Anggorodi, R. 1994. Pencernaan Mikrobia Pada Ruminansia (terjemahan). Cetakan Pertama. Gadjah Mada University press. Yogyakarta.
———— , R., 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Arora, S .P . 1989 . Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia Srigondo, B (ed), Gajah Mada University Press .
Basya, S. 1981. Penggunaan dan Pemberian Urea sebagai Bahan Makanan Ternak. Lembaran LPP XI (2-4).
Bryant, M .P. 1970 . Microbiology of the Rumen In Sweeson, M .J. 1970 . Duke’s
physiology of the Domestic Animal, Cornell University Press, London .
Cahyono, B. 1998. Beternak Domba dan Kambing. Kanisius, Yogyakarta.
Champagne, E.T. 2004. Rice. Chemisty and Technology. 3rd Edition. American Association of Cereal Chemist, Inc. st.Paul, Minnesota, USA.
Compos Centre. 2009. Guidelines Training On Compost: A Takakura Method. Universitas North Sumatera, Medan.
Czerkawski, J.W. 1988 . An Introduction to Rumen Studies . 1 st . ed . Studies Pergamon Press . New York.
Deptan, Litbang Sulbar, 2013. Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pakan TernakKambing.Http://sulbar.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com contet&view=aricle&id=93:pemanfaatan-limbah-kulit-kakao-menjadi pakan-ternak kambing&catid=47:lptp-sulbar
Devendra, C. and C.C. Sevilla. 2002. Availability and use of feed resources in crop animalsystems in Asia. Agric. System 71: 59 – 73.
Devendra. C and R.A.Leng. 2011. Feed Resources For Animalsin Asia; issues,strategies for use,intensification and integrationfor Increased Productivity. Asian-Aust. J. Anim.Sci 24 (3):303-321.
Hadi. R.F. 2008. Pengaruh emberian suplementasi protein terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien pakan basal jerami kacang tanah. Skripsi Sarjana Peternakan. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo dan A. D. Tillman. 1997. Tabel Komposisi Pakan
Haryanto, B., M. Pelamonia, Kuswandi, dan M. Martawidjaja. 1992. Pengaruh suplementasi energi dan protein terhadap nilai kecernaan dan pemanfaatan pakan pada domba. I. Bahan kering, bahan organik, protein dan energi. Pros. Pengolahan dan Komunikasi Hasil-hasil Penelitian Ternak Ruminansia Kecil. Balai Penelitian Ternak. Bogor. p 44-48.
Juanda et al, 2011. Pengaruh Metode dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu MOL (Mikroorganisme Lokal). J. Floratek 6:140-143.
Juarini, E., I. Hasan, B. Prabowo, dan A. Thahar., 1995. Penggunaan konsentrat komersial dalam ransum domba di pedesaan dengan agroekosistem campuran di Jawa Barat. Pros. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Balai Penelitian Ternak. Bogor. p 182-187. Kamalidin, Ali Agus, dan I Gede Suparta Budisatria . 2012. Performa Domba
Yang diberi Complet Feed Kulit Buah Kakao Terfermentasi. Buletin Peternakan Vol. 36 (3): 162-16.
Kartadisastra, H. R., 1997. Penyediaan dan Pengolahan Pakan ternak
Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba dan Kambing). Kanisius. Yogyakarta.
Karto. A.A, 1995 . Penggunaan Kulit Pisang Sebagai Pakan Pada Sapi Peranakan Onggol. Balitnak Ciawi. Prosiding, SeminarNasional Sains clan Teknologi Peternakan. Hal : 126
Kearl, L. C. 1982. Nutrient Requirements of Ruminants in Developing Countries.international feedstuffs Institiute Utah Agricultural Experiment Station Utah State University, Logan Utah USA.
Kuswandi, H. Pulungan, dan B. Haryanto, 1992. Manfaat nutrisi rumput lapangan dengan tambahan konsentrat pada domba. Pros.Optimalisasi Sumberdaya dalam Pembangunan Peternakan Menuju Swasembada Protein Hewani. ISPI Cabang Bogor dan Balai Penelitian Ternak. Bogor. p. 12-15.
Laboratorium Nutrisi Pakan Ternak IPB Bogor (2000).
Martawidjaya, M. B. Setiadi dan S. S. Sitorus, 1999. Pengaruh Tingkat Protein Energi Ransum Terhadap Kinerja Produksi Kambing Kacang Muda. Balai Penelitian Ternak, Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner.
McDonald, P., R. Edwards and J. Greenhalgh. 1995. Animal Nutrition. 6th Edition.New York.
Nelson dan Suparjo. 2011. Penentuan Lama Fermentasi Kulit Buah Kakao dengan
Phanerochaete chrysosporaium: Evaluai Kualitas Nutrisi Secara Kimiawi.
Agrinak Vol I No. I.
