• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abbas-Zadeh, P., Saleh-Rastin, N., Asadi-Rahmani, H., Khavazi, K., Soltani, A., Shoary-Nejati, A.R., Miransari, M. 2010. Plant Growth-Promoting Activities of pseudomonas fluorescent, Isolated From The Iranian Soils.

Acta-Physiologie Plantarum, 32 (2), 281-288. DOI: 10.1007/s11738-009-0405-1.

Anwar, E. K. 2009. Efektivitas Cacing Tanah Pheretima Hupiens, Eudrellus Sp Dan Lumbricus Sp Dalam Proses Dekomposisi Bahan Organik. J. Tanah Trop. Vol. 14, No. 2: 149-158. Balai Penelitian Tanah, Puslitbang Tanah Dan Agroklimat.

Bhuvana, 2006. Studies on Frictional Behaviour of chitosan-Coated Fabries., Aux. Res. J., vol 6(4):123-130.

Budhiani, S. M. 2011. Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) pada Produksi Tanaman Tomat Ceri (Lycopersicum esculentum var.

Cerasiformae) di PT. Saung Mirwan, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian.

Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Fahrizal, M. 2019. Potensi Jamur Syncephalastrum Racemosum Dan Rhizopus Arrhizus Asal Isolat Batang Sawit Dalam Menghasilkan Kitosan. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Ginting, R.C., R. Saraswati dan E. Husen. 2012. Mikroorganisme Pelarut Fosfat.

Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Gusnawaty, H.S., M. Taufik, L. Triana Dan Asniah. 2014. Karakterisasi Morfologis Trichoderma Spp. Indegenus Sulawesi Tenggara. Universitas Halu Oleo. Kendari. J. Agroteknos. Vol. 4 No. 2. Hal 88-94.

Hanafiah, S. A., T. Sabrina Dan H. Guchi. 2009. Ekologi Dan Biologi Tanah.

USU Press, Medan.

Harahap, S. A. 2017. Efisiensi Pemupukan Fosfat Melalui Pemanfaatan Mikroba Pelarut Fosfat Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Pada Tanah Andisol. Terdampak Erupsi Gunung Sinabung. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Hastuti, R. D. 2007. Bakteri Penambat Nitrogen Hidup Bebas : Buku Metode Analisis Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, Bogor.

Hawab, H.M. 2005. Perlu Berhati-hati Mengkonsumsi Kitosan.

http://www.kompas.com (26 Februari 2018).

Hirano, S. 1987. Chitin and Chitosan. In Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry. Completely revised edition. Weinheim, New york.

Huerta, E., S. G. H. Ramirez, M. Patron, F. Izquierdo, And R. Gomez. 2007.

Effect Of Biofertilizer Bacteria (Azospirillum Brasiliensis, Azotobacter Chroccocum, Bacillus Megatarium) And Earthworms (Pontoscolex Corethrurus) On Zea Mays And Phaseolus Vulgaris Growth And Yield Production. International Journal of Biotechnology And Biochemistry.

Volume 3 Number 2-3 Pp. 151-160. Research India Publications.

Irianti, A. T. P. Dan A. A. Suyanto. 2016. Pemanfaatan Jamur Trichoderma Sp.

Dan Aspergilusnsp. Sebagai Dekomposer Pada Pengomposan Jerami Padi.

Universitas Panc. J. Agrosains. Vol. 13 No. 2.

Kizilkaya, r. 2009. Nitrogen fixation capacity of acotobacter spp. Strains isolated from soils in different ecosystems and relationship between them and the microbiological properties of soils. J environ biol 30 (1): 73-82.

Nuraini, R.I. 2017. Pengaruh Pemberian Vermikompos Dan Pupuk P Terhadap Ketersediaan Dan Serapan K Serta Hasil Kentang (Solanum Tuberosum L.) Di Tanah Andisol Tawangmangu. Jurusan/Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Miller. P:199-201. In: J S Siemonsma and K Piluek (Eds). Plant Resources of South-East Asia. Proses Foundation, Bogor.

