• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ariati MR, Kusdiana D, Dewi P. 2009. Kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan jarak pagar sebagai sumber energi alternatif BBN.

Prosiding Lokakarya Nasional V: Inovasi Teknologi dan Cluster Pioneer Menuju DME Berbasis Jarak Pagar. Malang, 4 November 2009. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, hlm 1-3.

Astuti Y. 2009. Budidaya dan manfaat jarak pagar. http://research.mercubuana. ac.id/proceeding/budidaya-dan-manfaat-jarak-pagar.pdf [14 September 2011].

Atmadja WR, Ma’Mun, Suriati S. 2009. Efektivitas minyak masoyi (Massoia aromatic) terhadap Helopeltis antonii Sign. pada jambu mete dan

Chrysocorisjavanus pada jarak pagar. Bul Littro 20(2): 141-147.

Aung KSD, Takagi M, Ueno T. 2010. Effect of female’s age on the progeny

production and sex ratio of Ooencyrtus nezarae, an egg parasitoid of the bean bug Riptortus clavatus. J Fac Agr Kyushu Univ 55(1): 83-85.

Berchmans HJ, Hirata S. 2007. Biodiesel production from crude Jatropha curcas

L. seed oil with a high content of free fatty acids. Biores Technol 99: 1716-1721.

Buchori D, Sahari B, Nurindah. 2008. Conservation of agroecosystem through utilization of parasitoid diversity: lesson for promoting sustainable agriculture and ecosystem health. Hayati 15(4): 165-172.

Chandra D. 2008. Inventarisasi hama dan penyakit pada pertanaman jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) di Lampung dan Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor. Departemen Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

[Deptan] Departemen Pertanian. 2011. Buku perlindungan perkebunan. www. ditjenbun.deptan.go.id. [25 Agustus 2011].

[Ditjenbun] Direktorat Jendral Perkebunan. 2009. Implementasi dan permasalahan dalam pengembangan jarak pagar sebagai sumber energi alternatif. Prosiding Lokakarya Nasional IV: Akselerasi Inovasi Teknologi Jarak Pagar Menuju Kemandirian Energi. Malang. Surya Pena Gemilang, hlm 27-35.

Gibson GAP. 1995. Parasitic wasp of the subfamily Eupelminae: classification and revision of world genera (Hymenoptera: Chalcidoidea: Eupelmidae).

Mem Entomol Int 5: 421.

Godfray HCJ. 1994. Parasitoids: Behavioral and Evolutionary Ecology. New Jersey: Princenton Univ Press.

Goulet H, Huber JT. 1993. Hymenoptera of the World: an Identification Guide to Families. Ottawa: Agriculture Canada Publication.

Irwanto. 2006. Pengembangan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai sumber bahan bakar alternatif. http://saveforest.webs.com/ jarak.pdf [22 September 2011].

Joyce AL, Millar JG, Paine TD, Hanks LM. 2002. The effect of host size on the sex ratio of Sungaster lepidus, a parasitoid of Eucalyptus longhorned borers (Phoracantha spp.). Biol Control 24: 207-213.

Kalshoven LGE. 1981. Pests of Crops in Indonesia. Van Der Laan PA, Rothschild GHL, penerjemah; Jakarta: PT Ichtiar Baru. Terjemahan dari

De Plagen van de Cultuurgewassen in Indonesië.

Kandpal JB, Madan M. 1995. Jatropha curcas: a renewable source of energy for meeting future energy need. Renew Energy 6(2): 159-160.

Karmawati E, Rumini W. 2009a. Dinamika populasi dan pengendalian hama utama jarak pagar. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 31(5): 12-14.

Karmawati R, Rumini W. 2009b. Hama serta musuh alami pada tanaman jarak pagar IP-1P, IP-2P, dan IP-3P di Kebun Induk Jarak Pagar (KIJP) Pakuwon. Prosiding Lokakarya Nasional V: Inovasi Teknologi dan Cluster Pioneer Menuju DME Berbasis Jarak Pagar. Malang, 4 November 2009. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, hlm 166-177.