Orskov, E. R., 1992. Protein Nutrition in Ruminants. Edisi ke-2. Harcount Brace Jovanovich, Publishers, London.
Parakkasi, A., 1995. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia, UI Press, Jakarta
Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat. 2010. Fermentasi Kulit Buah Kakao Untuk Pakan Ternak. Sumatera Barat.
Sarwono, B. 2005. Beternak Kambing Unggul. Cetakan ke – VIII. Penerbit PT Penebar Swadaya, Jakarta.
Setiadi, B., D. Priyanto dan M. Martawijaya. 1989. Kompratif morfologik Kambing. Laporan Hasil Penelitian APBN 1996/1997. Balai Penelitan Ternak Ciawi, Bogor.
Setiawan, T. Dan T. Arsa. 2005. Beternak Kambing Perah Peranakan Etawa. Penebar Swadaya. Jakarta.
Siregar, S. B. 2008. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta. Sudrajat, D. 2000. Pengaruh Suplementasi Se Organik dalam Ransum Terhadap
Kecernaan, Aktifitas Fermentasi dan Pertumbuhan Kambing Peranakan Etawah. Tesis, Program Pascasarjana Insitut Pertanian Bogor. Bogor Suharto dan Winantuningsih, 1993. Penggunaan Probiotik Starbio (Starter
Mikroba) Dalam Ransum Ayam Pedaging Terhadap Produktivitas,
Nilai Ekonomis(IOFC) dan Kadar Amonia Lingkungan Kandang. Balai
Penelitian Ternak, Ciawi. Bogor.
Suparjo, , K. G. Wiryawan, E. B. Laconi, & D. Mangunwidjaja. 2011. Performa Kambing yang Diberi Kulit Buah Kakao Terfermentasi. Media peternakan, Journal IPB. Bogor
Susanti, Lina. 2006. Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang Terhadap Kualitas Nata. Skripsi Sarjana Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Suwandi, 1997. Peranan Mikroba Rumen Pada Ternak Ruminansia. Balai Penelitian Ternak Ciawi,bogor
Tillman, A.D., Hartadi, H., Reksohadiprojo, S., Prawirokusumo, S., dan Lebdosoekojo, S..1983. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University press. Yogyakarta.
.1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University press. Yogyakarta.
Tillman, A. D., H. Hari , R. Soedomo, P. Soeharto, dan L. Soekanto, 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Fakultas Peternakan UGM-Press.
Tobing N.L. 2010.Pengaruh Formulasi Pakan Terhadap Kandungan Pakan Ternak Ruminansia. Publikasi Budidaya Ternak Ruminansia . Edisi I Tahun 2010. Yokoyama, M. T . and K. A Johnson. 1988 . Microbiology of The Rumen and
LAMPIRAN
Lampiran 1. Skema Pembuatan Mikroorganisme Lokal
Sumber : (Compos Centre, 2009).
Dimasukkan air bersih sebanyak 10 liter ke dalam galon air
Dimasukkan air gula sebanyak 1,5 liter
Dimasukkan ragi tempe sebanyak 60 gram
Dimasukkan yakult/susu basi sebanyak 15 ml
Dimasukkan ragi tape sebanyak 60 gram
Diaduk seluruh bahan sampai merata
Ditutup dengan plastik gula dan dibiarkan selama tiga (3) hari
Lampiran 2. Skema Pengolahan Kulit Pisang
(Compos Centre, 2009).
Pengambilan kulit pisang
Dipotong-potong kulit pisang berkisar 3-5 cm
Pencucian kulit pisang untuk mengurangi kotoran yang lengket
Dijemur dibawah sinar matahari ± 3 hari hingga kering
Penggilingan atau grinder
Tepung kulit pisang siap untuk di fermentasi
Lampiran 3. Skema Pengolahan Kulit Kakao
(Compos Centre, 2009).
Pengambilan kulit kakao
Pencucian kulit kakao untuk mengurangi kotoran yang lengket
Penjemuran kulit kakao dibawah sinar matahari selama ± 3 hari
Penggilingan atau grinder
Tepung kulit kakao siap untuk di fermentasi
Lampiran 4. Skema Fermentasi Tepung Kulit Pisang dengan Mikroorganisme Lokal
(Compos Centre, 2009).
Mikroorganisme Lokal (siap digunakan)
Dikukus tepung kulit pisang ± 15 menit kemudian didinginkan
Campurkan MOL 3 ml, dedak padi + air gula masing-masing 15 % dari
bahan
Diaduk merata campuran bahan
Dimasukkan kedalam plastik, diikat dan dibiarkan selama 5 hari
Tepung kulit pisang fermentasi diangin –anginkan sampai kering
Tepung kulit pisang Fermentasi siap digunakan
Lampiran 5. Skema Fermentasi Tepung Kulit Kakao dengan Mikroorganisme Lokal
(Compos Centre, 2009).