Raharjo, B. 2004. Penapisan Rhizobakteri Tahan Tambaga (Cu) Dan Mampu Mensintesis IAA Dari Rhizosfer Kedelai (Glycine Max L). Tesis Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Rismana. 2006. Serat Kitosan Pengikat Lemak. http://www.kompas.com (26 Februari 2018)

Rubatzky, V. E and M. Yamaguchi. 1999. World Vegetables Principles, Production and Nutrition Values, 2nd ed. Aspen Publisher, Inc.

Gaithersburg, Marryland.

Sabra. A., P. Zeng. Lonsdorf And W. D. Deckwer. 2000. Zygomycetes In Human Disease. Baker Clin. Mikrobiol. American Society For Microbiology. Vol.

13. No. 2.

Sabrina, D.T., Hanafi, M.M, Nor Azwady, A.A dan Mahmud, T.M.M. 2011.

Evaluation of nutriens released from phosphorus-enriched empty oil palm fruit bunches as growing media using Setaria splendida. Compost Sci Util.

19(1):61-68

Sabrina, T., Poltak dan A. S. Hanafiah. 2017. 5 Jamur Asal Potongan Batang Sawit : Jenis dan Potensinya. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sebayang, N. U. W. 2019. Pemanfaatan Berbagai Jenis Mikroba Dan Cacing Tanah Serta Teknik Aplikasinya Terhadap Populasi Mikroba Dan Sifat Kimia Pupuk Hayati Bio-Vermi. Tesis. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sembiring, M., D. Elfiati, E. S. Sutarta dan T. Sabrina. 2015. Peningkatan Ketersediaan Fosfat dan Produksi Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L) dengan Menggunakan Talaromyces pinophilus Indigenous dan Pupuk Sp36 pada Andisol Terdampak Erupsi Gunung Sinabung. Jurnal Pertanian Tropik. Vol.2. No.3. (38) : 323- 329.

Suanda, I. W. 2016. Karakterisasi Morfologis Trichoderma Sp. Isolasi Jb Dan Daya Antagonisme Terhadap Patogen Penyebab Penyakit Rebah Kecambah (Sclerotium Rolsfii Sacc.) Pada Tanaman Tomat. Prosiding Seminar Nasional MIPA. Undiksha. Bali.

Suhardi dan Bustamam, M. 1979.Penelitian Pendahuluan Ras-Ras Fisiologi Fusarium oxysporum f.sp lycopersici Pada Tanaman Tomat Ceri. Kong.

Nas. V PFI, Malang, Jan. 1979, 5p.

Suparno, B. Prasetya, A. Talkah dan Soemarno. 2012. Aplikasi Vermikompos Pada Budidaya Organik Tanaman Ubijalar (Ipomoea batatas L.). Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri, Kediri.

Lampiran 1. Deskripsi Tanaman Tomat Cherry Hibrida Varietas Sweety

Asal : PT. Benihinti Suburintani, Indonesia

Silsilah : BTM-1311A (F) x BTM-1311B (F)

Golongan varietas : hibrida silang tunggal Umur mulai berbunga : 19 – 21 hari setelah tanam dengan altitude 900 – 1.200 m dpl

Pengusul : PT. Benihinti Suburintani Peneliti : Rudy Hermanto, Mijayanti, Pagrumatingsih, Heru Munawar, Nasib W.W.

Lampiran 2. Bagan Rancangan Penelitian

Lampiran 3. Jadwal Kegiatan Penelitian

Keterangan: X = Waktu pelaksanaan penelitian

No. Kegiatan Penelitian Minggu Ke-

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 Persiapan Lahan X

2 Persiapan Media Tanam X

3 Aplikasi Perlakuan X

4 Penanaman Tanaman X

5 Pemberian Ajir X

6 Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman Disesuaikan dengan keadaan cuaca dan media tanam

Penyiangan Disesuaikan dengan kondisi lingkungan

Pengendalian Hama dan Penyakit Disesuaikan dengan kondisi lingkungan

7 Pengamatan Parameter

Tinggi Tanaman (cm) X X X X X X X X

Jumlah Daun (helai) X X X X X X X X

Diameter Batang (mm) X X X X X X X X

Bobot Kering Tajuk (g) X

Bobot Kering Akar (g) X

Serapan N (mg) X

Populasi Mikroba X

Lampiran 4. Hasil Analisa Tinggi Tanaman (cm)

