• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aini N. 2009. Lebih Jauh Tentang Sifat Fungsional Telur. Internet]. [diunduh 14 Maret 14]. Tersedia pada : http://kulinologi.biz/index.php.com.

Aitonam M, Almatsier S. 2006. Uji Coba Makanan Cair Rendah Kolesterol Pada Penyandang Stroke di RSCM Jakarta. Jakarta (ID): RSCM.

Aitonam M. 2010. Pengaruh Pemberian Makanan Cair yang Diperkaya dengan Tempe Terhadap Respon Glukosa Darah Penyandang Diabetes Melitus di RSCM Jakarta [tesis]. Bogor (ID): IPB

Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta [ID]: Gramedia. . 2006. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta [ID]: Gramedia. . 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta [ID]: Gramedia.

Astawan M. 2011. Lele bantu pertumbuhan janin. [Internet]. [diunduh 14 Maret 14]. Tersedia pada : http://multiply.com/journal/item/62/Lele bantu pertumbuhan janin.com.

Bagun R. 2008. Hubungan Kadar Albumin Serum dan Outcome Fungsional Penderita Stroke Iskemik Dengan dan Tanpa Diabetes [tesis]. Medan (ID): FK-USU.

Bektiwibowo S, Munasir Z, Nasar SS. 2005. Pemberian Nutrisi Enteral Kasus Bedah Anak: Pengaruh pada Status Nutrisi. J Sari Pediatri. (7):3.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2011. Pedoman Klaim Pangan dan Gizi. Jakarta (ID): BPOM RI.

Bredbenner CB, Beshgettor D, Moe G, Berning J. 2007. Wardlaw’s

Perspective in Nutrition. Editor; McGraw & Hill. New York (US): Ed (8)..

Buckle KA, Edwards RA, Fleet GH, Wootton M. 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah: H. Purnomo dan Adiono. Jakarta (ID): UI-Press.

19 Cinda S, Barco K, Dewitt MA, Maeda M. 2003. Relationship of nutritional status to leght of stay, hsopital costs and discharge status of patients hospitalized in the mediciane service. J Am Diet Assoc. (3):975-978.

Huda N, Kusharto CM, Aitonam M. 2014. Formulasi Makanan Cair Alternatif Berbasis Tepung Ikan Lele (Clarias gariepinus) Sebagai Sumber Protein. KPIG, Temu ilmiah Internasional, Pelatihan NCP dan Kongres Nasional PERSAGI [Internet]. [diunduh 16 Februari 15]. Tersedia pada: http://file.persagi.Nurul Huda//Formulasi Makanan Cair.

Darmoutomo E. 2001. Terapi Hipoalbuminemia. Jakarta (ID): Majalah Gizi Medik Indonesia.

[Depkes] Departemen Kesehatan RI.1996. Pedoman Praktis Pemantauan Gizi Orang Dewasa. Jakarta (ID): Depkes RI.

. 2005 Gizi dalam Angka. Jakarta (ID): Depkes RI.

. 2007. Skrining Malnutrisi Pada Anak yang di Rawat di Rumah Sakit. Jakarta (ID): Depkes RI.

Dhulked VK, Dhorigol MG, Mane R, Gogate V, Dhulkhed P. 2008. Basic Statistical Concepts for Sample Size Etimation. J of Anaesthesia. 52 (6): 788-793.

FAO/WHO/UNU. 1972. Food Composition Table for Use in East Asia. FAO/UNU and U.S.Departemen of Health, Education and Welfare.

Fardinarti ID. 2007. Pengambangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Bogor (ID): FEMA-IPB. Fennema OR, Karen M, Lund DB. 1996. Principle of Food Science. The AVI

Publishing, Connecticut.

Gibson RS. 2005. Principles of Nutritional Assesment Second Edition. New York (US): Oxford University Press.

Gum ET, Swanson RA, C Alano. 2004. Human Serum Albumin and its N-Terminal Tetrapeptide (DAHK) Block Oxidant-Induced Neuronal Death Stroke. 35:590-595.

Hamid S. 1999. Pemberian Ekstrak Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) untuk Meningkatkan Kadar Albumin Pasien Pasca Bedah di RSUP Dr.M. Djamil [tesis]. Padang (ID): AKZI Depkes Padang.

Hartono A. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta (ID): EGC. Ed-2 Hill. 2000. Buku Ajar Nutrisi Bedah. Jakarta (ID): FARMEDIA.

