[BPS] Badan Pusat Statistik. 2005. Statistik Sumberdaya Laut dan Pesisir. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Hal 3-4
[BPS] Badan Pusat Statistik Adm. Kep. Seribu. 2008. Kepulauan Seribu Dalam Angka (2007). Jakarta: BPS Adm. Kep. Seribu. Badan Pusat Satistik. 170 hal.
. 2010. Kepulauan Seribu Dalam Angka (2009). Jakarta.: BPS Adm. Kep. Seribu. Badan Pusat Satistik. 190 hal.
Damardjati RS. 2006. Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Cetakan Ketujuh. Edisi Revisi. Jakarta: PT PradnyaParamita. Hal 159.
David FR. 2003. Strategic Management Concepts and Cases, 10th ed. New Jersey:
Pearson Education Inc. P: 150-151
Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. 2008. Buku Tahunan Statistik
Perikanan Tangkap DKI Jakarta. Jakarta: Dinas Kelautan dan Pertanian
Provinsi DKI Jakarta.170 hal.
Dinas Perikanan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. 2008. DKI Jakarta Tahun 1992-2007. DKI Jakarta: Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta.
Diniah. 2008. Pengenalan Perikanan Tangkap. Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 62 hal.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. 2008. Statistik Perikanan Tangkap
Indonesia, 2006. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
Departemen Kelautan dan Perikanan.
Direktorat Jenderal PHKA. 2009. Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Jakarta: Direktorat Jenderal PHKA Departemen Kehutanan. Diunduh Dari http://ditjenphka.go.id [19 September 2009].
Grigalunas TA, Robert JJ, James AO. 1998. Natural Resources Damage
Assesment Manual for Tropical Ecosystem. International Maritime
Organization.
Gujarati DN. 1997. Ekonometrika Dasar. Zain S. Penerjemah. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari Basics Econometrics. 1024 hal.
Kinnear TL dan Taylor. 1991. Marketing Research, An Applied Approach 4th ed. USA : McGraw Hill.
Juniarti R. 1995. Studi Tentang Uji Coba Bagan Apung dengan Bouke ami di Perairan Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. [Skripsi] (Tidak
Dipublikasikan). Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya
Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.120 hal.
88 Middleton VTC. 1994. Marketing In Travel and Tourism, 2nd ed. Oxford :
Butterworth-Heinemann Ltd. P: 36-37.
Monintja DR. 1989. Perikanan Tangkap di Indonesia. Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 47 hal.
Mukhtar. 2005. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan. Kendari: Fakultas Perikanan. Universitas Muhamadiyah Kendari. Diunduh dari http://mukhtar-api.blogspot.com [19 September 2009].
Nazir M. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. 74-75 hal.
Noor A. 2004. Solusi Alternatif Pembangunan yang Berkelanjutan di Kawasan Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. [Tesis] (tidak dipublikasikan). Bogor: Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. 210 Hal.
Nurita D. 2004. Analisis Permintaan Rekreasi dan Strategi Pengembangan Wisata Bahari “Pantai Kalianda Resort” Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. [Skripsi] (Tidak Dipublikasikan). Bogor: Program Studi Manajemen Bisnis & Ekonomi Perikanan dan Kelautan. Departemen Sosial Ekonomi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Hal 2.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 2006. Laporan Tahunan 2006 Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulaun Seribu. DKI Jakarta : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
. 2008. Laporan Tahunan 2008 Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulaun Seribu. DKI Jakarta : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pitcher TC dan C Hollingworth. 2002. Fishing for Fun : Where`s The Catch. Di dalam : Pitcher TC dan C Hollingworth, editor. Recreational Fisheries :
Ecological, Economic and Social Evaluation. Oxford : Blackwell Science
Ltd. P: 1.
Proyeksi Mercator Selat Sunda-Tanjung Priok. 1993. Atlas Indonesia. Jakarta: TNI Angkatan Laut. Dinas Hidro Oseanografi.