Lampiran 5. Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman (cm)

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 6. Hasil Analisa Jumlah Daun

Lampiran 7. Daftar Sidik Ragam Jumlah Daun

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 8. Hasil Analisa Diameter Batang

Lampiran 9. Daftar Sidik Ragam Diameter Batang

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 10. Hasil Analisa Bobot Kering Tajuk

Lampiran 11. Hasil Transformasi Bobot Kering Tajuk

Perlakuan Ulangan

Lampiran 12. Daftar Sidik Ragam Bobot Kering Tajuk

Lampiran 13. Daftar Sidik Ragam Transformasi Bobot Kering Tajuk

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 14. Hasil Analisa Bobot Kering Akar

Lampiran 15. Hasil Transformasi Bobot Kering Akar

Perlakuan Ulangan

Lampiran 16. Daftar Sidik Ragam Bobot Kering Akar

Lampiran 17. Daftar Transformasi Sidik Ragam Bobot Kering Akar

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 18. Hasil Analisa Serapan Hara N

Lampiran 19. Daftar Sidik Ragam Serapan Hara N

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 20. Hasil Analisa Populasi Mikroba Azotobacter sp.

Lampiran 21. Daftar Sidik Ragam Populasi Mikroba Azotobacter sp.

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 22. Hasil Analisa Populasi Mikroba Azospirillum sp.

Lampiran 23. Daftar Sidik Ragam Populasi Mikroba Azospirillum sp.

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 25. Hasil Analisa Populasi Mikroba Bacillus sp.

Lampiran 26. Daftar Sidik Ragam Populasi Mikroba Bacillus sp.

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 27. Hasil Analisa Populasi Mikroba Syncephalastrum racemosum.

Lampiran 28. Daftar Sidik Ragam Populasi Mikroba S. racemosum.

SK db JK KT F hit F,05 ket

Lampiran 29. Formula Media Spesifik Bakteri Azotobacter sp (Media Jensen’s)

Nama Bahan Jumlah

Sukrosa K2HPO4

MgSO4.7H2O NaCl FeSO4 CaCO3

Aquadest Agar*

20 g 1 g 0.5 g 0.5 g 0.1 g 2 g 1 L 15 g Keterangan : * Bahan untuk media padat

Lampiran 25. Formula Media Spesifik Bakteri Azospirillum sp (Media Okon) Keterangan : * Bahan untuk media padat

Sumber : Danapriatna dan Simarmata (2011) dalam Haq (2014).

Lampiran 26. Formula Media Spesifik Mikroba Pelarut Posfat (Media Pikovskaya)

Nama Bahan Jumlah

Glukosa

Ca3 (PO4)2/ AlPO4/ FePO4

MgSO4.2H2O (NH4)2SO4

FeSO4 MnSO4

Ekstrak Ragi Agar*

Distilled Water KCl

10 g 5 g 0.1 g 0.5 g 0.1 g 0.1 g 0.5 g 15 g

1 L 0.2 g Keterangan : * Bahan untuk media padat

Sumber : Subba Rao, 1981.

Lampiran 27. Foto Penelitian

K0B0U1 K0B1U1 K0B2U1 K0B3U1

KCB0U1 KCB1U1 KCB2U1 KCB3U1

KBU KB U KB U KB U

K0B0U2 K0B1U2 K0B2U2 K0B3U2

KCB0U2 KCB1U2 KCB2U2 KCB3U2

KJB0U2 KJB1U2 KJB2U2 KJB3U2

K0B0U3 K0B1U3 K0B2U3 K0B3U3

KCB0U3 KCB1U3 KCB2U3 KCB3U3

KJB0U3 KJB1U3 KJB2U3 KJB3U3

Gambar populasi mikroba.

Populasi Syncephalastrum pada media PDA.

Populasi Azospirillum sp. pada media Okon.

Populasi Bacillus. pada media Pykovskaya.

Populasi Azotobacter. pada media Jensen’s.

Dokumen terkait