Huda N. 2014. Formulasi Makanan Cair Alternatif Berbasis Tepung Ikan Lele (Clarias gariepinus) sebagai Sumber Protein [skripsi]. Bogor (ID): FEMA-IPB.

Ija M. 2009. Pengaruh Status Gizi Pasien Bedah Mayor Pre Operasi Terhadap Penyembuhan Luka dan Lam Rawat Inap PASCA Operasi di RSUP DR. Sarjito Yogyakarta [tesis]. Yogyakarta (ID): Pascasarjana UGM.

Indriani Y, Khomsan A, Sukandar D, Riyadi H, Zuraida R. 2011. Peningkatan Status Besi dan Kebugaran Fisik Pekerja Wanita Usia Subur. J Gizi dan Pangan. 6:(3). 178-185.

Jamil M, Dawam, Supartuti. 2007. Pengaruh Pemberian Ekstrak Ikan Lele (Clarias gariepinus) Terhadap Peningkatan Kadar Serum Protein, Serum Albumin dan Status Gizi pada Anak Balita Kurang Gizi Di Kec.Gamping, Sleman Yogyakarta. J Nutrisia. (8):2.

20

Khomsan A, Anwar F, Sukandar D, Riyadi H, Mudjajanto ES. 2007. Studi Implementasi Program Gizi: Pemanfaatan, cakupan, keefektifan dan dampak terhadap status gizi. Bogor (ID): Departemen Gizi Masyarakat, FEMA-IPB.

Krause, Mahan K. 1998. Food Nutrition and Diet Theraphy. Canada (US): Ed-7.

Manasik A. 2011. Konsumsi Energi dan Zat Gizi Serta Status Gizi Pasien Lansia di Ruang Gayatri Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Bogor (ID): FEMA-IPB.

Mears E. 2002. Outcome of continuous process improvement of a nutritional care program incorporating TTR measurement. J Clin Chem Lab Med. 40: 9-1355.

Messori L, Krats F. 1994. Transferrin: from ion inorganic biochemistry to medicine. Italy (IT): University of Flourence, Departemnt of Chemistry. (1) Issue 2-3 161-167.

Moehyi S.1992. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jsa Bog. Jakarta (ID): Bhratara Niaga Media.

Moos T, Morgan EH. 2000. Transferrin and transferrin receptor function in brain barrier systems.Cellular and Molecular Neurobiology. Ed ke-20 (1): 77-95 Munajat. 2003. Konsumsi dan persepsi pasien rawat inap terhadap makanan serta

faktor-faktor yang mempengaruhi di RSUD Abdul Moelek Lampung [skripsi]. Bogor (ID): FEMA-IPB.

Nicholson JP, Wolmarns MR, Park GR. 2000. The role of albumin in critical illness. Br J Anaesth.85:599-610.

Iksanudin N. 2007. Hubungan antara Status Gizi berdasar Kadar Albumin Serum dengan Kejadian Infeksi Luka Operasi Pasca Apendiktomi pada Pasien Apendisitis Akut di RSUD Dr. Moewardi Surakarta [skripsi]. Surakarta (ID): UMS.

Nutritus F. 2007. Terapi Diet Pada Pasien Hipoalbuminemia. Semarang (ID): Pertemuan Ilmiah Nasional III, ASDI Semarang.

Parelta R, Rubery BA, Guzofski S. 2006. Hypoalbuminemia [Internet]. [diunduh 5 Mar 14]. Tersedia pada : http://www.emedicine.com.

Pasaribu TM, Lubis APP. 2009. Perbedaan Tingkat Pengetahuan Pasien Bedah Elektif Terhadap Anestesi Sebelum dan Sesudah Kunjungan Anestesi. J FK-USU.

Pattiiha A. 2011. Manfaat Ekstrak Ikan Gabus Terhadap Kadar Prealbumin, Albumin dan CD4 pada Penderita HIV/AIDS [tesis]. Makassar (ID): FK-UH.

Pujiwati. 2006. Efek Pemberian Nutrisi Parenteral Intradialisis Terhadap Perbaikan Status Nutrisi Pasien Hemodialisis Kronik [Tesis]. Jakarta (ID): FK-UI.

Prihandini L. 2014. Daya Terima, Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Status Gizi Pecandu Narkoba Di Rumah Singgah Peka dan Yakita Bogor [skripsi]. Bogor (ID): FEMA-IPB.