Puspita. 2008. Efisiensi Teknis Unit Penangkapan Muroami dan Kemungkinan Pengembangannya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. [Skripsi] (Tidak
Dipublikasikan). Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya
Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Hal 5-10.
Putra AG. 2009. Sinergitas Perikanan Tangkap Dengan Pariwisata Bahari di Pelabuhan Ratu, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. [Skripsi] (Tidak
Dipublikasikan). Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya
Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 113 hal.
Putri FW. 2008. Analisis Permintaan Rekreasi Pantai Parangtritis Sebelum dan Sesudah Gempa Bumi di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. [Skripsi] (Tidak Dipublikasikan). Bogor: Departemen
89 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 130 hal.
Ramli N. 2007. Pariwisata Berwawasan Lingkungan. Jakarta: Grafindo. Hal: 49-50.
Rangkuti F. 2001. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hal 18-35
Raspati RP. 2008. Pengkajian Hasil Tangkapan Muroami di Kepulauan Seribu. [Skripsi] (Tidak Dipublikasikan). Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Hal 7-10.
Santoso S. 2000. Buku latihan SPSS Versi 11.5 : Statistik Parametrik. Jakarta: Gramedia.
Saptaji T. 2005. Hasil Tangkapan Utama dan Sampingan Unit Penangkapan Payang di Palabuhanratu, Sukabumi. [Skripsi] (Tidak Dipublikasikan). Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.70 hal.
Sobari MP dan E Anggaraini. 2008. Teknik Penilaian Ekonomi Sumberdaya Kawasan dengan Pendekatan Travel Cost Method. Modul Pelatihan
Penilaian Sumberdaya Kawasan dan Lahan (13-22 Oktober 2008).
Bogor: Kerjasama antara Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Hal 3-15.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2005. Bentuk Baku Konstruksi Pukat Kantong Payang Berbadan Jaring Panjang. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 5 hal.
. 2006. Bentuk Baku Konstruksi Jaring Insang Dasar Monofilamen. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 5 hal.
. 2008. Istilah dan Definisi – Bagian 4 : Pancing. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 5 hal.
Subani W dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Jurnal Penelitian Perikanan Laut. Nomor 50 Tahun 1988/1989. Edisi Khusus. Jakarta: Balai Penelitian Perikanan Laut. Badan Penelitian Perikanan Laut, Departemen Pertanian. 248 hal.
Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu. 2010. Laporan Kunjungan Wisata Kepulauan Seribu Utara 2007-2009. Jakarta: Dinas Pariwisata DKI Jakarta. 3 hal.
Suku Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Administrasi Kepuluan Seribu. 2008. Laporan Tahunan. Jakarta: Suku Dinas Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta.
Sulistianto E. 2010. Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang Di Kawasan Perairan Kota Bontang. [Tesis] (Tidak Dipublikasikan). Bogor: Program Studi Ekonomi Sumberdaya Kelautan Tropika. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. 158 hal.
90 Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 tentang perubahan fungsi cagar alam laut Kepulauan Seribu menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.
Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185/Kpts-II/1997 tanggal 31 Maret 1997 tentang organisasi dan tata kerja Balai Taman Nasional dan unit Taman Nasional.
Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6310/Kpts-II/2002 tanggal 13 Juni 2002 tentang penetapan fungsi Taman Nasional Kepulauan Seribu.
[TFB] Tartar Fishing Brigade. 2008. Peta Kepulauan Seribu P1000. Jakarta: Tar-Tar Fishing Brigade. Diunduh Dari http://tartarfishing.blogspot.com [5 Agustus 2010].
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan.
von Brandt A. 2005. Fish Catching Methods of The World. London: Wiley-Blackwell. 523p.
Walpole RE. 1982. Pengantar Statistika Edisi Ke 3: Bambang S. Penerjemah. Jakarta: Gramedia. Terjemahan dari Introduction to Statistics 3rd edition.