Marchiori CH. 2003. Occurrence of the parasitoid Anastatus sp. in eggs of

Leptoglossus zonatus under the maize in Brazil. Ciencia Rural 33(4): 767-768.

Mariam S. 2006. Potensi pengembangan tanaman jarak pagar untuk sumber bahan baku biofuel. [Skripsi]. Bandung. Departemen Ilmu Tanah dan Manajemen Sumberdaya Lahan. Fakultas Pertanian. Universitas Padjajaran.

Marwoto. 2006. Status hama pengisap polong kedelai Riptortus linearis dan cara pengendaliannya. Bul Palawija No. 12: 69-74.

Montes LR, Azurdia C, Jongschaap REE, van Loo EN, Barillas E, Visser R, Mejia L. 2011. Global evaluation of genetic variability in Jatropha curcas.

http://www.pri.wur.nl /NR /rdonlyres /90AF26A1-47D5-4F2F-9E96- D413C2933685 /70112/PosterMontesHR.pdf [21 September 2011]. Narendran TC. 2009. A review of the species of Anastatus motschulsky

(Hymenoptera: Chalcidoidea: Eupelmidae) of the Indian subcontinent

J Threat Taxa 1(2): 72-96.

Openshaw K. 2000. A review of Jatropha curcas: an oil plant of unfulfilled promise. Biomass and Bioenergy 19(1): 1-15.

Pfannenstiel RS, Unruh TR, Brunner JF. 2009. Overwintering hosts for the exotic leafroller parasitoid, Colpoclypeus florus: implications for habitat manipulation to augment biological control of leafrollers in pome fruits.

Prayogo Y, Suharsono. 2005. Optimalisasi pengendalian hama pengisap polong kedelai (Riptortus linearis) dengan cendawan entomopatogen Verticillium lecanii. J Litbang Pert 24(2): 123-130.

Qodir HA. 2010. Pengamatan parasitoid telur pada Chrysocoris javanus Westw. (Hemiptera: Scutelleridae) di beberapa wilayah pertanaman jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) di Kabupaten Bogor. [Skripsi]. Bogor. Departemen Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Rumini W, Karmawati E. 2006. Hama pada tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L.). Prosiding Lokakarya II: Status Teknologi Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). Bogor, 29 November 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, hlm 300-303.

Shanker C, Dhyani SK. 2006. Insect pest of Jatropha curcas L. and the potential for their management. Curr Sci 91: 162-163.

Soetopo D, Wikardi EA. 1989. Preliminary study on the egg-parasitoid of pepper-bug (Dasynus pipperisChina). Industrial Crops Res J 3(1): 22-25. Sunarto DA, Nurindah, Sahid M. 2007. Kesesuaian telur Helicoverpa armigera,

Pectinophora gossypiella, dan Corcyra cephalonica sebagai inang parasitoid Trichogrammatoidea sp. Prosiding Lokakarya Nasional Kapas dan Rami. Surabaya, 15 Maret 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, hlm 104-109.

Tengkano W. 1985. Tingkat kerusakan ekonomi pengisap polong Riptortus linearis F. (Hemiptera: Alydidae) pada tanaman kedelai Orba. [Tesis]. Bogor. Fakultas Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Trisawa IM, Rauf A, Kartosuwondo U. 2007. Biologi parasitoid Anastatus dasyni Ferr. (Hymenoptera: Eupelmidae) pada telur Dasynus piperis

(Hemiptera: Coreidae). Hayati 14(3): 81-86.

Trisawa IM, Rauf A, Kartosuwondo U, Maryana N, Nurmansyah A. 2010. Kesesuaian telur kepik kedelai untuk pembiakan massal Anastatus dasyni

Ferr. (Hymenoptera: Eupelmidae), parasitoid telur kepik lada. J Littri

16(3): 119-125.