Raguso CA, Dupertuis YM, Pichard C. 2003. The role of visceral proteins in the nutritional assessment of intensive care unit patients. Curr Opin Clin Nutr Metab Care. 6: 6-211.

21 Rusli, et al. 2011. Terapi Albumin [diunduh 5 Mar 14]. Tersedia pada:

http://terapi_albumin_type.pdf.

Sarma HMB. 2003. Daya Terima Makanan Pasien Berdasarkan Kelas Perawatan di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center Jakarta [skripsi]. Jakarta (ID): FKM-UI.

Saryono, Prastowo A, Anggraeni MD. 2006. Perbedaan Kadar Albumin Plasma Pada Pasien Sebelum dan Setelah menjalani Rawat Inap Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokeerto. J Keperawatan Soedirman. 1: (1). 1-5. Shenkin A. 2006. Serum Prealbumin: Is it a Marker of Nutritional Status or of

Risk of Malnutrition. J Clin Chem. 52:(12). 2177-2179.

Sjamsuhidajat R dan Jong WD. 1997. Buku Ajar Bedah. Jakarta (ID): EGC. Ed- Revisi : 995-1093.

Smeltzer, Suzanne C. dan Bare, Brenda G. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.8:(1,2). Penerjemah: Waluyo A, et al. Jakarta (ID): EGC. Suhardjo, Kusharto CM. 2006. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta (ID):

Kanisius.

Sukmaniah S. 2009. Malnutrition Fact and the importance of Nutrition Screening and Assessent. Proceeding on Internatioanl Symposium on Nutrition and 6th Asia Pasific Clinical Nutritional Siciety Confrence. Makassar.

Supriyanta. 2012. Pengaruh Suplementasi Modisco Putih Telur Terhadap Perubahan Kadar Albumin Dalam Darah Pada Pasien Bedah dengan Hipoalbumin Di IRNA Bedah RSUP Dr. Kariadi Semarang. J Med Hosp. Vol: 1(2): 130-133.

Susetyowati. 2007. Penatalaksanaan Gizi Pada Pasien Bedah Figestif, ASDI Semarang: Pertemuan Ilmiah Nasional III.

Susetyowati, Ija M, Makhmudi A. 2010. Status Gizi Pasien Bedah Mayor Preoperasi berpengaruh terhadap Penyembuhan Luka dan Lama Rawat Inap Pascaoperasi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. J Gizi Klinik Indonesia. 7:(1).

Tanra AH 1998. Dasar-dasar nutrisi enteral dalam Kapita Selekta Nutrisi Klinik. Jakarta (ID): Perhimpunan Nutrisi Enteral dan Parenteral Indonesia (PERNEPARI).

Thomas DR. 2006. Prevention and Treatment of Pressure Ulcers. J Am Dir Assoc.

7:46-59.

Tranggono S, Haryadi, Suparmo, Murdiati A, Sudarmadji S, Rahayu K, Naruki S, Astuti M. 1991. Bahan Tambahan Makanan (Food Additive). Yogyakarta (ID): PAU Pangan dan Gizi UGM.

Taslim NA, Hadju V, Attamimi F, Tawali AB, Saifuddin S. 2005. Laporan Penelitian Ikan Gabus. Pusat Penelitian Pangan, Gizi dan Kesehatan. Makassar (ID): UNHAS.

Ward N. 2003. Nutrition Support to Patients undergoing gastrointestinal surgery. J Nut. 2:(3). [Internet]. [diunduh 1 Februari 15]. Tersedia pada :

http://www.nutrition.com/comten/2/1/18.com.

Wijaya H. 2009. Sensasi rasa. Majalah Food Review Indonesia. IV:10-13.

Winarno FG. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

22

23 Lampiran 1 Diagram alir proses pembuatan makanan cair

Rebus 30 gr tepung ikan lele dan 3 helai daun pandan dengan air matang 300 ml

Tambahkan air matang sampai 1000 ml, saring

Masukkan putih telur ke dalam rebusan tepung lele, aduk rata

Kocok lepas 2 butir putih telur, sisihkan

Rebus dengan suhu<800C selama 5 menit, tambahkan 1 gr vanili dan 1 gr garam

Blender bahan-bahan kering, 1 gr CMC dan rebusan tepung lele

24

Lampiran 2 Formulir uji daya terima makanan cair pasien pasca bedah

Tanggal :

Nama pasien :

