Anonim. 2011. Otot lengan. [cited 2011 Februari 23]. Available from:
http://google.co.id/imglanding=otot lengan
Astrand, P.D.,Rodahl, K, 1986. Texbook of Work Physiological Basic of Exercise.
New York: Mc.Graw Hill Brooks Company.
Bob, D. 1995. Pysical Education and The Study of Sport. Second Edition, Bercelona, Spanyol: Mosby.
Bompa, T. O. 1999. Periodization: Theory and Methodology of Training, 4th Edition.
Kendall/Hunt: Publishing Company.
Bompa, T. O. 2000. Total Training For Young Champions. Campaign: Human Kinetics
Boosey, D. 1980. The Jump Conditioning and Technical Trainning. Beatrice Avenal:
Beatrice Publising Ltd.
BWF, World Ranking Top 100. 2011. Peringkat Atlet Indonesia per 10 Febuari 2011.(cited 2011 Februari 23). Available at: http//www. Bulutangkis.com/
indeks.
Cooper, K. 1980. The Aerobics Way. New York: Bantam Books, Inc.
Dahlan, S. M. 2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta Salemba Medika.
Damiri, A. 1994. Anatomi Manusia Bandung. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia.
Djide, T. 2004. Ulang Metode dan Strategi Pelatihan Bulutangkis dengan Pendekatan IPTEK untuk Bulutangkis Indonesia: FPOK.UPI.
Fox, E.L. 1983. Sport physiology. New York : C B S College Publishing.
Fox, E.L. 1984. Sport physiology. 2th Edition, Philadelphia: Saunders College Publishers.
Fox, E. L., Richard, B, W., dan Merie, L. F. 1993. The Physiological Basic of Physical Education and Athletics, 5th Edition. Dubuque: Wm. C. Brown Communication, Inc.
Giam,Teh. 1993. Ilmu Kedokteran Olahraga. Jakarta: Binapura Aksara.
Giriwijoyo, S., Muchtamaji, H. 2007. Ilmu Faal Olahraga; Fungsi Tubuh manusia pada olahraga, Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia.
Guyton, A.C., Hall, J.E. 1996. Fisiologi Kedokteran (terjemahan). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta:
Depdiknas Dikti LPTK.
Harsono. 1993. Prinsip-prinsip Pelatihan Fisik . Jakarta: KONI Pusat Hairy, J. 1989. Fisiologi Olahraga. Jakarta: Dirjendikti.
Harre, D. 1982. Principle of Sport Training. Berlin: Sportverlag.
Irianto, D. P. 2002. Dasar Kepelatihan. Yogyakarta: FIK UNY.
Irawan. A.2007. Metabolisme Energi Tubuh dan Olahraga. [cited 2011 Juni 21].
Vol.01.N0.07. Sports Science Brief. Available from.www.pssplab.com Juliantine, T., Yudiana, W., Subarjah, H .2007. Teori Latihan. Bandung. Fakultas
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. UPI.
Jensen, C. R., Fisher. 1983. Scientific Basis of Appied Kinesiology and Biomechanics. New York: Mc Graw Hill Book.
Kanca. 2006. Pencegahan Penyakit Degeneratif Usia Dini melalui pelatihan Olahraga: Suatu Kajian Fisiobologis. Makalah Orasi Pengenalan Guru Besar Tetap Dalam Bidang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Pada Fakultas Ilmu Keolahragaan Undiksha Singaraja. dan Rekreasi. Naskah lengkap Panel Diskusi Rencana Induk Gelora Jakarta:
21 September 1983
Nala, N. 1992. Kumpulan Tulisan Olahraga. Denpasar: Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Bali.
Nala, N. 1998. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Denpasar: UNUD Denpasar.
Nala, N. 2002. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Denpasar: Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Bali.
Nossek, J. 1982. General Teori Of Training, (Terjemahan M. Furqon H). Surakarta:
Sebelas Maret University Perss.
Nurhasan. 2000. Buku Materi Pokok Tes dan Pengukuran, Jakarta: Depdikbud Universitas Terbuka.
Nurhasan. 2008. Tes Kemampuan Komponen Fisik Dasar Cabang-Cabang Olahraga Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI .
O’Shea, J. P. 1976. Scietific Principles and method of Strength Fitness, 2th Edition London : Addison Wesley Publishing Company.
Pasurney, P. 2000. Mengapa Prestasi Olahraga Indonesia Terpuruk. [cited 2011 Maret. 20]. Available at: http//www.Koni.or.id/files/documnts/journal.
Pearce, E. C. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta. PT.Gramedia Pustaka Utama.
Pocock, S. J. 2008. Clinical Trial;A Practical Approach. New York: A Willey Medical Publication.
Powers, S. K., Howley, E. T. 2004. Exercise Pysiology, Theory and Application to fitness and Performance. 5th Edition. New York: Mc. Graw Hill Companies.Inc.
Poole, J. 2009. Belajar Bulutangkis. Bandung: Pionir Jaya.
Rogers, P. 2009. Basic Streght and Muscle Weigth Trainning Program. [cited: 2011 Juni 15]. Available from http://www..com. weigthtrainning.about.com
Rushall, B. S., an Frank S. P. 1992. Training for Sport and Fitness. Canberra: The Macmillan Company of Australia PTY LTD.
Sajoto. 1988. Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengadaan Buku pada Lembaga Pengembangan Tenaga Pendidikan. Jakarta.