Mikroorganisme Lokal (siap digunakan)
Dikukus tepung kulit kakao ± 15 menit kemudian didinginkan
Campurkan MOL 3 ml, dedak padi + air gula masing-masing 15 % dari
bahan
Diaduk merata campuran bahan
Dimasukkan kedalam plastik dan diikat, dibiarkan selama 5 hari
Tepung kulit kakao fermentasi diangin –anginkan sampai kering
Tepung kulit kakao Fermentasi siap digunakan
Lampiran 6. Skema Fermentasi Tepung Kulit Pisang dengan Isolat Bakteri Rumen Kerbau
(Compos Centre, 2009).
Isolat Bakteri Rumen kerbau (siap digunakan)
Dikukus tepung kulit pisang ± 15 menit kemudian didinginkan
Campurkan isolate bakteri rumen kerbau 3 ml, dedak padi + air gula
masing-masing 15 % dari bahan
Diaduk merata campuran bahan
Dimasukkan kedalam plastik dan diikat, dibiarkan selama 5 hari
Tepung kulit pisang fermentasi diangin –anginkan sampai kering
Tepung kulit pisang Fermentasi siap digunakan
Lampiran 7. Skema Fermentasi Tepung Kulit Kakao dengan Isolat Bakteri Rumen Kerbau
(Compos Centre, 2009).
Isolat bakteri rumen (siap digunakan)
Isolat Bakteri Rumen kerbau (siap digunakan)
Dikukus tepung kulit kakao ± 15 menit kemudian didinginkan
Campurkan isolate bakteri rumen kerbau 3 ml, dedak padi + air gula
masing-masing 15 % dari bahan
Diaduk merata campuran bahan
Dimasukkan kedalam plastik, diikat dan dibiarkan selama 5 hari
Tepung kulit kakao fermentasi diangin –anginkan sampai kering
Tepung kulit kakao Fermentasi siap digunakan
Lampiran 8. Skema Fermentasi Kulit Pisang dengan Probiotik Starbio
(Compos Centre, 2009).
Starbio siap digunakan
Dikukus tepung kulit pisang ± 15 menit kemudian didinginkan
Campurkan dengan starbio 3 gr, dedak padi dan air gula
masing-masing 15 % dari bahan
Disimpan selama 5 hari Dimasukkan kedalam plastik, diikat
dan dibiarkan selama 5 hari
Tepung kulit pisang fermentasi diangin –anginkan sampai kering
Tepung kulit pisang Fermentasi siap digunakan
Lampiran 9. Skema Fermentasi Kulit Kakao dengan Probiotik Starbio
(Compos Centre, 2009).
Kulit buah kakao dicacah
Dikukus tepung kulit kakao ± 15 menit kemudian didinginkan
Campurkan dengan starbio 3 gr, dedak padi dan air gula
masing-masing 15 % dari bahan
Disimpan selama 5 hari Dimasukkan kedalam plastik, diikat
dan dibiarkan selama 5 hari
Tepung kulit kakao fermentasi diangin –anginkan sampai kering
Tepung kulit pisang Fermentasi siap digunakan
Lampiran 10. Kandungan nutrisi bahan pakan penyusun ransum Bahan Pakan PK LK SK P Ca TDN Bungkil Kedele Onggok Ampas Tahu Molases Garam Mineral Urea …….. 8.2 41.3 1.8 23.7 3.4 0 0 0 ……. 9.1 15 1.2 10.1 0.08 0 0 0 (%). 8.9 8.6 11 23.6 8.6 0.08 0 0 ……. 0.07 0.2 0.25 0.24 0.38 0 0 0 …… 1.61 0.6 0.14 0.53 1.5 0 0 0 …… 78.96 83.2 85 79 70.7 0.02 0 0
Lampiran 11. Analisis ragam konsumsi bahan kering pada kambing kacang jantan
SK dB JK KT F Hit F Tabel
0.05 0.01 Perlakuan 3 624740.19 208246.73 0.51tn 3.31 4.58 Galat 16 6528525.53 408032.85
Total 19 7153265.72
Tn= tidak berbeda nyata (P>0.05)
Lampiran 12. Analisis ragam pertambahan bobot badan kambing kacang jantan
SK dB JK KT F Hit F Tabel 0.05 0.01 Perlakuan 3 27571.25 9190.42 0.38tn 3.31 4.58 Galat 16 389885.56 24367.85 Total 19 2190116.81
Tn= tidak berbeda nyata (P>0.05)
Lampiran 13. Analisis ragam konversi pakan selama penelitian
SK dB JK KT F Hit F Tabel 0.05 0.01 Perlakuan 3 37.22 12.41 0.55tn 3.31 4.58 Galat 16 361.55 22.60 Total 19 1120.45