Jenis kelamin : L / P

Jenis contoh : Makanan Cair

Instruksi : Nyatakan penilaian anda dan tuliskan angka 1,2 atau 3 pada

pernyataan yang sesuai dengan penilaian saudara Aspek yang dinilai Penilaian Warna Tekstur Rasa Aroma Komentar : ……… ……… ……… ……… Keterangan: 1 = Tidak suka 2 = Netral 3 = Suka *TERIMA KASIH*

25 Lampiran 3 Formulir data pasien pasca bedah

No. Identitas pasien pasca bedah

1. Nomor Rekam Medik 2 Nama

3. Umur

3. Jenis Kelamin

5. Lingkar Lengan Atas (LILA 6. Tinggi Lutut (TILUT) 7. Kasus Bedah

8. Jenis diet

9. Kadar prealbumin  Sebelum :

 Sesudah : 10. Kalori

26

Lampiran 4 Formulir Food Recall

Hari ke: Waktu makan Nama

Makanan

Bahan Makanan

Jenis URT Gram

Pagi

Siang

27 Lampiran 5 Informed Consent

Penjelasan mengenai penelitian tentang “Makanan Cair Alternatif Tinggi

Protein Berbasis Tepung Ikan Lele (Clarias gariepinus) dan Pengaruhnya Terhadap Kadar Prealbumin Pasien Pasca Bedah di RSUD Cibinong”

Saya Gunawan Wibisono Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Masyarakat S1 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia. Melakukan penelitian terdiri dari 2 tahap yaitu (1) Tahap daya terima pasien (pengujian organoleptik), (2) Intervensi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima makanan cair alternatif tinggi protein berbasis tepung ikan lele (Clarias gariepinus) dan pengaruhnya terhadap kadar prealbumin pasien pasca bedah di RSUD Cibinong. Salah satu tujuan khusus dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh makanan cair alternatif tinggi protein berbasis tepung lele (Clarias gariepinus) terhadap kadar prealbumin selama intervensi.

Jika anda pasien pasca bedah, kami memohon untuk ikut serta dalam penelitian ini. Bila bersedia ikut, maka dokter akan memeriksa anda lalu dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium oleh petugas yang sudah ditentukan dan dibantu oleh petugas gizi. Teknis pelaksanaan pengukuran respons perlakuan sebagai berikut:

 Pemberian makanan cair setiap hari selama 5 hari

 Makanan cair yang disajikan sebagai sampel segera diminum dalam jangka waktu paling lama 2 jam.

 Pengambilan darah

 Penelitian dilakukan di ruang rawat inap pasien bedah

Selama mengikuti penelitian ini anda diharapkan untuk mentaati ketentuan yang berlaku demi memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan untuk dipublikasikan bagi pasien pasca bedah. Bila anda memutuskan untuk ikut dalam penelitian ini anda akan mengikuti penatalaksanaan perlakuan. Anda diberi kesempatan untuk menanyakan semua hal yang belum jelas sehubungan dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Anda akan diberikan sebuah souvenir sebesar Rp.25.000 setelah selesai penelitian.

Demikian penjelasan ini kami buat untuk mendukung dalam pelaksanaan penelitian respons kadar prealbumin darah terhadap makanan cair yang diperkaya dengan tepung ikan lele dan bahan-bahan lainnya.

Dengan menandatangani formulir ini, saya setuju untuk ikut dalam penelitian ini :

Tanggal :

Tanda tangan responden : Tanda tangan saksi :

28

29 Lampiran 7 Rata-rata asupan dan tingkat kecukupan zat gizi kelompok

intervensi

Kelompok Intervensi (MSRS)

Pasien Hari 1 Hari 2 Rata-rata % TKG

Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) TKE TKP 1 1279 35.2 1797 51.9 1538 43.5 58.4 44 2 1676 50.7 1443 42 1560 46.3 66.6 66.1 3 1996 63.3 1954 55.9 1604 48.4 82.2 66.2 4 498 14.5 1424 34.9 961 24.7 46.2 31.6 5 1392 41.9 1814 54.9 1604 48.4 83.8 67.5 6 1749 48.7 1542 41.7 1646 45.2 73.9 54.1 7 2060 56 1685 57.1 1873 56.7 80 64.3 8 1919 55 1685 57.1 1802 56 82.3 68.2 9 1993 56 1774 57.6 1884 56.8 97.1 78.1 10 1680 51.8 1378 40.4 1529 46.1 77.7 62.5 11 2080 56.3 1752 57.2 1916 56.8 83.1 65.8 12 1698 51.3 1612 56.2 1655 53.8 84.7 73.4 13 1855 62.3 1782 54.9 1818 58.6 93 80 Total rata-rata 1683 49.4 1665 50.9 1645 49.3 77.6 63.2 Kelompok Intervensi (MSRS+MCTP)