Sajoto. 1995. Pengembangan dan Pembinaan Kekuatan kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta: Dahara Prize.
Sajoto. 2002. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan kondisi fisik. Semarang:
Effhar dan Dahara Prize.
Sarwoto, B. 1992. Materi Pokok Kinesiologi, Jakarta : Depdikbud.
Satriya., Sidik, S., Imanudin, I. 2007. Metodologi Kepelatihan Olahraga. Bandung:
Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI.
Setijono, H. 2001. Instruktur fitnes. ISBN: 979-678-890-9. Surabaya: Unesa University Press.
Sharkey, B. J. 2003. Kebugaran & Kesehatan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soekarman. 1986. Energi dan Sistem energi Predominan Pada Olahraga. Pusat Ilmu Olahraga: Jakarta. Koni Pusat.
Soetjiningsih,1995. Tumbuh kembang Anak Jakarta: Penerbit buku Kedokteran EGC.
Sports Fitnes Adviser, 2011. Energi Sytem in Sports and Exercise. [cited 2011 Juni 21]. Available from: http://www.sports-fitnes-adviser.com.
Subiyono, S. H. 2007. Tekhnik Renang Gaya Crawl. Jurnal IPTEK Olahraga.Vol.
9, No. 3. pp. 191-201. September 2007
Suharno, HP. 1993. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Bandung. PT. Karya Ilmu.
Sukadiyanto. 2005. Penghantar Teori dan Metodelogi Melatih Fisik. Yogyakarta:
PKO-FIK-UNY.
Syaifudin, 1996. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat Edisi II .Jakarta. EGC Kedokteran.
Tangkudung, J. 2006. Profil Tinggi Badan, Berat badan dan Indeks Masa Tubuh Atlet Piala Thomas dan Uber. Jurnal IPTEK Olahraga. Vol. 8, no 3.
Tohar. 1992. Olahraga Pilihan Bulutangkis. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Jakarta: Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Valeo, T. 2009. Weight Trainning. [cited 2011 Juni 21]. Available from:
http://www.brianmac.co.uk.
Widana, K. 1983. Physiology of Trainning Sprinting. Perth: Departement of Human Movement and Recreation Studies University of Westrn Australia Widiastuti, P, 2011. Apa Sih Nyeri Punggung itu. [cited 2011 Februari 23]. Available
at: wordpress.com/apa-sih-nyeri punggung itu.
Lampiran VII. Daftar Nama Subjek Penelitian.
Subjek
Pelatihan Menarik Katrol beban 5 kg, 12 repetisi, 3 set
Kelompok 1
Pelatihan Menarik Katrol beban 5 kg, 9 repetisi, 4 set
Kelompok 2
1 IWAN IMEA
2 IPAU NW
3 AYS PPJP
4 AAP MNI
5 IGAABP ISN
6 IKBP IKSR
7 IPBDD IMS
8 IKBS IMS
9 IKDW IKS
10 DS PMTJ
11 DAY MYSN
12 IGEPA IGSWD
13 IPED PW
14 IMEP SB
Lampiran VIII. Karakteristik umur (th), Berat badan (kg), Tinggi badan (cm) Subjek Penelitian
Subjek Pelatihan menarik katrol beban 5 kg, 12 repetisi, 3 set
TB : Tinggi badan dalam satuan centimeter Kg : Kilogram
BB : Berat badan dalam satuan kilogram Cm : Centimeter
Lampiran IX. Karakteristik IMT (kg/m), dan Kebugaran Fisik (menit) Subjek
IMT : Indeks Masa Tubuh (satuan meter KF : Kondisi Fisik (satuan menit)
Lampiran X. Keadaan Lingkungan Selama Pelatihan
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
NO TANGGAL SUHU (C) KELEMBABAN (%)
1. 18-4-2011 25,0 79
2. 20-4-2011 24,9 67
3. 22-4-2011 25,5 66
4. 25-4-2011 26,9 67
5. 27-4-2011 26,5 65
6. 29-4-2011 24,7 68
7. 02-5-2011 26,3 70
8. 04-5-2011 24.3 67
9 06-5-2011 27,4 68
10. 09-5-2011 24,8 73
11. 11-5-2011 26.6 79
12. 13-5-2011 25,5 65
13. 16-5-2011 26,3 70
14. 18-5-2011 28,4 67
15. 20-5-2011 27,6 73
16. 23-5-2011 25,7 67
17. 25-5-2011 24,8 66
18. 27-5-2011 24,8 79
Keterangan C : Celcius
Lampiran XII. Data Tes
Data tes awal dan Tes akhir (meter) Daya ledak Subjek penelitian
Subjek
Tes awal : melakukan pengukuran sebelum pelatihan Tes akhir : melakukan pengukuran setelah pelatihan
Lampiran XIII
Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas Daya Ledak Otot Lengan Sebelum dan Sesudah Pelatihan siswa SMK-1 Denpasar
Daya ledak otot lengan
p Uji Normalitas (Saphiro Wilk) p Uji Homogenitas (Levene Test) Kelompok 1 Kelompok 2
Sebelum pelatihan 0,092 0,273 0,714
Sesudah pelatihan 0,338 0,068 0,385
Lampiran XIV
Hasil Uji Beda Rerata Daya Ledak Otot Lengan antar kelompok Pelatihan siswa SMK-1 Denpasar
Dengan menggunakan uji t tidak berpasangan Daya ledak Otot
Lengan
N KLP-1