Abdullah L. 2010 . Herbage production and quality of shrub Indigofera treated by different concentration of foliar fertilizer. J. Med. Pet. 33 : 169-175.
Alawiyah D, Hartono M. 2006. Pengaruh penambahan vitamin E dalam bahan pengencer sitrat kuning telur terhadap kualitas semen beku kambing Boer. J.
Indon. Trop. Anim. Agric. 31[1] : 8-14.
Amilah, Astuti Y. 2006. Pengaruh konsentrasi ekstrak taoge dan kacang hijau pada media vacin dan went (vw) terhadap pertumbuhan kecambah anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis L.) [terhubung berkala].
http://www.scribd.com/doc/25831070/PengaruhKonsentrasiEkstrakTaoge.
[05 juli 2012].
Arfiantini RI, Wresdiyati T, Retnani EF. 2006. Pengujian morfologi spermatozoa sapi Bali (Bos Sondaicus) menggunakan pewarnaan “Williams”. J. Indon.
Trop. Anim. Agric. 31[2] : 105-110.
Cameron AWN, Murphy PM, Oidham CM. 1988. Nutrition of rams and output of spermatozoa. Proc. Aust. Soc. Animal Prod. 17 : 162-165.
Dethan AA, Kustono, Hartadi H. 2010. Kualitas dan kuantitas sperma kambing Bligon jantan yang diberi pakan rumput gajah dengan suplementasi tepung darah. Buletin Peternakan. Vol. 34(3) : 145-153.
24
Duke JA. 1981. Handbook of Legums of World Economic Importance. New York and London (GB) : Plenum Press.
Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Bandung (ID). Alfabeta.
Garner DL, Hafez ESE. 1987. Spermatozoa and Seminal Plasma. In : Hafez ESE.
Reproduction in Farm Animals 5th Edition. Philadelphia (US) : Lea and Febiger. Pp 189-209.
Garner DL, Hafez ESE. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In : Hafez B, Hafez ESE. Reproduction in Farm Animals 7th Edition. Philadelphia (US) : Lea and Febiger. Pp 96-109.
Hassen A, Rethman NFG, Van Niekerk WA and Tjelele TJ. 2007. Influence of season/year and species on chemical composition and in vitro digestibility of five indigofera accession. J Animal Feed Science and Technology. 136 : 312-322.
Herdiawan I. 2004. Pengaruh laju penurunan suhu dan jenis pengencer terhadap kualitas semen beku domba Priangan. JITV. 9 (2) : 98-107.
Herdis, Toelihere MR, Supriatna I, Purwantara B, Adikara RTS. 2005.
Optimalisasi waktu ekuilibrasi dan metode pencairan kembali pada proses pembekuan semen domba Garut (Ovis aries). J. Prod. Ternak. 7 : 81-88.
Heryadi D, Anang A, Setiadi R, Ismeth, Budinuryanto DC, Hasan H, Elly Hadist AI, Pangesti D, Darusman U. 2002. Standarisasi mutu bibit domba garut.
Laporan Penelitian. Bandung (ID) : Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
Jones RC, Martin ICA. 1973. The effects of dilution, egg yolk and cooling to 5 oC on the ultrastructure of ram spermatozoa. J. Reprod Fertil 35 : 311-320.
Molova. 1983. Tris based diluent I. Improved protective effect on acrosomintegrity. In: Frozen Storage of Ram Semen Processing Freezing, Thawing, and fertility after Cervical Insemination. Salamon dan Maxwell (Ed). Australia (AU) : Departemen of Animal Science, University of Sidney, Australia. P. 216.
Mubarak AE. 2005. Nutritional composition and antinutritional factors of mung bean seed (Phaseolus aureus) as affected by some home traditional processes. J. Food Chem 89 : 489-495.
National Research Council (NRC). 2007. Nutrient Requirement of Goats.
National Academy Press. Washington DC (US).
Nuranti. 2005. Pengaruh Penambahan Heparin pada Level yang Berbeda terhadap Kualitas Semen Cair Kambing Boer Hasil Pemisahan Spermatozoa X dan Y. [Skripsi]. Makassar (ID) : Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Partodihardjo. 1980. Ilmu Reproduksi Hewan. Cetakan ketiga. Penerbit Mutiara Sumber Widya, Jakarta (ID). Pp. 499-556.
Prajoga SBK, Rahmat D, Damayanti T, Kuswaryan S. 2009. Pemanfaatan variasi sheep mitochondrial-DNA pada “Village Breeding Center-VBC” untuk pengembangan bibit domba priangan betina (maternal lineages) di pedesaan.
Laporan Penelitian Hibah Kompetensi Tahap II. Bandung (ID) : Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
Rahayu S, Wandito DS, Ifafah WW. 2010. Survei potensi limbah tauge di Kotamadya Bogor. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.
25 Rismayanti Y. 2010. Pengelolaan Ternak Domba. Bandung (ID) : Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat.
Rizal M, Toelihere MR, Yusuf TL, Purwantara B, Situmorang P. 2002. Kualitas semen beku domba garut dalam berbagai dosis gliserol. JITV. 7(3) : 194-199.
Rizal M. 2005. Fertilitas Spermatozoa Ejakulat dan Epididimis Domba Garut Hasil Kriopreservasi Menggunkan Modifikasi Pengencer Tris dengan Berbagai Krioprotektan dan Antioksidan. [Tesis]. Bogor (ID). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Salisbury GW, Vandemark NL. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Diterjemahkan Oleh Djanuar N. Yogyakarta (ID) : UGM Press.