Pasien Hari 1 Hari 2 Rata-rata % TKG

Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) TKE TKP 1 1925 59.2 2349 75.9 2138 67.6 81.2 68.4 2 2226 74.7 1993 66.0 2110 70.4 90.2 80.2 3 2546 87.3 2504 79.9 2526 83.6 129.4 114.3 4 636 20.5 1839 54.9 1238 37.7 59.5 48.3 5 1807 62.0 2364 78.9 2086 70.4 109.0 98.6 6 2301 72.7 2093 65.8 2198 69.2 98.6 82.8 7 2610 80.0 2236 81.1 2424 80.6 103.1 91.4 8 2470 79.0 2336 81.1 2404 80.1 109.8 97.6 9 2545 80.0 2326 81.7 2436 80.8 125.5 111.1 10 2231 71.9 1930 64.4 2081 68.1 105.5 92.4 11 2632 80.3 2303 81.3 2468 80.8 107.1 93.6 12 2250 75.4 2163 80.3 2207 77.8 113.0 106.0 13 2406 86.3 2334 78.9 2370 82.6 121.3 112.8 Total rata-rata 2199 71.5 2213 74.6 2206 73.1 104.1 92.1

30

Lampiran 8 Rata-rata asupan dan tingkat kecukupan gizi kelompok kontrol Kelompok Kontrol (MSRS)

Pasien Hari 1 Hari 2 Rata-rata % TKG

Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) TKE TKP 1 1527 48.1 1746 54.6 1657 51.3 65.2 53.8 2 2060 56.0 1685 57.1 1872 56.5 83.0 67.2 Total rata-rata 2557 52.0 1715 55.8 1764 53.9 74.1 60.5 Kelompok Kontrol (MSRS+PT)

Pasien Hari 1 Hari 2 Rata-rata % TKG

Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) Energi (Kkal) Protein (gr) TKE TKP 1 1552 53.5 1812 60 1682 56.7 66.2 59.5 2 2110 66.8 1735 67.9 1922 67.3 85.2 80.0 Total rata-rata 1831 60.1 1773 63.9 1802 62.0 75.7 69.7

Lampiran 9 Rata-rata asupan energi dan protein kelompok intervensi dan kelompok kontrol 0 500 1000 1500 2000 2500 MSRS MSRS+MCTP MSRS MSRS+PT

Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol

1645 2206 1764 1799 49,3 73,1 53,9 61,3 Energi (Kkal) Protein (gr)

31 Lampiran 10 Komposisi bahan makanan cair per 100 gr

No Komponen Tepung Ikan Lele Susu Fullcream Susu Skim Susu Soya Putih Telur 1 Energi (Kkal) 413 509 365 494 50 2 Protein (g) 56 24.6 35.6 15.6 10.8 3 Lemak (g) 9 30 1 23.4 - 5 Karbohidrat (g) 27 36.2 52 54.6 0.8

Lampiran 11 Komposisi bahan makanan cair per 1 Liter

Bahan gr Energi Protein

Tepung Ikan Lele 30 123.9 16.8

Tepung Susu Full Cream 30 152.7 7.38

Tepung Susu Skim 35 127 12.4

Tepung Susu Soya 10 5 1.56

Putih Telur 70 35 7.56

Lampiran 12 Komposisi asam amino ikan lele, daging sapi dan ayam 100 gr Bdd

Asam Amino Standar FAO %Protein (Ikan lele) %Protein (Daging Sapi) % Protein (Ayam) Arginin - 6.3 6.1 6.7 Histidin - 2.8 3.6 2.0 Isoleusin 4.0 4.3 5 4.1 Leusin 7.0 9.5 7.8 6.6 Lisin 5.5 10.5 8.7 7.5 Metionin 3.5 1.4 2.7 1.8 Fenilalanin 6 4.8 3.8 4.0 Treonin 4 4.8 4.5 4.0 Valin 5 4.7 5.2 6.7 Triptopan 1 0.8 1 0.8 Total esensial 49.9 48.4 44.2 Non esensial 50.1 51.6 55.8

32

34

Dokumen terkait