516 hal.
Yoeti OA. 2006. Tours and Travel Marketing. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hal 107-118.
91
92
Lampiran 2 Rekapitulasi data responden di kawasan wisata Pulau Pramuka Bulan Oktober 2010
No Nama Umur (tahun) Jenis Kelamin Daerah Asal Tingkat Pendidikan Pendapatan (Rp) Lama Kunjungan (hari) Intensitas Kunjungan (kali/tahun) Biaya Perjalanan (Rp) Manfaat Wisata Nilai Keindahan Nilai Kenyamanan Nilai Waktu Kunjungan (Rp) Wisata Pengganti 1 Rosnidar 49 P Aceh S1 5000000 2 1 410000 Positif Indah Nyaman 333.333,33 Ada 2 Lukman 36 L Jakarta S1 3500000 2 1 401000 Positif Indah Nyaman 233.333,33 Tidak ada 3 Wati 45 P Ciamis S1 4000000 2 1 395000 Negatif Indah Nyaman 266.666,67 Ada 4 Arman 32 L Cilegon S1 3000000 2 1 583000 Negatif Indah Tidak nyaman 200.000 Ada 5 Ningrum 22 P Tangerang D3 1500000 2 2 480000 Positif Indah Tidak nyaman 100.000 Ada 6 Michelle 28 P Amerika S2 8000000 2 1 400000 Positif Indah Nyaman 533.333,33 Ada 7 Hafidi 50 L Ponorogo S1 6000000 2 1 405000 Netral Tidak indah Nyaman 400.000 Ada 8 Raditya 19 L Tangerang SMA 800000 2 2 350000 Positif Indah Tidak nyaman 533.333,33 Ada 9 Phillipe 29 L Berlin S2 20000000 3 3 13500000 Positif Indah Nyaman 2.000.000 Ada 10 Bonnie 26 P Berlin S2 18000000 3 1 86000000 Positif Indah Tidak nyaman 1.800.000 Ada 11 Pohan 58 L Tangerang S2 7000000 2 2 393000 Negatif Tidak indah Nyaman 466.666,67 Ada 12 Elviza 55 P Padang S1 8000000 2 2 495000 Negatif Tidak indah Tidak nyaman 533.333.33 Ada 13 Edi 29 L Purwodadi SMA 2500000 2 1 488000 Positif Indah Nyaman 166.666,67 Ada 14 Mila 20 P Bogor SMA 2000000 2 2 367000 Positif Indah Nyaman 133.333,33 Tidak ada 15 Siti 25 P Tangerang S1 3000000 2 2 360000 Netral Indah Nyaman 200.000 Ada 16 Arum 26 P Jakarta SMA 1500000 2 2 490000 Netral Indah Nyaman 100.000 Tidak ada 17 Dorthy 56 P Medan S1 7000000 2 1 497000 Netral Tidak indah Nyaman 466.666,67 Ada 18 Ninda 18 P Tangerang SMA 800000 2 2 372000 Netral Tidak indah Nyaman 53.333,33 Ada 19 Aldi 29 L Tasik SMA 1500000 2 1 550000 Positif Indah Nyaman 100.000 Ada 20 Deni 20 L Bekasi SMA 800000 2 2 350000 Positif Indah Nyaman 53.333,33 Tidak ada 21 Nunung 38 P Jakarta S1 4000000 2 1 426000 Netral Tidak indah Nyaman 266.666,67 Ada 22 Pepin 24 L Bavaria S1 10000000 3 1 6500000 Positif Indah Nyaman 1.000.000 Ada 23 Yogi 20 L Jakarta SMA 1000000 2 1 350000 Positif Tidak indah Nyaman 66.666.67 Ada 24 Zuliani 20 L Tangerang SMA 1000000 2 2 380000 Positif Indah Nyaman 66.666.67 Ada 25 Setiawan 25 L Tangerang S1 2500000 2 1 450000 Negatif Tidak indah Tidak nyaman 166.666,67 Ada 26 Salmul 26 P Bogor S1 2500000 2 1 350000 Positif Indah Nyaman 166.666,67 Ada 27 Wilis 24 P Bogor D3 2000000 2 1 300000 Positif Indah Nyaman 133.333,33 Tidak ada 28 Erick 28 L Manhattan S2 15000000 2 1 7800000 Positif Indah Nyaman 1.000.000 Ada 29 Ozzy 19 L Jakarta SMA 900000 2 2 430000 Positif Indah Nyaman 60.000 Ada 30 Baskoro 24 L Tangerang S1 1800000 3 2 535000 Positif Indah Nyaman 180.000 Ada