Santoso S. 2009. Panduan Lengkap Menguasai Statistik dengan SPSS 17. Jakarta (ID) : Elex Media Computindo.
Situmorang P, Setioko AR, Sugiarti T, Triwulaningsih E, Kusumaningrum DA, Sianturi RG, Putu IG, Lubis A. 2002. Pengaruh penambahan kolesterol terhadap daya hidup spermatozoa sapi, itik dan entog. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor (ID). pp 236-239.
Söderquist L, Janson L, Håård M, Einarson S. 1996. Influence of season, age, breed and some other factors on the variation in sperm morphological abnormalities in Swedish dairy AI bulls. J. Anim Reprod Sci. 44(2) : 91-98.
Steinbach J, Foote RH. 1967. Osmotic pressure and pH effects on survival of frozen or liquid spermatozoa. Journal of Dairy Science. 50 : 205-213.
Subowo. 1995. Biologi Sel. Bandung (ID) : Angkasa.
Sudha S, Prashant D, Evans C, Girjesh G. 2006. Mechanism of action of l-arginin on the vitality of spermatozoa is primarily through increased biosynthesis of nitric oxide. J. Anim Feed Sci and Tech: 74 : 954-958.
Taylor CG, Bettger WJ, Bray TM. 1988. Effect of dietary zinc or copper eficiency on the primary free radical defense system in rats. J. Nutr. 118 : 613-621.
Therond P, Auger J, Legrand A, Jouannet P. 1996. Alpha-tocopherol in human spermatozoa and seminal plasma relationship with motility antioxidant enzymes and leukocyter. Mol. Hum. Reprod. 2 : 739-744.
Tjelele TJ. 2006. Dry Matter Production, Intake and Nutritive Value of Certain Indigofera Spesies [Tesis]. Pretoria M.Inst.Agrar. University of Pretoria (tZA).
Toelihere MR. 1981. Inseminasi Buatan pada Ternak. Bandung (ID) : Angkasa.
Toelihere MR. 1993. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Bandung (ID) : Angkasa.
Yildiz CA, Kaya M, Aksoy and Tekeli T. 2000. Influence of sugar supplementation of the extender on motility and acrosomal integrity of dog spermatozoa during freezing. Theriogenology. 54 : 579-585.
Yulnawati, Setiadi MA. 2005. Motilitas dan keutuhan Membran Plasma Spermatozoa Epididimis Kucing Selama Penyimpanan pada Suhu 4 oC.
Media Kedokteran Hewan. 21 (3) : 100-104.
26
Lampiran 1 Hasil Uji-T Konsentrasi Spermatozoa Domba Garut
Perlakuan N Nilai Tengah Std. Deviasi Rataan SE Data Limbah Tauge 4 5.062 3655.9028 1827.9514 Indigofera sp 4 4.956 1839.3132 919.6566
Lampiran 2 Hasil Uji-T Cytoplasmic Droplet Spermatozoa Domba Garut
Perlakuan N Nilai Tengah Std. Deviasi Rataan SE Data Limba Tauge 11 3.7273 5.29322 1.59597
Indigofera sp 7 3.0000 4.04145 1.52753
Lampiran 3 Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Pakan dan Lama Penyimpanan terhadap Motilitas Spermatozoa
Sumber
Keragaman DB JK KT F p
Model 9 11464.512a 1273.835 36.856 .000
Intersep 1 25668.613 25668.613 742.672 .000
Pakan 1 99.013 99.013 2.865 .121
Lama
Penyimpanan 4 11291.075 2822.769 81.671 .000*
Pakan * Lama
Penyimpanan 4 74.425 18.606 .538 .711
Galat 10 345.625 34.562
Total 20 37478.750
Keterangan : * = berbeda nyata ( P<0,05)
27 Lampiran 4 Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Pakan dan Lama
Penyimpanan terhadap Persentase Hidup Spermatozoa Sumber
Keragaman DB JK KT F p
Model 9 3787.762a 420.862 2.118 .129
Intersep 1 91327.613 91327.613 459.539 .000
Pakan 1 49.612 49.612 .250 .628
Lama
Penyimpanan 4 3620.575 905.144 4.554 .024*
Pakan * Lama
Penyimpanan 4 117.575 29.394 .148 .960
Galat 10 1987.375 198.738
Total 20 97102.750
Keterangan : * = berbeda nyata ( P<0,05)
Lampiran 5 Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Pakan dan Lama Penyimpanan terhadap Keutuhan Membran Plasma Spermatozoa
Sumber
Keragaman DB JK KT F p
Model 9 6037.700a 670.856 6.315 .004
Intersep 1 77004.050 77004.050 724.915 .000
Pakan 1 145.800 145.800 1.373 .269
Lama
Penyimpanan 4 5508.825 1377.206 12.965 .001*
Pakan * Lama
Penyimpanan 4 383.075 95.769 .902 .499
Galat 10 1062.250 106.225
Total 20 84104.000
Keterangan : * = berbeda nyata ( P<0,05)
28
Lampiran 6 Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Pakan dan Lama Penyimpanan terhadap Abnormalitas Sekunder Spermatozoa Sumber
Keragaman DB JK KT F P
Model 9 1046.250a 116.250 1.678 .216
Intersep 1 11520.000 11520.000 166.294 .000
Pakan 1 490.050 490.050 7.074 .024*
Lama
Penyimpanan 4 403.375 100.844 1.456 .286
Pakan * Lama
Penyimpanan 4 152.825 38.206 .552 .703
Galat 10 692.750 69.275
Total 20 13259.000
Keterangan : * = berbeda nyata ( P<0,05)
29