin Nutr. 98: 1103-1112.

Muchtadi D. 2014. Pengantar Ilmu Gizi. Bandung (ID): Penerbit Alfabeta. Murray B. 2007. Hydration and physical performance. JACN. 25(5): 524S-548S. Nugraheni PC. 2015. Konsumsi pangan, status gizi, aktivitas fisik, status kesehatan,

dan status hidrasi mahasiswa TPB IPB angkatan 2014 [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Pramadhan Y. 2016. Analisi screen time, aktivitas fisik, asupan zat gizi dan hubungannya dengan status gizi dan tingkat kecukupan zat gizi pada siswa SD Gadog 03 Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Proboprastowo SM, Dwiriani CM. 2004. Angka kecukupan air dan elektrolit. Di dalam: Prosiding WNPG VIII : Ketahanan pangan dan gizi di eraotonomi daerah dan globalisasi. Jakarta (ID): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Rachma P. 2009. Kebiasaan minum, kebutuhan cairan, dan kecenderungan dehidrasi siswi sekolah dasar [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Rolfes SR, Pinna K, Whitney E. 2009. Understanding Normal And Clinical

Nutrition 8th Edition. USA (US): Wadsworth.

Roth RA. 2011. Nutrition & Diet Therapy 10th Edition. USA (US): Cengage Learning.

Santoso BI, Hardinsyah, Siregar P, Pardede S. 2011. Air Bagi Kesehatan. Jakarta (ID): Centra Communications.

_____________________________________. 2014. Pentingnya Hidrasi Bagi Anak Usia Sekolah dan Remaja. Jakarta (ID): Centra Communications. Strong WB, Malina RM, Bumke CJ, et al. 2005. Evidence based physical activity

for school-age youth. J Pediatr. 146:732-737.

Supariasa, Bakri B, Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta (ID): Buku Kedokteran EGC.

Verdu JM, Navarrete GR. 2009. Physiology of hydration and water nutrition. Spanyol (ES): Published in partnership with coca cola Espana.

Whitmire S. 2004. Water, Electrolit and Acid Base Balance. Di dalam Mahan K. dan Escott-Stump, editor. Nutrition, and Diet Therapy. USA. W.B Saunders.

[WHO/FAO/UNU]. 2001. Report of a Joint WHO/FAO Expert Consultation: Diet, Nutrition, and the Prevention of Chronic Disease Geneva. Geneva: WHO. [WHO] World Health Organization. 2007. Growth references 5-19

years. http://www.who.int/growthref/who2007_bmi_for_age/en/index.html

. [21 April 2016].

________________________________. 2010. Global Recommendations on Physical Activity for Health 5-17 Years Old. Geneva: WHO Press.

[WNPG] Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi IX (ID). 2012. Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2012 untuk orang Indonesia. Jakarta (ID): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Uji Spearman status hidrasi dengan air dari buah dan sayuran

Correlations

Kategori Hidrasi

Air dari buah dan sayur Spearman's rho Kategori Hidrasi Correlation Coefficient 1,000 -,158 Sig. (2-tailed) . ,144 N 87 87

Air dari buah dan sayur

Correlation Coefficient -,158 1,000

Sig. (2-tailed) ,144 .

N 87 87

Lampiran 2 Uji spearman status hidrasi dengan frekuensi buah per hari

Correlations Kategori Hidrasi Frekuensi Buah Perhari Spearman's rho Kategori Hidrasi Correlation Coefficient 1,000 -,030 Sig. (2-tailed) . ,786 N 87 87 Frekuensi Buah Perhari Correlation Coefficient -,030 1,000 Sig. (2-tailed) ,786 . N 87 87

Lampiran 3 Uji spearman status hidrasi dengan frekuensi sayur per hari

Correlations Kategori Hidrasi Frekuensi Sayur perhari Spearman's rho Kategori Hidrasi Correlation Coefficient 1,000 -,077 Sig. (2-tailed) . ,476 N 87 87 Frekuensi Sayur perhari Correlation Coefficient -,077 1,000 Sig. (2-tailed) ,476 . N 87 87

Lampiran 4 Uji spearman status hidrasi dengan tingkat kecukupan air Correlations Kategori Tingkat Kecukupan Air Spearman's rho Kategori Hidrasi Correlation Coefficient -,227 Sig. (2-tailed) ,034 N 87

Kategori Tingkat Kecukupan Air

Correlation Coefficient 1,000*

Sig. (2-tailed) .

N 87

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Lampiran 5 Uji spearman status hidrasi dengan kategori aktivitas fisik

Correlations Kategori Aktivitas Fisik Kategori Hidrasi Spearman's rho Kategori Aktivitas Fisik Correlation Coefficient 1,000 -,026 Sig. (2-tailed) . ,808 N 87 87 Kategori Hidrasi Correlation Coefficient -,026 1,000 Sig. (2-tailed) ,808 . N 87 87

Lampiran 6 Uji spearman tingkat kecukupan air dengan kategori aktivitas fisik

Correlations

Kategori Aktivitas Fisik

Spearman's rho

Kategori Tingkat Kecukupan Air

Correlation Coefficient -,373

Sig. (2-tailed) ,000

N 87

Kategori Aktivitas Fisik

Correlation Coefficient 1,000**

Sig. (2-tailed) .

N 87

Dokumen terkait