93
Lampiran 3 Penilaian bobot strategi internal dan eksternal oleh staf Suku Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu
Tabel Penilaian Bobot Strategi Internal
Faktor Penentu A B C D E F G H Total Bobot
A Keindahan dan Kenyamanan Obyek Wisata 0 2 2 2 2 3 3 3 17 0.1532
B Lokasi obyek wisata dan Pulau Pramuka berdekatan 2 0 2 2 2 3 3 2 16 0.1441 C Sumberdaya alam yang potensial untuk wisata bahari 2 2 0 2 2 3 2 2 15 0.1351 D Peningkatan jumlah nelayan dan armada penangkapan 2 2 2 0 2 2 2 2 14 0.1261
E Nilai Ekonomi wisata besar 2 2 2 2 0 2 3 2 15 0.1351
F Strategi promosi belum jelas dan belum berorientasi pasar 1 1 1 2 2 0 1 2 10 0.0901
G Fasilitas kurang lengkap 1 1 2 1 1 3 0 2 11 0.0991
H Rendahnya brand awareness 1 2 2 2 2 2 2 0 13 0.1171
Total 111 1
Tabel Penilaian Bobot Strategi Eksternal
Faktor Penentu A B C D E F G Total Bobot
A Peningkatan Jumlah Wisatawan 0 2 2 2 2 3 2 13 0.1548
B Tingkat Pendidikan Wisatawan Menengah Keatas 2 0 2 2 3 2 1 12 0.1429 C Tren wisata bahari yang meningkat baik secara global maupun nasional 2 2 0 2 2 3 2 13 0.1548 D Pesatnya perkembangan internet dan teknologi 2 2 2 0 3 3 2 14 0.1667
E Peningkatan persaingan antar pulau 2 1 2 1 0 1 3 10 0.1190
F Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia 1 2 1 1 3 0 1 9 0.1071 G Tidak ada hukum yang mengatur perizinan usaha wisata bahari milik
swasta di Pulau Pramuka 2 3 2 2 1 3 0 13 0.1548
94
Lampiran 4 Penilaian bobot strategi internal dan eksternal oleh Kepala Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu Tabel Penilaian Bobot Strategi Internal
Faktor Penentu A B C D E F G H Total Bobot
A Keindahan dan Kenyamanan Obyek Wisata 0 2 2 2 2 2 2 3 15 0.1351
B Lokasi obyek wisata dan Pulau Pramuka berdekatan 2 0 2 2 2 2 2 2 14 0.1261 C Sumberdaya alam yang potensial untuk wisata bahari 2 2 0 2 2 3 2 2 15 0.1351 D Produk bervariasi dengan kualitas yang cukup baik 2 2 2 0 2 3 2 2 15 0.1351
E Nilai Ekonomi wisata besar 2 2 2 2 0 1 1 2 12 0.1081
F Strategi promosi belum jelas dan belum berorientasi pasar 2 2 1 1 3 0 1 2 12 0.1081
G Fasilitas kurang lengkap 2 2 2 1 3 3 0 1 14 0.1261
H Rendahnya brand awareness 1 2 2 2 2 2 3 0 14 0.1261
Total 111 1
Tabel Penilaian Bobot Strategi Eksternal
Faktor Penentu A B C D E F G Total Bobot
A Peningkatan Jumlah Wisatawan 0 3 3 2 2 3 2 15 0.1786
B Tingkat Pendidikan Wisatawan Menengah Keatas 1 0 2 2 1 2 1 9 0.1071
C
Tren wisata bahari yang meningkat baik secara global
maupun nasional 1 2 0 2 1 3 2 11 0.1310