Van Driesche RG, Bellows JTS. 1996. Biological Control. New York. Chapman & Hall.

Vinson SB, Iwantsch GF. 1980. Host suitability for insect parasitoids. Annu Rev Entomol 25: 397-419.

Wahyono TE. 2003. Teknik perbanyakan Ooencytrus malayensis pada inang alternatif di laboratorium. Bul Tek Pert 8(1): 25-27.

Yulianti T, Hidayah N. 2009. Pola sebaran penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) pada tanaman jarak pagar. Prosiding Lokakarya Nasional V: Inovasi Teknologi dan Cluster Pioneer Menuju DME Berbasis Jarak Pagar. Malang, 4 November 2009. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, hlm 172-176.

Yulianti T, Hidayah N, Suhara C. 2007. Penyakit tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.). Prosiding Lokakarya II: Status Teknologi Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). Bogor, 29 November 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, hlm 91-96.

Lampiran 1 Kondisi pertanaman jarak pagar di Kebun Percobaan Leuwikopo milik IPB (a) dan Kebun Induk Jarak Pagar milik Balittri (b)

Lampiran 2 Perbedaan warna telur C. javanus yang terparasit (a) dan tidak terparasit (b)

a

b

a

b

OSMOND VITO ELIAZAR. Parasitoid Anastatus sp. (Hymenoptera: Eupelmidae) pada telur Riptortus linearis (Hemiptera: Alydidae), sebagai inang alternatif di laboratorium. Dibimbing oleh NINA MARYANA.

Parasitoid telur Anastatus sp. merupakan salah satu musuh alami yang memarasit telur Chrysocoris javanus pada pertanaman jarak pagar. Pemeliharaan parasitoid Anastatus sp. di laboratorium mengalami kendala yaitu sulit menyediakan telur inang asli sehingga perlu diupayakan pemeliharaan pada inang alternatif. Penelitian ini membahas mengenai kesesuaian telur Riptortus linearis

untuk digunakan sebagai inang alternatif dalam pemeliharaan parasitoid

Anastatus sp. di laboratorium. Parasitoid Anastatus sp. dipaparkan pada 10 butir telur R. linearis yang berumur 1, 2, dan 3 hari yang direkatkan pada kertas karton di dalam tabung. Pemaparan dilakukan setiap hari hingga imago parasitoid betina mati. Pengamatan dilakukan terhadap beberapa parameter biologi, antara lain: ukuran tubuh, stadia pradewasa, reproduksi, nisbah kelamin keturunan, serta lama hidup dari imago betina parasitoid. Ukuran tubuh imago parasitoid yang berasal dari telur R. linearis secara umum lebih kecil jika dibandingkan ukuran tubuh parasitoid yang berasal dari telur C. javanus dan masa pradewasa parasitoid

Anastatus sp. betina yang dipelihara pada telur R. linearis berumur 3 hari lebih singkat dibandingkan dengan masa pradewasa parasitoid pada telur berumur 1 dan 2 hari. Selain kedua hal tersebut tidak terdapat perbedaan nyata pada parameter lainnya yang diamati antara parasitoid yang berasal dari ketiga umur telur

R. linearis yang diujikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur R. linearis

berumur 1, 2, dan 3 hari memiliki kesesuaian untuk digunakan sebagai inang alternatif dalam pembiakkan massal parasitoid Anastatus sp. di laboratorium. Telur R. linearis yang berumur 3 hari cenderung lebih baik untuk digunakan sebagai inang alternatif.

