• Tidak ada hasil yang ditemukan

Albani F, Pikoli MR, Sugoro I. (2018). Jenis Pakan Mempengaruhi Produksi Biogas Dari Feses Gajah, Studi Kasus Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus Temminck, 1847) Di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(2) : 264-270.

Berliani K, Hartini KS, Andriani Y. 2019. Daily Activity of Elephant Allomothers (Elephas maximus sumatranus) in Tangkahan Conservation Response Unit (CRU) Area, Langkat, North Sumatera. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 305, No. 1, p. 012090). IOP Publishing.

Cahyana BT. 2013. Papan Partikel Dari Serbuk Kayu Dan Limbah Penyulingan Kulit Kayu Gemor (Alseodaphne spp.). Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 5(2) : 9-20.

Daud M, Yanto DHY, Massijaya MY, Besar, G. 2009. Pengaruh Rasio Perekat Urea Formaldehida (Uf) Dan Isosianat Terhadap Kadar Emisi Formaldehida Kayu Lapis Sengon (Paraserianthes Falcataria).

Departemen Kehutanan. 2009. Data Potensi Hutan Rakyat di Indonesia. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Departemen Kehutanan, Jakarta.

Dewi, MIT. 2016. Difusi inovasi pupuk organik kotoran gajah untuk pertanian.

Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta

Dewia GK, Widyorini R, Tejolaksonoc MN, Jati AS. 2015. Peningkatan Sifat Fisika dan Mekanika Papan Komposit Serat Kotoran Gajah dengan Penambahan Asam Sitrat. Prosiding. Prosiding Seminar Nasional XVIII MAPEKI. 4-5 November 2015. Bandung. Pp 83-88.

Dirhamsyah, M. 2008. Sifat Papan Semen Partikel Kayu Karet. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Farah N, Amna M, Naila Y, Ishtiaq R. 2014. Processing of elephant dung and its utilization as a raw material for making exotic paper. Research Journal of Chemical Sciences, 4(8) :94-103

Gelastra, R. 2003. Elephant Forest on Sale. WWF. Deutsehland

Iskandar MI, Supriadi A. 2011. Pengaruh besaran kempa terhadap sifat papan partikel serutan kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29(3) : 226-233.

Iswanto AH, Febrianto F, Hadi YS, Ruhendi S, Hermawan D, Hutan DH. 2012.

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dari Kulit Buah Jarak (Jatropha curcas) Diperkuat Partikel Kayu (Physical and Mechanical Properties of Particleboard Made from Jatropha (Jatropha curcas) Fruit HullsReinforced with Wood Particle). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 10 (2) :103-111.

29

Jati AS, Widyorini R, Prayitno TA. 2014. Materi Edukasi Pemanfaatan Limbah Papan Partikel Dari Serat Kotoran Gajah. Taman Safari Indonesia II.

Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

[JSA] Japanese Standards Association. 2003. Particleboards. Japanese Industrial Standar [JIS] A 5908-2003.Japanese Standards Association. Japan.

Karlinasari L, Iksan MF, Hermawan D, Maddu A, Firmanti A. 2011. Pengujian Non-Destruktif Kekuatan Lentur Papan Partikel Wol Semen Dari Beberapa Kayu cepat Tumbuh Menggunakan Metode Stress Wave Velocity. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis. 9(2).

Lestari M, Setyawati D, Nurhaida. 2018. Karakteristik Papan Partikel Dari Ampas Sagu dan Perekat Asam Sitrat Berdasarkan Kerapatan Papan. Jurnal Hutan Lestari, 6 (2) : 429-437

Lias H, Ksim J, Johari NAM, Liyana I, Mokhtar M. 2014. Influence or Board Density and particle sizes on the homogenous particleboard properties from kelempayan (Neolamarckia cadambai). International Journal of Latest Research in Science and Technology. 3(6) : 173-176.

Maloney TM. 1993. Modern Particle Board and Dry Process FiberBoard Manifacturing. Miller Freeman Inc. San Fransisco. USA.

Masunga GS, Andresen JE, Taylor SS, Dhillion. 2006. Elephant dung decomposition and coprophilous fungi in two habitats of semi-arid Botswana. Mycological Research 110(10) : 1214-1226.

Marpaung IR, Sucipto T, Hakim L. 2015. Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dari Serbuk Limbah Gergajian dengan Berbagai Kadar Perekat Isosianat. Peronema Forestry Science Journal, 4(1) : 1-9.

Muhdi, Risnasari I, Putri LAP. 2013. Studi Pembuatan Papan Partikel dari Limbah Pemanenan Kayu Akasia (Acacia Mangium L.). Bionatura, 15(1)

Nurhilal M. 2017. Karakteristik Papan Partikel Sekam Padi Variasi Campuran Dedak (Sekam Padi Giling) Dan Rasio Kompaksi. Proceeding Semnasvoktek, 2. pp192-199.

Nuryawan A. 2016. Teknologi papan Partikel dan Papan Serat. USU Press. Medan Nuryawan, A., Iwan, R., dan Pamona, S.N.(2009). Sifat Fisik dan Mekanik Papan Partikel dari Limbah Pemanenan Kayu. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan. 2(2);57-63

Oka GM. 2005. Analisis perekat terlabur pada pembuatan balok laminasi bambu petung. Smartek, 3(2).

Pratiwi VD, Kamal N, Juhanda S. 2019. Analisis Pengaruh Waktu Aktivasi dan Adsorpsi dalam Pemanfaatan Karbon Aktif dari Serutan Kayu menjadi

30

Adsorben Limbah Cair. Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan, 3(1).