D Pesatnya perkembangan internet dan teknologi 2 2 2 0 2 3 2 13 0.1548
E Peningkatan persaingan antar pulau 2 3 3 2 0 2 3 15 0.1786
F Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia 1 2 1 1 2 0 2 9 0.1071
G
Tidak ada hukum yang mengatur perizinan usaha wisata
bahari milik swasta di Pulau Pramuka 2 3 2 2 1 2 0 12 0.1429
95
Lampiran 5 Hasil regresi SPSS for Windows 19.0.039 dengan menggunakan Pendekatan Individu Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Intensitas Kunjungan 1,4667 0,57135 30 Biaya Perjalanan 4160233,3333 15720514,16129 30 Lama Kunjungan 2,1333 0,34575 30 Pendapatan 4820000,0000 5060829,97146 30 Manfaat Wisata 2,4667 0,77608 30 Nilai Keindahan 1,7333 0,44978 30 Nilai Kenyamanan 1,8000 0,40684 30 Nilai Waktu Kunjungan 376666,6667 482028,75862 30
Correlations Intensitas Kunjungan Biaya Perjalanan Lama
Kunjungan Pendapatan Manfaat Wisata Nilai Keindahan Nilai Kenyamanan
Nilai Waktu Kunjungan Pearson Correlation Intensitas
Kunjungan 1,000 -0,101 0,198 0,019 0,036 0,098 -0,030 0,091 Biaya Perjalanan -0,101 1,000 0,570 0,621 0,168 0,146 -0,342 0,689 Lama Kunjungan 0,198 0,570 1,000 0,601 0,274 0,237 -0,049 0,719 Pendapatan 0,019 0,621 0,601 1,000 0,051 0,034 -0,082 0,977 Manfaat Wisata 0,036 0,168 0,274 0,051 1,000 0,566 0,306 0,117 Nilai Keindahan 0,098 0,146 0,237 0,034 0,566 1,000 0,075 0,094 Nilai Kenyamanan -0,030 -0,342 -0,049 -0,082 0,306 0,075 1,000 -0,104 Nilai Waktu Kunjungan 0,091 0,689 0,719 0,977 0,117 0,094 -0,104 1,000
Sig. (1-tailed) Intensitas Kunjungan 0,000 0,298 0,147 0,460 0,425 0,302 0,438 0,316 Biaya Perjalanan 0,298 0,000 0,001 0,000 0,188 0,221 0,032 0,000 Lama Kunjungan 0,147 0,001 0,000 0,000 0,071 0,104 0,398 0,000 Pendapatan 0,460 0,000 0,000 0,000 0,394 0,429 0,334 0,000 Manfaat Wisata 0,425 0,188 0,071 0,394 0,000 0,001 0,050 0,268 Nilai Keindahan 0,302 0,221 0,104 0,429 0,001 0,000 0,346 0,310 Nilai Kenyamanan 0,438 0,032 0,398 0,334 0,050 0,346 0,000 0,292 Nilai Waktu Kunjungan 0,316 0,000 0,000 0,000 0,268 0,310 0,292 0,000
96
Lampiran 5 (Lanjutan)
Variables Entered/Removedb
Model Variables Entered
Variables Removed Method 1 Nilai Waktu Kunjungan, Nilai Keindahan, Nilai Kenyamanan, Manfaat Wisata, Lama Kunjungan, Biaya Perjalanan, Pendapatan . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Intensitas Kunjungan
N Intensitas Kunjungan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Biaya Perjalanan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Lama Kunjungan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Pendapatan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Manfaat Wisata 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Nilai Keindahan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Nilai Kenyamanan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 Nilai Waktu Kunjungan 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000