Kata kunci: Parasitoid telur, inang alternatif, Anastatus sp., Riptortus linearis,

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman industri penghasil minyak yang dapat diolah menjadi biofuel dan etanol sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif pengganti minyak bumi. Kandpal dan Madan (1995) serta Astuti (2009) menyebutkan potensi produksi minyak jarak dari tanaman yang terpelihara dengan baik adalah sebesar 10-20 ton biji/hektar/tahun atau setara dengan 1600 kg minyak/hektar/tahun. Karena potensi dan kebutuhan yang tinggi akan produksi minyak jarak serta Instruksi Presiden no. 1 tahun 2006 mengenai penyediaan dan pemanfaatan sumber energi alternatif, maka penanaman jarak pagar dilakukan secara intensif di berbagai lahan perkebunan industri di Indonesia. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu hadirnya berbagai permasalahan organisme pengganggu tanaman (OPT) baru pada budidaya tanaman jarak pagar (Yulianti et al. 2007; Karmawati & Rumini 2009a).

Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam usaha budidaya pertanaman jarak pagar di antaranya belum tersedia cukup literatur dan penelitian mengenai

teknik budidaya yang baik, tidak terdapat varietas unggul yang memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan patogen, serta belum adanya

penanganan yang tepat terhadap serangan hama dan patogen (Ariati et al. 2009; Deptan 2011). Dari beberapa hama yang menyerang pertanaman jarak pagar, serangan Chrysocoris javanus (Hemiptera: Scutelleridae) dinilai paling merugikan karena menyerang tanaman saat memasuki fase produktif. C. javanus menyerang dengan cara mengisap biji buah jarak dan menyebabkan kerusakan

pada kapsul buah. Buah jarak yang terserang oleh hama C. javanus akan mengering dan kandungan minyak jarak di dalamnya akan berkurang

sehingga tidak dapat dipanen dan menurunkan produksi minyak jarak (Atmadja

et al. 2009).

Karmawati dan Rumini (2009b) serta Qodir (2010) menjelaskan bahwa terdapat beberapa musuh alami C. javanus pada perkebunan jarak pagar yang

berasal dari ordo Hymenoptera, antara lain parasitoid telur Anastatus sp. (Eupelmidae), parasitoid dari famili Pteromalidae, dan famili Scelionidae. Parasitoid dari genus Anastatus diketahui telah sering dimanfaatkan sebagai musuh alami untuk menekan populasi hama-hama tanaman pertanian di berbagai negara (Marchiori 2003; Trisawa et al. 2007; Narendran 2009). Pembiakan massal Anastatus sp. sebagai parasitoid C. javanus di laboratorium memiliki kendala karena sulit menyediakan inang asli, yaitu telur C. javanus sehingga perlu diupayakan inang alternatif agar pemeliharaan di laboratorium dapat mudah dilakukan.

Telur kepik kedelai Riptortus linearis (Hemiptera: Alydidae) telah diketahui dapat dimanfaatkan sebagai inang alternatif dalam pemeliharaan beberapa spesies parasitoid, khususnya parasitoid yang berasal dari famili Eupelmidae di laboratorium (Wahyono 2003; Karmawati & Rumini 2009a; Trisawa et al. 2010). Pemilihan telur R. linearis sebagai inang alternatif

disebabkan beberapa hal, antara lain mudah dipelihara di laboratorium, fase pradewasa yang tidak terlalu lama, serta memiliki tingkat reproduksi yang relatif tinggi. Hal tersebut sesuai dengan teknik pemilihan inang alternatif untuk pengendalian hayati yaitu kemudahan pembiakkan inang di laboratorium, biaya untuk pembiakan yang relatif murah, serta kesesuaian inang dengan parasitoid yang baik (van Driesche & Bellows 1996). Menurut Prayogo dan Sudarsono (2005) serta Marwoto (2006), seekor imago betina R. linearis dapat menghasilkan lebih dari 70 butir telur selama hidupnya.

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian serta pengaruh umur telur R. linearis dalam pemanfaatannya sebagai inang alternatif dalam pembiakkan massal parasitoid Anastatus sp. di laboratorium.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar untuk

mengembangkan teknik pembiakan massal parasitoid Anastatus sp. di laboratorium untuk kepentingan pengendalian hama terpadu tanaman jarak

Dokumen terkait