Prasetyani SR dan Ruhendi S. 2009. Keteguhan Rekat Internal Papan Partikel Ampas Tebu Dengan Swa Adhesi dan Perekat Urea Formaldhehida.

Prosiding Simposium Nasional 1 Forum Teknologi Hasil Hutan (FTHH).

Bogor. 30-31 Oktober 2009 Hal 66-74.

Prayitno TA. 1996. Perekatan kayu. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada.

Yogyakarta.

Prayitno, TA., Ringgar, PP. 2011. Pengaruh Komposisi Bahan dan Waktu Kempa Terhadap Sifat Papan Partikel Serutan Bambu Petung Berlapis Muka Partikel Feses Sapi. UGM. Yogyakarta.

Purwanto D, Riset B, Banjabaru SI. 2016. Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dari Limbah Campuran Serutan Rotan dan Sebuk Kayu. Jurnal Riset Industri, 10(3), 125-133.

Salsabila A. 2018. Studi Perilaku Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) Untuk Mendukung Kegiatan Wisata Di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas. Skripsi. Universitas Lampung. Lampung

Sannigrahi AK. 2015. Beneficial utilization of elephant dung through vermicomposting. International Journal of Recent Scientific Research, 6(6) : 4814-4817

Santoso A dan Jasni. 2003. Daya Tahan Garis Rekat LRF Pada Kayu Lamina Manii Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering. J. Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 1(1).

Sari NH, Taufan A, Yudhyadi IGNK. 2011. Ketahanan Bending Komposit Hybrid Serat Batang Kelapa/Serat Gelas Dengan Matrik Urea Formaldehyde. Jurnal Energi Dan Manufaktur, 5(1) : 91-97

SNI 03-2105-2006. Papan Serat. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta

S. Ruhendi dan Erwinsyah P. 2011. Sifat Fisik dan Mekanis Papan Partikel dari Batang dan Cabang Kayu Jabon. Jurnal Ilmu Technologi Hasil Hutan 4 (1);

14-21. Dapartemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Stępień P, Świechowski K, Hnat M, Kugler S, Stegenta-Dąbrowska S, Koziel JA, Manczarski P, Białowiec A. 2019. Waste to Carbon: Biocoal from Elephant Dung as New Cooking Fuel. Energies, 12(22) : 4344.

Sudarsono S, Rusianto T, Suryadi Y. 2010. Pembuatan papan partikel berbahan baku sabut kelapa dengan bahan pengikat alami (lem kopal). Jurnal Teknologi, 3(1) :22-32.

Surdiding R dan Erwinsyah P. 2011. Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Dari Batang Dan Cabang Kayu Jabon. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan.

4(1) : 14-21.

31

Tifani E, Puluhulawa I. 2018. Sifat Fisik dan Mekanis Papan Partikel dari Kulit Pinang dan Serbuk Kayu Mahang. Prosiding. Seminar Nasional Industri dan Teknologi. Oktober 2018. Bengkalis. pp. 283-292

Widianto, Kurniatun, Didik, dan Mustofa. 2002. Bahan ajar Agroforestri 3. Fungsi dan Peranan Agroforestri. ICRAF. Bogor.

Widyorini R, Prayitno TA, Yudha AP, Setiawan BA, Wicaksono BH. 2012.

Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat dan Suhu Pengempaan terhadap Kualitas Papan Partikel Pelepah Nipah. Jurnal Ilmu Kehutanan, 6(1) : 61-70.

Widyorini R, Dewi GK, Nugroho WD, Prayitno TA, Jati AS, Tejolaksono MN.

2018. Properties of citric acid-bonded composite board from elephant dung fibers. Journal of the Korean Wood Science and Technology, 46(2) : 132-142.

Wulandari T, Asri A, Faryuni ID. 2020. Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Limbah Kulit Buah Kakao Berpenguat Batang Kayu Jabon. PRISMA FISIKA, 8 (1) : 33-39.

32

LAMPIRAN

Lampiran 1. Kebutuhan bahan baku pembuatan papan partikel Ukuran papan partikel : 20 cm x 20 cm x 1cm

Kerapatan target : 0,8 g/cm3

Perbandingan partikel : 90:10, 80:20, 70:30, 60:40 dan 50:50 Kotoran gajah : Serbuk gergajian

Kadar perekat Isosianat : 7 %

Kebutuhan bahan baku partikel untuk membuat papan :

20 cm x 20 cm x 1cm x 0,8 g/cm3 x 100/107 = 299,07 g, dengan asumsi kadar air bahan baku = 0%, Sehingga untuk memperoleh papan dengan kadar air bahan baku 8% : 299,07 + (299,7x8%) = 322,99 Total Serbuk kayu = 484,41 dengan 5

ulangan = 2.422,05 g

Kebutuhan perekat : a. Kadar perekat 7%

7/107 x 20 cm x 20 cm x1 cm x 0,8 g/cm3 = 20,93 g

Jika Solid content 98 % maka, 420,93 g x 100/98 = 21,357 g Jadi kebutuhan perekat isosianat untuk 25 papan adalah 553,925 g.

33

Lampiran 2. Dokumentasi pembuatan dan pengujian papan partikel

Kotoran gajah setelah penjemuran Pengovenan kotoran gajah

Pencucian kotoran gajah Kotoran gajah

Penyemprotan perekat pada bahan

Papan partikel yang dihasilkan Pencetakan papan partikel

Pengujian MOE dan MOR

Sampel 5x5 cm setelah direndam 24 jam

Pengujian IB Sample setelah diuji IB

Serbuk kayu

Pengempaan papan partikel

Dokumen terkait