97 Lampiran 5 (Lanjutan) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 0,510a 0,260 0,024 0,565 0,260 1,103 7,000 22,000 0,396 1,660
a. Predictors: (Constant), Nilai Waktu Kunjungan, Nilai Keindahan, Nilai Kenyamanan, Manfaat Wisata, Lama Kunjungan, Biaya Perjalanan, Pendapatan
b. Dependent Variable: Intensitas Kunjungan
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2,459 7,000 0,351 1,103 0,396a
Residual 7,007 22,000 0,319 Total 9,467 29,000
a. Predictors: (Constant), Nilai Waktu Kunjungan, Nilai Keindahan, Nilai Kenyamanan, Manfaat Wisata, Lama Kunjungan, Biaya Perjalanan, Pendapatan
98 Lampiran 5 (Lanjutan) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
Correlations Collinearity Statistics B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF 1 (Constant) 2,248 1,327 1,694 0,104
Biaya Perjalanan -2,149E-8 0,000 -0,591 -2,009 0,057 -0,101 -0,394 -0,369 0,389 2,574 Lama Kunjungan -0,202 0,597 -0,122 -0,338 0,739 0,198 -0,072 -0,062 0,258 3,881 Pendapatan -2,674E-7 0,000 -2,368 -1,917 0,068 0,019 -0,378 -0,352 0,022 45,346 Manfaat Wisata -0,032 0,182 -0,043 -0,175 0,863 0,036 -0,037 -0,032 0,549 1,822 Nilai Keindahan 0,071 0,287 0,056 0,247 0,807 0,098 0,053 0,045 0,659 1,518 Nilai Kenyamanan -0,170 0,308 -0,121 -0,552 0,586 -0,030 -0,117 -0,101 0,699 1,430 Nilai Waktu Kunjungan 3,421E-6 0,000 2,886 1,975 0,061 0,091 0,388 0,362 0,016 63,463
a. Dependent Variable: Intensitas Kunjungan
Collinearity Diagnosticsa
Model Dimension Eigenvalue Condition Index Variance Proportions (Constant) Biaya Perjalanan Lama
Kunjungan Pendapatan Manfaat Wisata Nilai Keindahan Nilai Kenyamanan Nilai Waktu Kunjungan 1 1 6,148 1,000 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2 1,381 2,110 0,00 0,12 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3 0,340 4,253 0,00 0,52 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 4 0,056 10,464 0,02 0,10 0,01 0,00 0,38 0,09 0,06 0,00 5 0,038 12,670 0,00 0,06 0,01 0,00 0,24 0,46 0,27 0,00 6 0,021 17,034 0,01 0,16 0,09 0,03 0,21 0,39 0,42 0,02 7 0,014 21,011 0,09 0,01 0,04 0,24 0,17 0,05 0,25 0,17 8 0,002 51,189 0,88 0,04 0,86 0,72 0,00 0,01 0,00 0,80 a. Dependent Variable: Intensitas Kunjungan
99
Lampiran 5 (Lanjutan)
Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value 0,794 2,554 1,467 0,291 30,000 Std. Predicted Value -2,310 3,734 0,000 1,000 30,000 Standard Error of Predicted
Value
0,147 0,563 0,267 0,118 30,000
Adjusted Predicted Value -0,629 5,548 1,463 0,967 30,000 Residual -0,957 0,740 0,000 0,492 30,000 Std. Residual -1,696 1,311 0,000 0,871 30,000 Stud. Residual -2,079 2,141 0,060 1,110 30,000 Deleted Residual -4,548 3,275 0,004 1,309 30,000 Stud. Deleted Residual -2,265 2,352 0,069 1,152 30,000 Mahal. Distance 1,002 27,927 6,767 7,196 30,000 Cook's Distance 0,004 8,088 0,501 1,618 30,000 Centered Leverage Value 0,035 0,963 0,233 0,248 30,000 a. Dependent Variable: Intensitas Kunjungan
100
Lampiran 6 Perhitungan surplus konsumen dengan menggunakan software MS Excel 2007 Regression Statistics Multiple R 0,509685763 R Square 0,259779577 Adjusted R Square 0,024254896 Standard Error 0,564374956 Observations 30 ANOVA df SS MS F Significance F Regression 7 2,45925 0,351321 1,102982 0,395559496 Residual 22 7,00742 0,318519 Total 29 9,46667 Coefficients Standard
Error t Stat P-value
Intercept 2,248212256 1,32747803 1,693597 0,104455
X Variable 1 -2,14871E-08 1,06951E-08 -2,00907 0,056957
X Variable 2 -0,201611981 0,597123228 -0,33764 0,738836
X Variable 3 -2,67354E-07 1,3945E-07 -1,9172 0,068289
X Variable 4 -0,031937761 0,182262506 -0,17523 0,862502
X Variable 5 0,070970551 0,287100297 0,247198 0,807047
X Variable 6 -0,170095138 0,308084527 -0,55211 0,586442
X Variable 7 3,42089E-06 1,73204E-06 1,975064 0,060941
Rata-rata Biaya Perjalanan (X1) = 4.106.233,33
Rata-rata Lama Kunjungan (X2) = 2,13
Rata-rata Pendapatan (X3) = 4.820.000
Rata-rata Manfaat Wisata (X4) = 2,47
Rata-rata Nilai Keindahan (X5) = 1,73
Rata-rata Nilai Kenyamanan (X6) = 1,8
101 Lampiran 6 (Lanjutan) Q = 2,248 – 0,0000000215 X1 – 0,20161 X2 – 0,000000267 X3 – 0,03194 X4 + 0,0709 X5– 0,17009 X6 + 0,00000342 X7 Q = 2,248 – 0,0000000215B – 0,20161(2,13) – 0,000000267(4820000) – 0,03194(2,47) + 0,0709(1,73) – 0,17009(1,8) + 0,00000342(376666,67) = 1,5561 0,0000000215 B = 0 Q = 1,5561 – 0,0000000215 (0) Q = 0 Q + 0,0000000215B = 1,5561 Q = 1,5561 0,0000000215B = 1,5561 B = 1,5561 / 0,0000000215 = 72.418.208,81 B = 4.106.233,33 Q = 1,5561 - 0,0000000215 (4.106.233,33) = 1,4667
102 Lampiran 6 (Lanjutan) CS = 1 2 (B - Bi) Qi = 1 2 (72.418.208,81 - 4.106.233,33) x 1,4667 = 50.055.848,68 NET = CS x PV = 50.055.848,68 x 26.880 = 1.345.481.190.178,93
103
Lampiran 7 Unit penangkapan bubu tambun
Kapal
Badan bubu tambun Blongsong bubu tambun
104
Lampiran 8 Unit penangkapan jaring ikan hias
Kapal Badan Jaring
105
Lampiran 9 Unit penangkapan pancing
Kapal
106
Lampiran 10 Obyek wisata Pulau Pramuka
Gerbang Pulau Pramuka
107
Lampiran 10 (Lanjutan)
Rumah Daur Ulang Taman Bacaan
Penginapan 1 Penginapan 2
108
Lampiran 10 (Lanjutan)
Floating Restaurant Kapal Transportasi Snorkling
Penangkaran Penyu Sisik Wadah Bayi Penyu Sisik
109
Lampiran 10 (Lanjutan)
Budidaya Mangroove
Penangkaran Cucut
110
Lampiran 10 (Lanjutan)
Pulau Air Pulau Semak Daun
Karang Keling Cetek Karang Keling Dalam